Diskusi Penggunaan Akal Dalam Teologi

Dibawah ini adalah diskusi terbaru saya dengan salah seorang pendeta yang dilibatkan dalam satu diskusi terbatas. Hal yang diangkat oleh pemrakarsa diskusi adalah fakta bahwa dia sementara membuat tulisan  untuk membahas Doktri Tritunggal dalam “MEDIA Pelayanan yang menjangkau berbagai denominasi Gereja di Sulawesi Selatan umumnya dan Makassar “. Pokok diskusi adalah apakah wahyu dapat dipahami sepenuhnya. Ini diskusinya:

MK: Ya, saya setuju itu pekerjaan bagus. Jemaat tidak boleh menjadi sekumpulan orang yang membuang pikirannya saat berhadapan dengan isu-isu teologis. Nanti kekristenan hanya akan menjadi agama perasaan. Maksudnya kalau tidak ada upaya seperti ini Nanti kekristenan hanya akan menjadi agama perasaan.

XX: namun dalam batas-batas tertentu kita juga harus mengakui keterbatasan akal. Bermain-main di batas-batas akal adalah pekerjaan teologi namun sejauh mana orang berani bermain-main di area itu. Ada yang mau membahas sesuatu secara teologis tetapi ketika di ajak bermain di batas-batas akhirnya dengan singkatnya mereka bilang: “yah diimani saja …” sayang sekali gayung bersambut dan langsung tumpah …

MK: Batas akal adalah, hal-hal yang tidak diwahyukan atau tidak bisa dideduksi dari wahyu. Selama hal itu tidak diwahyukan atau tidak bisa dideduksi dari wahyu, maka apapun yang dikatakan adalah spekulasi. Selama itu diwahyukan atau dapat dideduksi dari wahyu, akal dapat menghandle.

XX: pengalaman dalam sejarah gereja ketika batas akal tidak diingatkan maka akal berusaha menaklukan semua hal dalam kebenaran dan bila tidak masuk akal maka kebenaran disangkal … hmmmm

MK: Poin saya tetap valid. Selama diwahyukan atau dapat dideduksi dari wahyu, maka itu dapat dihandle akal. Kalau tidak, maka tidak dapat dihandle oleh akal dan yang diajarkan hanya spekulasi

XX: disitulah menjadi tidak valid … ketika anda berbicara tentang Allah maka hal itu ada dalam batas akal anda tetapi ada juga yang tidak dapat ditangkap akal anda tetapi itu tetapi itu bukan valid … tidak semua hal tentang Allah dapat didefinisikan akal walaupun masuk akal dan terkadang supra-akalli …sesuatu yang supra akali tidak berarti nir-akali …dan itu tetap valid …

MK: Anda tidak memperhatikan apa yang saya tulis. Siapa yang mengatakan kita membatasi Tuhan dalam jangkauan akal? Saya mengatakan bahwa semua yang diwahyukan dapat dipahami oleh akal? Dua hal berbeda “membatasi Tuhan dalam batas akal” dengan “akal dapat memahami hal yang diwahyukan.” Jadi komentar anda pure straw man

XX: anda juga tidak memperhatikan konsistensi tulisan saya. Hal yang diwahyukanpun tidak selamanya berada dalam akal, berulangkali saya menggunakan istilah supra-akali, mengertikah anda untuk hal ini, membuat statement yang diwahyukan selalu masuk akal adalah logika absurd dalam keabsolutisannya … Tuhan dalam bahasa manusia adalah sebuah bahasa terbatas yang tidak dapat menampung semua pengertian kealahan … saya tidak menyangkali ada hal yang masuk akal tetapi tidak semua dapat dipahami akal …mungkin anda perlu mendefinisikan akal, nir-akal, dan supra-akali … saya tidak membahas nir-akal sama dengan supra-akal …dan itu komentar yang operasional begitu masuk dalam tafsir terhadap kitab suci

MK: Kekonsistenan posisi anda?? Posisi anda kontradiktif. Anda mengatakan wahyu tidak dapat dimengerti sepenuhnya. Padahal, Wahyu adalah penyataan atau penyingkapan sesuatu yang rahasia. Kalau sesuatu yang diungkapkan itu tidak dapa dimengerti sepenuhnya, apakah itu pantas disebut wahyu?

