Klaim Kontroversial Profesor Muslim di Jerman bahwa Muhammad (Nabi Muslim) Tidak Pernah Ada

Professor Muhammad Sven Kalisch

Ada banyak teman-teman diskusi online beragama Islam yang berpandangan bahwa orang Islam tidak ada yang menghina Muhammad. Untuk menampik klaim seperti ini saya menterjemahkan tulisan berikut.

Disamping untuk menampik klaim seperti yang dikatakan di atas, saya mengangkat lagi tulisan ini di sini hanya sebagai informasi yang kiranya membantu beberapa orang yang getol untuk mengutip orang-orang yang mengaku diri Kristen yan mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan iman Kristen seolah-olah yang dikatakan itu membuat iman Kristen tidak benar. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Saya tidak sementara menghina siapa-siapa saat menterjemahkan tulisan ini tetapi untuk membuat orang belajar dan berpikir secara lurus.

So, ini dia artikelnya:


Professor Yang direkrut untuk Menjangkau Muslim Malah Mengguncang Islam

Teori dari teolog Islam: Kemungkinan Besar Nabi Muhammad Tidak Pernah Ada

MÜNSTER  Jerman — Muhammad Sven Kalisch, seorang petobat yang masuk Muslim dan professor teologi Islam pertama di Jerman berpuasa selama bulan suci Muslim, tidak suka berjabat tangan dengan perempuan Muslim dan telah bertahun-tahun mempelajari Kitab Suci Islam. Islam, katanya, adalah pedoman hidupnya.

Satu yang mengejutkan ketika Prof. Kalisch mengumumkan hasil riset teologisnya. Kesimpulannya: Nabi Muhammad kemungkinan tidak pernah ada.Tidak mengejutkan kalau Kaum Muslim marah besar. Bahkan kartunis Denmark yang memicu protes global beberapa tahun lalu pun tidak memandang sang Nabi sebagai tokoh fiksi. Polisi Jerman yang khawatir akan reaksi keras, meminta si profesor untuk memindahkan pusat studinya ke tempat yang lebih aman

“Kami tidak tahu kalau dia akan memiliki gagasan seperti itu,” kata Thomas Bauer, rekan sesama akademisi di Münster University yang duduk dalam komisi yang telah mengangkat Prof. Kalisch. “Saya lebih ortodoks dari pada beliau, namun aku bukan Muslim.”

Saat Prof. Kalisch menduduki jabatan profesor teologi empat tahun lalu, dia dipandang sebagai bukti bahwa kaidah keilmuan Barat dan metode Islam dapat berdampingan sehingga membendung pengaruh pengkhotbah radikal di Jerman. Dia mengelola program baru di Münster yang merupakan salah satu universitas tertua dan dihormati di Jerman, untuk melatih guru sekolah pemerintah mengajar siswa muslim tentang imannya.

Pemimpin Muslim gembira dan bergabung dalam dewan penasehat pada Center for Religious Studies. Para politikus memuji penunjukkannya sebagai tanda kesediaan Jerman untuk menyerap sekitar tiga juta Muslims ke dalam masyarakat secara umum. Namun menurut Andreas Pinkwart, menteri yang membawahi pendidikan tinggi di bagian Utara Jerman, “hasilnya mengecewakan.”

Prof. Kalisch, yang mati-matian mengatakan bahwa dia masih Muslim, mengatakan dia mengetahui bahwa dia akan mendapat masalah namun dia ingin agar Islam pun diteliti secara cermat seperti halnya Kekristenan dan Yudaisme. Para ilmuwan Jerman abad 19, katanya, merupakan orang pertama yang mempertanyakan keakuratan historis Alkitab

Banyak sarjana Islam mempertanyakan keakuratan tulisan kuno tentang kehidupan Muhammad. Biografi Muhammad terawal (dimana salinannya tidak ada), berasal dari kira-kira satu abad setelah tahun yang diterima sebagai tahun kematian Muhammad (tahun 632), dan hanya diketahui lewat referensi terhadap teks-teks ini dalam naskah yang lebih kemudian. Namun hanya beberapa ilmuwan yang meragukan keberadaan Muhammad. Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa kehidupannya lebih banyak tercatat dari pada kehidupan Yesus

