Diskusi Dengan Orang Aneh

Berikut adalah diskusi yang terjadi antara saya (MK), AA, dan RT di salah satu Forum di Facebook. Perhatikan bagaimana sulitnya berdiskusi dengan RT.

MK
Saya posting ini untuk mengajak kita diskusi tentang logika.
1. Apa yang kita tahu tentang logika?
2. Apakah logika penting atau tidak penting? Mengapa?
3. Kalau penting, seberapa penting? Apakah ada bidang kehidupan yang tidak boleh menggunakan logika?
4. Apa saja hukum logika?
5. Seberapa banyak logika diajarkan di institusi Kristen?

Salam
MKPB

AA
1. Logika adalah pemberian Tuhan kepad kita sebagai ciptaan tertinggi. Ini adalah wujud dari gambar dan rupa Allah yang dioberikan kepad manusia. Allah adalah kebenaran. Sifat ini diberikan kepad manusia dalam bentuk rasio/logika.

2. Logika penting. Kalau tidak penting bagi kita mengapa Tuhan memberikannya kepada kita? Tanpa logika, kita tidak ada bedanya dnegan binatang.

3. Sangat2 penting. Tidak ad kehidupan yang tang tidak boleh menggunakan logika. Kita memang sadar ada hal2 yang berada di atas logika kita (supra rasional) tetapi itu pun harus dipahami dengan logika. Logika yang tunduk kepada Tuhan.

4. Saya tidak tahu. Apakah “silogisme” termasuk di dlamnya?

5. Sangat sedikit, bahkan boleh dikatakan nyaris tidak ada.

MK
Terima kasih Apolos.
Kalau logika sangat penting dan tidak dapat dihindari, tetapi di lembaga Kristen jarang sekali belajar logika, kira-kira apa penyebabnya? Kalau ada yang punya pengalaman silahkan sharing. Yang tidak punya pengalaman dan mau berspekulasi juga silahkan.

Yang lain yang mau diskusi silahkan kasih pendapat.

Salam
Ma Kuru

AA
Menurut saya, ada pemahaman yang berkembang ditengah2 kristen masa kini (terutama dalam kalangan kharismatik) bahwa pekerjaan Roh Kudus hanya bisa diterima kalau kiat mengesampingkal akal. Karena itu berbagai fenomena di dalam gerakan kharismatik yang tak masuk akal diterima saja dan dianggap kalau RK bekerja, kita harus abaikan akal kita. banyak kasus seperti ini misalnya Toronto Blessing, tumbang dalam roh, dll.

Mereka sepertinya tidak bisa membedakan antara MEMAKAI logika danb BERSANDAR pada logika. bersandar pada logika memang tidak boleh tetapi memakai logika harus.

RT
Alkitab berkata tentang 3 unsur: Pikiran, perasaan dan kehendak bebas dari setiap orang. Logika termasuk dlm pikiran + pengalaman empiris+ perasaan, bahkan utk pembenaran (alignment) diri sendiri kadang-kadang dipengaruhi oleh kehendak seseorang tanpa disadarinya. Mengapa anda katakan di lembaga Kristen jarang sekali belajar logika ?, benarkah demikian ? Jika ada strata S2 dan S3, apakah demikian ?. Rasul Paulus adalah orang terpintar di zamannya, saat ini boleh disetarakan dgn S5 kali (kalau ada) tetapi, Paulus berkata bahwa semua pengetahuan, pengalaman, logikanya adalah sampah, tidak berarti apa-apa dibandingkan kebesaran Tuhan. Berbicara tentang kasih, iman dan pengharapan, yang semuanya berasal dari pewahyuan, apakah logika dapat menyentuhnya dpl. logika yg bagaimana dpt membahasnya ?. Sebenarnya, jika dipercayai bahwa Kristen tidak sekedar sbg agama semata tetapi kepercayaan yang bersandarkan pada iman yang diwahyukan, mengapa Kristen bersandar lagi pada logika ? yeah… memakai logika wajib tetapi bersandar…. yeah saya kira sdh keluar dari jalur iman kepada Jesus Kristus. Ada istilah “lihat dan dengarlah dengan mata hatimu” bukan dengan “mata duniawimu”, ada lompatan iman dlm supranatural, ada batas atas tertentu dlm mencoba menggali (upper limited). Jangan persamakan dgn keyakinan lain yang diperoleh dari akal budi dan pengalaman manusia- bukan pewahyuan, Thank’s.

