Mengalihkan Pembicaraan, Standar Ganda, dan Pelajaran dari Yesus

Beberapa saat yang lalu saya berdiskusi dengan seorang bernama (samaran?) Bani Ismail di salah satu forum diskusi di Facebook. Diskusi kami dapat di baca di sini. Lawan diskusi saya ini berasal dari kalangan muslim. Karena berasal dari kalangan muslim tentunya dia tidak percaya akan keilahian Kristus. Muslim akan berupaya dengan segala cara untuk berargumen yang menunjukkan bahwa Yesus bukanlah pribadi ilahi baik dengan menggunakan ayat Alkitab, atau ayat Kuran, atau campuran keduanya sebagai premis.

Sebelum melanjutkan ke point diskusi, ada hal yang berbeda dari orang ini – sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan muslim lain. Setidaknya itu kesan yang saya dapatkan – kalau kita berasumsi dia sedang tidak menggunakan gaya bahasa ironi untuk mengatakan bahwa sayalah sebenarnya bodoh. Walaupun saya memiliki alasan untuk mencurigai bahwa orang ini menggunakan gaya bahasa ironi, saya akan mencoba untuk memandang dia positif. Orang yang satu ini pada akhirnya memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa dia mungkin salah dan dia perlu belajar berpikir.

Argumen yang dikemukakan oleh lawan diskusi saya kali ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, tetapi sesuatu yang sudah dikemukakan oleh lawan diskusi saya yang menulis di sini. Argumennya adalah karena Yesus dicobai oleh Iblis, maka Yesus pasti bukan Tuhan.  Argumen yang sangat tidak valid.

Saya berusaha untuk menunjukkan bahwa argumen itu tidak valid dengan mengajukan pertanyaan retoris (pertanyaan yang jawabannya saya sudah tahu – walaupun andaikata tidak dijawab oleh si Bani.) Inti dari yang saya katakan adalah bahwa kalau satu sosok (yang dianggap) ilahi dicobai atau diejek itu berarti bahwa sebenarnya dia bukan ilahi, maka adalah tentunya Allah muslim bukan sesuatu yang ilahi – tetapi makhluk ciptaan – karena orang non islam termasuk ateis seperti misalnya Richard Dawkins mengejek Allah muslim (dan juga sesembahan agama lain). Tetapi si lawan terus mengalihkan diskusi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada hubungan dengan yang saya katakan – yang tidak perlu saya kutip di sini.  Walaupun demikian, pada akhirnya karena terus ditekan, lawan mengakui bahwa walaupun Dawkins mengejek sesembahan muslim, sesembahan itu tidak berhenti menjadi sesuatu yang ilahi.

Dengan pengakuan seperti itu saya tunjukkan bahwa Bani menggunakan standar ganda. Kenapa kok kalau Yesus dicobai atau diejek, maka itu artinya Yesus bukan ilahi sedangkan kalau Allah muslim diejek atau dicobai oleh orang non muslim, maka itu tidak berarti bahwa Dia bukan yang ilahi. Ini sebenarnya sama saja dengan mengatakan bahwa kalau si Bani mengambil hak milik saya tanpa ijin, maka orang itu mencuri. Sedangkan kalau saya mengambil hak milik si Bani tanpa ijin, maka saya tidak sedang mencuri.  Si Bani mencoba untuk melarikan diri kesana-kemari dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak ada hubungan dengan yang saya katakan walaupun pada akhirnya dia melunak dan mengakui bahwa dia masih perlu belajar berpikir.

Nah, orang mungkin menganggap bahwa kejadian seperti ini hanya akan dialami kalau kita berbicara dengan orang kebanyakan. Orang awam. Tetapi kenyataannya tidak. Tokoh seterkenal Insan Mokogintapun mengatakan hal yang sama (setidaknya kalau saya tidak salah ingat. Seingat saya, Mokoginta mengatakan itu pada saat debat dengan Pdt. Budi Asali dan Pdt. Esra Soru. Tetapi kalau saya salah ingat, maafkan saya!). Argumen lucu seperti inipun banyak bertebaran di Internet.

Apa yang kita dapat simpulkan dari hal seperti ini? Saya tidak tahu pasti! Ini setidak-tidaknya indikasi bahwa orang-orang muslim seperti Bani akan melemparkan apa saja ke hadapan orang Kristen walaupun dia tidak paham dan menganggap itu sebagai argumen valid. Lalu apakah ini hanya terjadi di kalangan muslim? Tampaknya tidak. Orang non muslim termasuk Kristenpun ada yang tidak memahami apa yang dikatakan lawan dan langsung serang saja. Hal seperti ini harus dihindari. Kita harus memperhatikan apa yang dikatakan lawan dan menghubungkan satu proposisi (pernyataan) dengan proposisi lain dan menilai koherensi posisi lawan.

Sebagai orang Kristen kita harus belajar dari Sang Guru yang Agung kita yaitu Yesus Kristus. Setiap kali Dia menyerang lawan, Dia tidak menyalahpahami apa yang mereka katakan. Dia tidak pernah mengalihkan pembicaraan. Dia tidak menyerang sebuah pandangan yang sebenarnya bukan pandangan lawan. Karena itu, setiap kali Dia mengeluarkan kata-kata untuk menyerang lawan, tidak ada seorangpun dari mereka yang berkutik. Lawan-lawan-Nya sering mengalami dilema dan akhirnya tidak menjawab. Kalau mau menjawab A, mereka takut sesuatu. Mereka mau menjawab B, mereka takut sesuatu yang lain lagi. Demikian dan seterusnya. Ada baiknya mungkin kita mempelajari  dengan lebih seksama lagi bagaimana Sang Guru kita berargumen.

Mungkin ada yang mengatakan “Wah.. Dia khan Tuhan. Pantas saja Dia tahu dan tidak pernah melakukan kesalahan.” Well, kita tidak maha tahu, tetapi kita bisa mengajukan pertanyaan klarifikasi kepada lawan diskusi. Saya juga tidak bermaksud mengatakan bahwa setiap kali kita mengalahkan lawan dalam diskusi, maka dia akan tau diri. Ada malah yang mungkin tambah parah perilakunya. Tetapi dalam semuanya itu, kita tunjukkan bagi orang yang membaca diskusi bahwa si lawan diskusi sebenarnya tidak punya posisi. Dengan demikian orang-orang yang hatinya dicerahkan Roh Kudus akan berpikir ulang-ulang tentang kepercayaan mereka yang salah

Pos ini dipublikasikan di Apologetika, Belajar Lagi ya.., Filosofi, Islam, Logika, Standar Ganda. Tandai permalink.

45 Balasan ke Mengalihkan Pembicaraan, Standar Ganda, dan Pelajaran dari Yesus

  1. islamthis berkata:

    Jelaslah jesus bukan Tuhan. kalau dia Tuhan, mengapa bisa dicobai iblis?? Hanya mahluklah yg bisa dicobai iblis…. setuju??? eh, faham??

    • whereisthewisdom berkata:

      Kalau begitu, Si Allohmu juga bukan Tuhan karena dihina oleh Richard Dawkins dan saya serta orang lain yang tidak percaya. Ngomong-ngomong loe pernah dengan standar ganda gak ya? Loe baca gak tulisan gw. Lo itu seperti robot yang gak pake pikiran tau gak?

  2. islamthis berkata:

    kamu ga lihat ya…?? mata kamu buat apa??

    jesus pernah dicobai oleh iblis, dan pencobaan itu adalah PERSON TO PERSON..

    sementara, Allah swt, dicoba (diejek?), apakah itu PERSON TO PERSON??

    kalo make cara kamu mikir, maka engga pernah ada tuhan satu bijik pun di dunia ini.

    coba kamu pikir!
    kapir2 mencobai (mengejek?) tuhannya hindu. maka apakah itu artinya tuhan hindu adl mahluk semata?

    kapir2 mencoba (mengejek?) tuhannya yahudi. maka apakah itu artinya tuhan yahudi adl mahluk semata??

    bukan itu, bocah! bukan itu maksudnyah!
    maksudnya adl, jesus itu dicobai oleh iblis, yg mana itu artinya jesus bukanlah tuhan, karena iblis itu mencoba jesus secara PERSON TO PERSON…

    nah apakah kapir2 menghina, mengejek, mencobai Allah swt secara person to person? apakah kapir2 itu mencobai tuhannya yahudi or hindu or buddha delel secara person to person??

    • whereisthewisdom berkata:

      OK. Dicobai person to person. Istilah yang kedengaran bagus tetapi itu menunjukkan bahwa Allohnya muslim bukan yang mahakuasa. Kalau Allohnya muslim itu mahahadir, mahakuasa, maka dia sedang ditantang secara person to person oleh Richard Dawkins dan oleh saya dan oleh orang-orang lain. Tetapi kalau seperti loe bilang bahwa Richard dan saya tidak sedang menantang si alloh secara person to person, maka Dia tidak mahakuasa, dia tidak mahahadir dan dia tidak paham apa-apa. Alloh yang bodoh! Berulang-ulang saya sudah tantang Dia untuk menyatakan diri sebagai Alloh yang benar tetapi tidak bisa kok. Ahh…. aneh-aneh aja anda ini. Sudah begitu pake kata bocah lagi ke orang lain. Ngaca dulu lah! Pahami implikasi dari apa yang loe katakan. Gw mau katakan ya, ada seorang Kristen yang bernama David Wood (http://www.answeringmuslims.com/) yang ditantang Perang Doa oleh dua orang muslim dan muslim itu lari pontang panting. Itukah si alloh yang kau sembah itu? Lawan orang Kristen (yang notabene bukan rasul) aja gak mampu. Apaan tuh? Cerita lengkap David Wood dapat lo baca di sini. Kalau butuh terjemahan kasih tau gw biar gw terjemahkan

      Stoplah sebentar dan pikirkan matang-matang apa yang kau mau katakan. Kalau tidak kau akan tergelincir sendiri hai lawan diskusi. Hati-hati dengan kata-katamu nak!

    • whereisthewisdom berkata:

      Kalau lo kesulitan untuk menemukannya, ini gwe copas di sini apa yang dikatakan David Wood:

      Wow! Nadir has declared that I am under the curse of God because of my son’s disability as well! It’s because of the Mubahila, you see!

      This would be a good time to share the facts, since it shows how Muslims like Nadir and Naser (two of a kind) think.

      (1) A Muslim challenged me to a Mubahila (Muslim prayer duel).

      (2) I accepted, though I would not agree to the traditional format (in which each side calls down curses on the other side, and asks for God to curse the liars). Instead, each of us stated our beliefs and said, “May God curse me if my beliefs are false.”

      (3) Three weeks later, the Muslim backed out. He had been in two car accidents, had lost his prayer compass, had been locked out of his prayer room repeatedly, and began having panic attacks.

      (4) Later, an Ahmadi Muslim (Naser Shams) said that the original Muslim’s challenge didn’t count, since he wasn’t an Ahmadi. He asked me what I would be willing to put on the line for the sake of my beliefs. He asked if I would be willing to put my PhD or my finances on the line (i.e. would I agree that God would strike my finances if my beliefs are false?). I told Naser that I would put my life on the line (nothing more, nothing less).

      (5) So Naser drew up a contract. In the contract, he said that anything that happened to anyone in my family would count as clear evidence that I was under God’s curse.

      (6) I responded and told him that this is absurd. All sorts of health problems run in my family, and my father was already on the verge of death. So I told Naser that he had asked what I’m willing to put on the line, and that I had put my life on the line (nothing more, nothing less).

      (7) Naser refused to put anything on the line (which might make Muslims wonder whether this qualifies as a Muslim prayer duel).

      (8) According to our agreement, if my beliefs were false, God would kill me within a year of signing the contract. As a mercy, God would terrorize me as a warning prior to killing me. Naser and I both signed the contract. Naser agreed that, if I survived the year, he would sincerely investigate Christianity.

      (9) Naser then sent me an email saying that he believes God can curse my family as well.

      (10) A year came and went, and I was alive and well.

      (11) Despite our agreement, Naser refused to sincerely investigate Christianity.

      (12) Seven months or so after our contract expired, my wife and I had a baby, Reid, who has Myotubular Myopathy, a disease which kills half of all males in my wife’s family line. (Note: Reid is the first baby with this disorder in my wife’s family who has survived.)

      (13) Naser declared that this was a clear sign from God, and that God had given him the victory! (This is in spite of the fact that I had only agreed to put my own life on the line, and despite the fact that I was alive and well after the contract had expired, and despite the fact that Reid was born long after our agreement had come to an end.)

      (14) So, Naser believes in a God who (a) kills generations of babies on my wife’s side of the family, all to prove a point to me, and (b) somehow didn’t manage to do anything on the contract we actually signed (despite the fact that I gave a long list of things that I would count as God’s curse).

      (15) Nadir agrees that God has given the Ahmadis (who believe in Swoon Theory and a prophet after Muhammad) a clear Mubahila victory!

      (16) Nadir says that, in the name of consistency, he also declares that Shabir Ally has been cursed (once again, by Allah’s attack on a baby, rather than on the guilty person), all because Shabir supports Swoon Theory (like Ahmadis!).

      Welcome to the amazing world of the Ahmadi-Ahmed team-up. Hide your babies everyone! Their God tends to miss his desired target. I look forward to your article, Nadir. Please post it along with Naser Shams’ full name, a copy of the contract, and the relevant dates.

    • whereisthewisdom berkata:

      Perhatikan komentar seorang muslim bernama Yahya untuk temannya yang bernama Nadir yang memutarbalikkan apa yang terjadi pada David Wood.

      Nadir, These claims are sick.

      Btw, kasih tau gw kalau loe tidak paham bahasa Inggris ya

    • whereisthewisdom berkata:

      Lo katakan

      kalo make cara kamu mikir, maka engga pernah ada tuhan satu bijik pun di dunia ini.

      Loe sadar gak apa implikasi dari yang loe katakan itu? Inti dari yang loe katakan adalah, kalau saya konsisten menggunakan standar, maka saya tidak akan punya kemungkinan untuk percaya kepada si Alloh. Karena itu saya memilih untuk tidak logis dan menggunakan standar ganda. Inikah intelektualitas yang loe bangga-banggakan itu? Malu tau! Mendingan lo berpikir dulu dah beberapa kali sebelum lu tulis apa-apa. Begitu ya nak ya? Sukses untukmu. Semoga Tuhan Yesus membuka pikiranmu yang suka melakukan masturbasi intelektual.

