Standar Ganda Mokoginta Dalam Debat tanggal 17 Agustus 2009 dengan Pdt. Budi Asali dan Pdt. Esra Soru

Sampai saat ini saya belum sempat menulis review perdebatan Kristen v Islam tanggal 17 Agustus 2009 di Sidoarjo karena masih sangat sibuk. Namun saya tertarik untuk menyoroti salah satu pernyataan Mokoginta tentang Alkitab. Dalam konteks perdebatan tersebut, pernyataan Mokoginta dimaksud sebenarnya sudah off topic alias ngalor ngidul. Topik yang diperdebatkan adalah “apakah menurut Alkitab Yesus itu Tuhan atau atau manusia biasa?”. Komentar Mokoginta berhubungan dengan klaim Kristen bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Nah yang ingin saya tunjukkan dalam tulisan singkat ini adalah standar ganda yang digunakan oleh Mokoginta. Kalau berhadapan dengan Kuran, dia menggunakan satu standar dan kalau berhadapan dengan Alkitab dia menggunakan standar lain. Sedangkan andaikata Mokoginta menggunakan standar yang sama, maka kritiknya terhadap Alkitab juga akan menghancurkan Kuran.

Inti dari salah satu komentar Mokoginta adalah bahwa Alkitab pasti bukan Firman Tuhan karena di dalam Alkitab terdapat perkataan Setan, atau perkataan manusia atau perkataan yang harus dikatakan manusia, atau gagasan penulis kitab itu sendiri. Mokoginta berhak berpendapat apapun, tetapi kita melihat apakah dia konsisten. Muslim yang saya kenal selalu berkata bahwa Kuran adalah Firman Tuhan. Saya pikir Mokogintapun akan setuju dengan pandangan tersebut. Dengan menggunakan kritik Mokoginta terhadap Alkitab sebagai standar, kita akan melihat konsistensi Mokoginta.

Surat Al Fatihah 1 : 5 tertulis اياك نعبد واياك نستعين yang di Wikipedia Indonesia diterjemahkan sebagai “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan;“. Apakah ini Firman Tuhan? Kalau memang ini firman Tuhan (dalam pengertian bahwa itu harus keluar dari Tuhan sendiri dan bukan kata-kata yang harus diucapkan manusia kepada Tuhan), maka ini menunjukkan bahwa Tuhannya Muslim sedang menyembah kepada Tuhan yang lain. Mungkin kita perlu bertanya kepada Mokoginta, siapa yang disembah oleh Tuhannya Muslim? Jangan-jangan dia menyembah Yesus lagi!

Kalau misalnya tidak benar bahwa kata-kata itu kata-kata yang diucapkan si Sesembahan Mokoginta menyembah yang lain, tetapi merupakan kata-kata yang harus diucapkan manusia kepada Sesembahannya, maka berdasarkan standar Mokoginta, Kuranpun bukan Firman Tuhan. Kuran bukan Firman Tuhan, karena di situ ada kata-kata yang seharusnya dikatakan oleh manusia tetapi dikatakan oleh si Sesembahan.

Bagaimana Mokoginta? Anda mau sadar akan ketidakonsistenan anda atau mau terus bodoh? Tampaknya sih pilihan kedua yang akan diambil oleh Mokoginta? Semoga teman-teman muslim lain tidak mengikuti jejak ketidakkonsistenan Mokoginta.

Pos ini dipublikasikan di Islam, Logika, Mokoginta. Tandai permalink.

28 Balasan ke Standar Ganda Mokoginta Dalam Debat tanggal 17 Agustus 2009 dengan Pdt. Budi Asali dan Pdt. Esra Soru

  1. Muslim Says berkata:

    Surat Al Fatihah 1 : 5 tertulis اياك نعبد واياك نستعين yang di Wikipedia Indonesia diterjemahkan sebagai “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan;“. Apakah ini Firman Tuhan? Kalau memang ini firman Tuhan, maka ini menunjukkan bahwa Tuhannya Muslim sedang menyembah kepada Tuhan yang lain. Mungkin kita perlu bertanya kepada Mokoginta, siapa yang disembah oleh Tuhannya Muslim? Jangan-jangan dia menyembah Yesus lagi!