XX: siapa bilang dari awal saya hanya mengingatkan bahwa akal itu punya keterbatasan. teori anda begitu diminta buktiknya pasti tidak operasional. Kelahiran Kristus sekalipun dikisahkan wahyu tetapi tidak dapat dijelaskan akal lagi-lagi anda gagal memahami supra-akali tetapi itu tetap wahyu. Wahyu tidak bisa diukurkan karena diterima akal itupun absurd

MK: Yaaaa.. pada awalnya memang demikian. Tetapi kemudian anda mengatakan “Hal yang diwahyukanpun tidak selamanya berada dalam akal,”. Itu yang saya tantang dan anda belum tanggapi. Anda kemudian mengangkat contoh kelahiran Kristus. Anda mengatakan itu tidak dapat dijelaskan. Mengapa tidak dapat dijelaskan? Apanya yang tidak dapat dijelaskan? Mungkin anda bisa lebih spesifik?

XX: betulkan? hal yang diwahyukan tidak begitu saja mudah untuk dicerna oleh akal. Sekarang coba anda terangkan kelahiran Kristus dari seorang perawan dengan menggunakan akal, lalu kembali ke laptop terangkan soal trinitas dengan menggunakan akal. Saya ingin melihat apakah teori anda itu bisa operasional atau tidak atau malah macet sama sekali.

MK: Pertanyaan saya tidak terjawab. Jawab dulu pertanyaan saya di atas yang saya copas berikut sehingga saya bisa menjawab anda! Apanya yang tidak dapat dijelaskan? Mekanismenya? Atau apanya? Mungkin anda bisa lebih spesifik?

XX: Lalu Trinitas. Apa yang tidak masuk akal dari Trinitas? Tolong jelaskan sehingga saya tahu mana yang tidak masuk akal. jelaskan dalam pandangan akal (dalam batasan definsi akal) bagaimana mekanisme seorang maria yang perawan bisa mengandung dan melahirkan seorang anak tanpa bantuan seorang suami.
bisakah anda menjelaskan yang 3 adalah 1 satu itu dan sebaliknya dalam sebuah penjelasan akaliah?

MK: Apakah mekanisme kelahiran melalui diwahyukan? Sepengetahuan saya hal itu tidak diwahyukan. Jadi poin saya valid. Hal yang tidak diwahyukan dan tidak dapat dideduksi dari wahyu kita tidak tahu. Apa poin anda di sini? Contoh yang anda angkat justeru mendukung posisi saya!

Mungkin anda ada contoh lain?

Trinitas: Satu esensi tiga pribadi. Apa yang tidak masuk akal di sana? Mana hukum pemikiran/hukum logika yang dilanggar oleh Trinitas?

XX: valid? ha … ha.. . saya sudah menduga jawaban seperti itu .. coba anda jelaskan yang anda bilang tidak diwahyukan (mekanismenya digambarkan Alkitab kog):
Lukas 1:34
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

MK: Yup, andaikatapun jawaban saya kurang tepat bahwa mekanisme tidak digambarkan, Poin saya tetap valid. Dan apa yang anda kutip justeru menjawab pertanyaan anda sendiri. Terima kasih! Apa yang anda duga? Saya tidak tahu apa yang sedang anda lakukan. Setiap hal yang anda lakukan termasuk pada saat saya melakukan kesalahan, mendukung posisi saya. Mmm
Apa yang salah dengan jawaban saya tentang trinitas? Apa hukum logika yang dilanggar oleh jawaban saya? Apa maksud anda dengan jawaban yang garing?