MK
Halo Robin,
Pertama, saya tidak tahu anda postingan dari mana ini komentar. Tetapi anda tampaknya tidak menggunakan tanda baca dan grammar yang benar. Sulit dipilah-pilah argumentasi anda. Saya akan mencoba untuk memahami bahwa ini adalah salah satu dampak dari ajaran tidak bertanggung jawab yang tampaknya anda bela.

Kedua, Anda mengatakan bahwa logika masuk dalam pemahaman empiris. Ini adalah refleksi dari orang yang tidak ngerti apa yang dia ngomong. Logika bukan empirisisme. Empirisisme adalah filsafat. Logika adalah cara berpikir yang tepat untuk sampai ke kesimpulan yang diharuskan oleh premis.

Ketiga, anda mengatakan bahwa Paulus menganggap logikanya sampah. Sekarang coba anda tunjukkan ayatnya dimana Paulus mengatakan bahwa Logika adalah sampah. Jangan hanya asal ngomong.

Keempat, Hukum Logika yang paling mendasar adalah Hukum kontradiksi atau Non Kontradiksi. Salah satu implikasi dari hukum ini adalah satu kata tidak boleh berarti segala sesuatu. Sebagai contoh kata anjing hanya merujuk kepada binatang piaraan yang menggonggong. Bayangkan kalau hukum ini tidak berlaku dan anjing bisa berarti langit, batu, bumi, membunuh! Bayangkan implikasinya. Orang yang berani omong kosong bilang tidak pake logika juga sebenarnya pake logika. Setidaknya dia pakai Hukum kontradiksi. Jadi adalah kemunafikan kalau mengatakan anti logika. Itu tidak mungkin kecuali anda menjadi gila.

Kelima, masih ada hubungan dengan poin keempat; kalau misalnya anda tidak pake logika Robin, maka anda tidak usah menggunakan banyak kata dalam komentar anda. Karena komentar anda ada 195 kata, maka anda tinggal menulis saja satu kata sampai 195 kali. Tetapi faktanya anda menggunakan banyak sekali kata. Itu berarti bahwa anda munafik. Di satu pihak anda mengatakan tidak menggunakan logika, tetapi di pihak lain anda menggunakan hukum itu.

Keenam, jadi mendingan saudara bertobat! OK?

Semoga Tuhan Yesus membuka mata anda.!

AA
@Ma Kuru : makasih pak Ma kuru, sebuah penjelasan yang bagus. kelihtannya si Robin ini mengacu pada ayat Fil 3:8 karena kata sampah hanya dicatat 2x diseluruh PB yakni 1 Kor 4:13 dan Fil 3:8 dan FGil 3:8 lebih mungkin dipakai oleh dia.

Filipi 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Paulus mntgatakan “dan menganggapnya sampah” maka logika menuntut kita untuk menemukan apa arti “nya” di sana atau “nya” disana menunjuk pada apa? Sehingga kita bisa tahu bahwa hal itulah yang dianggap sampah. Nah, untuk mengetahuinya gampang saja yakni melihat konteks ayat itu sejak dari ayat 4 :

Fil 3:(4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. (7) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Dari konteks ini jelas bahwa yang Paulus anggap sebagai sampah adalah segala kebanggaan lahiriahnya sebelum menjadi kristen (ayat 4) yakni yang dicatata dalam ayat 5-6. Jadi ini sama sekali tidak ada hubungan dengan logika sehingga menafsirkan bahwa paulus menganggap logika sebagai sampah. Ha..ha..

