Simson dan Pelayanan Tim

Para pemimpin Kristen yang mendasarkan kepercayaan mereka pada jumlah dan  kesetiaan pendukungnya adalah pemimpin terperdaya. Mereka sebenarnya tidak mempunyai dukungan yang mereka pikir mereka punya. Mereka yang menempatkan kepercayaan mereka pada banyak orang bisa kecewa saat kelompok tersebut mendapat tekanan atau organisasinya dianiaya. Tentu saja mungkin ada orang yang tetap setia. Inti yang saya kemukakana adalah bahwa tidak semua yang menyatakan diri setia akan tetap setia. Secara mutlak, orang hanya dapat mengandalkan Tuhan, karena kehendaknya tulus dan kuasanya tak terbatas: “Beginilah firman TUHAN: ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!'” (Yeremia 17:5).

Ini tidak berarti bahwa tidak ada orang yang mengaku Kristen yang akan tetap setia kepada Tuhan dan  pemimpin Kristen saat ada tekanan, tetapi tidak semua yang mengaku Kristen adalah benar-benar Kristen, dan sebagai orang yang tidak pernah mengalami regenerasi dan penyucian dari Roh Kudus, mereka dapat saja sangat plin plan. Sementara itu, pikiran yang dilahirbarukan Roh Kudus dan diperbaharui Alkitab adalah juga pikiran yang sedang ditransformasikan menjadi seperti Kristus, sehingga mereka dapat berdiri teguh di atas kebenaran di tengah-tengah intimidasi. Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak boleh menilai diri terlalu tinggi, dan kita perlu menguji diri sendiri dan komitmen kita. Gunakan apa yang Tuhan telah berikan kepada anda untuk tumbuh dalam iman, sehingga saat ujian dan pencobaan datang, anda siap menghadapinya.

Simson sadar akan kelemahan manusia, tetapi dia memiliki kepercayaan yang cukup akan kuasa Tuhan yang bekerja melalui dia dan dia tidak memerlukan bantuan manusia lain. Dia hanya meminta agar orang Israel tidak membunuh dia saat mereka menyerahkannya kepada orang Filistin:

Kata mereka kepadanya: “Kami datang ke sini untuk mengikat dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang Filistin.” Tetapi jawab Simson kepada mereka: “Bersumpahlah kepadaku, bahwa kamu sendiri tidak akan menyerang aku (bahasa Inggris yang digunakan untuk kata menyerang adalah membunuh).” Lalu kata mereka kepadanya: “Tidak, kami hanya mau mengikat engkau dan menyerahkan engkau ke dalam tangan mereka, tetapi membunuh engkau kami tidak mau.” Maka mereka mengikat dia dengan dua tali baru dan membawa dia dari bukit batu itu..

(Hakim-Hakim 15:12-13)

Ada begitu banyak penekanan pada “kerja tim” dalam tahun-tahun terakhir, dan penekanan ini telah mempengaruhi pemikiran banyak orang Kristen sehingga menimbulkan permusuhan terhadap apa yang disebut mentalitas “lone ranger.” Namun demikian, tim sangat tergantung pada mutu dari tim, sehingga jumlah yang besar tidak selalu berarti keberhasilan yang lebih gemilang. Efektifitas tim sangat tergantung pada kompetensi dan karakter anggota tim, sehingga seorang “Simson” lebih baik dari pada segerombolan orang bodoh.

Benar bahwa pada umumnya Tuhan menginginkan orang Kristen bekerja sama, dan bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang berarti untuk disumbangkan: “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan” (I Korintus 12:20-22).

Namun, tidak alkitabiah untuk mengatakan bahwa satu orang selalu tidak cukup. Penekanan pada “kerja tim” tanpa pengecualian berasal dari busnis dan sosial sekuler dan bukan dari eksegesis Alkitab  yang syah, dan menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada kedaulatan Tuhan dan kuasa Roh Kudus. Daud berkata, ” Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.” (Mazmur 18:28-29). Di tempat lain dia menulis:

Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.” Sela Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.  Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik. Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu!

(Mazmur 3:1-8)

Walaupun Yeremia mengalami pergolakan internal selama pelayanannya, Tuhan memanggil dia untuk menghadapi bangsa pemberontak sendirian, dan Tuhan memampukan dia untuk menjalani misinya: ” Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.” (Yeremia 15:16-17).

Kita harus menolak teori sekuler yang merendahkan potensi individu orang percaya dalam Kristus, sehingga kita bisa memiliki iman seperti Paulus yang menulis:

Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku–kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka–, tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin

(2 Timotius 4:16-18)

Walaupun semua orang meninggalkan dia, adalah cukup kalau Tuhan berada di sampingnya dan memberi dia kekuatan. Dia percaya bahwa Tuhan akan melepaskan dia “dari serangan orang jahat,” dan membawa dia “dengan aman ke kerajaan surga.”

Dapatkah kita berkata bersama dengan Rasul Paulus, ” Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)? Ataukah kita berkata, “Kita dapat melakukan segala sesuatu hanya melalui pelayanan tim?” Lebih baik memiliki tim kecil para raksasa rohani dari pada  kelompok besar pengecut spiritual yang secara psikologis tergantung satu dengan yang lain, dan dimana tidak ada seorang yang benar-benar kuat. Kalau demikian, orang mungkin lebih baik bekerja sendiri.

Simson tergantung pada kuasa Tuhan, dan segala sesuatu yang lain tidak dapat menyelamatkan dia. Banyak pendeta yang mengatakan bahwa kelemahan Simson sebenarnya adalah – dia percaya kepada Allah dan tidak kepada manusia! Mereka berkata bahwa Simson seharusnya  akan lebih baik kalau dia bekerja sama dengan orang lain. Tetapi Tuhan sendiri memanggil Simson untuk berjalan sendiri. Disamping itu, orang-orang yang seharusnya dengan mereka Simson bekerja sama adalah orang-orang yang menyerahkan dia kepada orang Filistin. Beberapa orang secara salah menafsirkan cerita Simson bahwa jika anda bekerja sendiri dan hanya mempercayai Tuhan, maka anda akan gagal karena anda tidak bekerja bersama dengan orang lain. Sebaliknya, penafsiran yang tepat adalah jika anda bekerja dengan orang lain, sebaiknya anda percaya kepada Tuhan untuk melindungi anda dari orang-orang tersebut. Intinya bukanlah bahwa “pelayanan tim” salah, karena beberapa variasi konsep ini alkitabiah, tetapi bahwa banyak orang mengambil kesimpulan yang salah dari hidup Simson untuk mendukung gagasan mereka tentang “pelayanan tim.”

Diterjemahkan Ma Kuru dari Sini

Pos ini dipublikasikan di Alkitab, Logika, Praktis, Vincent Cheung. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s