XX: Soal trinitas jelaskan dengan logika matematisnya deh … jawaban di atas sudah garing dari dulu juga jawaban seperti itu …

XX: belum, itu bukan jawaban akal, itu jawaban wahyu yang menurut anda bisa diolah, saya tidak melihat Roh Kudus menaungi seseorang dan bisa hamil? jelaskan dari logika biologisnya dong bung, dan saya sedang tidak mendukung posisi anda (itu dugaan) anda, saya justru sedang membuktikan bahwa semua yang dalam wahyu tidak begitu saja dapat diterangkan akal, tetapi itu tetap valid!

MK: Pertama, permintaan anda tidak membuktikan apa-apa. Permintaan anda hanya membuktikan bahwa anda tidak paham apa yang saya tuliskan sejak awal. Saya katakan bahwa apa yang tidak diwahyukan tidak dapat kita pahami dengan akal kita. Hal yang diwahyukan dapat kita pahami. Dan anda sekarang meminta saya untuk menggambarkan mekanisme biologisnya?? sekarang silahkan anda tunjukkan dimana diwahyukan tentang mekanisme biologisnya!

Kedua, apa itu akal XX? Apakah akal di sini maksud anda sinonim dengan sains? Atau bagaimana?

XX: logika matematis, logika rasionalis, logika biologis, kalau anda sudah merangsek masuk ke wilayah maka pertanyaan-pertanyaan itu tidak lagi menjadi pertanyaan, “garing” karena bukan jawaban baru dan itu tidak mengubah apa-apa, mungkin saya terlalu keras menuntut anda. sekali lagi saya mungkin mengajak anda terlalu jauh dan saya tidak melihat jawaban yang betul-betul pas, maaf sekali kali kalau saya terlalu menuntut anda, logika yang begitu jelas tidak dapat dipahami …sayang sekali

XX: itulah supra-akali … bahasa saya dari awal!

MK: Daniel, ANDA TIDAK MENUNJUKKAN KESALAHAN JAWABAN SAYA TERHADAP TRINITAS! Jadi anda percaya ada banyak logika? Apakh semua logika itu sama-sama validnya? Lalu apa itu logika????

XX: masak pertanyaan soal akal dalam diskusi seperti ini ditanya lagi …ohhhh saya sudah menunjukkannya tetapi anda tidak paham …yah mau dipaksa … yah jangan dong …

MK: Anda tidak menunjukkan apa-apa. Hukum logika yang mana yang saya langgar??????? Mana jawaban anda? Silahkan copas kalau memang sudah dijawab!

XX: saya sudah menduga dari awal bila anda berada pada definisi yang berbeda, jadi setelah panjang lebar bicara akhirnya kembali ke awal yang bagi saya tidak konstruktif jadinya, percuma saya beri jawab karena anda pasti tidak masuk ke dalam lokasi yang anda tidak pernah mau mengakuinya apa arti supra-akali teman?

MK: Supra-akali hanyalah sesuatu teori yang disusun oleh mereka yang irasional. Tuhan adalah Tuhan yang rasional. Ada hal kita tidak tahu tentang Tuhan, tetapi bukan karena hukum logika tidak berlaku tetapi karena hal itu tidak diwahyukan kepada kita.

XX: lagi-lagi kita memang tidak berada dalam definisi yang sama, biarlah masing-masing berada di posisinya … terima kasih!

MK: Ok kalau begitu. Tetapi sebelum selesai, saya akan mengemukakan hal yang harus dikemukakan.

Anda mengatakan bahwa bahkan sesuatu yang diwahyukan pun kita tidak dapat pahami sepenuhnya (oleh akal manusia tentunya). Saya mengatakan bahwa bahwa sesuatu yang diwahyukan pasti dapat manusia pahami. Kalau dikatakan dipahami, tentunya dipahami dengan akal. Saya menyimpulkan bahwa pandangan anda kontradiktif karena pewahyuan secara definisi adalah pengungkapan sesuatu yang rahasia. Dengan mengatakan bahwa kita tidak dapat memahami sepenuhnya wahyu berarti bahwa wahyu bukan pengungkapan.