    ha ha lucu anda ini, g ngerti bahasa Indonesia, apa lagi bahasa Arab.
    koq dari kata-kata itu dibilang itu bukan firman Allah??
    salahkah Allah mengutip perkataan manusia yang berdoa. atau mengajarkan manusia berdoa dengan bahasa manusia dalam berdoa?

    saya kasi contoh simple,

    budi : dik kata ibu “nanti klo adikmu pulang dari sekolah langsung makan, jangan keluyuran dulu”.

    perkataan seperti ini dan mirip seperti ini udah lazim digunakan. apakah salah kalimat demikian?

    coba bandingkan dengan Alkitab anda, saya rasa sekali contoh dalam Alkitab Firman Allah yang mengutip perkataan manusia atau lainnya.

    • whereisthewisdom berkata:

      Apakah anda membaca argumen saya? Baca argumen saya, lalu patahkan argumen saya. Tunjukkan kepada saya bagaimana menanggapi argumen yang baik. Anda menyerang saya karena katanya tidak menyerang argumen. Silahkan!

      • Muslim Says berkata:

        argumen apa? argumen ngawur? disitu anda tidak punya argumen selain ngomong Apakah ini Firman Tuhan? Kalau memang ini firman Tuhan, maka ini menunjukkan bahwa Tuhannya Muslim sedang menyembah kepada Tuhan yang lain. Mungkin kita perlu bertanya kepada Mokoginta, siapa yang disembah oleh Tuhannya Muslim? Jangan-jangan dia menyembah Yesus lagi!

        sebaiknya anda belajar bahasa indonesia dengan baik dan benar biar tidak ngawur.
        mengkritik tapi pemahaman bahasa Indonesia saja masih sangat Cetek.
        anak SD aja tahu.
        masa mengutip perkataan aja g tau.

        • whereisthewisdom berkata:

          Perhatikan lagi baik-baik! Kalau anda tidak bisa memahami apa itu argumen, tolong jangan asal tulis. Tetapi untuk berbaik hati mengakomodasi ketidakmamuan anda, maka saya akan jelaskan. Di sini ada argumennya adalah, bahwa kalau Kuran dianggap semuanya sebagai perkataan Tuhan (yang sesuai dengan standar Mokoginta tidak memperbolehkan adanya kata manusia atau kata-kata yang harus diucapkan manusia) dan ternyata memiliki kata-kata yang tidak diperbolehkan itu, maka berdasarkan standar Mokoginta tersebut, Quranpun bukan Firman Tuhan. Itu argumennya. Kalau anda masih belum bisa tangkap juga, silahkan ajukan pertanyaan klarifikasi dulu.

          Dengan kata lain yang di atas adalah bentuk logical ad hominem

          • buren berkata:

            “Dengan kata lain yang di atas adalah bentuk logical ad hominem”

            istilah ad hominem adalah alat proteksi nya org kristen sejak dahulu kala untuk berapology.

            jika anda gentle anda bantah saja insan mgnta, kok anda jd cengeng sih?

            ad hominem…………lg….mengakibatkan red hearing……….lg……

            • admin berkata:

              Kamu baca tidak yang saya tulis buren? Kamu tau apa yang saya maksudkan? Kalau tahu, coba kami katakan pada saya. Kalau tidak, saya dengan senang hati saya akan menjelaskan.

  2. Muslim Says berkata:

    ha ha anda mengatakan saya tidak paham apa itu argumen??
    logika anda jauh ngawurnya.

    tidak punya argumen hanya punya statemen mengatakan itu bukan firman tidak perlu berputar2 membela diri kalo memang logika anda kacau. kalah sama anak SD.

    tidak mampu membantah akhirnya cuma bisa menyerang lawan seolah-olah lawan tidak tahu argumen…

    tidak perlu berputar-putar,, orang kristen seperti anda cukup banyak. he he

    • whereisthewisdom berkata:

      Mmmm…. Muslim says, anda baru saja melakukan Argumentum ad hominem. Hal seperti itu sangat tidak diperbolehkan di sini. Dalam diskusi, sesat pikir seperti ini adalah kebodohan dalam diskusi. Kalau anda tidak paham apa yang saya katakan, silahkan klarifikasi. Dengan senang hati saya akan membantu anda memahami apa yang saya katakan,

      Sekali lagi saya masih kesempatan buat anda untuk berdiskusi dengan baik. Kalau tidak ada perbaikan dalam komentar berikutnya, komentar anda tidak akan diijinkan lagi di sini.