  3. islamthis berkata:

    ya, skg allah swt (ato tuhan dari agama mana pun) memang eksis, dan diklaim sbg maha kuasa oleh kitabsuci masing2!

    kamu tahu gak apa maksud dari person to person itu??

    kalo skg, ada org kapir, menghina Allah, nah apakah itu dikatakan person to person?? krn bukankah Allah itu ADA di langit, dan menyaksikan si kapir yg menghina atau mengejekNya??

    bukan! itu namanya bukan person to person!

    person to person, artinya adl SEJARAH!

    • whereisthewisdom berkata:

      Nak, apa maksudmu dengan person to person? Kalau saya dan Richard mengatakan kepada si Alloh, “Hei Alloh, aku mengutukmu hari ini! Engkau adalah Allah yang bodoh! Masa Ajaran Trinitas Kristen aja tidak paham? Kemana aje lo selama ini” Apakah itu bukan person to person? Kalau bukan, silahkan definisikan “person to person”! Btw, lo baca nggak apa yang dituliskan David Wood? Lo paham gak? Kalau loe gak paham, kasih tau aja. Gw bisa terjemahkan!

  4. islamthis berkata:

    person to person, artinya, a dan b berhadap2an. ketika a berkata kpd b, maka kala itu juga b menjawab. begitu sebaliknya.

    iblis dan jesus berhadap2an. iblis bilang ‘aaa’ kpd jesus. kala itu juga jesus bilang ‘bbb’ kpd iblis. itu namanya PERSON TO PERSON….

    skg si kapir, berkata kpd Allah swt, ALLAH, KAU AAA DAN BBB ….
    nah apakah Allah langsung MERESPONS perkataan si kapir itu??? Allah ga bilang apa2 kok!

    di kantor, A dan B berhadap2an. kasusnya, A bilang kpd C, bhw ‘org ini’ jelek banget. ketika A bilang begitu kpd C, sebenernya yg dimaksud A adl si B.

    memang si B jadi tersinggung ketika mendengar A bilang ‘org ini’ jelek. tp apakah A berkata kpd si B secara person to person???

    enggak!
    bahkan si C pasti bilang kpd A, YA UDAH KAMU BILANG AJA LANGSUNG KE B SECARA PERSON TO PERSON…bhw dia jelek …

    maka sampai di sini, jelaslah jesus bukan tuhan, krn hanya jesuslah yg pernah dicobai iblis…. Allah tidak pernah dicobai oleh siapa pun, krn katakuncinya adl PERSON TO PERSON …

    faham??

    faham??

    • whereisthewisdom berkata:

      OK. Jadi dalam Islam kalau anda mengejek si Alloh, maka Dia sebenarnya tidak tahu kecuali dia berada di depan anda. Baguslah. Berarti allohnya Islam kalah mahakuasa dibanding dengan Allah Kristen. Allah Kristen maha tahu sehingga perbuatan yang dilakukan di tempat tersembunyipun Dia tahu dan Dia akan hukum. Dia akan bereaksi terhadap hal yang anda hanya pikirkan sekalipun. Anda menghina Dia dalam pikiran saja itu sudah penghinaan buat Dia dan sudah pantas dihukum. Ok. Kalau begitu, saya nantang sekarang si alloh muslim yang inferior itu untuk berhadapan dengan Yesus Kristus. Juga perlu diperhatikan adalah bahwa kalaupun saya terima pandangan anda, maka apa yang dilakukan oleh David Wood sudah masuk kualifikasi mengejek secara langsung person to person. Lo baca gak cerita David Wood? Sepertinya tidak deh. Makanya gw tanya apakah lo paham atau tidak. Kalau loe gak paham, gw akan terjemahkan biar lo paham apa yang sebenarnya terjadi.

      Lalu dari penjelasan loe, jelas sekali bahwa alloh Islam itu allah yang dibatasi oleh ruang sehingga pada saat dia tidak ada di sini, yaa orang boleh ngomong apapun tetang dia (bahkan memaki-maki) tetapi dia tidak akan menganggap itu sebagai makian. Soalnya dia tidak tahu. OK.. sepotong kotoran sapi dianggap sebagai benteng agung. Ha ha ah

  5. Ping balik: Ini Sudah Usang! Tapi Harus Ditampilkan Kembali! | Futility over Futility

  6. islamthis berkata:

    Ya, Allah memang ada, dan mendengar perkataan si kapir yg menghinaNya. Ya! tapi kamu kelewat bodoh, cucu jelek!!!

    Karena itu setiap penghinaan adalah penghinaan langsung terhadap Allah

    Allah mendengar, tapi Allah tidak menggubris.
    Yesus juga mendengar dan Dia tidak mau peduli pada saat itu

    Sekarang kita balik ke fakta sejarah agama yg diakui masing2 pemeluknya aja.
    Kenapa fakta sejarah? Jadi apakah allahmu itu hanya Allah sejarah yang tidak bekerja saat ini??? MMm

    Jesus telah dicobai iblis, secara person to person, face to face.
    sementara Allah swt TIDAK PERNAH dicobai iblis secara person to person (gak mungkin layaw!). pembicaraannya ga usah dilebarin ke mana mana deh. Kamu nanti jadi tambah kacok. Faham?

    Yaa.. si Awloh tidak pernah dicobai oleh iblis secara Face to Face karena itu Allahmu tidak kuat saat bertemu dengan Kristus. Masa umatnya dibiarkan lari pontang panting dari orang Kristen (yang notabene bukan rasul lho ya).. Alloh yang bodoh.. sudah bodoh tidak kuat lagi…

    Hanya Tuhan yesus sajalah yg pernah dicobai iblis. tau gak??
    Itu menunjukkan bahwa Yesus spesial. Dia dicobai oleh Iblis. Dia berhadapan langsung dengan Iblis dan Dia tidak diapa-apakan oleh Iblis. Ia tidak berdosa saat dibujuk iblis. Malah Iblis yang melarikan diri. Allohmu??? aaahh si allohmu khan hanya ada di kepalamu saja. Di dalam pikiranmu saja

    Saya dah bilang, org2 kapir menghina tuhan hindu, bahkan itu dikatakan secara person to person menurut interpretasi kamu. Maka apakah itu berarti Tuhan Tuhan hindu jadi tidak ada? Banyak kapir2 yang menghina Tuhan Buddha. Maka apakah itu berarti Tuhan di dalam agama Buddha jadi tidak ada?
    Ya.. apa yang anda kemukakan tidak ada hubungan dengan ada tidaknya Tuhan tetapi dengan apakah mereka yang disebut tuhan itu layak disebut Tuhan atau tidak. Aaaaahhhh… anda ini mengerti tidak ya?

    Ada dua pendekatan yang harus kita gunakan untuk menjelaskan masalah mencobai Tuhan ini.
    Pendekatan apa? Aaahh anda ini ngomong teori yang macam-macam tetapi logika sederhana tidak bisa dibahas. Ini pendekatan apa? Dasarnya apa? Anda comot dari mana dasar-dasar ini?

    Pendekatan pertama.
    Pendekatan person to person or facetoface.
    Jangan kamu pikir bahwa person to person (atau face2face) berarti bahwa saat kita menghina / mencobai Tuhan, kemudian Tuhannya tidak menjawab, maka diartikan bahwa Tuhan itu tidak maha mendengar. Tidak! Jelas Tuhan mendengar (menurut kepercayaan masing2 agama ybs).

    Memang Tuhan mendengar, namun Tuhan nya kala itu pasti tidak sedang berada face2face. Nah itulah yang terjadi ketika kapir2 menghina Allah Swt. Oke lah kapir2 itu menganggap mereka sedang face2face dengan Allah Swt, namun apakah Allah Swt nya mau face2face dengan mereka? Engga kan? Sekarang kau mau ngemeng apa?
    Jadi Tuhanmu dibatasi oleh ruang sehingga setiap tidak setiap saat dia sedang face to face dengan manusia. Allah macam apa itu? Aaahhh.. allah yang memalukan. Sedangkan Allah Kristen, setiap saat anda sedang face to face dengan Dia. Semua yang anda kerjakan, anda kerjakan di hadapan Dia. Sekarang kau mau ngomong apa? Mau terima bahwa allohmu itu terbatas? OKelah

    Di dalam Alquran ada ayat yang menjelaskan, dari ribuan manusia / mahluk yang ingin berbicara dengan Allah Swt, maka Allah lah Yang memutuskan siapa-siapa dari mereka yang diijinkan untuk berbicara denganNya (jadi, Allah itu NGANTOR banget!!). Tidak semua orang ketika ingin berbicara dengan Allah Swt, maka orang itu langsung dapat berbicara denganNya seketika itu juga. Tidak!! Dengan kata lain, kalau kita ingin berbicara dengan Allah, maka itu terserah Allah sendiri, apakah kita diijinkan untuk berbicara denganNya, atau tidak.
    Dia boleh memutuskan tetapi tidak segalan sesuatu yang dia lakukan adalah face to face sehingga dia tidak bisa bertindak. aaahhh

    [78:37] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. MEREKA TIDAK DAPAT BERBICARA DENGAN DIA.

    [78:38] Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; DAN IA MENGUCAPKAN KATA YANG BENAR.
    Apapun ayatnya, kalau segala sesuatu tidak dilakukan di hadapan dia, maka dia bukan mahakuasa. Dia terbatas.

    Jadinya, kalau ada seseorang yang ‘berbicara’ kepada Allah, namun Allah TIDAK MEMALINGKAN WAJAH-NYA kepada orang itu, maka MAU TIDAK MAU orang itu berbicara sendiri!!
    Itu ajaran anda sebagai muslim. Dan sekali lagi membuktikan bahwa Allah muslim tidak mahakuasa. Segala sesuatu terjadi di hadapan Allah Kristen. Jadi Allah kristen lebih besar daripada allah muslim

    Berbicara kepada Allah saja tidak semudah itu, maka apalagi kalau seseorang ingin berbicara kepada Allah yang isinya mengejek Allah????
    Yaaa… karena allah islam tidak mahakuasa. Tidak segala sesuatu terjadi di hadapan dia. Berbeda dengan Allah Kristen dimana segala sesuatu terjadi di hadapan Dia.

    Maka dapat dipastikan, ketika konco2 kamu yang kapir nista itu sedang mengejek Allah, maka apakah sedang terjadi hubungan person2person alias face2face dengan Allah Swt?? Lha apanya yang face2face?? Allah –nya saja tidak sedang dan tidak sudi mendengar tikus2 kamu itu kok!!!
    Bukan hanya karena tidak sudi, tetapi memang dia tidak mahakuasa kok? Masa ada musuh di depan mata, musuh yang dianggap sebagai syrik lagi. Tetapi kok gak bisa membela umatnya sendiri? Aaahhh…. Allah macam apa itu. Dia itu hanya allah yang bodoh.

    Akhirnya, pencobaan terhadap Allah, seperti yang kamu dengung2kan di sini, tidak terbukti ada sama sekali.!!!!
    Yaa.. kalau kamu mengasumsikan bahwa allahmu itu tidak mahakuasa dan tidak segala sesuatu terjadi dihadapannya.

    Beda dengan Jesus kamu yang bau bangkek itu!
    Dia tidak di dalam posisi untuk memberi ijin atau tidak -kepada setan (atau kepada siapa pun) untuk dapat berbicara dengan ‘nya’. Lha katanya dia Tuhan? Kok Tuhan tidak mempunyai posisi untuk memberi ijin berbicara kepada orang-orang tertentu? Pun itu pembicaraan si iblis dengan ‘nya’ itu adalah pembicaraan yang konten nya adalah untuk menistakan sang Jesus. Lha apa itu yang namanya Tuhan?
    Loe boleh saja membenci Yesus, tetapi buktinya terhadap orang yang percaya dia saja si Alloh tidak bisa berkutik? Adohhh…jangan siriklah kalau alloh tidak bisa menghadapi Yesus. Sirik aje lo

    Kalau lah Jesus Tuhan, maka………
    Pertama, PASTILAH ia berada di dalam posisi untuk memberi ijin atau tidak kepada siapa pun untuk berbicara dengannya.
    Dan Dia memberi ijin kepada iblis untuk melakukan itu. Sederhana.

    Kedua, pun pasti pembicaraan itu (yang diijinkan olehnya) pastilah dan haruslah yang berisi pemuliaan terhadapnya.
    Allah mengijinkan sesuatu terjadi. Sesuatu yang menghina Dia, tetapi Dia pada akhirnya menunjukkan bahwa Dialah yang berkuasa. Itu yang dilakukan Yesus. Itu memuliakan Dia

    Nah apakah kedua point tersebut terpenuhi di dalam kasus Jesus dicobai iblis ini?
    Ya.. seperti saya tunjukkan di atas.

    Faktanya, iblis dan Jesus telah berkata2 secara person2person (mau ga mau!!! Buktinya Jesus mau-ga-mau merespon semua kata-kata iblis!). Pun pembicaraan itu berkisar pada pencobaan Jesus. Itu …………adalah FAKTAAAAA!!!!!!
    Kok aneh. Tadi tidak ada term “mau tidak mau.” Kok sekarang di kesimpulan muncul di kesimpulan? Anda paham validitas argumen? Argumenmu tidak valid hai bocah gila.

