Dipecat Karena Injil

Dianiaya Karena Injil

Berikut ini adalah sepenggal kisah tentang seorang psikolog yang dipecat karena imannya. Saya tidak terjemahkan kisahnya secara penuh. Kalau mau baca silahkan baca di link yang saya taruh di tulisan ini.

Empat Kata Pendek

Saat kembali ke Amerika Serikat, aku ditugaskan menangani seorang pasien di sebuah pusat medis. Orang tersebut sudah tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang bermakna selama empat setengah tahun. Tugasku adalah membuat Immanuel berbicara empat atau lima kata secara koheren. Dia datang ke sesi terapi kelompokku, duduk di sana dan mulai bernafas pendek dan cepat lalu menggeliat-geliat. Dia berkata, “Akulah Yesus Kristus!” Aku mengeluarkan Perjanjian Baru the Gideons dan membaca dari Injil Matius 24: ” Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. … Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia..

Terdiam

“Darimana kamu membaca itu?”

Aku melemparkan Alkitab itu kepadanya, “Dalam Injil Matius. Baca di sana.”

Selama sebulan dia diam, kemudian dia datang ke kantorku: “Dr. Ganz [aku terkesan], aku ingin menjadi Kristen.”

Aku membawa Immanuel ke kantorku, berbagi Injil Yesus dengannya, akhinya dengan berlinang airmata dia menerima Kristus. Hari berikutnya Kepala Bagian memanggiku ke kantornya. “Rich”, katanya, “Aku sudah bekerja di sini selama 31 tahun dan aku baru saja mendengar cerita tergila. Immanuel terus berlarian sekeliling bangsal dan memberitahu siapapun yang mau mendengar bahwa dia telah diselamatkan.”

Saya memotong pembicaraannya: “Berapa banyak kata yang dia gunakan untuk mengatakan hal itu?” Saya berharap mereka sadar bahwa keberhasilan itu luar biasa.

“Ada yang lebih buruk dari itu, Rich”, sahutnya, “dia menghubungkan apa yang terjadi dengan kau. Banyak orang menginginkan pekerjaanmu Rich, bagaimana kalau begini saja; kalau kau berjanji untuk tidak melakukannya lagi – atau melakukan itu setelah jam kerja andaikata kau memang harus melakukannya – dan dari jam Sembilan sampai jam 4 kau singkirkan Yesus, maka kita akan melupakan kalau ini pernah terjadi.”

Aku meminta satu hari untuk berpikir dan berdoa tentang semua ini dan pada hari berikutnya aku berkata, “Howard, aku akan berbagi denganmu apa yang aku percaya”, dan aku menyimpulkan dengan berkata bahwa aku harus mentaati Allah dan aku tidak dapat menyingkirkan Yesus dari pasienku. Aku dipecat dan Immanuel meninggalkan rumah sakit bersamaku dan belajar di Sekolah Alkitab tempat dia menyiapkan diri untuk melakukan pekerjaan misi.

Aku tidak percaya apa yang terjadi padaku. Aku hanya paham psikoanalisis; aku tidak dapat melakukan apapun selain psikoanalisis. Kalau aku pindah ke rumah sakit lain atau universitas lain, hal yang sama akan terjadi. Aku berpikir semuanya sudah berakhir.

Namun ada orang yang menyarankan aku untuk belajar di Westminster Theological Seminary dimana Dr. Jay E. Adams, penulis beberapa buku tentang konseling menjabat sebagai profesor. Aku belajar di Westminster selama empat tahun dan bekerja bersama dengan Dr. Adams di Christian Counselling Centre. Dengan cara ini Allah memimpin aku dengan cara yang sangat tidak lazim ke dalam sesuatu yang tidak pernah aku pikir untuk pilih atau terlibat yaitu pelayanan pastoral. Tahun-tahun ini tidak selalu penuh senyum dan kebahagiaan sepanjang waktu. Hajaran dan perendahan diri dari Allah tiap harinya kadang terasa sangat menyakitkan. Allah telah memanggil aku untuk memberitakan tentang Anak-Nya dan seperti dikatakan Paulus dari Tarsus: “Terkutuklah aku kalau aku tidak memberitakan Injil”

Lewat kisahku aku mencoba memberitakan Injil pada anda sekalian sehingga anda boleh percaya dalam Yesus sang Mesias.

Diterjemahkan dari sini oleh Ma Kuru

……………………..

Tulisan kedua tentang kisah yang sama

Seorang laki-laki menyatakan, “Aku adalah Allah.” Dia sulit bernafas dan menggeliat-geliat. Richard Ganz enggan, lalu menanggapi dengan membaca dari Perjanjian Baru: “Mesias Palsu dan nabi palsu akan muncul.”

Tiba-tiba laki-laki itu terdiam dan bertanya darimana Ganz membacanya. Ganz memberinya Perjanjian Baru. Empat minggu kemudian lelaki itu dengan tenang masuk ke kantor Ganz dan mengumumkan , “Aku ingin menjadi Kristen.”

Richard Ganz adalah psikolog klinis yang bekerja di sebuah Rumah Sakit pemerintah. Lelaki yang mengklaim diri sebagai Allah waktu itu sudah tidak berbicara sepatah katapun selama beberapa tahun. Dia juga tidak berbicara lagi sampai dia memberitahu Ganz bahwa dia ingin menjadi Kristen. Namun setelah itu, dia tidak dapat berhenti berbicara tentang kuasa kesembuhan Yesus Kristus. Dia meninggalkan Rumah Sakit segera setelah kejadian itu sebagai seorang yang sudah diubahkan.

Segera setelah lelaki itu keluar, Ganz pun keluar. Ganz juga telah diubahkan. Sebelum kejadian itu dia adalah seorang psikolog sekular yang kebetulan Kristen. Namun setelah ditantang oleh kenyataan bahwa ada orang yang tampaknya tidak tersembuhkan yang tiba-tiba ingin mengenal Injil, Ganz menjadi seorang konselor Kristen. Pimpinannya [di Rumah Sakit] memberi kesempatan untuk meminta maaf karena telah menggunakan Alkitab dan berjanji untuk tidak “berdosa” lagi, namun dia menolak.

Diterjemahkan dari sini oleh Ma Kuru

Pos ini dipublikasikan di Injil. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s