Argumen Kutu Loncat

Di bawah ini adalah transkrip bagian uji silang dalam video perdebatan antara James White dengan Hamza Abdul Malik tentang “Apakah Perjanjian Baru mengajarkan tentang keilahian Kristus.” Perhatikan bagaimana si Abdul Malik tidak bisa membuktikan apa yang dia katakan dan berbicara tentang hal lain yang tidak ada hubungan dengan diskusi. Sikap yang kita sering kita lihat dalam berbagai diskusi di sekitar kita.

White: Tuan, anda menutup pernyataan terakhir anda dengan mengatakan bahwa bagian akhir Matius maupun kesaksian Yohanes tidak dapat diandalkan karena anda menilai ada kontradiksi di antara keduanya. Bukankah dengan demikian anda mengakui bahwa sebenarnya Alkitab memang mengajarkan tentang keilahian Kristus tetapi anda menolak bagian yang mengajarkan hal tersebut?

Malik: Tidak! Tidak! Tidak sama sekali! Saya tidak menyatakan demikian sama sekali. Yang saya katakan adalah kalau sesuatu bersifat kontradiksi, maka kepercayaan akan hal itu akan hilang saat itu juga. Kita tidak dapat mempercayainya. Dalam sidang pengadilan, hal itu tidak akan diakui sebagai bukti. Dalam dunia pengadilan modern, kedua kitab ini, jika dua saksi mengemukakan dua kesaksian yang berbeda, maka keduanya akan didiskreditkan.

White: apakah ayat dalam Matius  28 : 19, 20 terdapat dalam Perjanjian Baru?

Malik: 28:19-20? Benar! Dan saya mengatakan berdasarkan studi yang saya lakukan bahwa itu adalah tambahan yang disisipkan ke dalam kitab suci.

White: Daaan….anda percaya bahwa itu hanya sisipan yang dimasukkan di kemudian waktu.

Malik: ya!

White: apakah anda memiliki bukti satu naskah saja dari ke-5500 salinan naskah  Perjanjian Baru bahasa Yunani yang ada yang mendukung pernyataan anda itu?

Malik: pertama-tama, Markus dalam Injil lainnya menulis kata-kata yang kira-kira mirip. “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada semua makhluk.” Namun demikian Markus tidak menyebutkan “baptisan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”. Andaikata Yesus pernah mengatakan demikian kepadanya, andaikata dia diinspirasikan untuk membuat pernyataan seperti itu, maka tidak mungkin sesuatu yang sangat penting bagi pekerjaan misi akan diabaikan begitu saja. Dan andaikata tidak ada penulis selain Markus yang menulis Injil, maka tidak ada seorang pun yang menulis tentang “baptisan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”.

White: Jadi anda mengatakan bahwa kecuali Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menulis persis sama, maka pasti mereka saling bertentangan satu dengan yang lainnya?

Malik : Tidak, saya mengatakan  bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan yang demikian, jadi gereja purba harus menyisipkan doktrin itu ke sana sehingga ada di sana sekarang.

White: Apakah anda tahu satu saja naskah, dimanapun di dunia ini yang tidak memiliki Matius 28:19-20?

Malik: Saya tahu bahwa memang ada tetapi juga saya tau juga bahwa…bahwa..aaa…aaa….aaa perintah itu tidak dilaksanakan.

White: jadi tuan, pertanyaan saya sederhana saja. Apakah ada atau tidak ada bukti informasi faktual historis yang mendukung apa yang anda katakan bahwa bagian itu hanya penambahan di kemudian waktu ke dalam naskah Alkitab?

Malik: Secara pribadi saya tidak tahu tentang naskah demikian, tetapi saya membaca para ahli yang secara khusus mempelajari bidang tersebut dan mereka telah meneliti naskah-naskah tersebut dan mereka melihat adanya kekurangan.

White: OK. Bisakah anda menyebutkan nama mereka?

Malik: O tidak, saya tidak bisa menyebutkan nama mereka. Tetapi intinya adalah… ini adalah inti yang ingin saya sampaikan. Saya katakan kepada anda tentang Matius 28 : 19 karena Yesus tidak pernah mengajar apapun tentang  baptisan, Dia tidak pernah mengajar siapapun untuk melakukannya. Dia sendiri tidak pernah membaptis dan Dia tidak pernah mengajarkan untuk membaptis siapapun. Dia tidak pernah mengajarkan siapapun ajaran tentang Trinitas..daaaan..

White: jadi itu berdasarkan pengertian  anda…

Malik: dan Dia tidak pernah memberikan Amanat Agung. Dia tidak pernah memberikan Amanat Agung. Yesus berkata dalam Matius 15:24 “Aku diutus kepada yang terhilang dari kaum Israel”. Dia tidak pernah sama sekali merubah pernyataan tersebut untuk diri-Nya sendiri….

White: kecuali di dalam pasal yang anda tolak/tidak terima.

Malik: tidak.. tidak. Bukan demikian! Itu bukan bukan untuk diri-Nya sendiri tetapi untuk para rasul-Nya.

White: OK

Malik: Dia tidak pernah merubahnya untuk diri-Nya sendiri. Tidak pernah sama sekali. Nah, dalam Matius 10:5-6, Dia memberikan perintah terbatas para rasul untuk tidak pergi ke bangsa-bangsa lain atau Samaria tetapi kepada domba Israel yang terhilang.

White: tetapi setelah kebangkitan iya [Dia katakan demikian].

Malik: naaaaahhh.. karena tidak ada Amanat Agung…

White: Tuan, kita sudah meninggalkan pertanyaan yang sebenarnya. Pertanyaan yang saya ajukan.. saya berusaha untuk sangat fokus.