Kalau orang tidak mau pakai logika, harusnya dia tak usah bicara apa2 karena untuk bicara sesuatu apalagi untuk berargumen, dia harus pakai logika.

Ingat seperti yang saya katakan, kita harus memakai logika tetapi tidak boleh bersandar pada logika. bandingkan 2 ayat ini :

Mat 22:37 : Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU.

Amsal 3:5 : Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan JANGANLAH BERSANDAR KEPADA PENGERTIANMU SENDIRI

Dengan demikian kata2 Robin : “yeah… memakai logika wajib tetapi bersandar…. yeah saya kira sdh keluar dari jalur iman kepada Jesus Kristus” adalah kata2 yang bertentangan dengan FT. Kecuali dia bisa runtuhkan 2 ayat di atas ini.

MK
Terima kasih penjelasannya saudara Apolos. Saya harap Robins segera memberi tanggapan supaya kita paham apa yang ada di dalam benaknya.

Saya hanya mau kasih klarifikasi bahwa Hukum Kontradiksi mengharuskan satu kata tidak berarti segala sesuatu. Tetapi itu tidak berarti bahwa satu kata tidak boleh memiliki lebih dari satu arti. Dalam kasus seperti ini, kalau kita mengemukakan satu argumen maka satu istilah tidak boleh memiliki arti yang berbeda dalam premis dan kesimpulan. Premis adalah alasan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan. Harus jelas apa yang kita maksud dengan 1 kata kalau kata tersebut memiliki lebih dari satu arti

Kita harus bersandar pada Tuhan. Karena Tuhan yang kita sandari adalah Tuhan yang logis, maka kita harus menggunakan logika saat berhubungan dengan Dia. Bayangkan kalau logika tidak dipakai! Perintah “Jangan Membunuh” akan sama saja dengan “Membunuhlah seenaknya!” atau “Kamu Sapi” atau “bumi datar” atau segala hal yang lain. Itu implikasi lain dari tidak digunakannya logika.

Kalau memang Robin tidak pake logika, maka kalau dia mau mengatakan: “Saya tidak setuju anda” dia tinggal menulis “Sapi Sapi Sapi Sapi” dimana Sapi 1 artinya = Saya, Sapi 2 = tidak, Sapi 3 = setuju, dan Sapi 4 = anda.

MK
Saya mau menambahkan sesuatu di sini. Saya setuju dengan Apolos bahwa logika adalah gambar dan rupa Tuhan yang diberikan kepada manusia. Saya mau menambahkan definisi operasional Logika.

Logika adalah “The Science of Necessary Inference” atau ilmu mengambil kesimpulan yang diharuskan oleh premis. Validitas satu argumen tidak ditentukan oleh benar salahnya premis tetapi oleh apakah premis mengharuskan kesimpulan. Atau apakah kesimpulan diharuskan oleh premis. Nilai kebenaran dari kesimpulan baru tergantung pada benar salahnya premis. Jadi bisa terjadi bahwa satu argumen valid tetapi kesimpulanny salah. Atau satu argumen kesimpulan benar tetapi argumen tidak valid.

Contoh argumen valid tetapi kesimpulannya salah (Socrates yang dimaksud di sini adalah filsuf Yunani):
1. Semua gelas berwarna hijau.
2. Socrates adalah gelas.
3. Kesimpulan, Socrates berwarna hijau.

Contoh argumen tidak valid tetapi kesimpulan benar.
1. Semua filsuf adalah laki-laki
2. Socrates adalah laki-laki
3. Kesimpulan, Socrates adalah filsuf.

Tidak benar seperti dikatakan seorang bocah di facebook yang sedang berdebat dengan saya bahwa kalau menggunakan asumsi sebagai premis (yang belum pasti benar) maka argumen menjadi tidak valid. (http://en.wikipedia.org/wiki/Validity)

AA
@ma Kuru : Terima kasih pak Ma Kuru untuk pelajarannya. Saya jadi ingat waktu kuliah dulu juga dapat pelajaran seperti ini.

