Kutipan Menarik Tentang Teologi Yang Salah vs Motif Yang Salah

“Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita..”

Filipi 1 : 15 – 18.

 

…Yang Paulus katakan adalah orang yang memberitakan Injil dengan motif yang salah – bukan teologi yang salah – dapat saja berguna dalam menyebarkan Injil. Untuk hal itu Paulus bersukacita. Sekarang orang Kristen cenderung melakukan yang sebaliknya  –  mereka cenderung untuk menghentikan orang yang berkhotbah demi motif yang salah, bukan orang yang mengkhotbahkan teologi yang salah. Tentu saja ini tidak berarti bahwa Paulus setuju dengan motif yang salah tersebut, tetapi Paulus berkata bahwa dia bersukacita walaupun mereka punya motif yang salah karena mereka masih mengkhotbahkan berita yang benar, yang Allah bisa gunakan untuk untuk menyelamatkan umat pilihan-Nya. Gordon Clark menghubungkannya dengan kejadian berikut:

Di University of Pennsylvania, seorang professor sejarah membacakan khotbah Jonathan Edwards “Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka” di depan kelasnya. Tujuan professor tersebut adalah untuk menunjukkan betapa kejam, tidak menyenangkan, murungnya orang Puritan di New England. Namun demikian, karena pembacaan tersebut, sekurang-kurangnya ada satu orang mahasiswa yang bertobat dan menjadi orang Kristen.

Gordon H. Clark, Philippians, hal. 28

Jelas professor ini membaca khotbah Edwards dengan alasan yang tidak benar, tetapi yang dibaca tetap saja berita yang alkitabiah, yang dengannya Allah mempertobatkan sekurang-kurangnya satu orang dalam kelas tersebut. Walaupun kita tidak setuju dengan motif sang professor saat membaca khotbah Edwards, dan kemungkinan besar dia bukan orang Kristen, kita tetap bersuka cita bukan karena tindakannya yang bertujuan tidak benar, kita tetap bersukacita karena dampaknya. Inilah yang Paulus ingin sampaikan di sini. Namun kalau teologinya salah, Paulus tidak pernah kompromi, dan kitapun tidak boleh kompromi….

Vincent Cheung, Commentary on Philippians, halaman 33. (http://www.vincentcheung.com/books/philippians.pdf).

Pos ini dipublikasikan di Injil, Terjemahan, Vincent Cheung. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kutipan Menarik Tentang Teologi Yang Salah vs Motif Yang Salah

  1. titon berkata:

    yang dimaksud dengan “motif yg salah’ =
    1. motif yg tidak baik, bermaksud menyerang hal yg diberitakan itu
    2. motif yang berbeda dengan maksud sebenarnya tentang hal itu…

    dari penjelasan diatas, kayaknya pengertian yang kedua, betul ko?

    • whereisthewisdom berkata:

      Dua-duanya pak. Dalam contoh dari tulisan Clark adalah yang pertama. Sedangkan yang dibahas adalah tentang segala macam motif yang tidak baik. Keduanya masuk. Pointnya adalah “tidak baiknya” bukan pada “bagaimana tidak baiknya”

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s