    Nah akhirnya, apakah Jesus adalah Tuhan?
    Ya.. Yesus Tuhan. Yesus Tuhan karena argumen yang anda konstruksikan untuk menunjukkan Dia bukan Tuhan tidak valid. Ha ha ha.. lucu anda ini. Kemampuan di bawah standar tetapi sok hebat. Mmm

    Pendekatan yang kedua.
    OK Mari kita lihat

    Pendekatan kedua adalah, bahwa istilah mencobai itu menurut konteks sejarah agama ybs. Ingat, agama itu adalah sejarah, sejarah Tuhan. (ahhh.. itu khan katamu. Ahhh.. saya tidak terima itu. Itu definisi anda sendiri. Tetapi mari kita lihat selanjutnya) Sekali lagi, agama itu adalah sejarah, sejarah Tuhan (maksudnya, bukan sejarah Negara atau sejarah tv delele) (ini hanya mengulang yang pertama tanpa argumen pendukunt. Jadi belum dapat diterima). Sejarah itu sendiri adalah APA YANG SUDAH TERJADI di masa lampau, dan yang paling menentukan perkembangan masa sekarang. (OK ini benar. tetapi agama Kristen bukan sejarah. Agama Kristen masih ada)

    Lebih tepatnya lagi, agama adalah sejarah pendirian suatu agama (sekali lagi anda mengulang apa yang anda katakan, tanpa argumentasi.. sooo what?? Itu teori anda yang saya tidak terima.), yang mana sejarah itu sendiri berpusat pada kehidupan sang pendiri agama tersebut, seperti Nabi atau Tuhan dari agama tersebut. (tetapi agama tidak sama dengan sejarah. Itu mau mu saja) Kalau di dalam kristen, maka pribadi itu adalah Jesus, ngkalik!! (Koreksi, orang diganti dengan pribadi, karena Dia bukan sekedar orang)

    Oleh karena itu, agama adalah MASA LALU, bisa dianggap demikian. (Tidak karena realitas agama masih ada sampai sekarang)
    Nah masa sekarang, namanya bukan AGAMA lagi, karena sejarah agama tersebut SUDAH PARIPURNA, sudah selesai, sudah rebes. (Soal pewahyuan sudah selesai, tidak sama dengan agama itu bukan agama lagi. Di sini anda bingung)

    Masa sekarang, disebut dengan AJARAN dari agama tersebut. (Oooo.. kita lihat selanjutnya) Karena masa sekarang adalah masa menjalankan ajaran dari agama tersebut. Tetapi itu tidak berarti bahwa agama itu bukan agama lagi. Agama tetap agama. Tetapi saat ini masa pewahyuan sudah selesai. Tidak mungkin bahwa agama, sejarah agama tersebut, masih berjalan hingga sekarang. (itu islam kali yeee..) Tidak mungkin agama engga kelar-kelar di dalam proses pembentukannya. Tidak mungkin! (tetapi pewahyuan telah selesai tidak berarti bahwa agama bukan agama lagi.. aneh-aneh saja bocah satu ini)

    Kita bikin simple.
    Periode Agama = sejarah (pendirian) agama, dan pastilah itu terjadi di masa lalu. (itu pandangan anda. Tetapi saya tidak mau mengikuti pandangan yang yang tidak beres itu)

    Periode Ajaran = adalah masa sekarang, masa implementasi dari agama tersebut. (itu pandangan anda. Tetapi saya tidak mau mengikuti pandangan yang yang tidak beres itu)

    Sekarang kita mulai. (OK. Saya sudah tunggu dari tadi)
    Kalau ada orang jaman sekarang yang teriak2 bahwa dia menghina Allah Swt, maka jangan dikatakan bahwa Allah Swt bukan lah Tuhan karena dia bisa diejek / dicobai. (OK dengan kata lain, dulu si Alloh itu mahakuasa, tetapi setelah ada agama, maka dia menjadi tidak mahakuasa lagi. Okelah… saya paham)

    Pun, saya juga bisa kok menghina Tuhan Kristen. Namun apakah itu berarti Tuhan Kristen (dianggap) tidak ada? Bukan, bukan begitu cara berfikirnya. (he he he.. anda menghina Dia tidak berarti bahwa Dia bukan Tuhan. Orang Kristen tidak mendasari kepercayaannya kepada Tuhan pada fakta apakah Dia dihina atau tidak. Itu standar anda. Makanya saya menggunakan standar anda untuk melawan anda sendiri. Alias logical ad hominem.. Sesederhana itu coy)

    Di dalam sejarah agama Kristen, dengan kata laen pembentukan agama Kristen itu, dikisahkan bahwa Jesus itu dicobai iblis. Sementara di dalam sejarah agama Islam, Muhammad mau pun Allah Swt tidak pernah dicobai iblis. Faham perbedaannya gak??
    (Kristen bego.. buka karosetan. Masa iui saja tidak bisa tulis dengan tepat? Loe yang melakukan pembedaan seperti itu dan gw tidak terima pembedaan seperti itu. Karena implikasi dari pembedaan seperti itu adalah bahwa allohmu itu hanya mahakuasa di masa lalu. Sekarang tidak lagi. Jadi silahkan mempercayai teori seperti itu dan pujalah sesosok sesembahan yang tidak lagi mahakuasa)

    Intinya, jangan banding2kan pencobaan Jesus itu dengan manusia-manusia jaman sekarang yang mencobai atau menghina Allah Swt! Itu beda jalur, nek!!
    Okelah saya tidak mau membanding-bandingkan lagi karena sesembahanmu tidak mahakuasa. Sudah jelas

    Bandingannya Jesus di Kristen itu adalah Muhammad Saw dan Allah Swt di dalam Islam, nek. Begitu juga sebaliknya.
    Aaahh itu khan pandanganmu. Buktinya si Alloh saja tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang Kristen. Aneh-aneh aja lo coy

    Nah ada nggak kisah di dalam Islam yang menjelaskan bahwa iblis mencobai Muhammad Saw atau Allah Swt?? Tada kan????
    Tidak ada dalam Islam tidak berarti tidak ada. Tetapi yaa.. kalau allah loe khan lemah kayak gitu. Jadi dicobaipun pasti cepat jatuh. Iblisnya kasiah kali yee..??

    Ada pun manusia-manusia sekarang yang menghina mau pun mencobai Tuhan dari suatu agama, maka itu TIDAK MASUK ITUNGAN!!!
    (Ahhh.. itu khan untuk si Alloh yang sudah tidak mahakuasa lagi. Untuk Yahweh, mereka masuk hitungan)

    Apa dasarnya buat kamu untuk membanding-bandingkan antara pencobaan Jesus oleh iblis (dalam sejarah Kristen itu) DENGAN pencobaan manusia-manusia engkar terhadap Allah Swt??? Gakk nyambung nekkk!!!
    Sudah.. gw gak mau banding-banding lagi…. sudah jelas kok dia tidak mahakuasa dan kau sengaja menyembunyikan diri di balik definisimu tentang agama yang tidak beres-beres itu.

    Lagian kan sudah saya bilang, ……………
    banyak manusia manusia yang menghina Tuhan hindu.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Buddha.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan yahudi.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Zoroaster.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Kristen.

    Nah apakah itu berarti bahwa Tuhan Tuhan yang dihina itu JADI TIDAK ADA SAMA SEKALI?? Engga kan???
    Tanpa dihinapun, tuhan-tuhan Hidu, Budha (emang Budha ada tuhannya???), Yahudi, Zoroaster, bukan Tuhan. Allah Kristen yang Tuhan. Jadi itu tidak ada hubungan. Apa yang loe katakan hanya akan memangkas kaki-kaki argumen lo. Masa seperti saja tidak tahu??

    Kamu silahkan saja menghina Allah Swt sambil menantang Allah Swt … dan kemudian ternyata di dalam pandangan kamu itu Allah berdiam diri sehingga itu artinya Allah Swt tidak ada. namun apakah itu berarti bahwa Allah Swt tidak ada?
    Jadi loe harus menggunakan definisi yang tidak jelas tentang agama lalu menggunakan standar ganda untuk bisa percaya kepada Allah lo. Mmmm.. Ok.. gw taulah kalau muslim sering melakukan itu. Dan saat ini gw bertemu lagi dengan muslim kayak lo

    Ingat, sekarang ini adalah periode AJARAN, bukan periode AGAMA.
    Sekarang kita menjalankan AJARAN dari AGAMA tersebut.
    Ahhh.. itu khan definisi lo. Gw gak terima definisi seperti itu. Agama tetaplah agama saat ini. Allah tidak menjadi tidak mahakuasa pasca jaman pewahyuan berhenti.

    Kalau sekarang (sekali lagi: SEKARANG!) Allah Swt merespon tantangan kamu, maka berarti sekarang ini Islam MASIH DI DALAM PROSES PEMBENTUKAN. Tambah engga mungkin!
    Lho…..katanya Allahmu sudah masa lalu dan tidak respon lagi. Mungkin sudah berkarat. Kok sekarang dikatakan saya sedang dalam proses pembentukan? Masa besi karat dapat membentuk saya? Gw hanya berpikri sekarang loe yang lagi dipersiapkan sama Tuhan untuk menjadi Kristen. Seperti Paulus yang suka membunuh orang Kristen

    Jadi, Allah Swt itu berdiam diri (atas tantangan kamu). Mengapa? Yeah karena AJARAN sudah lengkap. Ajaran itu salah satu nya berbunyi, bahwa mereka yang menantang Allah, nanti akan berhadapan denganNya di akhirat. Mereka yang menantang Allah, maka Allah beri mereka kesempatan untuk menikmati hidup di Dunia ini. Nanti dia akan mati. Dan sesudah mati, maka Allah Swt akan membuat perhitungan dengan orang itu. Faham?
    Aahhh.. jadi setelajh ajaran islam lengkap. Si Alloh pensiun dan alias tidak mahakuasa lagi sehingga sekarang tergantung kepada muslim untuk membunuh orang dan memaksa orang masuk islam. Okelah. Saya paham

    Masalah menantang Allah ini, untuk membuktikan apakah Allah Swt itu ada atau tidak, dapat kamu baca di artikel saya yang merupakan hasil debat saya dengan jidat kapirit di ffi. Klik aja http://islamthis.wordpress.com/2010/08/31/tantangan-untuk-allah-matikan-saya/
    He he he pasti dengan teori yang tidak jelas tentang perbedaan antara agama dan jaman sekarang lagi. Aahhh….. Ok. kalau ada waktu gw liat

    Nanti akan saya jelaskan tentang mubahalah itu. Insya Allah!
    Aaaaaa…. yaaaa.a…. pasti berusaha untuk menunjukkan bahwa si Alloh tidak mahakuasa lagi saat ini. Itu tebakan gw. Gw tunggu

    • whereisthewisdom berkata:

      Ya, Allah memang ada, dan mendengar perkataan si kapir yg menghinaNya. Ya! tapi kamu kelewat bodoh, cucu jelek!!!

      Karena itu setiap penghinaan adalah penghinaan langsung terhadap Allah

      Allah mendengar, tapi Allah tidak menggubris.
      Yesus juga mendengar dan Dia tidak mau peduli pada saat itu

      Sekarang kita balik ke fakta sejarah agama yg diakui masing2 pemeluknya aja.
      Kenapa fakta sejarah? Jadi apakah allahmu itu hanya Allah sejarah yang tidak bekerja saat ini??? MMm

      Jesus telah dicobai iblis, secara person to person, face to face.
      sementara Allah swt TIDAK PERNAH dicobai iblis secara person to person (gak mungkin layaw!). pembicaraannya ga usah dilebarin ke mana mana deh. Kamu nanti jadi tambah kacok. Faham?

      Yaa.. si Awloh tidak pernah dicobai oleh iblis secara Face to Face karena itu Allahmu tidak kuat saat bertemu dengan Kristus. Masa umatnya dibiarkan lari pontang panting dari orang Kristen (yang notabene bukan rasul lho ya).. Alloh yang bodoh.. sudah bodoh tidak kuat lagi…

      Hanya Tuhan yesus sajalah yg pernah dicobai iblis. tau gak??
      Itu menunjukkan bahwa Yesus spesial. Dia dicobai oleh Iblis. Dia berhadapan langsung dengan Iblis dan Dia tidak diapa-apakan oleh Iblis. Ia tidak berdosa saat dibujuk iblis. Malah Iblis yang melarikan diri. Allohmu??? aaahh si allohmu khan hanya ada di kepalamu saja. Di dalam pikiranmu saja

      Saya dah bilang, org2 kapir menghina tuhan hindu, bahkan itu dikatakan secara person to person menurut interpretasi kamu. Maka apakah itu berarti Tuhan Tuhan hindu jadi tidak ada? Banyak kapir2 yang menghina Tuhan Buddha. Maka apakah itu berarti Tuhan di dalam agama Buddha jadi tidak ada?
      Ya.. apa yang anda kemukakan tidak ada hubungan dengan ada tidaknya Tuhan tetapi dengan apakah mereka yang disebut tuhan itu layak disebut Tuhan atau tidak. Aaaaahhhh… anda ini mengerti tidak ya?

      Ada dua pendekatan yang harus kita gunakan untuk menjelaskan masalah mencobai Tuhan ini.
      Pendekatan apa? Aaahh anda ini ngomong teori yang macam-macam tetapi logika sederhana tidak bisa dibahas. Ini pendekatan apa? Dasarnya apa? Anda comot dari mana dasar-dasar ini?

      Pendekatan pertama.
      Pendekatan person to person or facetoface.
      Jangan kamu pikir bahwa person to person (atau face2face) berarti bahwa saat kita menghina / mencobai Tuhan, kemudian Tuhannya tidak menjawab, maka diartikan bahwa Tuhan itu tidak maha mendengar. Tidak! Jelas Tuhan mendengar (menurut kepercayaan masing2 agama ybs).

      Memang Tuhan mendengar, namun Tuhan nya kala itu pasti tidak sedang berada face2face. Nah itulah yang terjadi ketika kapir2 menghina Allah Swt. Oke lah kapir2 itu menganggap mereka sedang face2face dengan Allah Swt, namun apakah Allah Swt nya mau face2face dengan mereka? Engga kan? Sekarang kau mau ngemeng apa?
      Jadi Tuhanmu dibatasi oleh ruang sehingga setiap tidak setiap saat dia sedang face to face dengan manusia. Allah macam apa itu? Aaahhh.. allah yang memalukan. Sedangkan Allah Kristen, setiap saat anda sedang face to face dengan Dia. Semua yang anda kerjakan, anda kerjakan di hadapan Dia. Sekarang kau mau ngomong apa? Mau terima bahwa allohmu itu terbatas? OKelah

      Di dalam Alquran ada ayat yang menjelaskan, dari ribuan manusia / mahluk yang ingin berbicara dengan Allah Swt, maka Allah lah Yang memutuskan siapa-siapa dari mereka yang diijinkan untuk berbicara denganNya (jadi, Allah itu NGANTOR banget!!). Tidak semua orang ketika ingin berbicara dengan Allah Swt, maka orang itu langsung dapat berbicara denganNya seketika itu juga. Tidak!! Dengan kata lain, kalau kita ingin berbicara dengan Allah, maka itu terserah Allah sendiri, apakah kita diijinkan untuk berbicara denganNya, atau tidak.
      Dia boleh memutuskan tetapi tidak segalan sesuatu yang dia lakukan adalah face to face sehingga dia tidak bisa bertindak. aaahhh

      [78:37] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. MEREKA TIDAK DAPAT BERBICARA DENGAN DIA.