MK
Sama-sama Apolos. Saya hanya mau berbagi.
Wah, kalau begitu, sekolah anda bisa terbilang maju Apolos. Apakah itu sekolah Kristen?

AA
Itu pelajaran filsafat umum dan cara berlogika pak. Dosennya diambil dari Universitas umum. Sekolahnya sekolah Kristen

MK
Pak Apolos, saya kutip kembali poin anda di comentar pertama:
“3. Sangat2 penting. Tidak ad kehidupan yang tang tidak boleh menggunakan logika. Kita memang sadar ada hal2 yang berada di atas logika kita (supra rasional) tetapi itu pun harus dipahami dengan logika. Logika yang tunduk kepada Tuhan.”

Saya hanya mau mengatakan bahwa sesuatu yang supra rasional adalah sesuatu yang kita tidak tahu karena tidak diwahyukan kepada kita tetapi bukan tidak logis. Itu sangat logis karena Allah adalah Allah yang logis. Kalau Tuhan memilih untuk mewahyukan, maka pasti kita mengerti

AA
@Ma Kuru : Ya saya setuju. Maksud saya adanya hal2 yang supra rasional itu rasional juga kan? Kalau kita percaya ada Allah yang berada di atas segala2nya termasuk di atas rasio kita, maka konsekuensi logisnya adalah ada hal2 tertentu yang melampaui logika kita. Adalah tidak masuk kalau ada Allah yang berada di atas segala2nya tetapi saat yang bersamaan kita mengetahui segala2nya tentang Dia. pengetahuan kita yang paling lengkap tentang Dia adalah bahwa Dia tak bisa dipahami secara lengkap/sempurna.

Ayub 11:7-9: Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit — apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati — apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.

Kesadaran bahwa : (1) akal harus dipakai secara maksimal (2) akal juga ada batasnya membuat saya mempunyai sebuah prinsip :

“AKU MEMPERGUNAKAN AKAL SAMPAI BATASNYA UNTUK MEMBUKTIKAN KETERBATASAN AKAL”.

Apa itu benar Pak Ma Kuru?

MK
@pak Apolos: saya setuju tetapi mungkin perlu dibedakan rasionalitas dan logika. “Rasionalitas” merujuk kepada kemampuan berpikir dengan menggunakan logika sedangkan “logika” merujuk cara berpikir yang tepat untuk dapat sampai ke kesimpulan yang diharuskan oleh premis.

Implikasinya:
1. Kalau dikatakan sesuatu supra rasional maka itu merujuk kepada sesuatu yang berada di luar jangkauan kemampuan kita untuk simpulkan dari informasi/pengetahuan yang kita punyai. Dengan kata lain kita tidak punya informasi/pengetahuan untuk sampai pada kesimpulan tentang sesuatu.
2. Tidak tepat untuk menggunakan kata “melampaui logika”. Lebih tepat menggunakan istilah “melampaui rasio.” Karena yang berada di luar kemampuan kita untuk tahu tetapi tidak berada di luar hukum-hukum logika.

Tetapi saya setuju bahwa kita harus menggunakan akal kita (rasio) tetapi dengan kesadaran bahwa hanya hal-hal yang diwahyukan kepada kita yang dapat kita ketahui. Hal-hal lain selain itu hanya spekulasi kita.

AA
Makasih Pak untuk pencerahannya. Ngomong2, si Robin sudah sampe dimana? Kok tidak nongol2 lagi?