      Terima kasih, semoga Tuhan Yesus menerangi pikiran anda.

      • Muslim Says berkata:

        saya hanya mempermasalahkan anda menyatkan itu bukan ayat al-Qur’an dengan ungkapan di atas,
        siapakah yang keliru sebenarnya???

        anda mengatakan bahwa anda mengikuti standar Ustad Ihsan Mokoginta, nah apakah standar tersebut cocok dengan al-Qur’an yang anda contohkan,,

        kemudian apakah penulisan alkitab sama dengan penulisan AL-QUr’an??

        saya lihat kejujuran anda dalam berargumen.. apakah anda mau jujur mengakui kesalahan anda atau memang anda sama saja dengan krsiten yang lain yang selalu merasa benar, padahal keliru besar.

        • whereisthewisdom berkata:

          Muslim says,
          Di sini saya sedang berargumen secara logical ad hominem. Saya menggunakan standar yang digunakan oleh Mokoginta untuk menilai apa yang dia percayai. Saya ingin menunjukkan standar yang dia gunakan. Argumen saya tidak ada hubungan dengan benar tidaknya Kuran. Saya tidak peduli itu, yang saya pedulikan apakah standar yang sama digunakan atau tidak. Yang anda angkat bukan inti dari yang saya tulis dalam postingan ini. Baca baik-baik!

          Anda di sini melakukan strawmen yang akhirnya berkibat Red Herring, karena saya tidak mengatakan bahwa itu bukan ayat Quran. Dua kalimat anda yang terakhir adalah Red Herring yang merupakan implikasi dari strawmen sebelumnya.

          Sekali lagi, saya peringatkan anda untuk tidak melakukan sesat pikir yang sama lagi.

          Terima kasih!

    • jihad berkata:

      hei muslim say yg bdoh.itu firman tuhan.dia ajaran a kpada mnusia.sama seperti bismillah jg.itu kata pujian kpda allah.sya bilang itu itu firman allah.firman allah dlm alquran sngt lngkp.liat sndri kn smpai allah mengajri umat a cra brsyukur memuji a.sekrg sy tnya sm anda.siapa yg menyebut yesus mu itu sbgai tuhan.hingga kmu bilang dia tuhan.

    • muslim wajib cium batu dewa siva berkata:

      APAKAH QURAN 100% UCAPAN AWLOH ???????????

      ittabi’ maa uuhiya ilayka min rabbika laa ilaaha illaa huwa wa-a’ridh ‘ani almusyrikiina

      QS 6:106. Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

      afaghayra allaahi abtaghii hakaman wahuwa alladzii anzala ilaykumu alkitaaba mufashshalan waalladziina aataynaahumu alkitaaba ya’lamuuna annahu munazzalun min rabbika bialhaqqi falaa takuunanna mina almumtariina

      (QS 6:114. Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

      (UCAPAN SIAPA INI, AWLOH ATAU MUHAMMAD ?
      ============

      subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru

      QS 17:1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

      (UCAPAN SIAPA INIAWLOH ATAU MUHAMMAD, SIAPA OBJEK, SIAPA SUBJEK ?)
      ===============

      wamaa natanazzalu illaa bi-amri rabbika lahu maa bayna aydiinaa wamaa khalfanaa wamaa bayna dzaalika wamaa kaana rabbuka nasiyyaan

      QS 19:64. Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

      (UCAPAN SIAPA INI, AWLOH ATAU “MALAIKAT” ?)
      ===============

      innamaa umirtu an a’buda rabba haadzihi albaldati alladzii harramahaa walahu kullu syay-in waumirtu an akuuna mina almuslimiina

      QS 27:91. Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

      (UCAPAN SIAPA INI, AWLOH ATAU MUHAMMAD ?)
      =======================

      wamaa minnaa illaa lahu maqaamun ma’luumun
      QS 37:164. Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,

      wa-innaa lanahnu alshshaaffuuna
      QS 37:165. dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).

      wa-innaa lanahnu almusabbihuuna
      QS 37:166. Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).