      [78:38] Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; DAN IA MENGUCAPKAN KATA YANG BENAR.
      Apapun ayatnya, kalau segala sesuatu tidak dilakukan di hadapan dia, maka dia bukan mahakuasa. Dia terbatas.

      Jadinya, kalau ada seseorang yang ‘berbicara’ kepada Allah, namun Allah TIDAK MEMALINGKAN WAJAH-NYA kepada orang itu, maka MAU TIDAK MAU orang itu berbicara sendiri!!
      Itu ajaran anda sebagai muslim. Dan sekali lagi membuktikan bahwa Allah muslim tidak mahakuasa. Segala sesuatu terjadi di hadapan Allah Kristen. Jadi Allah kristen lebih besar daripada allah muslim

      Berbicara kepada Allah saja tidak semudah itu, maka apalagi kalau seseorang ingin berbicara kepada Allah yang isinya mengejek Allah????
      Yaaa… karena allah islam tidak mahakuasa. Tidak segala sesuatu terjadi di hadapan dia. Berbeda dengan Allah Kristen dimana segala sesuatu terjadi di hadapan Dia.

      Maka dapat dipastikan, ketika konco2 kamu yang kapir nista itu sedang mengejek Allah, maka apakah sedang terjadi hubungan person2person alias face2face dengan Allah Swt?? Lha apanya yang face2face?? Allah –nya saja tidak sedang dan tidak sudi mendengar tikus2 kamu itu kok!!!
      Bukan hanya karena tidak sudi, tetapi memang dia tidak mahakuasa kok? Masa ada musuh di depan mata, musuh yang dianggap sebagai syrik lagi. Tetapi kok gak bisa membela umatnya sendiri? Aaahhh…. Allah macam apa itu. Dia itu hanya allah yang bodoh.

      Akhirnya, pencobaan terhadap Allah, seperti yang kamu dengung2kan di sini, tidak terbukti ada sama sekali.!!!!
      Yaa.. kalau kamu mengasumsikan bahwa allahmu itu tidak mahakuasa dan tidak segala sesuatu terjadi dihadapannya.

      Beda dengan Jesus kamu yang bau bangkek itu!
      Dia tidak di dalam posisi untuk memberi ijin atau tidak -kepada setan (atau kepada siapa pun) untuk dapat berbicara dengan ‘nya’. Lha katanya dia Tuhan? Kok Tuhan tidak mempunyai posisi untuk memberi ijin berbicara kepada orang-orang tertentu? Pun itu pembicaraan si iblis dengan ‘nya’ itu adalah pembicaraan yang konten nya adalah untuk menistakan sang Jesus. Lha apa itu yang namanya Tuhan?
      Loe boleh saja membenci Yesus, tetapi buktinya terhadap orang yang percaya dia saja si Alloh tidak bisa berkutik? Adohhh…jangan siriklah kalau alloh tidak bisa menghadapi Yesus. Sirik aje lo

      Kalau lah Jesus Tuhan, maka………
      Pertama, PASTILAH ia berada di dalam posisi untuk memberi ijin atau tidak kepada siapa pun untuk berbicara dengannya.
      Dan Dia memberi ijin kepada iblis untuk melakukan itu. Sederhana.

      Kedua, pun pasti pembicaraan itu (yang diijinkan olehnya) pastilah dan haruslah yang berisi pemuliaan terhadapnya.
      Allah mengijinkan sesuatu terjadi. Sesuatu yang menghina Dia, tetapi Dia pada akhirnya menunjukkan bahwa Dialah yang berkuasa. Itu yang dilakukan Yesus. Itu memuliakan Dia

      Nah apakah kedua point tersebut terpenuhi di dalam kasus Jesus dicobai iblis ini?
      Ya.. seperti saya tunjukkan di atas.

      Faktanya, iblis dan Jesus telah berkata2 secara person2person (mau ga mau!!! Buktinya Jesus mau-ga-mau merespon semua kata-kata iblis!). Pun pembicaraan itu berkisar pada pencobaan Jesus. Itu …………adalah FAKTAAAAA!!!!!!
      Kok aneh. Tadi tidak ada term “mau tidak mau.” Kok sekarang di kesimpulan muncul di kesimpulan? Anda paham validitas argumen? Argumenmu tidak valid hai bocah gila.

      Nah akhirnya, apakah Jesus adalah Tuhan?
      Ya.. Yesus Tuhan. Yesus Tuhan karena argumen yang anda konstruksikan untuk menunjukkan Dia bukan Tuhan tidak valid. Ha ha ha.. lucu anda ini. Kemampuan di bawah standar tetapi sok hebat. Mmm

      Pendekatan yang kedua.
      OK Mari kita lihat

      Pendekatan kedua adalah, bahwa istilah mencobai itu menurut konteks sejarah agama ybs. Ingat, agama itu adalah sejarah, sejarah Tuhan. (ahhh.. itu khan katamu. Ahhh.. saya tidak terima itu. Itu definisi anda sendiri. Tetapi mari kita lihat selanjutnya) Sekali lagi, agama itu adalah sejarah, sejarah Tuhan (maksudnya, bukan sejarah Negara atau sejarah tv delele) (ini hanya mengulang yang pertama tanpa argumen pendukunt. Jadi belum dapat diterima). Sejarah itu sendiri adalah APA YANG SUDAH TERJADI di masa lampau, dan yang paling menentukan perkembangan masa sekarang. (OK ini benar. tetapi agama Kristen bukan sejarah. Agama Kristen masih ada)

      Lebih tepatnya lagi, agama adalah sejarah pendirian suatu agama (sekali lagi anda mengulang apa yang anda katakan, tanpa argumentasi.. sooo what?? Itu teori anda yang saya tidak terima.), yang mana sejarah itu sendiri berpusat pada kehidupan sang pendiri agama tersebut, seperti Nabi atau Tuhan dari agama tersebut. (tetapi agama tidak sama dengan sejarah. Itu mau mu saja) Kalau di dalam kristen, maka pribadi itu adalah Jesus, ngkalik!! (Koreksi, orang diganti dengan pribadi, karena Dia bukan sekedar orang)

      Oleh karena itu, agama adalah MASA LALU, bisa dianggap demikian. (Tidak karena realitas agama masih ada sampai sekarang)
      Nah masa sekarang, namanya bukan AGAMA lagi, karena sejarah agama tersebut SUDAH PARIPURNA, sudah selesai, sudah rebes. (Soal pewahyuan sudah selesai, tidak sama dengan agama itu bukan agama lagi. Di sini anda bingung)

      Masa sekarang, disebut dengan AJARAN dari agama tersebut. (Oooo.. kita lihat selanjutnya) Karena masa sekarang adalah masa menjalankan ajaran dari agama tersebut. Tetapi itu tidak berarti bahwa agama itu bukan agama lagi. Agama tetap agama. Tetapi saat ini masa pewahyuan sudah selesai. Tidak mungkin bahwa agama, sejarah agama tersebut, masih berjalan hingga sekarang. (itu islam kali yeee..) Tidak mungkin agama engga kelar-kelar di dalam proses pembentukannya. Tidak mungkin! (tetapi pewahyuan telah selesai tidak berarti bahwa agama bukan agama lagi.. aneh-aneh saja bocah satu ini)

      Kita bikin simple.
      Periode Agama = sejarah (pendirian) agama, dan pastilah itu terjadi di masa lalu. (itu pandangan anda. Tetapi saya tidak mau mengikuti pandangan yang yang tidak beres itu)

      Periode Ajaran = adalah masa sekarang, masa implementasi dari agama tersebut. (itu pandangan anda. Tetapi saya tidak mau mengikuti pandangan yang yang tidak beres itu)

      Sekarang kita mulai. (OK. Saya sudah tunggu dari tadi)
      Kalau ada orang jaman sekarang yang teriak2 bahwa dia menghina Allah Swt, maka jangan dikatakan bahwa Allah Swt bukan lah Tuhan karena dia bisa diejek / dicobai. (OK dengan kata lain, dulu si Alloh itu mahakuasa, tetapi setelah ada agama, maka dia menjadi tidak mahakuasa lagi. Okelah… saya paham)

      Pun, saya juga bisa kok menghina Tuhan Kristen. Namun apakah itu berarti Tuhan Kristen (dianggap) tidak ada? Bukan, bukan begitu cara berfikirnya. (he he he.. anda menghina Dia tidak berarti bahwa Dia bukan Tuhan. Orang Kristen tidak mendasari kepercayaannya kepada Tuhan pada fakta apakah Dia dihina atau tidak. Itu standar anda. Makanya saya menggunakan standar anda untuk melawan anda sendiri. Alias logical ad hominem.. Sesederhana itu coy)

      Di dalam sejarah agama Kristen, dengan kata laen pembentukan agama Kristen itu, dikisahkan bahwa Jesus itu dicobai iblis. Sementara di dalam sejarah agama Islam, Muhammad mau pun Allah Swt tidak pernah dicobai iblis. Faham perbedaannya gak??
      (Kristen bego.. buka karosetan. Masa iui saja tidak bisa tulis dengan tepat? Loe yang melakukan pembedaan seperti itu dan gw tidak terima pembedaan seperti itu. Karena implikasi dari pembedaan seperti itu adalah bahwa allohmu itu hanya mahakuasa di masa lalu. Sekarang tidak lagi. Jadi silahkan mempercayai teori seperti itu dan pujalah sesosok sesembahan yang tidak lagi mahakuasa)

      Intinya, jangan banding2kan pencobaan Jesus itu dengan manusia-manusia jaman sekarang yang mencobai atau menghina Allah Swt! Itu beda jalur, nek!!
      Okelah saya tidak mau membanding-bandingkan lagi karena sesembahanmu tidak mahakuasa. Sudah jelas

      Bandingannya Jesus di Kristen itu adalah Muhammad Saw dan Allah Swt di dalam Islam, nek. Begitu juga sebaliknya.
      Aaahh itu khan pandanganmu. Buktinya si Alloh saja tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang Kristen. Aneh-aneh aja lo coy

      Nah ada nggak kisah di dalam Islam yang menjelaskan bahwa iblis mencobai Muhammad Saw atau Allah Swt?? Tada kan????
      Tidak ada dalam Islam tidak berarti tidak ada. Tetapi yaa.. kalau allah loe khan lemah kayak gitu. Jadi dicobaipun pasti cepat jatuh. Iblisnya kasiah kali yee..??

      Ada pun manusia-manusia sekarang yang menghina mau pun mencobai Tuhan dari suatu agama, maka itu TIDAK MASUK ITUNGAN!!!
      (Ahhh.. itu khan untuk si Alloh yang sudah tidak mahakuasa lagi. Untuk Yahweh, mereka masuk hitungan)

      Apa dasarnya buat kamu untuk membanding-bandingkan antara pencobaan Jesus oleh iblis (dalam sejarah Kristen itu) DENGAN pencobaan manusia-manusia engkar terhadap Allah Swt??? Gakk nyambung nekkk!!!
      Sudah.. gw gak mau banding-banding lagi…. sudah jelas kok dia tidak mahakuasa dan kau sengaja menyembunyikan diri di balik definisimu tentang agama yang tidak beres-beres itu.

      Lagian kan sudah saya bilang, ……………
      banyak manusia manusia yang menghina Tuhan hindu.
      Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Buddha.
      Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan yahudi.
      Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Zoroaster.
      Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Kristen.

      Nah apakah itu berarti bahwa Tuhan Tuhan yang dihina itu JADI TIDAK ADA SAMA SEKALI?? Engga kan???
      Tanpa dihinapun, tuhan-tuhan Hidu, Budha (emang Budha ada tuhannya???), Yahudi, Zoroaster, bukan Tuhan. Allah Kristen yang Tuhan. Jadi itu tidak ada hubungan. Apa yang loe katakan hanya akan memangkas kaki-kaki argumen lo. Masa seperti saja tidak tahu??

      Kamu silahkan saja menghina Allah Swt sambil menantang Allah Swt … dan kemudian ternyata di dalam pandangan kamu itu Allah berdiam diri sehingga itu artinya Allah Swt tidak ada. namun apakah itu berarti bahwa Allah Swt tidak ada?
      Jadi loe harus menggunakan definisi yang tidak jelas tentang agama lalu menggunakan standar ganda untuk bisa percaya kepada Allah lo. Mmmm.. Ok.. gw taulah kalau muslim sering melakukan itu. Dan saat ini gw bertemu lagi dengan muslim kayak lo

      Ingat, sekarang ini adalah periode AJARAN, bukan periode AGAMA.
      Sekarang kita menjalankan AJARAN dari AGAMA tersebut.
      Ahhh.. itu khan definisi lo. Gw gak terima definisi seperti itu. Agama tetaplah agama saat ini. Allah tidak menjadi tidak mahakuasa pasca jaman pewahyuan berhenti.