Malik: OK

White: saya mengajukan pertanyaan yang sangat spesifik. Apakah anda mengatakan bahwa dimanapun istilah Allah digunakan bagi Yesus, [anda belum menjawabnya sama sekali sampai sekarang], bahwa setiap kali istilah Allah digunakan untuk Yesus (Roma 9:5, Titus 2:13, Yohanes 1:1),  bahwa semuanya merupakan penambahan dan telah ditambahkan ke dalam naskah?

Malik: saya katakan bahwa itu adalah pemalsuan.

White: dapatkah anda menunjukkan….

Malik: kalau seseorang menggunakan kata Allah untuk Yesus, Allah untuk Yesus, dan bahwa Yesus itu ilahi, maka saya katakan bahwa itu tidak benar..

White: jadi asumsi anda menentukan mana yang masuk bagian kitab suci dan mana yang tidak masuk bagian kitab suci, bukan kitab suci yang menentukan kesimpulan anda.

Malik:  saya katakan bahwa aturan dasar dalam menginterpretasi kitab suci adalah bahwa apapun yang bisa diinterpretasi dengan berbagai macam cara, tidak dapat diterjemahkan secara bertentangan dengan sesuatu yang mendasar dan fundamental. Nah.. aturan yang paling mendasar dari Kejadian sampai Wahyu adalah bahwa Allah adalah satu dan tidak ada yang setara dengan Dia, tidak ada mitra. Itu adalah hal fundamental.

White: itu asumsi anda.. anda mengambilnya dari Kuran dan tidak berasal dari Alkitab.

Malik: tidak, tidak, tidak! Aaa.. ahli-ahli alkitab yang mempelajari Alkitab tahu bahwa alegori, metafora, tidak boleh dipahami dengan cara yang bertentangan dengan apa yang jelas.

White: jadi, apakah Yohanes 1:1 bagian dari Perjanjian Baru?

Malik: saya katakan bahwa Yohanes 1:1 memang di sana, tetapi bertentangan dengan ajaran injil sinoptik.

White: apakah Yohanes 1:1 mengajarkan tentang keilahian Kristus?

Malik: tidak…..Yohanes 1:1 mengajarkan demikian..dalam pengertian tertentu

White: apakah…

Malik: tergantung pada..tergantung pada interpretasi karena dalam Alkitab terbitan lama, pada awal tahun 1500-an, ada alktitab yang diterjemahkan oleh Tandale atau siapa…

White: Tyndale.

Malik: Tyndale. Dia… pada saat dia menterjemahkan bagian Kitab Suci itu, dia menulis “Pada mulanya Firman itu bersama Allah dan Firman itu  adalah Allah, dan “It”” (Dia), Tyndale menggunakan “it”.

White: ya.. dan itu tidak bermasalah.

Malik: Anda tau itu?

White: ya.. saya tau itu!

Malik : dan sekarang…..

White: itu memang kata bahasa Inggris yang lazim digunakan seperti itu pada waktu itu.

Malik: sekarang digunakan kata ganti “He”. Jadi jender maskulin.

White: Memang jender maskulin tuan (dengan sinis). Tetapi tuan, intinya adalah Yohanes 1:1 mengajarkan tentang keallahan Kristus, Yohanes 1:1 adalah bagian Perjanjian Baru. Jadi kenapa saya tidak boleh menyimpulkan  bahwa tesis perdebatan ini telah terbukti benar dan anda telah mengakui bahwa Perjanjian Baru memang mengajarkan tentang keilahian Kristus, tetapi anda tetap percaya – berdasarkan praanggapan yang berasal dari perspektif berbeda – bahwa kita harus menolak Kitab Suci seperti itu karena tidak sesuai dengan apa yang anda percayai.

Malik: tidak. Tidak. Tidak. Yang menjadi tujuan saya adalah mengatakan kepada anda bahwa mari kita berargumen bahwa Yesus sendiri mengajarkan tentang keilahian-Nya. Namun saya mengijinkan argumen ini berlanjut karena saya ingin menegaskan bagi anda dan audiens bahwa Perjanjian Baru mengajarkan dua hal yaitu bahwa Yesus itu ilahi dan bahwa Yesus bukan ilahi. Sekarang anda perlu mencari tau mana yang benar dan mana yang tidak benar. Nah, karena Kitab Suci sudah dirubah-rubah, sehingga ada orang yang mengajarkan doktrin keilahian Yesus bertentangan dengan gambaran Alkitab secara mandasar yang mengajar Yesus bukan Allah.

White: OK, dapatkah anda tunjukkan pada saya satu naskah saja yang menghapus Yohanes 1:1, Kolose 1:15,..

Malik: tidak.. tidak.. tidak. (dengan gusar) Mengapa anda meminta naskah kepada saya?

White: karena saya menanyakan bukti historis. Anda membuat pernyataan berdasarkan pemahaman anda tentang Kitab Suci. Saya tidak percaya bahwa klaim anda tidak salah,…

Malik: tidak..

White: karena itu kita bisa saja memiliki pemahaman yang salah. Pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya ditulis dalam Perjanjian Baru. Itu adalah bidang keahlian saya. Saya tahu naskah-naskah (Yunani) kitab suci Perjanjian Baru. Saya punya edisi kritis di sini bersama dengan saya. Kalau anda bisa tunjukkan kepada saya bahwa ada naskah yang sudah ada jauh sebelum ada Islam, yang tidak berisi bagian Alkitab yang di bahas ini, saya ingin melihatnya sekarang!

Malik: tidak apa-apa. Memang ada di sana..

White: dimana tuan? Tolong tunjukkan!

Malik: saya katakan bahwa hal itu juga bertentangan dengan bagian Alkitab lain.

Pos ini dipublikasikan di Hamzah Abdul Malik, Injil, Islam, James R. White, Logika, Polemik, Red Herring. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s