The Design Matrix: A Consilience of Clues – Ringkasan Bab 1

Buku Mike Gene

Beberapa saat yang lalu saya membaca buku berjudul “The Design Matrix: A Consilience of Clues” tulisan Mike Gene. Mike Gene adalah nama samaran. Si penulis menggunakan nama samaran dengan alasan yang saya pikir sangat baik. Alasannya adalah dia ingin menghindarkan pembaca dari kesalahan fatal dimana pandangan orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung dianggap benar walaupun sebenarnya tidak benar dan pandangan orang yang berpendidikan rendah dianggap tidak benar walaupun benar. Alasan yang menurut hemat saya mulia.

Saya baru membaca menyelesaikan bab I buku tersebut. Yang dikemukakan Mike Gene dalam buku ini adalah terkait dengan deteksi apakah satu obyek itu hasil rancangan atau tidak. Dia kemudian menerapkannya pada biologi.

Yang pertama dikemukakan oleh Gene adalah catatan sejarah pencarian makhluk hidup cerdas di luar bumi. Tahun 1877 seorang astronomer Italia bernama Giovanni Schiaparelli mengamati adanya tanda-tanda saluran di planet Mars. Orang masa itupun berspekulasi tentang adanya makhluk luar angkasa yang cerdas. Bahkan ada yang kemudian menuangkannya menjadi sebuah cerita yang berjudul War of the Worlds yang kemudian dijadikan film  yang berjudul sama. Film ini awalnya diproduksi tahun 1953 tetapi kemudian di produksi ulang lagi di bawah arahan sutradara Stephen Spielberg tahun 2005 dengan judul yang sama.

Gambar Wajah di Mars

Tahun 1976, NASA mendapatkan gambar permukaan Mars dari Misi Viking yang terbang mengelilingi Mars. Salah satu dari gambar yang diperoleh berbentuk seperti wajah. Ada ilmuwan yang berpandangan bahwa ada makhluk cerdas di Mars semakin banyak. Tetapi ada pula yang skeptis. Untuk menjawab yang skeptis, mereka yang percaya melakukan berbagai analisa dan hasilnya meyakinkan bahwa yang tampak itu adalah memang gambar wajah. Ada yang membandingkan gambar itu dengan patung Sphinx di Mesir dan melihat ada kesamaan. Mereka kemudian berspekulasi bahwa makhluk cerdas di Mars itu pasti pernah berkunjung ke bumi dan meniru Sphinx saat kembali ke Mars.

Sekitar dua puluh tahun kemudian, yaitu tahun 1998, Mars Orbiter Camera, dengan resolusi yang lebih baik memotret kembali di tempat yang sama. Kali ini gambar yang diapatkan menunjukkan bahwa apa yang semula dianggap wajah tersebut ternyata hanyalah punggung bukit dan rongga di permukaan Mars. Mimpi tentang makhluk cerdas di Marspun lenyap.

Gene mengatakan bahwa kalau misalnya dengan menggunakan resolusi yang lebih tinggi, ternyata gambar di Mars itu semakin jelas sebagai wajah manusia, maka tentunya kesimpulan tentang adanya patung berwajah manusia di Mars diterima. Dia kemudian menghubungkan hal di atas dengan deteksi rancangan dalam biologi/makhluk hidup. Dia mengungkap fakta bahwa sejak jaman lampau para pakar berbeda pendapat tentang apakah makhluk hidup itu hasil rancangan atau tidak. Perdebatan ini sudah ada pada jaman filsuf Yunani kuno. Cendekiawan yang percaya bahwa tubuh makhluk hidup atau setidaknya manusia adalah hasil rancangan cerdas, mengangat contoh tentang mata yang merupakan organ yang memiliki fungsi yang terspesifikasi dan struktur yang rumit.

Untuk menjawab argumen seperti itu mereka yang tidak percaya bahwa makhluk hidup adalah hasil rancangan menunjukkan kepada sel yang waktu itu diketahui hanyalah merupakan entitas berisi cairan homogen yang terdiri dari campuran berbagai molekul. Dengan pemahaman seperti ini mereka berargumen bahwa pada dasarnya makhluk hidup itu bukan hasil rancangan tetapi hanyalah hasil reaksi kimia yang dan tidak ada inteligensia di balik kehidupan.

Gene kemudian menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan justeru menunjukkan bahwa sel yang dianggap sederhana itu sebenarnya tidak sesederhana yang diperkirakan. Dia kemudian mengutip beberapa pakar ternama yang pada dasarnya mengatakan bahwa sel lebih rumit daripada mesin manapun buatan manusia.

Kesimpulan Gene adalah, bahkan dengan resolusi tinggi sekalipun tanda-tanda adanya rancangan dalam tubuh makhluk hidup tidak hilang. Dengan kata lain, rancangan bukanlah isu yang tidak relevan dibicarakan dalam diskusi di bidang biologi.

Catatan:

  1. Saya tidak menganggap argumen ini sebagai bukti adanya Tuhan atau sejenisnya tetapi hanya sebagai argumentum ad absurdum terhadap mereka yang mengatakan bahwa Tuhan tidak ada berdasarkan proposisi bahwa makhluk hidup bukan hasil rancangan.
  2. Tulisan ini akan saya sambung kemudian kalau saya masih rajin. He he he h

Update:
Akhirnya saya rajin juga untuk menulis ringkasan bab 2. Ringkasan tersebut dapat diakses dengan mengklik tautan ini

Pos ini dipublikasikan di Mike Gene, Ringkasan, Sains. Tandai permalink.

Satu Balasan ke The Design Matrix: A Consilience of Clues – Ringkasan Bab 1

  1. Ping balik: The Design Matrix: A Consilience of Clues – Ringkasan Bab 2 | Futility over Futility

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s