Masa Logical Ad Hominem Saja tidak Paham?

Dalam diskusi di internet, saya bertemu dengan beberapa orang yang tidak mempercayai ajaran Kristen bahwa Yesus adalah Tuhan. Di samping mengangkat ajaran dari Kitab mereka, mereka juga mengangkat beberapa ayat di Alkitab – sebagai logical ad hominem atau reductio ad absurdum– untuk membantah ajaran tersebut.

Salah satu ayat Alkitab yang digunakan adalah Markus 10 : 18 yang berbunyi: Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” Di sini diceritakan seorang yang datang kepada Yesus dan mengatakan bahwa Yesus baik. Pihak-pihak yang menentang keilahian Kristus akan mengatakan bahwa dalam ayat ini Yesus Kristus mengakui bahwa dia bukan Allah. Ini adalah pengakuan dari mulut Yesus sendiri bahwa Dia bukan Allah. Argumennya  adalah:

  1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
  2. Premis 2: Yesus tidak baik
  3. Kesimpulan: Yesus bukan Allah

Apakah argument ini valid? Kalau valid, apakah premis yang digunakan untuk mendukungnya benar? Dan terakhir, apakah kesimpulannya benar?

Pertama, secara struktur, argumen tersebut valid. Kalau Allah itu baik dan Yesus tidak baik maka valid kalau berkesimpulan bahwa Yesus bukan Allah. Semua orang yang berakal akan mengakui validitas argumen di atas. Tetapi yang perlu diingat adalah bahwa validitas tidak selalu berarti bahwa kesimpulan benar. Argumen valid yang pasti benar hanyalah argumen yang semua premisnya benar. Kita melangkah ke langkah berikut yaitu menguji benar tidaknya premis yang digunakan.

Kedua, premis pertama adalah apa yang tertulis. Berarti premis itu benar. Premis kedua adalah hanya sebuah asumsi. Dalam ayat yang diangkat tidak ada satupun proposisi yang mendukung asumsi ini. Saya juga tidak pernah melihat argumen yang mendukung kebenaran premis ini. Saya mungkin salah. Karena itu kalau yang membaca merasa bahwa saya salah, silahkan tunjukkan kepada saya argumen yang mendukung kebenaran premis 2.

Tidak adanya argumen pendukung kebenaran premis 2, tidak otomatis berarti bahwa premis ini salah. Orang yang mengatakan bahwa premis ini salah, harus menunjukkan bahwa premis ini salah. Karena saya berpandangan bahwa premis 2 itu salah, maka saya akan tunjukkan bagaimana salahnya.

Premis 2 salah karena di Alkitab Yesus adalah sosok tidak berdosa. Bahkan dalam kitab suci mereka yang menentang keilahian Yesuspun, Yesus diajarkan sebagai tidak berdosa (Surat Maryam 19:19). Mungkin akan ada bertanya-tanya, lho… “Di sini dibicarakan tentang baik tidak baik, kok anda berbicara tentang dosa dan tidak berdosa?” Jawabannya sederhana saja, tidak ada orang yang tidak baik yang tidak berdosa atau suci. Kalau Yesus tidak baik, maka dia pasti berdosa. Kenyataannya Dia tidak berdosa, jadi pasti Dia baik.  Jadi tampaknya premis ini salah. Kalau ada yang mengatakan bahwa premis ini benar, sekali lagi saya ulangi tantangan saya di atas “Tunjukkan kebenarannya! Saya mau tau”

Nah, karena dalam argumen tersebut premis 2 bukan pengembangan dari premis 1, alias predikat premis 1 tidak menjadi  subyek dalam premis 2, maka kesimpulan itu pasti salah. Tidak benar bahwa Yesus sedang menyatakan diri sebagai bukan Allah. Yang tidak paham sampai point ini, silahkan belajar lebih lanjut tentang logika. He he he he.