      (UCAPAN SIAPA INI, AWLOH ATAU “MALAIKAT” ?)
      ==============

      wa-annaa lamasnaa alssamaa-a fawajadnaahaa muli-at harasan syadiidan wasyuhubaan
      QS 72:8. dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

      wa-annaa kunnaa naq’udu minhaa maqaa’ida lilssam’i faman yastami’i al-aana yajid lahu syihaaban rashadaan
      QS 72:9. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang(1525) barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

      wa-annaa laa nadrii asyarrun uriida biman fii al-ardhi am araada bihim rabbuhum rasyadaan
      QS72:10. Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.

      wa-annaa minnaa alshshaalihuuna waminnaa duuna dzaalika kunnaa tharaa-iqa qidadaan
      QS 72:11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

      wannaa zhanannaa an lan nu’jiza allaaha fii al-ardhi walan nu’jizahu harabaan
      QS 72:12. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari.

      wa-annaa lammaa sami’naa alhudaa aamannaa bihi faman yu/min birabbihi falaa yakhaafu bakhsan walaa rahaqaan
      QS 72:13. Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.

      wa-annaa minnaa almuslimuuna waminnaa alqaasithuuna faman aslama faulaa-ika taharraw rasyadaan
      QS 72:14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta’at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang ta’at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.

      wa-amaa alqaasithuuna fakaanuu lijahannama hathabaan
      QS 72:15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.

      wa-allawi istaqaamuu ‘alaa alththhariiqati la-asqaynaahum maa-an ghadaqaan
      QS 72:16. Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

      linaftinahum fiihi waman yu’ridh ‘an dzikri rabbihi yasluk-hu ‘adzaaban sha’adaan
      QS 72:17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.

      (UCAPAN SIAPA INI, AWLOH ATAU JIN, SIAPA YANG MEBERI REZEKI AWLOH ATAU JIN ?)
      ===================

      laa uqsimu biyawmi alqiyaamati
      QS 75:1. Aku bersumpah demi hari kiamat,

      walaa uqsimu bialnnafsi allawwaamati
      QS 75:2. dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)

      falaa uqsimu bialkhunnasi
      QS 81:15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

      aljawaari alkunnasi
      QS 81:16. yang beredar dan terbenam,

      waallayli idzaa ‘as’asa
      QS 81:17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

      waalshshubhi idzaa tanaffasa
      QS 81:18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

      (BERSUMPAH DEMI BENDA MATI, BERSUMPAH DEMI WAKTU/KEADAAN,…PENCIPTA YANG MAHA KEKAL BERSUMPAH DEMI CIPTAANNYA SENDIRI YANG FANA,,BERSUMPAH DEMI DERAJAT YANG LEBIH RENDAH… APAKAH INI STANDAR DAN CIRI TUHAN YANG SEJATI ???

      SAMPE DISINI APA UMAT MUSLIM MASIH MAU NYANGKAL KLO INI BUKAN KATA2 ALLOH LU??
      ALQURAN DIBILANG KITAB PALING “SEMPURNA” ?? MENURUT GUA ITU CUMA SELF PROCLAIM ORANG2 IDIOT !!!

  3. Muslim Says berkata:

    Muslim says,
    Di sini saya sedang berargumen secara logical ad hominem. Saya menggunakan standar yang digunakan oleh Mokoginta untuk menilai apa yang dia percayai. Saya ingin menunjukkan standar yang dia gunakan. Argumen saya tidak ada hubungan dengan benar tidaknya Kuran. Saya tidak peduli itu, yang saya pedulikan apakah standar yang sama digunakan atau tidak. Yang anda angkat bukan inti dari yang saya tulis dalam postingan ini. Baca baik-baik!

    jiah muter2 akhirnya…

    kalau anda katakan menggunakan standar digunakan oleh Ustad mokoginta…
    apakah cocok standar tersebut terhadap Al-Qur’an?
    emang penulisan Alkitab seperti apa?
    penulisan al-Qur’an seperti apa?
    anda tidak jawab..

    tidak perlu muter2 bos kalau nyatanya anda tidak mau jujur mengakui kesalahan..

    • whereisthewisdom berkata:

      Muslim says,
      Anda tidak meminta maaf atas strawmen anda! Anda mengatakan bahwa saya percaya bahwa ayat Fatiha itu bukan Kuran. Itu strawmen anda saja.