“Tentu saja Muhammad ada,” kata Tilman Nagel, seorang sarjana di Göttingen dan penulis sebuah buku baru berjudul, “Muhammad: Life and Legend.” Sang Nabi berbeda dari seorang yang tidak bersalah yang diakui dalam tradisi Islam, kata Prof. Nagel, namun “cukup aneh kalau kita mengatakan bahwa beribu-ribu halaman tulisan tentang Muhammad dianggap sebagai penipuan ” dan menganggap bahwa Muhammad tidak pernah ada

Sementara itu, Prof. Nagel menandatangani petisi untuk mendukung Prof. Kalisch yang mendapat kritikan tajam dari kelompok Muslim dan beberapa akademisi sekuler Jerman. “Kami hidup di Eropa,” Kata Prof. Nagel. “Pendidikan terkait dengan pemikiran, bukan hanya menghafal

Pusat studi religius yang dipimpin baru-baru ini dibubarkan dan alamatnya dihapus dari Web sitenya. Sang professor berbadan tegap yang berusia 42 tahun itu mengatakan bahwa dia tidak menerima ancaman khusus tetapi dipandang sebagai seorang murtad, yang merupakan pelanggaran yang diganjar hukuman mati dalam Islam

“Mungkin orang akan berspekulasi bahwa beberapa idiot akan datang dan memancung kepala saya,” katanya dalam sebuah wawancara tentang studinya

Beberapa menit kemudian seorang asisten datang dengan panik untuk memberitahu bahwa sebuah jam digital mencurigakan ditemukan di gang. Polisi yang dipanggil ke tempat kejadian mengatakan bahwa jam itu tidak berbahaya

Masuk islam pada usia 15 tahun, Prof. Kalisch mengatakan bahwa dia menjadi Islam karena tampknya lebih rasional dari pada yang lain. Dia memeluk Islam Syiah yang dikenal cenderung skeptis. Setelah tidak lama bekerja sebagai pengacara, dia mulai melakukan penelitian pasca doctoral tahun 2001 tentang Hukum-Hukum Islam di Hamburg untuk melewati proses rumit yang dibutuhkan agar menjadi professor di Jerman

Serangan 11 September di Amerika Serikat mengguncang Kalisch namun itu tidak mengurangi kesetiaannya. Malah setelah dia tiba di Münster University tahun 2004, dia dianggap terlalu konservatif. Sami Alrabaa, seorang ilmuwan di kolese terdekat mengingat kuliah yang diberikan oleh Prof. Kalisch dan merasa terganggu oleh pembelaannya yang doktriner terhadap hukum Islam yang dikenal sebagai Syariah.

Dalam percakapan pribadi dia bergerak ke arah berbeda. Dia membaca tulisan-tulisan yang mempertanyakan keberadaan Abraham, Musa dan Yesus. Lalu “Saya berkata pada diri sendiri: Kamu telah mengkritik Kekristenan dan Yudaisme namun bagaimana dengan agamamu sendiri? Bolehkan kamu mengasumsikan bahwa Muhammad memang sebenarnya ada?”

Pertama-tama dia tidak ragu-ragu, namun keraguan muncul perlahan-lahan. Dia terkejut, katanya, oleh kenyataan bahwa uang logam yang mencantumkan nama Muhammad baru muncul pada abad ketujuh yaitu sekitar enam dekade setelah agama itu muncul

Dia bertukar pikiran dengan bebarapa ilmuwan di Saarbrücken yang beberapa tahun ini menyebarkan gagasan tentang ketiadaan Muhammad. Mereka mengklaim bahwa “Muhammad” bukan nama orang tetapi nama jabatan, dan Islam dimulai sebagai ajaran sesatnya Kekristenan

Prof. Kalisch tidak mempercayai semua gagasan itu. Dalam kontribusinya tahun lalu untuk sebuah buku tentang Islam, dia juga mempertimbangkan gagasan aneh dan menyebut keberadaan Muhammad “lebih mugkin dari pada tidak sama sekali.” Namun awal tahun ini, pikirannya berubah. “Semakin banyak saya membaca, keberadaan tokoh historis yang menjadi akar dari semua ini menjadi semakin tidak mungkin,” katanya

Beberapa mahasiswanya mengkhawatirkan arah pengajarannya. “Saya mulai berpikir kalau-kalau nantinya dia meragukan keberadaan dirinya sendiri dan mengatakan bahwa dia tidak ada,” kata salah satu din atara mereka.