      Kalau sekarang (sekali lagi: SEKARANG!) Allah Swt merespon tantangan kamu, maka berarti sekarang ini Islam MASIH DI DALAM PROSES PEMBENTUKAN. Tambah engga mungkin!
      Lho…..katanya Allahmu sudah masa lalu dan tidak respon lagi. Mungkin sudah berkarat. Kok sekarang dikatakan saya sedang dalam proses pembentukan? Masa besi karat dapat membentuk saya? Gw hanya berpikri sekarang loe yang lagi dipersiapkan sama Tuhan untuk menjadi Kristen. Seperti Paulus yang suka membunuh orang Kristen

      Jadi, Allah Swt itu berdiam diri (atas tantangan kamu). Mengapa? Yeah karena AJARAN sudah lengkap. Ajaran itu salah satu nya berbunyi, bahwa mereka yang menantang Allah, nanti akan berhadapan denganNya di akhirat. Mereka yang menantang Allah, maka Allah beri mereka kesempatan untuk menikmati hidup di Dunia ini. Nanti dia akan mati. Dan sesudah mati, maka Allah Swt akan membuat perhitungan dengan orang itu. Faham?
      Aahhh.. jadi setelajh ajaran islam lengkap. Si Alloh pensiun dan alias tidak mahakuasa lagi sehingga sekarang tergantung kepada muslim untuk membunuh orang dan memaksa orang masuk islam. Okelah. Saya paham

      Masalah menantang Allah ini, untuk membuktikan apakah Allah Swt itu ada atau tidak, dapat kamu baca di artikel saya yang merupakan hasil debat saya dengan jidat kapirit di ffi. Klik aja http://islamthis.wordpress.com/2010/08/31/tantangan-untuk-allah-matikan-saya/
      He he he pasti dengan teori yang tidak jelas tentang perbedaan antara agama dan jaman sekarang lagi. Aahhh….. Ok. kalau ada waktu gw liat

      Nanti akan saya jelaskan tentang mubahalah itu. Insya Allah!
      Aaaaaa…. yaaaa.a…. pasti berusaha untuk menunjukkan bahwa si Alloh tidak mahakuasa lagi saat ini. Itu tebakan gw. Gw tunggu

  7. islamthis berkata:

    jadi kesimpulannya adalah, bahwa jesus bukan tuhan, karena ia sudah dicobai iblis. tidak mungkin tuhan itu dicobai iblis….

    di lain pihak, islam tidak pernah mengisahkan bahwa iblis mencobai Muhammad mau pun Allah swt.

    kalaulah pernah kejadian di mana iblis mencobai Muhammad, maka itu pun masih wajar, karena toh muhammad saw adl manusia juga. tapi kebalikannya, bukankah jesus itu adalah tuhan?? kok tuhan bisa dicobai setan??

    • whereisthewisdom berkata:

      Kesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan itu hanya akan valid kalau diasumsikan bahwa Allah adalah Allah yang dibatasi ruang dan waktu sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa kalau dia tidak ada di tempat sang penghujat. Kok Islam bisa ya menjadikan dia sebagai Tuhan? Hebat sekali!

  8. islamthis berkata:

    ha ha ha ha …. kebakaran jenggot dia sekarang!!

    ha ha ha ha karena menurut loe gw sedang kebakaran jenggot, makanya loe sedang?? ck ck ck ck.. padaha seperti gw tunjukkan di depan, lloe yang gak paham apa itu logicak ad hominen

    terlihat sekali dg cara dia mengetik bantahan2nya ….
    Haaa…. orang berubah gaya sedikit.. dibilang kebakaran jenggot. Apakah muslim hanya bisa seperti ini? Mana tanggapan terhadap argumen gw?

    kebakaran jenggot nihyee ..
    biasa aje kali yeee…. aaahh.. bocah tukang klaim seperti anda mah sudah sering hadir di sini.. he he he

    semua bantahan dia itu, cuma klaim doang! engga ada landasannyah!!
    He he he…. loe tahu gak gw sedang melakukan logical ad hominem di sana. Gw sedang menggunakan standar loe. Ha ha ha… hasilnya?? Dia pikir gw yang kebakaran jenggont. he he he

    dia bilang, KALAU BEGITU ALLAH TIDAK BERKUASA!!
    Ha ha ha ha….. he he.. loe tau gak gw sedang berargumen logical ad hominem di sana? ha ha ha ha.. Masa hal sesederhana itu saja tidak paham?

    saya jawab,
    emang yesus berkuasa?? kok musuh2 nya masih berkeliaran di bumi?
    kok banyak gereja diruntuhkan, jesus diam aja?
    sudah banyak yg mualaf dan meninggalkan karosetan. kok jesus diam aja?
    Itu justeru menunjukkan bahwa kalau gw konsisten dengan standar gw, maka Yesus tetaplah Tuhan. Khan loe yang mengklaim bahwa kalau Dia dicobai maka Dia bukan Tuhan? Gw pake logical Ad hominem, masa loe gak tau.. Kasian deh lo. Loe ngerti Logical ad hominem gak coy? He he he he

    barbara thiering sudah bikin thesis yg membuktikan bhw jesus itu poligami (dan tekekbengek) yg intinya bhw jesus bukan tuhan. kok jesus diem aja??
    he he he masa logical ad hominem aja gak paham?

    org karosetan dibantai di mesir, di afrika. kok jesus diem aja??
    Aaahhh…. lo ngerti logical ad homimen gak? Yang gw tunjukkan adalah bahwa kalau kita konsisten terhadan standar loe, maka bukan hanya Yesus yang bukan Allah, si awlloh pun bukan Allah. Naah.. bukannya loe sadar akan kekonyolan loe, tetapi menganggap seolah-olah itu adalah argumen proper gw. ha ha ha caoe deh

    ha ha ha ha ..
    He he he he.. kasian ada orang yang menertawakan kebodohan sendiri.

    • whereisthewisdom berkata:

      ha ha ha ha …. kebakaran jenggot dia sekarang!!

      ha ha ha ha karena menurut loe gw sedang kebakaran jenggot, makanya loe sedang?? ck ck ck ck.. padaha seperti gw tunjukkan di depan, lloe yang gak paham apa itu logicak ad hominen

      terlihat sekali dg cara dia mengetik bantahan2nya ….
      Haaa…. orang berubah gaya sedikit.. dibilang kebakaran jenggot. Apakah muslim hanya bisa seperti ini? Mana tanggapan terhadap argumen gw?

      kebakaran jenggot nihyee ..
      biasa aje kali yeee…. aaahh.. bocah tukang klaim seperti anda mah sudah sering hadir di sini.. he he he

      semua bantahan dia itu, cuma klaim doang! engga ada landasannyah!!
      He he he…. loe tahu gak gw sedang melakukan logical ad hominem di sana. Gw sedang menggunakan standar loe. Ha ha ha… hasilnya?? Dia pikir gw yang kebakaran jenggont. he he he

      dia bilang, KALAU BEGITU ALLAH TIDAK BERKUASA!!
      Ha ha ha ha….. he he.. loe tau gak gw sedang berargumen logical ad hominem di sana? ha ha ha ha.. Masa hal sesederhana itu saja tidak paham?

      saya jawab,
      emang yesus berkuasa?? kok musuh2 nya masih berkeliaran di bumi?
      kok banyak gereja diruntuhkan, jesus diam aja?
      sudah banyak yg mualaf dan meninggalkan karosetan. kok jesus diam aja?
      Itu justeru menunjukkan bahwa kalau gw konsisten dengan standar gw, maka Yesus tetaplah Tuhan. Khan loe yang mengklaim bahwa kalau Dia dicobai maka Dia bukan Tuhan? Gw pake logical Ad hominem, masa loe gak tau.. Kasian deh lo. Loe ngerti Logical ad hominem gak coy? He he he he

      barbara thiering sudah bikin thesis yg membuktikan bhw jesus itu poligami (dan tekekbengek) yg intinya bhw jesus bukan tuhan. kok jesus diem aja??
      he he he masa logical ad hominem aja gak paham?

      org karosetan dibantai di mesir, di afrika. kok jesus diem aja??
      Aaahhh…. lo ngerti logical ad homimen gak? Yang gw tunjukkan adalah bahwa kalau kita konsisten terhadan standar loe, maka bukan hanya Yesus yang bukan Allah, si awlloh pun bukan Allah. Naah.. bukannya loe sadar akan kekonyolan loe, tetapi menganggap seolah-olah itu adalah argumen proper gw. ha ha ha caoe deh

      ha ha ha ha ..
      He he he he.. kasian ada orang yang menertawakan kebodohan sendiri.

  9. islamthis berkata:

    yg jelas saya engga terima!

    saya engga terima, komen / postingan saya kamu acak2 dg meng-insert-kan teks2 kamu!! itu membuat viewwers lain akan menjadi bingung!

    itu membuat point saya jadi datar sama sekali. saya engga terima!

    kalo mau bantah, bantahlah di klik ‘post comment’ berikutnya. bikin di tempat sendirik! jangan acak2 tulisan orang!

    itu namanya engga sopan!

    kamu dolo yg jerit2 krn postingan kamu di blog saya – saya sensor (alias saya edit / acak2). nha skg kamu sendiri yg acak2 tulisan saya!!

    dasar kapirit tengik!!

    Loe gak terima.. ya urusan loe… silahkan edit sendiri! Gw punya hak untuk menentukan cara gw merespon terhadap tulisan lo. Kata kasar diedit. Ini juga hanya sejenis ad hominen tindakan buat lo.

    • whereisthewisdom berkata:

      yg jelas saya engga terima!

      saya engga terima, komen / postingan saya kamu acak2 dg meng-insert-kan teks2 kamu!! itu membuat viewwers lain akan menjadi bingung!

      itu membuat point saya jadi datar sama sekali. saya engga terima!

      kalo mau bantah, bantahlah di klik ‘post comment’ berikutnya. bikin di tempat sendirik! jangan acak2 tulisan orang!

      itu namanya engga sopan!

      kamu dolo yg jerit2 krn postingan kamu di blog saya – saya sensor (alias saya edit / acak2). nha skg kamu sendiri yg acak2 tulisan saya!!

      dasar kapirit tengik!!

      Loe gak terima.. ya urusan loe… silahkan edit sendiri! Gw punya hak untuk menentukan cara gw merespon terhadap tulisan lo. Kata kasar diedit. Ini juga hanya sejenis ad hominen tindakan buat lo.

  10. islamthis berkata:

    yg jelas bangkek ini engga ngerti point saya.

    saya bilang, bhw agama itu adalah sejarah.
    eh dia merespons seolah jaman skg agama sudah tamat.

    ha ha hah ..

    saya tegaskan:
    periode agama: masa lalu.
    periode ajaran: masa skg.

    dikhotomi masa lalu (agama) dan masa skg (ajaran dr agama tsb), hanyalah saya uraian dalam konteks PERIODIS!

    ya memang! memang benar bhw agama skg masih eksis. islam eksis. kristen eksis. hindu eksis (menurut kepercayaan masing2 umat). tapi bukan itu maksud saya.

    maksud saya adalah periodikalisasi nya, bangkek!!

    Jadi Alloh punya periode bekerja. Pada saat agama, dia masih aktif bekerja, Dia masih mahakuasa. Tetapi setelah itu dia menjadi tidak mahakuasa lagi. Gw paham kok

    • whereisthewisdom berkata:

      yg jelas bangkek ini engga ngerti point saya.

      saya bilang, bhw agama itu adalah sejarah.
      eh dia merespons seolah jaman skg agama sudah tamat.

      ha ha hah ..

      saya tegaskan:
      periode agama: masa lalu.
      periode ajaran: masa skg.

      dikhotomi masa lalu (agama) dan masa skg (ajaran dr agama tsb), hanyalah saya uraian dalam konteks PERIODIS!

      ya memang! memang benar bhw agama skg masih eksis. islam eksis. kristen eksis. hindu eksis (menurut kepercayaan masing2 umat). tapi bukan itu maksud saya.

      maksud saya adalah periodikalisasi nya, bangkek!!

      Jadi Alloh punya periode bekerja. Pada saat agama, dia masih aktif bekerja, Dia masih mahakuasa. Tetapi setelah itu dia menjadi tidak mahakuasa lagi. Gw paham kok

  11. islamthis berkata:

    ini, saya copas dari blog saya, http://islamthis.wordpress.com/2011/01/17/silogisme-kacau-karosetan-ancoooooorrrr/

    awas kalo kamu acak2!!!

    ===================
    Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

    Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

    Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

    Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

    Ceritanya begini ….

    Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

    Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

    Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

    Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

    Ceritanya begini ….

    Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

    Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.

    Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

    Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

    Ceritanya begini ….

    Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.

    Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongen yang indah?”.

    Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.

    Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.

    Ceritanya begini ….

    ………….begitu seterusnya sampe mabokkk!!!
    ==================

    Jungkir-balik usaha manusia manusia karosetan untuk dapat mempertahankan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan. Biar bagaimana pun mereka ingat bahwa Alkitab tidak mempunyai satu pun ayat yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…

    Pun jungkir-balik lah manusia manusia karosetan untuk dapat memelintir kata dan semua ayat yang ada di dalam Alkitab mereka supaya dapat mengamankan dan melanggengkan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan, terlebih dengan tidak adanya ayat di dalam Alkitab yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…

    Sangat perih sekali bagi manusia manusia karosetan ketika di dalam Alkitab mereka justru dijumpai ayat di dalam Markus 10 ayat 18 yang berbunyi ………….

    Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

    Maka apakah lagi usaha mereka untuk dapat mengamankan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan?

    Mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

    Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus adalah baik

    3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

    Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

    Coba kita renungkan.

    Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

    Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

    Jesus itu baik sebagai manusia?

    Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

    @Berak

    @Kentut

    @Kencing

    @Lapar

    @Keringat bau.

    @Punya nafsu sex

    @ delele.

    Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

    Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

    3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

    Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

    Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

    Jesus itu baik sebagai Tuhan?

    Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

    Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.

    Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

    Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

    Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

    Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

    Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

    Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

    Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

    Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus adalah baik

    3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

    Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

    Coba kita renungkan.

    Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

    Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

    Jesus itu baik sebagai manusia?

    Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

    @Berak

    @Kentut

    @Kencing

    @Lapar

    @Keringat bau.

    @Punya nafsu sex

    @ delele.

    Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

    Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

    3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

    Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

    Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

    Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

    Jesus itu baik sebagai Tuhan?

    Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

    Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.

    Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

    Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

    Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

    Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

    Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

    Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

    Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

    Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus adalah baik

    3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

    Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

    Coba kita renungkan.

    Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

    Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

    Jesus itu baik sebagai manusia?

    Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

    @Berak

    @Kentut

    @Kencing

    @Lapar

    @Keringat bau.

    @Mulunya bau kalau bangun tidur.

    @Jembutan

    @Punya nafsu sex

    @ delele.

    Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

    Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

    3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

    Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

    Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

    Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

    Jesus itu baik sebagai Tuhan?

    Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

    Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.

    Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

    Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

    Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

    Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

    Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

    Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

    Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …

    Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus adalah baik

    3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah

    Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.

    Coba kita renungkan.

    Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.

    Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?

    Jesus itu baik sebagai manusia?

    Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:

    @Berak

    @Kentut

    @Kencing

    @Lapar

    @Keringat bau.

    @Mulunya bau kalau bangun tidur.

    @Jembutan

    @Punya nafsu sex

    @ delele.

    Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.

    Kita kembalikan kepada silogisme tadi:

    1. Premis 1: Hanya Allah yang baik

    2. Premis 2: Yesus TIDAK baik

    3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.

    Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.

    Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.

    Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?

    Jesus itu baik sebagai Tuhan?

    Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.

    Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.

    Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?

    Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:

    Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?

    Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,

    Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:

    dst……….

    dst………………

    dst……………………

    dst…………………………

    Demikian lah manusia manusia karosetan akan terus berputar-putar pada paragraph di atas sampai hari kiamat.

    Dan pada setiap putaran itu, manusia manusia karosetan itu tidak akan sampai pada kesimpulan / kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan (karena kalau lah Jesus itu Tuhan, hal itu berasal dari ayat mana di dalam Alkitab?). Namun sebaliknya, setiap putaran hanya akan memastikan bahwa Jesus adalah manusia biasa, dan oleh karena itu itu ia tidak sempurna, tidak baik, dus, ia bukan lah Tuhan …

    Analisa.

    Manusia manusia karosetan telah lama meyakini bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%.

    Kalau Jesus adalah manusia 100%, maka pastilah Jesus adalah individu yang tidak baik / tidak sempurna. Mengingat, tidak ada manusia yang sempurna.

    Kemudian, kalau Jesus adalah Tuhan 100%, maka berasal dari ayat manakah di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan? Muter lagi ke atas sampek kiamat!!!!

    Dengan begitu, klaim karosetan bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%, runtuh dengan sendirinya, karena tidak ada manusia yang baik, pun kalau Jesus itu adalah Tuhan, maka ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan?

    Berikutnya, mungkin sekali manusia manusia karosetan akan berkilah bahwa Jesus adalah baik sebagai manusia. Semua kisah Jesus yang ada di dalam Alkitab menuturkan betapa baiknya Jesus itu.

    Ohya? Jelas sekali bahwa Jesus itu baik sebagai manusia. Namun ingat, baiknya Jesus itu menurut manusia manusia karosetan TENTUNYA hanya subjektivisme mereka belaka! Mungkin manusia manusia karosetan sepakat untuk menyatakan bahwa Jesus itu baik sebagai manusia, namun TIDAK LAH DEMIKIAN bagi kaum Yahudi, Muslim, hindu dan lain lain. Tidak ada gunanya manusia manusia karosetan tetap berkeras bahwa Jesus itu adalah baik!

    Muhammad Saw saja, yang diklaim sebagai manusia sempurna oleh umat Muslim, justru mendapat penghinaan yang amat keji dari kaum karosetan. Nah bukan kah demikian sebaliknya? Muslim pun melihat bahwa Jesus adalah manusia yang tidak sempurna. Apalagi sebagai Tuhan? Ayatnya saja (ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan) tidak ada kok!!

    Bagi kaum Muslim, Hindu, Yahudi dan lain lain, Jesus banyak kekurangannya! Apa yang sebenarnya kekurangan Jesus yang dituturkan di dalam Alkitab, maka pastilah menurut manusia manusia karosetan itu adalah kesempurnaannya. Subjektivisme tentulah tidak dapat dijadikan landasan bagi suatu teori. Jadi percuma saja kalau pun karosetan tetap kekeuh untuk menyatakan bahwa Jesus itu adalah baik. Alkitab melaporkan bahwa Jesus ketakutan, Jesus marah kepada pohon ara, Jesus memerintahkan muridnya untuk mencuri keledai, Jesus mengutuki kota-kota yang tidak mau bertaubat, itu semua menunjukkan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK SEBAGAI MANUSIA sama sekali.

    Belum lagi ditambah dengan ayat sebagai berikut,

    ……………”Naiklah Yesus ke atas keledai betina yg dicuri dari Betfage, lalu Yesus memasukkan jari dan kemaluannya ke lobang puki keledai betina itu hingga keluarlah cairan rupa mani (peju). Orang Israel yg melihat kelakuan Yesus tsb berteriak, itukah Mesias?” (Mat.20:22 dlm Alkitab 1928 sblm diedit pendeta Kristen Protestan…)……”

    Ayat ini sudah jelas sekali mengesankan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK sebagai manusia!

    Kesimpulan.

    Malang sekali nasib saudara-saudara kita sesama anak cucu Adam as yang hanya dipermainkan oleh kerajinan tangan sang paulus kembaran iblis padang pasir damaskus! Mereka tidak akan pernah sampai pada kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan, berdasarkan Alkitab suci mereka sendiri. Satu-satunya ayat yang mereka harapkan untuk mereka jadikan landasan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan adalah Markus 10:18 ini. Namun toh kalau kita telusuri lebih serius lagi, justru ternyata Markus 10:18 ini tidak memberi mereka apa-apa kecuali kenyataan bahwa Jesus adalah tidak baik. Ingat, pada ayat Markus 10:18 itu sendiri dengan jelas ada phrase yang berbunyi:

    Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

    Di sana ada kata SAJA. Apakah arti kata SAJA itu menurut bahasa Indonesia?

    Saja, artinya ya SAJA, nothing more! Tidak ada yang lain. Tidak ada tambahan. Nah mengapa manusia manusia karosetan ingin mengantarkan semua manusia kepada keyakinan bahwa selain Allah ada Tuhan lain? Di ayat tersebut sudah jelas disebutkan SELAIN ALLAH SAJA…..

    Wah, kalau pun kelak nanti manusia karotan masih berkilah, bahwa memang benar hanya ALLAH SAJA yang baik, namun bukan kah Jesus itu di dalam Allah? Sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan?

    Ohya?

    Lantas pada ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan? Muter lagi deh ke awal sampek tuakkkk!!!

  12. Ping balik: Saat Setitik Kotoran Kecoak dianggap Benteng Teguh | Futility over Futility

  13. islamthis berkata:

    haaaa, akhirnya kamu jadi seperti saya!

    dolo di blog saya, saya acak2 / edit postingan kamu. trus kamu protes. trus saya bilang, bhw itu adl blog saya, dan terserah saya mau edit ato acak2 komen org. trus kamu protes alias marah besar.

    nah skg??? kamu sendiri yg mencopy semua perkataan saya. kamu baru aja bilang, “Entah gw mau acak postinngan lo entah bagaimana, itu urusan gw.”

    hah! mentang2 ini adl blog kamu, maka kamu bebas aja utk acak2 koment org yg engga sesuai dg pandangan kamu ya??

    munafik! memalukan!

    pokoknya, jangan lagi acak2 koment saya.
    panik sih boleh, tp jangan acak2 komen org dooong!

    • whereisthewisdom berkata:

      Ini khan gw hanya menerapkan apa yang loe lakukan terhadap komentar gw! Ini bukan standar gw. Ini gw hanya membuat lo merasakan obat sendiri. Kalau lu perhatikan, tidak semua komentar lo yang gw acak. Jadi gw bukan munafik. Hanya membuktikan standar ganda lo. Dan memang itu terbukti. Wow.. he he he he he menarik sekali melihat perilaku muslim seperti anda. Yang muafik siapa? He he he he.. lucu sekali!

  14. islamthis berkata:

    engga usah ngomong! itu namanya munafik!

    kalo kamu melarang A beli dodol, maka implikasinya adl bhw kamu adl org yg ga pernah beli dodol.

    nah lantaran si A bandel tetap beli dodo, maka itu jadi pembenaran bagi kamu utk beli dodol juga. ha ha ha ha …….

    itu seeh namanya badhutt!!!! krek!

    • whereisthewisdom berkata:

      Halo… ini terakhir kali saya mentolerir komentar bodoh seperti ini. Lain kali komentar seperti ini tidak akan ditampilkan lagi. Anda tidak menanggapi tulisan saya secara elegan. Harap dipahami!

  15. islamthis berkata:

    islamthis:
    Allah mendengar, tapi Allah tidak menggubris.

    kamukapir:
    Yesus juga mendengar dan Dia tidak mau peduli pada saat itu.

    >>islamthis:
    wah yesus mendengar, DAN menggubris kok! ha ha haaaa … itu tandanya yesus bukan tuhan. dia manusia biasa! jesus menggubris, dan tandanya dia perduli pd saat itu.

    kena loh!

    #########

    islamthis:Sekarang kita balik ke fakta sejarah agama yg diakui masing2 pemeluknya aja.

    kamukapir:
    Kenapa fakta sejarah? Jadi apakah allahmu itu hanya Allah sejarah yang tidak bekerja saat ini??? MMm

    >>islamthis:
    eit! apa buktinya bhw allah gereja skg bekerja utk gerejanya? mana buktinya? byk org karosetan yg dibantai. kok tuhan gereja kamu diem aja?

    byk karosetan yg mualaf, kemudian dia menghina2 gerejanya. kok tuhan nya diem aja?

    banyak karosetan2 yg berdoa, dan ternyata tidak dikabulkan. kok tuhannya diem aja engga menjawab doa?

    jangan menghayal nek!

    ##########
    Islamthis:
    Jesus telah dicobai iblis, secara person to person, face to face.
    sementara Allah swt TIDAK PERNAH dicobai iblis secara person to person (gak mungkin layaw!). pembicaraannya ga usah dilebarin ke mana mana deh. Kamu nanti jadi tambah kacok. Faham?

    kamukapir:
    Yaa.. Allahswt tidak pernah dicobai oleh iblis secara Face to Face karena itu Allahmu tidak kuat saat bertemu dengan Kristus. Masa umatnya dibiarkan lari pontang panting dari orang Kristen (yang notabene bukan rasul lho ya).. Alloh yang bodoh.. sudah bodoh tidak kuat lagi…

    >>Islamthis:
    apa? Allah tidak kuat saat bertemu dg kristus?

    apa seeh maksoot loeh??
    wong kita lagi ngomongin pencobaan iblis kok. nah kenapa skg kamu jadi ngomongin Allah ketemuan ama kristus?? ga nyambung!

    ############
    isamthis:
    Hanya Tuhan yesus sajalah yg pernah dicobai iblis. tau gak??

    kamukapir:
    Itu menunjukkan bahwa Yesus spesial. Dia dicobai oleh Iblis. Dia berhadapan langsung dengan Iblis dan Dia tidak diapa-apakan oleh Iblis. Ia tidak berdosa saat dibujuk iblis. Malah Iblis yang melarikan diri. Allohmu??? aaahh si allohmu khan hanya ada di kepalamu saja. Di dalam pikiranmu saja.

    >>islamthis:
    ha ha haahaha …..
    apah?? jesus dicobai iblis jadi menunjukkan bhw jesus spesial?? martabak??

    akhirnya ngaku juga kan, bhw jesus itu dicobai iblis?? yg mana itu artinya jesus bukan tuhan?? ha ha ha ..

    lhah kalo kamu bilang, bhw jesus itu SPESIAL krn dicobai iblis, ah itu kan menurut subjektipitas kamu ajah!

    justru kata org hindu buddha yahudi muslim atheis delele, jesus itu konyol, kok tuhan dicobai iblis??

    tau diri dong nek!!

    spesial itu, harusnya universal, bukan klaim sepihak azheee ….

    spesial emang kata kamu, tapi kata saya (en yg laennya) mah engga! itu malah menunjukkan bhw jesus itu dah ga suci!

    kamu tolis bhw jesus telah berhadap2an dg setan dan dia tidak diapa-apakan oleh iblis.

    saya jawab, wah manusia biasa spt saya en kamu en banyak lagi juga berhadap2an dg setan kok tiap harek!! nah apakah itu namanya spesial?

    perkara bhw kamu blg jesus engga diapa2in iblis, wah dari mana kamu tehe? bisa jadi pada pertemuan antara jesus en iblis itu ada pengaruhnya thd jesus dan cara berfikirnya. pastilah ada pengaruhnya, sebesar apa pun!! engga mungkin engga ada pengaruhnya..

    lha kita aja yg ketemuan ama temen baru di chatting, pasti ada pengaruhnya, sebesar apa pun itu.

    engga usah muluk2 deh!

    trus kamu tulis, dia (jesus) tidak berdosa saat dibujuk iblis.

    saya jawab, bukan masalah berdosa engga berdosanya nek! masalahnya adl bhw iblis sudah berhasil face2face ama jesus, si anak tuhan itok!! ngertinggak!!!

    kamu tolis, malah iblis yg melarikan diri.
    saya jawab, ya ini juga. bukan masalah siapa yg melarikan diri. tp masalahnya, kok bisa2nya setan face2face ama jesus si anak tuhan itu utk tujuan mencobainya?? tuhan kok berhasil dicobai iblis??

    ga lucuk ah!

    ##########
    islamthis:
    Saya dah bilang, org2 kapir menghina tuhan hindu, bahkan itu dikatakan secara person to person menurut interpretasi kamu. Maka apakah itu berarti Tuhan Tuhan hindu jadi tidak ada? Banyak kapir2 yang menghina Tuhan Buddha. Maka apakah itu berarti Tuhan di dalam agama Buddha jadi tidak ada?

    kamukapir:
    Ya.. apa yang anda kemukakan tidak ada hubungan dengan ada tidaknya Tuhan tetapi dengan apakah mereka yang disebut tuhan itu layak disebut Tuhan atau tidak. Aaaaahhhh… anda ini mengerti tidak ya?

    >>islamthis:

    nah ini dia pointnya.
    kalo ada tuhan yg dicobai iblis, maka tidak layak baginya utk dikatakan tuhan. yatoh?? kamu sendiri kan yg bilang??