      Kedua, komentar terakhir anda mengindikasikan bahwa anda setuju dengan standar ganda. Karena anda merasa diri intelek, silahkan tunjukkan bagaimana sebuah standar ganda tidak merupakan pelanggaran aturan berpikir alias logika. Tunjukkan pula bahwa standar ganda adalah sesuatu yang diajarkan oleh Kuran!

      Ketiga, komentar terakhir anda juga Red Herring! Red Herring karena pertanyaan itu tidak ada hubungan dengan argumen saya!

  4. Muslim Says berkata:

    ha ha lagi2 tidak mau terima.. akhirnya mengalihkan pembicaraan tidak perlu berputar2 mas bro..
    kebiasaan kristen memang seperti itu, cuma berputar2 menggunakan istilah2 seolah2 ilmiah padahal omong kosong…

    sya kutip kata2 anda diatas:
    Surat Al Fatihah 1 : 5 tertulis اياك نعبد واياك نستعين yang di Wikipedia Indonesia diterjemahkan sebagai “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan;“. Apakah ini Firman Tuhan? Kalau memang ini firman Tuhan, maka ini menunjukkan bahwa Tuhannya Muslim sedang menyembah kepada Tuhan yang lain. Mungkin kita perlu bertanya kepada Mokoginta, siapa yang disembah oleh Tuhannya Muslim? Jangan-jangan dia menyembah Yesus lagi!

    apalagi yang anda mau putar2,,

    kemudian berkelti menggungakan standar yang digunakan ustad ihsan mokoginta.. ha ha

    g usah berkelit2 giliran ditanya apakah standar tersebut cocok atau pas digunakan terhadap al-Qur’an anda tidak bisa jawab…

    eh tiba2 bilang red herring. ha ha.. tidak ada hubungan. sangat memalukan. anda cuma bisa menyerang karakter tidak punya argumen untuk mematahkan argumen orang lain.
    sudah keliatan bodohnya sok menggunakan istilah..
    g malu mas bro..

    • whereisthewisdom berkata:

      Muslim says,
      Ini kesempatan terakhir anda berkiprah di sini. Saya sudah katakan sejak awal bahwa yang saya lakukan adalah logical ad hominem. Natur dari logical ad hominem adalah kritik internal terhadap pandangan seseorang. Dengan kata lain, saya mengasumsikan pandangan lawan benar dan menunjukkan secara valid bahwa implikasi dari posisi tersebut tidak disukai. Dengan kata lain lagi, logical ad hominem tidak mengharuskan orang yang menggunakan itu percaya kebenaran posisi lawan. Itu yang saya lakukan dengan argumen Mokoginta. Itu bukan masalah dalam berargumentasi. Itu malah strategi yang syah.

      Anda tidak menunjukkan tidak validnya argumen saya tetapi yang anda lakukan menganggap saya mengatakan sesuatu yang tidak saya katakan lalu menyerang sesuatu yang tidak saya katakan tersebut seolah-olah itu adalah pandangan saya. Itu namanya strawmen. Saya tidak mengatakan bahwa ayat itu bukan ayat Kuran misalnya. Saya juga tidak mengatakan bahwa saya setuju standar Mokoginta. Coba baca baik-baik.

      Komentar anda barusan juga adalah sebuah Red Herring. Saya mempertanyakan apakah anda mempercayai standar ganda karena saya melihat indikasi ke sana. Tetapi anda tidak menjawab saya sama sekali. Anda sudah menganggap saya salah bahkan sebelum anda bisa membuktikan tidak validnya argumentasi saya!

      Saya tidak tahu apa yang salah dengan anda. Sepertinya memang kemampuan anda lebih rendah dari seorang yang imbisil. Pikiran anda tidak bisa memilah-milah argumen lawan. Kemampuan rata-rata muslim memang seperti anda. Semoga Tuhan Yesus Kristus sang Logos membuka pikiran anda sehingga anda memahami hal-hal dan semendasar logika dan hukum-hukum pengambilan kesimpulan yang valid.

      Karena anda terus pamer sesat pikir di sini, maka dengan ini, komentar-komentar anda berikutnya tidak akan ditampilkan.