Beberapa mahasiswa memboikot kuliahnya. Sementara itu yang lainnya memuji beliau.

Prof. Kalisch mengatakan bahwa dia “tidak pernah mengatakan pada mahasiswanya ‘percaya saja semua yang dikatakan Kalisch’;” dia mengajar mereka berpikir secara independen. Agama, katanya, merupakan “tongkat” yang membantu orang percaya mendapatkan “kebenaran spiritual di baliknya.” Bagi si professor, yang penting bukanlah masalah Muhammad pernah hidup atau tidak tetapi filsafat yang disajikan menggunakan namanya

Musim panas ini pertikaian pendapat ini masuk berita utama. Surat kabar Jerman berbahasa Turki melaporkan hal ini dengan penuh semangat. Media di dunia Muslim mengangkat isu ini.

Dewan Koordinasi Islam Jerman menarik diri dari badan penasehat pusat studi yang dimpin Prof. Kalisch. Bebarapa anggota Dewan menolak memanggilnya dengan nama Islamnya, Muhammad, dan mengatakan bahwa dia harus dipanggil Sven mulai saat itu.

Dunia Akademi Jerman terpecah. Michael Marx, ahli Kuran di Berlin-Brandenburg Academy of Sciences, memperingatkan bahwa pandangn Prof. Kalisch’s akan mendiskreditkan kesarjanaan Jerman dan mempersulit ahli Jerman bekerja di daerah Muslim. Namun Ursula Spuler-Stegemann, seorang sarjana Islam di University of Marburg, membuat sebuah situs yang disebut solidaritymuhammadkalisch.com dan mulai sebuah petisi online untuk mendukung [Kalisch].

Gusar karena upaya perintisan untuk menjangkau Muslim memancing api tantangan, Münster University memutuskan untuk memadamkan api itu. Prof. Kalisch diberitahu bahwa dia boleh tetap menjadi professor tetapi dia harus berhenti mengajar tentang Islam bagi calon guru agama

Sang professor mengatakan bahwa dia menjadi lebih bersemangat dari sebelumnya untuk terus mendalami imannya. Dia sedang menyelesaikan sebuah buku yang menjelaskan pemikirannya. Buku tersebut berbahasa Inggris bukan Jerman karena dia ingin bukunya membawa dampak yang lebih besar. “Saya yakin bahwa saya perlu melakukan apa yang sementara saya lakukan saat ini. Harus ada diskusi tentang Islam,” katanya

Almut Schoenfeld di Berlin berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Artikel berbahasa Inggris dapat diakses pada situs ini yang akses terakhir 20 Desember 2010, 21.01 WIB

Update: sepertinya saat ini si profesor sudah meninggalkan islam. Bagaimanapun, dia masih muslim saat artikel ini ditulis

Pos ini dipublikasikan di Islam, Terjemahan, Terjemahan Bebas. Tandai permalink.

15 Balasan ke Klaim Kontroversial Profesor Muslim di Jerman bahwa Muhammad (Nabi Muslim) Tidak Pernah Ada

  1. Ali Dos berkata:

    Bagi pemikiran Syi’ah hal yang diungkapkan Sven Kalicsh hal yang lumrah. Karena Syi’ah hanya sebuah aliran Islam. Di banyak aliran Syi’ah memposisikan Ali lebih tinggi dari Muhammad SAW.
    Pada prinsipnya Syi’ah bukan Islam atau belum Islam. Syi’ah adalah kepercayaan yang mencampur antara ajaran Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan paganisme eropa.

    • Pemilik berkata:

      Ya. Mungkin saudara benar bahwa Syiah bukan Islam. Intinya adalah klaim seseorang bahwa dia menganut satu sistem ajaran tidak serta-merta berarti bahwa dia memang benar menganut sistem ajaran tersebut.

  2. rahmad berkata:

    Kita hidup jaman sekarang berdasarkan sejarah dan bukti walaupun kita tidak pernah melihat adanya para nabi seperti halnya nabi Muhammad.saw, terbukti dengan kitab sucinya Alquran dan adanya bukti sejarah serta lainnya, kita percaya ajaran para nabi yang mereka bawa adalah ajaran agama berasal dari Allah, yang menyuruh manusia beribadah kepada Allah dan agar manusia hidup baik di bumi ini dengan sesama manusia,, manusia yang hidup tanpa agama maka manusia tersebut bebas tak ada aturan dari agama seakan hidupnya hanya di dunia saja tak ada merasa perbuatannya berdosa berjinah dan lainnya, sehingga tak merasa takut adanya hukum akhirat.