Mengingat Yesus baik, maka pasti Yesus sedang mengemukakan logical ad hominem.  Hal yang ironis karena para pengkritik itu menggunakan logical ad hominem (walaupun kesimpulan dari logical ad hominem mereka tidak benar) dan pada saat membaca Alkitab tidak terpikir sama sekali bahwa Yesus sedang menggunakan logical ad hominem saat mengatakan yang Yesus katakan dalam ayat ini. Logical ad hominem adalah kita mengemukakan argumen dimana kita menerima premis lawan (entah benar-benar menerima atau hanya demi argumen) lalu mengambil kesimpulan yang entah dia tidak pernah pikirkan atau dia tolak. Jadi kalau mau diparafrase, di sini Yesus mengatakan “Hei anak muda, hanya Allah yang baik. Kalau hanya Allah yang baik, dan seperti kau katakan Aku baik, maka kesimpulan logisnya adalah Aku adalah Allah.” Itu yang hendak dikatakan Yesus, tetapi Dia tidak mengemukakan kesimpulannya. Kemungkinan Dia mengharap orang yang datang padanya itu untuk menghubungkan sendiri proposisi yang dia percaya dengan proposisi yang Yesus kemukakan. Rupanya orang itu terlalu bebal untuk paham apa yang Yesus katakan sehingga bahkan dia langsung melupakan proposisi yang Yesus katakan. Orang itu persis seperti orang yang mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Allah berdasarkan sebuah asumsi yang salah di atas.

Tampaknya argumen menentang keilahian Kristus seperti yang di bahas hanyalah argumen jalanan yang tidak punya bobot sama sekali, yang karena sudah sering diulang-ulang dan tidak dibantah atau kalaupun dibantah tidak diperhatikan maka dianggap argumen yang sangat intelektual. Perhatikan bahwa argumen seperti ini bukan hanya milik orang jalanan tetapi juga milik kaum intelektual pengeritik. Anda tinggal bersilancar sedikit lebih banyak untuk menyadarinya.

Saya sengaja meninggalkan beberapa hal untuk tidak dibahas dalam tulisan ini dan beharap akan ada yang mau berdiskusi. Catat baik-baik kata “diskusi.” Di sini bukan tempat untuk copy paste tulisan orang lain atau untuk berbicara seenaknya yang tidak ada hubungan dengan topik.

Pos ini dipublikasikan di Alkitab, Islam, Logika, Valid tapi Salah. Tandai permalink.

8 Balasan ke Masa Logical Ad Hominem Saja tidak Paham?

  1. Ping balik: Orang Lain Yang Salah atau Diri Sendiri yang Sebenarnya Kurang Cerdas?? | Futility over Futility

  2. Ping balik: Excuse Bodoh, Atau Mengada-ada? « True Islam In The Air!!!

  3. Ping balik: Bosan Ah!! Masa Tidak Pernah Belajar? | Futility over Futility

  4. submitter berkata:

    Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Mark 13:32)

    Ayat alkitab tidak menyata tentang Yesus tidak memberitahu soal hari kiamat, tapi jelas menyatakan dia tidak tahu . Maka persoalan timbul , apakah tiga tuhan sama darjatya? atau Sang bapa sahaja yang teragung memandang kan pengetahuan sang bapa melangkaui Yesus?

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah (Sang bapa?) saja. (Mark 10:18)

    Jelas Yesus bukan Allah dan tidak setanding Allah

    • Pemilik berkata:

      Untuk komentar yang pertama, itu adalah straw man karena dalam argumen anda tidak dipertimbangkan tentang dua natur Kristus (yang merupakan ajaran penting dalam kekristenan). Dalam komentar yang kedua Anda harus membantah argumen saya bahwa Yesus sedang melakukan logical ad hominem di sini.

      Silahkan!

  5. Bacalah berkata:

    Jelas sekali si markus itu tidak paham ad hominem, dan tidak paham hubungan antara premis 1 dan premis 2 bisa menjadi sebuah kesimpulan krusial yg menempatkan posisi yesus sbgai tuhan. “Bacalah al-quran biar lebih pintar lagi”

    • admin berkata:

      Argumenmu apa ya? Saya bisa mengatakan tanpa justifikasi bahwa kamu sebenarnya tidak paham apa yang dikatakan Markus.

      Belajarlah dari Sang Logos, maka engkau akan dimerdekakan dari kebodohanmu.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s