      Harap maklum

  5. khalid80 berkata:

    dalam surat Surat Al Fatihah 1 : 5, tidak ada dimaksud dengan tuhan lain selain alloh ta’ala…..surat Al Fatihah, terdiri dari 7 ayat….yang satu sama lain saling berhubungan…indah isinya….tidak seperti injil/bibel…..yang inkonsisten…..contoh.
    Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
    a. Salomo (Matius 1: 6).
    b. Natan (Lukas 3:31).
    Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
    a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
    b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46). atau….

    Kidung Agung 7:7-8…..”Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan Buah dadamu gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan Memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan Nafas hidungmu seperti buah apel”…..maksudnya apa ni?????

    • whereisthewisdom berkata:

      Yudi Khalid,
      Anda membawa banyak isu yang tidak terkait dengan postingan saya di sini. Hanya yang pertama yang relevan. Tetapi sayangnya komentar itu tidak jelas. Pertanyaan saya adalah bagaimana komentar anda itu menjawab argumen saya tentang standar ganda Mokoginta?

      Yang lain yang anda angkat adalah Red Herring, sehingga sebenarnya tidak perlu dibahas di sini. Tetapi sebagai bentuk niat baik saya, saya akan menjawabnya juga, namun dengan persyaratan bahwa dalam komentar berikut anda membahas topik yang relevan, bukan topik yag tidak relevan.

      Mengenai silsilah Yesus, di dalam Matius adalah silsilah Yesus menurut garis keturunan Yusuf dan dalam Lukas adalah silsilah Yesus menurut garis keturunan Maria.

      Yang kedua, tentang orang buta, itu bukan kontradiksi. Menjadi kontradiksi hanya kalau anda tambahkan kata ‘saja’ setelah kata ‘satu’. Tetapi kata itu tidak ada dalam kitab suci. Anda yang menambahkannya. Jadi anda melakukan strawmen di sini.

      Lalu yang ketiga, apa masalah dengan ayat Kidung Agung?

  6. JELEGER berkata:

    Bila saudara hanya mendengar atau membaca informasinya setengah-seteng ah, tentu saudara akan pusing dan berkata tidak masuk akal. Jadi, saudara perlu tahu mengapa Tuhan Yesus atau Isa Al-Masih harus datang ke dunia, dan apa tujuannya datang ke dunia.

    Penebusan berarti membayar harga untuk menjamin kebebasan seseorang. Contoh Qs 37:107 “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” Anak Abraham ditebus oleh suatu korban pengganti.

    Al-Quran juga menyatakan bahwa hanya orang yang memiliki perjanjian yang kuat dengan Allah yang dapat menebus orang lain (Qs 19:87; Qs 20:109) Al-Quran mengajarkan bahwa tidak ada satu pun dari orang berdosa yang dapat menjadi pengganti dari orang berdosa lainnya, karena mereka tidak memiliki perjanjian yang kuat dengan Allah. “dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (Qs 39:7). Jadi, seseorang yang tidak pernah berdosa dapat memikul dosa orang lain.

    Mr M tidak dapat memikul dosa orang lain karena dia sendiri telah berdosa. Sementara Yesus, memiliki perjanjian yang kuat dengan Allah, dan oleh sebab itu Dia punya hak untuk menebus orang lain. Menurut Al-Quran Yesus itu suci (tidak pernah berdosa). Empat kali Muhammad menulis bahwa dia telah berdosa (Qs 40:55; Qs 47:19 diantara).

    Yesus tidak pernah perlu meminta permohonan ampun dari Allah karena Dia tidak pernah berdosa. Itulah sebabnya Yesus disebut Domba Allah yang tanpda dosa, menanggung dosa dunia.

    “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes

    • buren berkata:

      sejak kapan yesus jd tuhan, masa tuhan buat perjanjian sama tuhan untuk nebus dosa-dosa manusia. mana bukti yesus ngaku aku adalah tuhan? sebaiknya kalian harus bisa membedakan yang mana lord dan yang mana god, jangan seperti orang-orang di LAI tidak bs bedain lord Vs God.

      yesus juga minta ampun: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Matius 6 : 12 :
      bahkan pernah yesus membentak ibunya: Hai ibu, mau apa kau kesini?”Yoh 2:4)

      Allah berfirman:
      Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS Al Ahzab [33]: 21). dan Allah telah menjamin Nabi SAW dalam (Qs 48:2)