  3. bg say berkata:

    perlu penelitian lebih dalam tentang keberadaan nabi, lihat makam beliau yg msh ad, ada nya teks2 perkataan (hadist) beliau yg beribu jilid yang ditulis dan di hafal jutaan orang dalam perbedaan waktu dan tempat di berbagai belahan dunia, tidak mungkin orang yang begitu banyak sepakat untuk berbohong. ini menandakan nabi pernah ada dan benar-benar ada. fakta yang tak terbantahkan.

    • Pemilik berkata:

      Mungkin anda benar. Tetapi alasan saya menterjemahkan tulisan ini bukan untuk membantah keberadaan Muhammad (Nabi Muslim). Tetapi untuk menunjukkan kepada teman-teman muslim yang berani mengklaim bahwa orang yang menganut Islam tidak ada yang berani menentang ajaran agama. Orang yang dibahas oleh tulisan yang saya terjemahkan masih mengaku diri muslim saat dia mengatakan bahwa Muhammad tidak ada.

  4. Mr.Nunusaku berkata:

    Pada dasar bahwa islam diciptakan oleh manusia padang pasir liar Muhammad bin Abdulah penuh dengan kebohongan dan penipuan islam, islam berarti tunduk pada ajaran bangsa Arab…jika tai unta dimasuk dalam mulut muslim ya harus ditelan harus tunduk pada ajaran Muhammad bangsa Arab biadab…inilah islam ajaran ciptaan bangsa Arab yang penuh dengan segala kebohongan.

  5. AtheisAthena berkata:

    Org2 bragama,dimulut menebar doktrin cinta kasih, damai, nyatany? saling bunuh smp habis cptan biar kami bs hdp bahagia

  6. andi milan berkata:

    Mmm……..banyak yang kayak gini…tuh islam liberal si ulil wkwkw. Walau ga menyebutkan sama, tapi ajaran jil islam moderat ya menyampingkan ajaran muhammad…bisa dibilang sama. Dan syiah juga sama, dan menganggap nabi muhammad bukan rasul melainkan ali…bahkan sampai pengkultusan ali sbg tuhan. Mirip2 kristen sih…wong pendirinya sama2 yahudi hehe

  7. harris berkata:

    Coba anda baca tentang periwayatan hadist.Hadist adalah kata kata/tingkah laku perbuatan nabi ,yang diingat ,disampaikan ,dan ahirnya dibukukan berdasarkan filter yg sangat ketat tentang perawi/penyampainya dan sampai atau tidaknya/sanadnya ke Muhammad saw.Sehingga jadilah benerapa tingkatan hadist.
    Menurut saya hadist yg shohih/tingkat yg paling terpercaya, yang penyampainya/perawi nya sampai ke Muhammad saw dan tidak dipertentangkan oleh beribu2 kebanyakan ahli hadist yang lain, dan diucapkan oleh beribu perawi dan semuanya mengatakan 1 hal yg sama misalnya tentang 1contoh perbuatan /kebiasaan ibadah nabi. ,”APAKAH SEBUAH KEBETULAN? Kalo tiba 2 para perawi hadist dari berbagai tempat yg berbeda mengatakan hal yg sama tanpa mereka pernah saling bertemu sebelumnya” itu baru 1 hal saja,padahal hadist berisi beribu2 bahkan hampir seluruh contoh prilaku dalam kehidupan nabi.
    Dan untuk hadis2 yg tidak sampai sanadnya ke Muhammad,atau hadis2 yg antara perawi 2 saling bertentangan,maka akan dimasukan ke tingkatan hadis yg lain misalnya hadist do if.
    Karema semua hadist di filter sedemikian ketat oleh para ahli hadist di abad2 sepeninggal Muhammad.

    Kalo bukti bukti sejarah yg lain,saya rasa bukti adanya Muhammad akan jauh lebih mudah kita teliti dari pada bukti adanya Yesus yang hidup di hampir 500 tahun sebelum lahirnya Muhammad.

    Kalo merasa jaman nabi Muhamad saja kita sudah susah menemukan bukti keberadaannya, apakah akan lebih mudah menemukan bukti di 500 th sebelum Muhamad saw,atau apakah kita harus memilih ajaran yg lebih lebih lebih lagi di teliti karena yg lebih baru saja tidak bisa kita teliti????