RT
@ Ma Kurap TAIjo

Betapa sombong dan pongahnya anda, terlihat dari kata-kata anda baik balasan kpd saya yg baru pertama kalinya (bgm kedua, ketiga dst) maupun kpd Apolos seolah-olah dgn adanya sampah yg kau kira bermutu itu sekolah Apolos maju. Engkau sdh menghakimi saya berkali-kali bahkan mengatakan gila. Engkau lbh gila dan sampah, dasar namamu Tai-jo, limbah. Sepengetahuan saya, kebanyakan filsuf yg gila.
Saya ikut diskusi ini utk menumbuhkan iman ttpi dgn engkau, sy kira engkau adalah utusan iblis yg membuat sy hrs mengucapkan kata-kata balasan ini. jangan harap sy akan berkomunikasi lagi dgnmu sampah….

AA
@Robin : Ikut diskusi memang bisa menumbuhkan iman, tetapi juga logika harus dipake pak. Kalau logika tak dipake, bisa repot. Coba anda lihat, waktu anda biolang bahwa Paulus menganggp logikanya sampah, sudah saya buktikan dari konteks ayatnya bahwa anggapan itu salah. Saya juga sudah tunjukan ayatnya bahwa Tuhan memerintahkan kita untuk mnegasihi dia bukan hanya dengan hati dan jiwa tetapi juga dnegan akal budi. Persoalannya adalah anda menolak penggunaan logika di dalam beriman.

Sekrang, lepas dari anda tak terima dnegan kata2 pak ma Kuru, tetapi bagaimana tanggapan anda untuk penjelasan ayat2 Alkitab yang saya berikan?

RT
Perhatikan respon ma kurap tai itu; ttg sombong dan pongahnya, menghakimi saya ada beberapa kali yg gilalah, bertobatlah……dlsb. Benar2 saya bingung, hewankah dia atau utusan ibliskah shg sy terpancing menjadi spt dia juga ?

Saya ingin tahu dgn logika sampahnya itu ia menjelaskan “Petrus berjalan di atas air, Musa membelah laut, Elia/Petrus menghidupkan orang mati, Daud mengalahkan goliat, ratusan lainnya.

Saya hanya bermaksud agar dia menutup topik diskusinya ini karena tidak sesuai dgn forum. dari awal saja saya sdh heran dgn topiknya dan memang sy sdh menduga bahwa ia akan mengumbar sampah logikanya,
Trims

MK
@Robbins: Saya mengemukakan kata-kata saya termasuk kata kasar disertai argumentasi. Saya tidak hanya mengatakan A dan B tanpa alasan. Coba perhatikan baik-baik. Fakta bahwa anda marah, mengindikasikan bahwa anda memang sebenarnya tidak mengerti yang anda tulis. Orang bilang “orang bodoh dengan gembira terjun ke tempat dimana malaikatpun tidak berani menengok”. Itu berlaku untuk anda.

Petrus berjalan di atas air tidak sesuai dengan Logika????? Aaaaahhhh… anda ini benar-benar tidak logis. Saya tunjukkan bagaimana itu logis dalam pandangan dunia kristen.

Premis 1: Tuhan bisa melakukan apapun (Mahakuasa).
Premis 2: Tuhan bisa memampukan manusia melakukan hal-hal yang secara natural tidak dapat dia lakukan.
Kesimpulan: Tuhan bisa membuat Petrus berjalan di atas air.

Itu tentang Petrus. Ini tentang Musa

Premis 1: Tuhan bisa melakukan apapun (Mahakuasa).
Premis 2: Tuhan bisa memampukan manusia melakukan hal-hal yang secara natural tidak dapat dia lakukan.
Kesimpulan: Tuhan bisa membuat Musa membelah air laut.

Coba anda tunjukkan dimana tidak logisnya kedua argumen di atas dan saya akan tunjukkan bahwa anda tidak begitu bodohnya. Argumen di atas sangat logis. Argumen di atas menjadi salah kalau anda menggunakan filsafat lain sebagai asumsi anda.

OK? Saya tunggu pertunjukkan kebolehan anda!