  7. minoritas jangan takut berkata:

    STAY TRUE TO JESUS AND BELIEVE HE IS WORKING OUT THE ANSWER

  8. to2k berkata:

    firman tuhan adalah perkataan tuhan yg hanya bisa di baca oleh manusia yg di kehendaki nya lewat kalam ( kalbu ) nya .. sampai disini tolong semua di pahami dulu– faktanya tidak ada satu nabi pun yg telah di bacakan firman MENULIS KAN nya . dari adam s/d muhammad saw kenapa??? karena kalbu tak akan pernah lupa jadi lawong yg menulis itu semua orang2 yg tidak langsung punya hak atas firman allah tadi , makanya mereka bukukan jadi kitap supaya tidak lupa, saya perlu ingatkan JANGAN MENUHANKAN AKAL saudara karna apa :
    1.akal itu terbatas karena minta bukti yg bisa dilihat /di dengar padahal yg di bahas itu firman (tak tampak )
    2.akal itu memiliki Ego ndak mungkin buah akalmu mau menerima buah akal orang lain apa lagi beda keyakinan
    perlu anda ketahui kaum muslim itu punya 2 wujud firman allah yg berasal dari satu pangkal firman allah :
    1. kitap alquran yg tertulis (di tulis oleh imam muslim waktu itu ) yg di peruntukkan kaum muslim syareat ( yg baru MENGERTI kebesaran allah ) supaya tidak lupa guna mencapai pemahaman iman
    2.kitap alquran yg terpelihara kemurniannya dari allah yg berada di luhmahfus (kalbu ) manusia muslim yg hanya bisa di baca oleh orang2 yg PAHAM kebesaran allah yg mendapat rahmat yaitu kaum hakekat-makrifat muslim

    jadi kalau kau baru mengerti kristen ingin jawaban orang yg baru mengerti islam tak akan pernah dapat jawaban yg memuaskanmu laaawong sama2 baru ngerti , belum paham lagi apa itu hakekat firman (sesuatu yg tidak tampak /ghoib )

    buktinya kaum muslim dan kristen terbagi banyak aliran ( rujukan kitab)

    ingat tidak akan ada Alquran bila sebelumnya tak ada injil serta tidak akan ada injil bila tak ada taurot dan tak akan ada taurot bila tidak hadir dulu jabur , kesemua itu firman allah yg terjaga di kitab induk yg yata di luh’mahfus ( kalbu manusia )

  9. to2k berkata:

    Anda mau sadar akan ketidakonsistenan anda atau mau terus bodoh? ” TAMPAKNYA SIH ” pilihan kedua “YANG AKAN ” diambil oleh Mokoginta? Semoga teman-teman muslim lain tidak mengikuti jejak ketidakkonsistenan Mokoginta

    dari kesimpulan anda diatas , saya pun berkesimpulan :
    1.anda lebih sadar = berpengetahuan dari mokoginta
    2.anda lebih pandai dari mokoginta (dg kata tampaknya – anda sudah bisa melihat & menyimpulkan)
    3.dg semoga = doa , menunjukkan anda mempunyai sifa kasih ( rohman ) kepada orang muslim

    tapi itu semua ,menurut saya lhoo, anda baru MERASA lebih SADAR,PANDAI & AGAMIS dari mokoginta , ingat ME- RASA itu pekerjaan AKAL ada sifat ragu di dalamnya , ragu itu=kurang pengetahuan and tak mampu memastikan BEDA DG RASA karena RASA itu pasti kunfayakun JADI MAKA JADILAH buktinya anda masih mengguna kata TAMPAKNYA SIH dan YANG AKAN di pilih …itu belum terjadi bukannya anda yg MERASA itu pilihan mokoginta