    #########

    islamthis:

    Memang Tuhan mendengar, namun Tuhan nya kala itu pasti tidak sedang berada face2face. Nah itulah yang terjadi ketika kapir2 menghina Allah Swt. Oke lah kapir2 itu menganggap mereka sedang face2face dengan Allah Swt, namun apakah Allah Swt nya mau face2face dengan mereka? Engga kan? Sekarang kau mau ngemeng apa?

    kamukapir:
    Jadi Tuhanmu dibatasi oleh ruang sehingga setiap tidak setiap saat dia sedang face to face dengan manusia. Allah macam apa itu? Aaahhh.. allah yang memalukan. Sedangkan Allah Kristen, setiap saat anda sedang face to face dengan Dia. Semua yang anda kerjakan, anda kerjakan di hadapan Dia. Sekarang kau mau ngomong apa? Mau terima bahwa allohmu itu terbatas? OKelah

    >>islamthis:
    kamu memang ngaco yeah??
    kok kamu bisa tulis bhw “Allahswt itu dibatasi oleh ruang” dalam kaitannya dg hubungan face2face ini??

    inge!
    ketika ada org yg ingin berbicara dgNya alias face2face dgNya, maka adl keputusan Allah-lah utk menerima audiensi tsb. kalau Allah menerima utk ber-audiensi dg org itu, maka terjadilah hubungan / komunikasi face2face. tp kalo Allahswt tidak menerima audiensi itu, maka hubungan face2face itu tidak pernah terjadi. paling banter, org itu hanya berkata2 sendiri, yg jelas org itu tidak sedang berkata2 atau ber-audiensi dg Allahswt.

    artinya?
    artinya Allah maka kuasa dan ber-autoritas utk membuat keputusan, utk menerima audiensi atau tidak.

    lantas apa maksud kamu bhw Allah dibatasi oleh ruang?? capeedeee ….

    trus kamu hubung2kan dg cerita kamu bhw tuhan karosetan itu tiap saat face2face dg saya (ato siapa pun), dan krn nya semua yg saya kerjakan, dikerjakan di depan dia ….

    saya jawab,
    lha iya lahh …
    tiap saat Allah itu hadir. dan tiap saat Allah melihat saya. semua yg saya kerjakan, dikerjakan di depanNya.. itu saya mahfum!

    tp yg saya maksutkan, bukan hadir an sich!
    yg dimaksud di sini adl, apakah Allah menerima PEMBICARAAN seorang manusia dgNya atau tidak?? ngerteeeee nggakkseee????

    kita sedang ngomongin masalah PEMBICARAAN FACE2FACE! mudeng gak seeh kamu??

    saya tiap hari ada di depan boss saya di kantor. bahkan ada cctv di ruang boss saya shg semua yg saya kerjakan dilihat boss lewat monitor. tapi yg kita bahas di sini adl, apakah kalo saya mao menghadap bos dan ingin ngomong sesuatu ama boss, bisa semudah itu?? lain ceritanya, kan??

    geblek banget kamu ini!

    ############
    islamthis:
    Di dalam Alquran ada ayat yang menjelaskan, dari ribuan manusia / mahluk yang ingin berbicara dengan Allah Swt, maka Allah lah Yang memutuskan siapa-siapa dari mereka yang diijinkan untuk berbicara denganNya (jadi, Allah itu NGANTOR banget!!). Tidak semua orang ketika ingin berbicara dengan Allah Swt, maka orang itu langsung dapat berbicara denganNya seketika itu juga. Tidak!! Dengan kata lain, kalau kita ingin berbicara dengan Allah, maka itu terserah Allah sendiri, apakah kita diijinkan untuk berbicara denganNya, atau tidak.

    kamukapir:
    Dia boleh memutuskan tetapi tidak segalan sesuatu yang dia lakukan adalah face to face sehingga dia tidak bisa bertindak. aaahhh

    >>islamthis:
    maksutnya apa neeh!

    ##########
    islamthis:
    [78:37] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. MEREKA TIDAK DAPAT BERBICARA DENGAN DIA.

    [78:38] Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; DAN IA MENGUCAPKAN KATA YANG BENAR.

    kamukapkap-pir:
    Apapun ayatnya, kalau segala sesuatu tidak dilakukan di hadapan dia, maka dia bukan mahakuasa. Dia terbatas.

    >>islamthis:
    pantes agama ngaco yg kamu pilih. lha wong otak kamu nya emang dah ngaco!!

    jelas ayat itu mengisyaratkan BERBICARA DG-NYA. bukan mengisyaratkan bhw Allah tidak melihat ato apa!!

    dasar nenek-nenek mens!!
    ##########

    islamthis:

    Jadinya, kalau ada seseorang yang ‘berbicara’ kepada Allah, namun Allah TIDAK MEMALINGKAN WAJAH-NYA kepada orang itu, maka MAU TIDAK MAU orang itu berbicara sendiri!!

    kamunyapnyap:

    Itu ajaran anda sebagai muslim. Dan sekali lagi membuktikan bahwa Allah muslim tidak mahakuasa. Segala sesuatu terjadi di hadapan Allah Kristen. Jadi Allah kristen lebih besar daripada allah muslim

    >>islamthis:
    tambah ketawan ajah ada koreng di otaknya. pantesan engga bisa ngebedain antara PRESENCE dg CONVERSATION ESTABLISHMENT.

    #########
    islamthis:
    Berbicara kepada Allah saja tidak semudah itu, maka apalagi kalau seseorang ingin berbicara kepada Allah yang isinya mengejek Allah????

    kamukapirpir:
    Yaaa… karena allah islam tidak mahakuasa. Tidak segala sesuatu terjadi di hadapan dia. Berbeda dengan Allah Kristen dimana segala sesuatu terjadi di hadapan Dia.

    >>islamthis:
    hhhhhhhhhh………

    ##########
    islamthis:
    Maka dapat dipastikan, ketika konco2 kamu yang kapir nista itu sedang mengejek Allah, maka apakah sedang terjadi hubungan person2person (alias face2face) dengan Allah Swt?? Tidak! Lha apanya yang face2face?? Allah –nya saja tidak sedang dan tidak sudi mendengar kamu itu kok!!!

    kamunyapir:
    Bukan hanya karena tidak sudi, tetapi memang dia tidak mahakuasa kok? Masa ada musuh di depan mata, musuh yang dianggap sebagai syrik lagi. Tetapi kok gak bisa membela umatnya sendiri? Aaahhh…. Allah macam apa itu. Dia itu hanya allah yang bodoh.

    >>islamthis:
    kamu memang punya masalah waktu kamu di kelas esde ya?
    Memang benar, bahwa ada musuh di depan mata Allah, di dalam hal ini adalah orang kapir yang sedang menghina / mengejek Allah. Namun yang sedang kita bicarakan di sini adalah apakah terjadi KONTAK FACE2FACE atau KONTAK PERSON2PERSON antara manusia penghina itu dengan Allah Swt? Yang sedang kita sengketakan di sini adalah, apakah sudah / pernah terjadi penghinaan / pencobaan atas Allah Swt, yang mana pencobaan itu harus lah diindikasikan melalui adanya KONTAK PERSON2PERSON antara orang yang mencobai Allah dengan Allah nya sendiri, sebagai mana pencobaan itu pernah terjadi atas diri Jesus karena pencobaan itu terjadi melalui KONTAK PERSON2PERSON antara setan dengan Jesus?

    Bukan ada musuh atau tidak ada musuh di depan Allah nek! Bukan! Ah kamu muter-muter ya??

    Nah IJIN kontak person2person itulah yang tidak Allah berikan kepada manusia-manusia yang ingin menghina / mencobai Allah, seperti yang Allah Swt siratkan melalui ayat 78:37-37 tersebut. Dan karena Allah tidak memberikan ijin kontak person2person itu, maka manusia manusia yang menghina Allah itu, TIDAK SEDANG MENGHINA ALLAH, justru manusia-manusia itu hanya sedang berbicara (yang berisi penghinaan) kepada angin saja. Tidak lebih.

    Kenapa begitu? Bukankah manusia-manusia itu sedang menghina Allah? Bukan kah itu berarti Allah nya sedang dihina?
    Ahaa! Tidak! Manusia itu boleh saja teriak-teriak menghina Allah. Namun bukan kah manusia itu tidak di dalam status person2person dengan sang Allah? Maka bagaimana dapat dikatakan bahwa manusia itu sedang menghina Allah? Bagaimana dapat dikatakan bahwa Allah SEDANG MENERIMA PENGHINAAN dari manusia-manusia itu, sementara manusia itu sendiri tidak di dalam status person2person dengan Allah?

    Kalau masalah ada musuh atau tidak ada musuh, wah setiap hari seeh memang ada musuh! Namun kan yang sedang kita bicarakan ini adalah apakah PERNAH ADA KONTAK PERSON2PERSON antara Allah dengan orang yang menghinaNya??? Harus berapa kali dibilangin sikkkk????

    Nah KONTAK PERSON2PERSON antara Allah dengan manusia penghina itulah yang tidak pernah terjadi ketika seorang manusia menghina Allah Swt, karena siapa pun yang ingin berbicara dengan Allah Swt, maka orang itu harus mendapat ijin dulu dari Allah Swt untuk berbicara, dan pembicaraan itu haruslah berisi percakapan yang memuliakanNya. Nah, ijin berbicara saja tidak Allah berikan atas manusia itu, apalagi kalau pembicaraan itu berisi penghinaan kepada Allah Swt?

    Maseeh ga ngertikk ya?

    Berbeda dengan Jesus. Jesus telah dicobai iblis. Dan pencobaan itu terjadi sesudah adanya / terjalinnya KONTAK PERSON2PERSON antara iblis dengan Jesus. Nah apakah itu berarti Jesus adalah Tuhan? Kok Tuhan bisa dicoba iblis?

    Pun, di dalam kisah Jesus dicobai iblis ini, yang mencobai Jesus itu kan IBLIS, bukan manusia. Sementara apa yang kamu tuduhkan sebagai serangbalik, kamu bilang Allah Swt pun dicobai, yaitu dicobai oleh manusia-manusia biasa ..

    Haaaaaah! Itu mah engga masuk itungan nek!!
    Lha wong pencobaan itu dilakukan oleh iblis atas Jesus kok! Bukan dilakukan oleh manusia atas Jesus! Lantas mengapa kamu membandingkan pencobaan iblis itu dengan pencobaan Allah Swt yang dilancarkan oleh manusia biasa? Ga konek cah!!!

    Harus nya ekuivalen dong!
    Kalau Jesus dicobai iblis, maka seharusnya kamu suguhkan argumentasi bahwa Allah Swt pun dicobai iblis, bukan nya MANUSIA!!!!!

    Nah apakah ada kisah Islam yang menjelaskan bahwa Allah Swt pernah dicobai iblis? Kakakakkkkkkk!!!!!

    ###########
    Islamthis,
    Beda dengan Jesus kamu yang bau bangkek itu!
    Dia tidak di dalam posisi untuk memberi ijin atau tidak -kepada setan (atau kepada siapa pun) untuk dapat berbicara dengan ‘nya’. Lha katanya dia Tuhan? Kok Tuhan tidak mempunyai posisi untuk memberi ijin berbicara kepada orang-orang tertentu? Pun itu pembicaraan si iblis dengan ‘nya’ itu adalah pembicaraan yang konten nya adalah untuk menistakan sang Jesus. Lha apa itu yang namanya Tuhan?

    Kamukapir,
    Loe boleh saja membenci Yesus, tetapi buktinya terhadap orang yang percaya dia saja si Alloh tidak bisa berkutik? Adohhh…jangan siriklah kalau Allah tidak bisa menghadapi Yesus. Sirik aje lo

    >>Islamthis,
    Maksud kamu apa? Mengapa jadi blur begini?
    Yang sedang kita bicarakan adalah, apakah Jesus itu Tuhan, since Jesus has been seduced by satan, and in other hand, Allah Swt is never been!

    Lantas mengapa sekarang kamu jadi ngomongin Allah tidak berkutik menghadapi si anu si anu?

    Klise banget kamu ini! Sudah kehilangan orientasi pembicaraan ya? Bagus!

    000000000000000
    Islamthis,
    Kalau lah Jesus Tuhan, maka………
    Pertama, PASTILAH ia berada di dalam posisi untuk memberi ijin atau tidak kepada siapa pun untuk berbicara dengannya.

    Kamukapir,
    Dan Dia memberi ijin kepada iblis untuk melakukan itu. Sederhana.

    >>Islamthis,
    hahahaahahaahahahh ……!!! Mabrok deh!!! Mabroookkk cuahhhh!!! Kok jadi kamu yang mengcopy kisah Islam (tentang masalah Allah memberi ijin untuk berbicara denganNya seperti yang diisyaratkan di dalam ayat 78:37-38 ) untuk di-apply-kan ke kisah agama kamu yang bau tengik itooow?? Maloooow dooong ….??

    Lha memang ada ayat Alkitab nya, yang menjelaskan bahwa Jesus memberi ijin atau tidak kepada siapa pun yang ingin berbicara dengan dia? Haah haa haa haa haa …. Gluk!

    0000000000
    Islamthis,
    Kedua, pun pasti pembicaraan itu (yang diijinkan olehnya) pastilah dan haruslah yang berisi pemuliaan terhadapnya.

    Kamukapirkaph,
    Allah mengijinkan sesuatu terjadi. Sesuatu yang menghina Dia, tetapi Dia pada akhirnya menunjukkan bahwa Dialah yang berkuasa. Itu yang dilakukan Yesus. Itu memuliakan Dia

    >>Islamthis,
    teteup aja tuh, sudah terjadi penghinaan atas diri Jesus di dalam bentuk pencobaan. Teng!
    Di lain pihak, Allah Swt tidak pernah tuh memberi ijin kepada iblis atau siapa pun untuk berbicara denganNya, apalagi kalau isi pembicaraan itu berisi penistaan atas Allah Swt. Teng!

    0000000000000
    Islamthis,
    Nah apakah kedua point tersebut terpenuhi di dalam kasus Jesus dicobai iblis ini?

    Kamukapirpur,
    Ya.. seperti saya tunjukkan di atas.

    >>Islamthis,
    huahohohooooo ……. Idih nyama2in Islam! Sinih, tunjukin dolo ayat Alkitab yang menjelaskan bahwa Jesus sebagai Tuhan mempunyai posisi untuk memberi ijin atau tidak kepada siapa pun yang ingin berbicara dengan dia. Bisangggakkk???

    000000000000
    Islamthis,
    Faktanya, iblis dan Jesus telah berkata2 secara person2person (mau ga mau!!! Buktinya Jesus mau-ga-mau merespon semua kata-kata iblis!). Pun pembicaraan itu berkisar pada pencobaan Jesus. Itu …………adalah FAKTAAAAA!!!!!!

    Kamukapirpar!
    Kok aneh. Tadi tidak ada term “mau tidak mau.” Kok sekarang di kesimpulan muncul di kesimpulan? Anda paham validitas argumen? Argumenmu tidak valid hai bocah gila.

    >>Islamthis,
    jangan panic begitu nek! Sanah gali lobang kuburan aja deh. Jangan nyusahin anak cucu dooong …

    00000000000000
    Islamthis,
    Nah akhirnya, apakah Jesus adalah Tuhan?

    Kamukapir,
    Ya.. Yesus Tuhan. Yesus Tuhan karena argumen yang anda konstruksikan untuk menunjukkan Dia bukan Tuhan tidak valid. Ha ha ha.. lucu anda ini. Kemampuan di bawah standar tetapi sok hebat. Mmm

    >>Islamthis,
    Jelas Jesus bukan Tuhan. Kalau Jesus adalah Tuhan, kok bisa dicobai iblis? Di lain pihak, apakah pernah Allah Swt dicobai iblis? Lha bagaimana iblis bisa mencobai Allah, lha wong untuk bertemu dan berbicara dengan Allah saja, iblis harus minta ijin terlebih daholo kepada Allah. Nah ijin itu yang Allah Swt tidak pernah berikan kepada iblis. Terus, bagaimana bisa iblis mencobai Allah?