HANYA ORANG GILA YANG TIDAK MENGGUNAKAN LOGIKA ~Ma Kuru

AA
@Robin : Saya ahrap anda tidak usah marah dan terbawa emosi seperti itu, jutru salah1 manfaat dari diskusi2 seperti ini adalah orang belajar untuk mengekang emosinya ketika pendapat/pandangannya diserang. Yang ditekankan Pak Ma Kuru hanhyalah bahwa logika itu penting di dalam beragama/beriman. Menjadi ornag beriman tak berarti kita mengesampingkan logika. Dan orang yang berlogika tak selamanya menjadi ornag yang tak beriman.

RT
Logika saya yg terakhir utk Mati Kurap Tai Jorok:

Anda seorang; residivis yang baru tamat kuliah S1 atau S2 di Perguruan pas-pas an dgn status diridhoi dan diutangi saja di kota kecil, tamat SD,SMP, SMA Inpres sore yg mengontrak bangunan sekolah, uang sekolah dibayarin orang lain, melamar kerja kemana-mana tidak diterima krn jurusan filsafat yang tidak bermanfaat/tidak laku, bekerja sbg debt collector.

@ Apolos

Persoalannya, TAI JOROK bukan menyerang pendapat saya tetapi diri/pribadi saya dgn menganjurkan sy utk bertobat, bodoh dlsb. Dan coba lihat kata2nya yg lain thdp seorang bocah yg diskusi dgn dia dia facebook, saya malang melintang di dunia ini blm pernah sy bertemu dgn spt anjing ini

MK
@Robins: he he he.. makin kentara bahwa anda sebenarnya sedang dipakai setan. Hati-hati! Itu namanya abusive ad hominem! Anda tidak menggubris argumen saya tetapi menyerang pribadi saya. Apa saya perlu kasih anda kuliah tentang kesalahan logika informal?? wk wk wk Piiss man!

Saya hanya mau bilang bahwa anda tetah mengata-ngatai saya tanpa justifikasi sama sekali. Kalau anda penganut Karismatik yang percaya bahwa kata-kata itu berkuasa, maka sesuai dengan ajaran anda saya peringatkan anda bahwa kata-kata anda akan berbalik kepada anda. HATI-HATI ROBINS. wk wk wk wk wk wk wk!

Anda mengatakan bahwa saya menyerang pribadi anda. Maksudnya? Saya melakukan abusive ad hominem? wk wk wk wk wk … anda ini aneh. Saya melakukan abusive ad hominem kalau saya mengata-ngatai anda tanpa alasan lalu mengklaim bahwa anda salah karena saya sudah mengata-ngatai anda. Saya kemukakan alasan di sana kenapa saya mengatakan apa yang saya katakan. Atau anda tidak baca? Kalau saya mengatakan sesuatu tentang anda tetapi tidak memberi alasan, itu baru tidak syah. Sesederhana itu bung!

Bayangkan ada seorang yang memang salah lalu saya menyuruh dia untuk bertobat. Apakah itu salah??? Saya memandang anda salah dan saya memerintahkan anda untuk bertobat. Saya kemukakan alasan mengapa saya bilang anda salah. Kalau anda memang tidak merasa bersalah ya kenapa tidak kemukakan argumen?? Kok langsung mengata-ngatai?

Catatan: komentar saya ini dan sebelumnya tidak perlu dibalas kalau memang tidak siap diskusi. Anda hanya akan menunjukkan ketidakmampuan anda dalam diskusi kalau anda kasih komentar.

MK
@Robins: Salah satu yang membuat anda tersinggung rupanya karena anda menganggap saya menyebut anda bocah. Saya tidak berbicara tentang anda di komentar tersebut, tetapi sedang berbicara tentang orang lain di tempat lain yang sedang debat dengan saya soal logika. Dia mengatakan seperti yang saya tuliskan di atas. Anda khan tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Jadi, piis man.. piiis

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika, Polemik. Tandai permalink.

6 Balasan ke Diskusi Dengan Orang Aneh

  1. suara langit berkata:

    Gmana jelasin trinitas secara logika???? Ada yg tau?????