    SEDANGKAN ANDAIKATA Mokoginta menggunakan standar yang sama, maka kritiknya terhadap Alkitab juga akan menghancurkan Kuran.
    LHAAA di sini ini pokok permasalahannya , bahwa sesungguhnya Quran,injil,taurat,zabur itu semua ya Alkitap = bacaan sekali lagi BACA – AN maksudnya allah berfirman supaya di BACA oleh semua Maqluk ciptaannya untuk di mengerti maksudnya dan bukan untuk di PERDEBATKAN ndak akan dapat apa2 ,kenapa – karena Firman itu sebahagian ada yg RAHASIA yg tak mampu di olah dg akal karena HAK kalbu/hati- di situlah kerajaan allah / arsy allah hanya dia yg tau yg dia mau , kecuali yg dai beri petunjuk
    JADI KESIMPULAN SAYA :
    1.SEMUA KITAP TIDAK AKAN DAPAT DI HANCURKAN OLEH MAHLUK ndak perlu kawatir Brooo ALLAH pasti jaga ( kalo kitap dibakar jg resah karena di dunia tidak ada yg abadi , tapi kitap yg di dalam tetap abadi )
    2.Pembahasan kitap/firman/ayat bila pakai akal ( berdebat=akal yg berlebihan) pasti hasilnya standarganda,tripel bisajuga kwarted dan itu manusiawi- mana ada akal yg mau di kalahkan
    3.cari dulu DIMANA TUHAN ALLAH ITU kuncinya orang yg tidak mengenal dirinya PASTI tidak mampu mengenali tuhannya cari dia dulu bila ketemu tanyakan FIRMAN itu apa … jadi Mokoginta pun benar , anda pun benar and siapapun benar menurut perasaan masing2 jadi yg salah siapa ??
    tidak ada yg salah sebab kesalahan itu harus terjadi supaya benar, yg menjadikan benar haya dia dan yg menjadikan merasa benar adalah akal – apakah akal salah , tidak juga , karena dia di ciptakan untuk demikian dan sebagian dari akal adalah rahasia allah juga , buktinya sesuatu yg sudah di rencanakan dg canggih pun bias gagal
    4. salamun kaulammirrobbiroqim

    • admin berkata:

      Ooo anda sedang berbicara tentang apa yang saya katakan to. Baiklah!

      Pertama, mengekspose kebodohan orang lain tidak otomatis sama dengan menyatakan bahwa merasa bahwa yang mengekspose itu lebih pintar daripada yang dikritik. Itu bisa berimplikasi bahwa yang dikritik mungkin pintar tetapi menipu.. Dengan demikian, maka kesimpulan anda tetaplah adalah sebuah perasaan, setidaknya anda tidak mengatakan bahwa itu adalah kesimpulan valid. Anda berhak merasa seperti itu, tetapi yaaaa…. kalau merasa.. tidak perlu juga sebenarnya ditanggapi. Kalau demikian maka saya bisa dengan mudah mengemukakan perasaan yang sebaliknya. Dengan demikian, tidak perlu untuk ditanggapi lebih lanjut lagi selain yang saya sudah kemukakan.

      Kedua, seandainya anda menggunakan kata MERASA dengan definisi stipulatif ‘secara valid berimplikasi dari apa yang saya kemukakan’ maka anda harus menunjukkan bagaimana tidak validnya argumen saya. Ingat ini pekerjaan sangat teknis bagi anda untuk menunjukkan tidak validnya argumen saya dari premis yang saya kemukakan. Kalau anda sudah menunjukkan demikian, maka tentunya saya akan mengakui. Jadi, kalau interpretasi kedua terhadap tulisan anda benar, maka silahkan tunjukkan invaliditas argumen saya. Saya menunggu.

      Ketiga, anda mengatakan bahwa pernyataan saya bahwa “SEDANGKAN ANDAIKATA Mokoginta menggunakan standar yang sama, maka kritiknya terhadap Alkitab juga akan menghancurkan Kuran” merupakan sesuatu yang tidak ada hubungan dengan inti pembicaraan. Ummm.. mungkin anda harus belajar lagi membaca. Untuk membantu anda memahami tulisan saya, pertanyaan saya untuk anda adalah, apapa judul tulisan saya? Bagaimana anda berkesimpulan bahwa inti dari tulisan saya sebenarnya adalah “pokok permasalahannya , bahwa sesungguhnya Quran,injil,taurat,zabur itu semua ya Alkitap = bacaan sekali lagi BACA – AN maksudnya allah berfirman supaya di BACA oleh semua Maqluk ciptaannya”? Silahkan tunjukkan dengan argumen. Saya menunggu argumen anda.

  10. melkylosu berkata:

    habis balasan komentarnya? -_-! lanjutkan admin! (gimana mo dilanjutin, yg coment pada ke mars)

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s