Anda tetap tidak setuju, kemudian mengangkat mekanisme kelahiran Yesus Kristus dari anak dara dan mengatakan bahwa yang diwahyukan itu tidak dapat kita pahami. Anda meminta saya menjelaskan mekanisme biologisnya. Padahal mekanisme biologis tidak pernah diwahyukan. Jadi anda salah kaprah. Contoh yang anda angkat justeru mendukung posisi saya karena mekanisme biologis sehingga sampai terjadinya kelahiran Yesus Kristus dari perawan tidak diwahyukan.

Anda juga mengangkat isu tentang Tritunggal. Anda mengatakan bahwa itu tidak dapat dijelaskan. Kembali lagi isu yang anda angkat itu mendukung posisi saya. Informasi yang dapat kita dapat deduksi dari wahyu adalah bahwa Tritunggal adalah satu esensi dan tiga pribadi. Formulasi ini tidak melanggar ketiga hukum dasar logika. Tetapi penjelasan itu tidak anda terima. Anda tidak memberi alasan kecuali jawaban itu bukan jawaban baru. Ini jelas tidak rasional sama sekali. Anda tidak menunjukkan kesalahannya sama sekali. Harus diingat bahwa walaupun satu pandangan adalah pandangan lama, tetapi kalau tidak melanggar hukum akal/hukum logika maka pandangan itu tetap benar. Kesalahan logika yang anda lakukan disebut C. S. Lewis sebagai chronological hubris atau kesombongan kronologis dimana argumen lama dianggap salah hanya karena sudah sering didengar.

Pada saat tertentu saya juga saya menanyakan beberapa hal untuk klarifikasi. Pertanyaan saya dipicu oleh indikasi bahwa anda percaya akan adanya berbagai macam logika padahal pandangan itu adalah sesuatu yang tidak punya justifikasi. Logika hanya satu tetapi diterapkan dalam berbagai bidang: biologi, matematika, dll. Saya tanyakan tentang hal itu untuk meminta klarifikasi serta justifikasi, tetapi anda tampaknya menipu diri sendiri dengan menganggap bahwa orang yang bertanya bertanya hanya karena tidak mengerti apa-apa sehingga anda menulis retorika murahan seperti : “ sekali lagi saya mungkin mengajak anda terlalu jauh dan saya tidak melihat jawaban yang betul-betul pas, maaf sekali kali kalau saya terlalu menuntut anda, logika yang begitu jelas tidak dapat dipahami …sayang sekali“ dan “masak pertanyaan soal akal dalam diskusi seperti ini ditanya lagi …ohhhh“. Anda tetapi tidak menjawab pertanyaan klarifikasi sederhana.

Tentang suprarasional, saya paham bahwa beberapa orang menciptakan istilah supra rasional yang berarti bahwa sesuatu berada di luar jangkauan akal manusia untuk pahami. Definisi itu tidak terlalu jelas. Kalau supra rasional berarti bahwa sesuatu tidak dipahami karena tidak diwahyukan kepada manusia, maka saya setuju dengan adanya sesuatu yang suprarasional. Tetapi kalau sesuatu yang suprarasional diartikan sebagai sesuatu yang tidak rasional atau tidak tunduk pada hukum logika, saya tidak setuju karena Tuhan adalah Tuhan yang rasional dan logis. Untuk pengertian kedua ini saya melihatnya sebagai formulasi orang yang irasional.

Dengan demikian, posisi saya tidak anda gubris sama sekali.

Pos ini dipublikasikan di Polemik. Tandai permalink.

2 Balasan ke Diskusi Penggunaan Akal Dalam Teologi

  1. suara langit berkata:

    La iya antar pendeta aja yg katanya ahli kitab ato ahli injil aja ga ada yg bisa jelasin doktrin trinitas ato 3 jadi 1, 1 jadi 3. Pa lagi jemaatnya pa ga makin bingung itu jamaat???????

    • whereisthewisdom berkata:

      Sekarang silahkan tunjukkan kesalahan logika dari ajaran Trinitas! Saya mau tau kesalahan logikanya di mana! Saya tunggu!

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s