    • whereisthewisdom berkata:

      Trinitas adalah ajaran Kristen yang mengatakan bahwa Allah merupakan satu esensi yang terdiri dari tiga pribadi. Orang Kristen tidak mengajarkan bahwa Allah adalah tiga Pribadi dan Satu Pribadi sekaligus. Silahkan tunjukkan hukum logika yang dilanggar oleh ajaran tersebut! Saya tunggu!

  2. ray berkata:

    Premis 1: Tuhan bisa melakukan apapun (Mahakuasa).
    Premis 2: Tuhan bisa memampukan manusia melakukan hal-hal yang secara natural tidak dapat dia lakukan.
    Kesimpulan: Tuhan bisa membuat Petrus berjalan di atas air.

    Itu tentang Petrus. Ini tentang Musa

    Premis 1: Tuhan bisa melakukan apapun (Mahakuasa).
    Premis 2: Tuhan bisa memampukan manusia melakukan hal-hal yang secara natural tidak dapat dia lakukan.
    Kesimpulan: Tuhan bisa membuat Musa membelah air laut.

    Ama Kuru,, bisa tdk kita katakn semua yg di atas ini, kita melihat dari sudut pandang Allah; dilihat dri pihaknya Allah??🙂 bisa logika kristen dipahami seperti itu?? dgn dasar Allah adalah kebenaran yg tidak mungkin kontradiksi. Mohon penjelasan,, salam🙂

    • Ma Kuru berkata:

      Apa artinya ‘dilihat dari sudut pandang Allah’? Apakah itu artinya hanya Allah yang bisa melihat seperti itu dan manusia tidak dapat melihat seperti itu? Atau bagaimana artinya?

  3. Adhi berkata:

    Syallom.
    Salam kenal.
    Nama saya Adhi.
    Saya baru menemukan blog ini beberapa hari yang lalu dan tertarik membaca tulisan yg dimuat karena membantu saya mengenal Yesus Kristus Tuhan.
    Blog ini juga mengingatkan utk berhati2 dlm berpikir,berargumentasi,berkomentar dan menulis.
    Sangat memberkati.
    Pada kesempatan ini saya jg mencoba ikut berkomentar,semoga bukan merupakan kesalahan saya dlm memahami logika.
    Ada statemen pd tulisan diatas yaitu:
    “Itu tidak mungkin kecuali anda menjadi gila.”
    Menurut saya,bahkan orang gilapun menggunakan logika,walaupun dlm penggunaannya mungkin keliru menghasilkan kesimpulan. Hal itu mungkin terjadi bergantung seberapa parah tingkat kegilaan yg dialami.
    Contoh:
    Seorang gila membuat minuman kopi panas utk dia minum.Ketika diperingatkan org di sekitarnya agar jangan segera diminum krn masih panas,org gila itu mengambil sebutir panadol yg lalu dimasukkan kedalam kopi panas tersebut.Org disekitarnya bertanya kenapa dia memasukkan panadol kedalam kopi panas tersebut.Jawabnya,bukankah panadol obat penurun panas? Jadi menurut logika di otaknya,kalo begitu seharusnya panadol jg bisa menurunkan panas minuman kopi yg baru saja diseduhnya
    Dan ada banyak kisah kegilaan lain yg menggunakan logika,sejauh org gila tersebut masih bisa diajak berkomunikasi
    Jadi? Masih adakah org yg tidak menggunakan logika?

    • admin berkata:

      Hi Adhi,

      Terima kasih sudah memberikan tanggapan. Yang anda angkat menarik dan sudah saya pikirkan sejak lama. Namun pada saat saya menulis ini, saya cenderung berpikir bahwa orang gila tidak berlogika, atau setidaknya tingkat kerusakan logikanya sudah sangat parah. Kalau dia menggunakan logika, coba saja ngomong orang gila.

      Itu saja mungkin tanggapan singkat saya. Mungkin ke depan saya akan elaborasi. Lagi sibuk ini bro.🙂

      Salam
      MK

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s