    Otak manusia itu terbatas bahkan ilmuan sekalipun.

    Sistem hadist ada untuk merekam sejarah karena smartphone bahkan tape recorder blm ada ketika jaman itu,jadi tidak ada rekamannya,bersukurlah ada teori perekaman jaman dulu yg bernama system hadist.

    • admin berkata:

      Saya tidak tahu, anda sedang mengomentari saya atau mengomentari si pakar Islam dari Jerman. Masalahnya adalah saya percaya bahwa Muhammad ada (pernah hidup di dunia). Coba baca lagi alasan saya mengangkat tulisan ini.🙂

      • harris berkata:

        Saya tidak menujukan komentar saya ke anda akan tetapi saya tujukan kepada saudara 2 muslim saya yang mungkin kurang mengerti sejarah dan belajar agama cuma dari orang tuanya saja (karena ortu muslim/kristen)maka anak jadi memeluk agama yg sama,para pemeluk agama yang seperti ini akan mudah terguncang jika diserang oleh tulisan 2 dr lawan agamanya yg lain,dan akan sangat terguncang mendengar keputusan yg diambil oleh Prof Kalich.

        Bahkan saya bertrima kasih atas tulisan anda yg seharusnya membuka wawasan beragama semua pemeluk agama tanpa terkecuali ,agar mengerti bahwa kita beragama itu jangan karena kita di lahirkan di lingkungan agama A/B maka kita beragama sama seperti itu,taat dan membelanya mati matian,padahal kita sebenarnya buta akan agama itu sendiri.

        Hikmahnya. ,yakinilah agama anda atas dasar anda mencarinya dg akal dan hati anda sendiri bukan karena siapapun termasuk ortu dan lingkungan.

        Dan jangan terlaalu bangga atas keyakinan yang anda dapat bukan karena anda mencarinya sendiri.

        Bagaimana misalnya tiba2 anda di umur sekarang diturunkan dari langit ke bumi dengan tanpa mengenal 1 pun agama yg ada sekarang,akan tetapi anda tau Tuhan itu ada dan harus anda cari.

        Maka carilah,dengan akal dan hati.terserah ahirnya anda mau memilih yang mana,tp saya yakin,itu akan sangat jauh lebih memuaskan dr pd kt meyakini sesuatu yg itu kata orang tua, kakek nenek,atau manusia yg lain.

        Agama milik Tuhan bukan punya ortu ,kakek nenek,paus,ustad, kiyai .
        Bahkan Muhammad tidak pernah mengatakan Islam miliknya, tetapi milik Allah,dan Dia hanya utusan/pesuruh Tuhan.

        Kalau Tuhan mau, maka Tuhan akan menciptakan semua manusianya dg satu agama saja tanpa perbedaan, dan tidak ada bedanya kita dg robot yg diprogram Tuhan ,tp Tuhan membiarkan kita suatu saat mencari Nya sendiri,siapa Tuhan.

  8. Sang Perindu berkata:

    Trims atas postingnya
    sudah saatnya kita (muslim) bertindak dewasa seperti yang diharapkan sang profesor
    terbuka pemikiran.
    Iman ada di hati. wawasan dan pemikiran bisa berubah. namun hati tak kan tenang tanpa iman (ingat kepada Allah)
    sya yakin islam adalah benar
    saya yakin nabu muhammad ada (eksis)
    tapi saya tak yakin nabi muhammad dilahirkan di mekkah.
    itulah mungkin yang menyebabkan pencarian san profesor tersesat.
    ia mencari bukti keberadaan nabi di tempat yang salah.

    saya pun sebenarnya sedang mencari
    dimana nabiku tercinta dilahirkan
    tapi pencarian hanya ada dalam dada dan pikiran

    tak berani bertanya pada ulama, karena akan di cap sesat.

    ketika kubaca surat Ar-rahman
    banyak tersebut aneka tumbuhan, laut, mutiara

    “milik-Nya lah kapal-kapal yang berlayar bagai Gunung.

    Apakah nabiku dilahirkan di daerah yang subur?
    daerah bahari? (kepulauan)?

    bukankah pemeluk muslim terbesar ada di negeri ini?

    wallahu a’lam

    adakah yang merasakan hal yang sama?

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s