Argumen Yang Baik ala Monty Phyton

Ini adalah salah satu petikan kisah petualangan Raja Arthur mencari Cawan Suci – dari Film The Holy Grailnya Monty Phyton. Saat ini dia belum mempunyai ksatria. Dia sampai ke satu kampung dan tanpa sengaja bertemu seorang Kepala Kampung yang sedang mengadili seorang yang perempuan penyihir. Silahkan direnungkan berapa banyak kesalahan logika yang dilakukan dan mereka semua tidak sadar! Ini seringkali refleksi dari apa yang terjadi di negara kita atau di sekitar kita. Saksikan videonya di sini dan di sini atau di sini

Masa : Kami menangkap seorang penyihir! Kami menangkap seorang penyihir! Bakar diaaaa… Bakar diaaaa!! [Mereka berlari-lari menjumpai sang Kepala Kampung membawa seorang perempuan berhidung panjang dan topi runcing dan mulai berbicara dengan dia.]

Masa : Kami baru saja menangkap penyihir perempuan. Bolehkan kita bakar dia?

Kepala Kampung : Bagaimana kamu tahu bahwa dia seorang penyihir?

Laki-Laki 1 : Dia terlihat seperti penyihir!

Masa : yaaa… yaaa….

Kepala Kampung : Bawa dia ke depan!

Perempuan : Aku bukan penyihir.. Aku bukan penyihir!

Kepala Kampung : Tetapi kamu berpakaian seperti penyihir!

Perempuan : Mereka yang memakaikan aku pakaian seperti ini! Dan coba perhatikan hidungku yang panjang ini.. Ini hidung palsu!

Laki-Laki 2 : Memang kami yang memakaikan dia hidung palsu dan topi penyihir!

Masa : Bakar dia… Bakar dia

Kepala Kampung : Apa yang membuat kalian berpikir bahwa dia penyihir?

Laki-Laki 3 : Dia membuatku jadi kadal air.

Kepala Kampung : Kadal air?

Laki-Laki 3 : (terdiam sebentar sambil kelihatan menunduk kemudian berbicara perlahan).. sekarang aku sudah baikan!

Masa : (kelihatan marah).. bakar dia, bakar dia, bakar saja dia!

[Sementara itu Raja Arthur sudah mendekat ke tempat kejadian!]

Kepala Kampung : Tenang.. Tenang.. Ada cara untuk mengetahui apakah seseorang itu penyihir atau tidak.

Masa : Benar?? Bagaimana? Katakan!

Kepala Kampung : Katakan pada saya, apa yang harus dilakukan terhadap seorang penyihir?

Masa : Bakaaaar…. Bakaaarr.. bakar…

Kepala Kampung : Selain penyihir, apa lagi yang dibakar?

Laki-laki 4 : Kayu!

Kepala Kampung : Bagus! Mengapa penyihir terbakar?

[Semua terdiam. Ada sebagian yang seperti hendak berbicara. Tapi suaranya tidak keluar! Ada juga yang menggaruk-garuk kepala sambil tunduk!]

Laki-Laki 3 : (dengan nada suara tidak yakin) Karena dia terbuat dari kayu!

Kepala Kampung : Baguuuuus.

Masa : (mengguman sambil kelihatan keheranan) ooo yaa?

Kepala Kampung : Jadi, bagaimana kita tahu bahwa dia terbuat dari kayu?

Laki-Laki 2 : Membangun jembatan dan dia kita pakai sebagai bahannya.

Kepala Kampung : Tapi bukankah jembatan dapat dibangun dengan menggunakan batu juga?

Laki-Laki 2 : Oo yaaaa…
[Masa pun kembali berpikir keras.]

Kepala Kampung : Apakah Kayu tenggelam di air?

Laki-Laki 3 : Tidak..

Laki-Laki 2 : kayu mengapung.. kayu mengapung! kayu mengapuuung!

Masa : buang dia ke dalam kolaaaaammm.. buang diaaa….!

Kepala Kampung : (sambil menggelengkan kepala) Apa lagi yang terapung di dalam air?

Laki-Laki 1 : Apel

Laki-Laki 2 : Batu yang paling kecil.

Laki-laki 5 : Cherry.
[Kepala Kampung menggelengkan kepala!

Tiba-Tiba Raja Arthur mengangkat suara.]

Raja Arthur : (dengan suara tegas dan berwibawa) Bebek!

[Semua menghela nafas tanda kekaguman (rupanya semua mereka tidak mengenal sang raja, termasuk sang Kepala Kampung).]

Kepala Kampung : Tepat sekali! Jadii… secara logis.. kalauuu…

Laki-laki 2 : kalau dia beratnya sama dengan bebek…. dia terbuat dari kayu.

Kepala Kampung : Karena ituuuuu….

[Masa terdiam sebentar tetapi kemudian terlihat bersemangat.]

Masa : dia adalah seorang penyihir.. penyihiiiir…

[Kepala Kampung memberikan tanda setuju dengan menganggukkan kepalanya. Masa bersorak-sorak kegirangan dan salah satu dari mereka datang membawa seekor bebek yang sangat besar. ]

Kepala Kampung : Kita harus membandingkan mereka dengan timbangan gantung yang lebih besar.

Si perempuan yang dituduh penyihir dimasukkan ke atas timbangan bersama dengan bebek besar. Hasil peninbangan menunjukkan bahwa si perempuan sama beratnya dengan si bebek. Si perempuan pun dibakar.

Pos ini dipublikasikan di Humor, Logika, Main-main saja. Tandai permalink.

2 Balasan ke Argumen Yang Baik ala Monty Phyton

  1. denyut nadi berkata:

    jadi pengen nonton itu film e…share dolo papa kuru…

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s