Logical ad Hominem

Logical ad homimen adalah istilah yang digunakan beberapa kalangan untuk membedakannya dari abusive ad hominem. Pertama kali saya membaca istilah ini digunakan di dalam salah satu tulisan Vincent Cheung (www.vincentcheung.com). Abusive ad hominem adalah tindakan dalam diskusi dimana pihak yang terlibat dalam diskusi menyerang pribadi lawan dan tidak membahas argumen sama sekali. Misalnya Hai Hai adalah seorang pencuri yang baru saja keluar dari penjara dan dalam sebuah percakapan dengan saya dia mengatakan “Mencuri adalah dosa”. Karena saya tidak paham tentang kesalahan logika, saya katakan “Lho, kamu khan mantan pencuri! Pasti semua yang kau katakan itu salah.” Saya tidak membahas apakah benar bahwa “mencuri itu salah” tetapi bermimpi bahwa karena Hai Hai memiliki kekurangan moral dan saya sudah mengangkatnya, maka dengan sendirinya apa yang dikatakannya salah. Itu adalah sebuah kesalahan. Cukup dulu untuk Abusive Ad Hominem kita lanjut ke Logical ad Hominem.

Sementara itu “Logical ad Hominem” merujuk kepada satu metode berargumentasi dengan menganggap bahwa posisi lawan benar dan menarik kesimpulan yang valid dari posisi tersebut yang tidak disukai oleh orang sang lawan atau yang membuat lawan mengakui posisi kita sebagai benar. Metode ini juga dikenal dengan reductio ad absurdum. Saya akan mengambil contoh logical ad hominem yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sekaligus sebagai point bahwa logical ad hominem bukanlah sesuatu yang salah. Markus 2 : 16 – 17 menceritakan tentang orang Farisi yang bersungut-sungut bahwa Yesus makan dengan orang berdosa. Yesus Kristus menjawab mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; aku datang untuk memanggil orang berdosa.” Kita ingat bahwa orang Farisi adalah orang yang merasa diri benar dan tidak berdosa. Yang dilakukan Yesus Kristus di sini adalah logical ad hominem. Kalau diparafrase bebas maka ayat itu akan menjadi “Orang Farisi, Aku tahu kalian merasa pantas untuk duduk semeja dengan aku karena kalian merasa tidak berdosa. Kalau kalian benar maka Aku tidak perlu duduk semeja dengan kalian karena Aku bukan datang untuk kalian. Aku datang untuk orang-orang berdosa”.

Contoh lain dimana Yesus Kristus mengajarkan betapa pentingnya ketekunan dalam berdoa dan eratnya hubungan logika dengan iman adalah dalam Matius 15 : 22 – 28 tentang seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus untuk memintaNya membebaskan anaknya dari kerasukan setan tetapi Yesus menolak. Setelah terus-menerus meminta dan ditolak, pada satu point Tuhan Yesus berkata bahwa roti untuk anak-anak tidak pantas diberikan kepada anjing. Tetapi perempuan ini luar biasa dan mengambil itu sebagai point untuk melakukan logical ad hominem. Dia berkata “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah dari meja tuannya.” Pada dasarnya si perempuan berkata “Tuhan, semua yang Tuhan katakan benar dan justeru karena itu benar maka tidak ada halangan bagi Engkau menyembuhkan anakku.” Yesus tidak mengutuk ibu itu karena melakukan logical ad hominem tetapi malah memujinya. Dari dua contoh itu jelas bahwa logical ad hominem bukan sesuatu yang terlarang untuk dilakukan orang Kristen.

Nama lain dari Logical ad Hominem adalah Reductio ad Absurdum

Pos ini dipublikasikan di Logika, Praktis. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Logical ad Hominem

  1. Ping balik: Saat Setitik Kotoran Kecoak dianggap Benteng Teguh | Futility over Futility

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s