    Nah Jesus???????

    Pun kalau kamu membandingkan dengan ‘fakta’ bahwa Allah itu juga bukan Tuhan karena banyak MANUSIA-MANUSIA yang mencobai Allah Swt (in the sense that the people always humiliate Him), lantas mengapa kamu bilang bahwa peristiwa itu adalah pencobaan atas Allah? Harus nya ekuivalen dong: kalau Jesus telah dicobai iblis (yang mana itu artinya Jesus bukan Tuhan), maka kamu serang balik dengan fakta bahwa Allah Swt pun pernah dicobai iblis, bukan manusia. Nah ada nggak buktinya bahwa Allah Swt pernah dicobai oleh iblis? Haaah haa haah ahhaaha haa ….. glekkk!

    000000000000
    Islamthis,
    Kalau ada orang jaman sekarang yang teriak2 bahwa dia menghina Allah Swt, maka jangan dikatakan bahwa Allah Swt bukan lah Tuhan karena dia bisa diejek / dicobai.

    Kamukapir,
    (OK dengan kata lain, dulu si Alloh itu mahakuasa, tetapi setelah ada agama, maka dia menjadi tidak mahakuasa lagi. Okelah… saya paham)

    >>Islamthis,
    Klise!

    00000000000
    Islamthis,
    Pun, saya juga bisa kok menghina Tuhan Kristen. Namun apakah itu berarti Tuhan Kristen (dianggap) tidak ada? Bukan, bukan begitu cara berfikirnya.

    Kamukapir,
    (he he he.. anda menghina Dia tidak berarti bahwa Dia bukan Tuhan. Orang Kristen tidak mendasari kepercayaannya kepada Tuhan pada fakta apakah Dia dihina atau tidak. Itu standar anda. Makanya saya menggunakan standar anda untuk melawan anda sendiri. Alias logical ad hominem.. Sesederhana itu coy)

    >>Islamthis,
    Jadi sekarang kamu bilang bahwa dasar iman orang karosetan bukan pada fakta apakah sang Tuhan dihina atau tidak?

    Kalau begitu, maka mengapa kamu berbusah-busah serang-balik kepada kaum Muslim, bahwa Allah Swt pun juga bukan Tuhan karena Allah Swt itu dihina oleh kaum kapirit karosetan?

    Ngelantur nya dah sampe mana neeh? Semarang ya?

    00000000000
    Islamthis,
    Di dalam sejarah agama Kristen, dengan kata laen pembentukan agama Kristen itu, dikisahkan bahwa Jesus itu dicobai iblis. Sementara di dalam sejarah agama Islam, Muhammad mau pun Allah Swt tidak pernah dicobai iblis. Faham perbedaannya gak??

    Kamukapir,
    (Kristen bego.. bukan karosetan. Masa ini saja tidak bisa tulis dengan tepat?

    Loe yang melakukan pembedaan seperti itu dan gw tidak terima pembedaan seperti itu. Karena implikasi dari pembedaan seperti itu adalah bahwa Allah-mu itu hanya mahakuasa di masa lalu. Sekarang tidak lagi. Jadi silahkan mempercayai teori seperti itu dan pujalah sesosok sesembahan yang tidak lagi mahakuasa)

    >>Islamthis,
    Masa lalu?

    Kok jadi ngomongin masa lalu?
    Yang jadi sengketa kita adalah AJARAN!
    Di dalam AJARAN karosetan, Jesus itu dicobai oleh iblis, yang mana itu artinya Jesus bukan lah Tuhan. Jelas?

    Dan di dalam AJARAN Islam, Allah Swt mau pun Muhammad Saw TIDAK PERNAH DICOBAI oleh iblis. Maka itu berarti Allah Swt adalah Tuhan sejati. Cilukbaaaa!!!

    Pun kamu tulis, “Loe yang melakukan pembedaan seperti itu dan gw tidak terima pembedaan seperti itu.”
    Jawab, masalah kamu tidak terima pembedaan dari kisah AJARAN ini, ya sudah berarti kamu nyerah. Yang artinya, Jesus kamu itu bukan Tuhan. Oke???

    Chilukbhaaaaaaa!!!

    0000000000000
    Islamthis,
    Bandingannya Jesus di Kristen itu adalah Muhammad Saw dan Allah Swt di dalam Islam, nek. Begitu juga sebaliknya.

    Kamukapir,
    Aaahh itu khan pandanganmu. Buktinya Allah saja tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang Kristen. Aneh-aneh aja lo coy

    >>Islamthis,
    Wah! Saya balikin juga deh.
    Buktinya Tuhan Jesus mu itu tidak sanggup memusnahkan Ka’bah nya kaum Muslim.
    Buktinya Tuhan Jesus kamu tidak sanggup membunuh Muhammad Saw yang kala itu giat sekali berkhotbah bahwa Jesus bukan lah Tuhan….
    Buktinya Jesus kamu yang kampungan itu tidak berbuat apa-apa terhadap kaum Muslim yang telah me-mualaf-kan banyak orang karosetan di Barat….

    Aneh aneh aja kamu nekk!

    Lagian mengapa kamu jadi ngomongin bahwa Allah tidak berbuat apa-apa terhadap orang karosetan? Bukan kan topic kita adalah, bahwa Jesus yang dicobai oleh iblis, yang mana itu artinya Jesus bukan lah Tuhan, harus dibandingkan dengan Allah atau Muhammad yang dicobai oleh iblis, untuk membuktikan bahwa Allah Swt bukan Tuhan. Tidak faham juga, atau kamu memang sudah mau menyerah pasrah di depan keperkasaan Islam? Hhhhhhhhhhhhh………………

    0000000000000
    Islamthis,
    Nah ada nggak kisah di dalam Islam yang menjelaskan bahwa iblis mencobai Muhammad Saw atau Allah Swt?? Tada kan????

    Kamutapir,
    Tidak ada dalam Islam tidak berarti tidak ada. Tetapi yaa.. kalau Allah Swt loe khan lemah kayak gitu. Jadi dicobaipun pasti cepat jatuh. Iblisnya kasiah kali yee..??

    >>Islamthis,
    kasihan deh kamu ini. Sekarang tiba-tiba kamu jadi ahli di dalam hal http://www.mengarang-indah dot com!!!!

    Kamu bilang aja, ngaku aja, bahwa di dalam Islam memang tidak ada kisah di mana iblis pernah mencobai Allah atau Muhammad Saw. Emang susah ya?
    Pun kalau kamu bilang bahwa Allah Swt itu lemah, so Tuhan Gereja kamu juga lemah kok.

    Buktinya, mayoritas Muslim Indonesia melarang pendirian Gereja, kok Tuhan Gereja kamu diem aja? Apa Tuhan Gereja kamu orak ngeliat betapa banyak warga Gereja yang meratap guling-gulingan di atas tanah melihat Gereja mereka yang baru didirikan sedang diruntuhkan oleh kaum Muslim? Tuhan kamu lemah, kan? Kok tidak membela umatnya sendiri yang sedang kesusahan?

    00000000
    Islamthis,
    Ada pun manusia-manusia sekarang yang menghina mau pun mencobai Tuhan dari suatu agama, maka itu TIDAK MASUK ITUNGAN!!!

    Kamutapir,
    (Ahhh.. itu khan untuk si Alloh yang sudah tidak mahakuasa lagi. Untuk Yahweh, mereka masuk hitungan)

    >>Islamthis,
    ga ngertikk opo maksotnyagh!!!

    Jadinya, manusia-manusia sekarang yang menghina Tuhan Yahweh, mereka masuk itungan ya? Bukan kah itu berarti penghinaan manusia-manusia itu (atas Yahweh) benar-benar berimplikasi bahwa Yahweh itu bisa dihina? Dan itu implikasinya adalah bahwa Yahweh itu BUKAN TUHAN?????

    Ngacokkk!!!

    0000000000

    Islamthis,
    Apa dasarnya buat kamu untuk membanding-bandingkan antara pencobaan Jesus oleh iblis (dalam sejarah Kristen itu) DENGAN pencobaan manusia-manusia engkar terhadap Allah Swt??? Gakk nyambung nekkk!!!

    Kamutapir-eh-kapir,
    Sudah.. gw gak mau banding-banding lagi…. sudah jelas kok dia tidak mahakuasa dan kau sengaja menyembunyikan diri di balik definisimu tentang agama yang tidak beres-beres itu.

    >>Islamthis,
    Apah?? Kamu tidak mau lagi membanding-bandingkan?? Ya jelas lahhh …, karena di dalam agama kamu, ada kisah bahwa Jesus dicobai iblis, yang itu artinya Jesus bukan Tuhan, sementara di dalam Islam tidak ada kisah bahwa Allah dicobai iblis… kalau kamu berani membanding-bandingkan juga, yeah pastilah kamu dan agama kamu yang engga lucu itu akan langsung kalah!!!!

    Kasihan deh kamu!!
    Tadinya kamu galak.
    Eh sekarang kamu sudah seperti perawan siap dihantem di atas ranjang … Ah malu nih maaaasss …..

    Serrrrr!

    0000000000

    Islamthis,
    Lagian kan sudah saya bilang, ……………
    banyak manusia manusia yang menghina Tuhan hindu.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Buddha.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan yahudi.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Zoroaster.
    Banyak manusia manusia yang menghina Tuhan Kristen.

    Nah apakah itu berarti bahwa Tuhan Tuhan yang dihina itu JADI TIDAK ADA SAMA SEKALI?? Engga kan???

    Kamukaprut,
    Tanpa dihinapun, tuhan-tuhan Hidu, Budha (emang Budha ada tuhannya???), Yahudi, Zoroaster, bukan Tuhan. Allah Kristen yang Tuhan. Jadi itu tidak ada hubungan. Apa yang loe katakan hanya akan memangkas kaki-kaki argumen lo. Masa seperti saja tidak tahu??

    >>Islamthis,
    Apah??
    Kamu bilang Allah karosetan yang Tuhan?
    Kok Tuhan bisa dicobai iblis? Apakah memang benar ada, yang namanya Tuhan itu bisa dicobai iblis? Kethawa yuk sampe keriput!!

    0000000000000
    Islamthis,
    Jadi, Allah Swt itu berdiam diri (atas tantangan kamu). Mengapa? Yeah karena AJARAN sudah lengkap. Ajaran itu salah satu nya berbunyi, bahwa mereka yang menantang Allah, nanti akan berhadapan denganNya di akhirat. Mereka yang menantang Allah, maka Allah beri mereka kesempatan untuk menikmati hidup di Dunia ini. Nanti dia akan mati. Dan sesudah mati, maka Allah Swt akan membuat perhitungan dengan orang itu. Faham?

    Kamukapret,
    Aahhh.. jadi setelah ajaran islam lengkap. Allah pensiun alias tidak mahakuasa lagi sehingga sekarang tergantung kepada muslim untuk membunuh orang dan memaksa orang masuk islam. Okelah. Saya paham.

    >>Islamthis,
    Allah pension?
    Lantas itu hujan siapa yang menurunkan?
    Itu Surga siapa yang melindungi?
    Itu rejeki siapa yang melimpahkan?

    Kamu sudah kehabisan kata-kata ya??? Yeah beginilah kalau kamu berani-berani melawan Islam.

    Mana buktinya bahwa Muslim memaksa orang yang masuk Islam? Apa engga sebaliknya tuh? Yang bunuh2 orang di perang dunia, baik perang pertama mau pun kedua, siapa kalau bukan bangsa karosetan?

    ============
    komen ini sudah saya post jadi artikel tersendiri di blog saya.
    jalan2 aja ke sana, klik,
    http://islamthis.wordpress.com/2011/02/04/iblis-mencobai-jesus-tuhan-jenis-apa-part-02/

    chaoo…!!

    • whereisthewisdom berkata:

      He he he he sampah lain yang saya pernah liat. Btw, kalau waktu ku tiba akan kukuliti tulisan bodoh ini. He he he he

  16. islamthis berkata:

    mana neeh si anakpinter bin kebhlinger nyahh????

    dah mabur ke mana??

    cipinang, ato nusakambangan, ato medaeng??

    ha ha ha ha ha …. becandha!!

  17. Ping balik: Anda Terperangkap! | Futility over Futility

  18. islamthis berkata:

    dah, ngomongnya di seneh ajah. engga usah jauh2 ke ‘anda terperangkap!’.

    kamu tanya di artikel itu, apa dasarnya / buktinya bhw Allah tidak sedang face2face dg para penghinaNya.

    sudah saya kaseeh kok buktinya di artikel itu, yaitu ayat alquran di surah annaba’ ,
    [78:37] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. MEREKA TIDAK DAPAT BERBICARA DENGAN DIA.

    [78:38] Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; DAN IA MENGUCAPKAN KATA YANG BENAR.

    itu adl bukti keayatan bhw Allah tidak ber-‘audiensi’ dg para penghinaNya kala para penghina itu sedang berbicara menghinaNya. faham???

    dalam hal jesus dicobai iblis di padang pasir, yg mana itu adl tanda bhw jesus bukan tuhan, kamu bilang bhw yg dicobai iblis itu adl sisi kemanusiaannya jesus.

    okelah kalo demikian. pertanyaannya, sisi ketuhanannya kemana kala itu? mengapa tidak menolong sisi kemanusiaan jesus yg sedang dicobai iblis??

    trus, saya mau tanya.
    ada nggak ayat alkitab yg bilang bhw jesus punya dua sisi, yaitu sisi manusia dan sisi tuhan??

    coba tulis ke sini. biar saya bacha.

    okhee???? krekkk!!!

    • whereisthewisdom berkata:

      He he he he he.. lalu argumen saya tidak ditanggapi. OK. Saya semakin paham tentang intelektualitas muslim seperti anda. Setiap kali berbicara tentang agama, nalar tidak jalan ya? Yang loe kemukakan itu ayat untuk mendukung posisi loe yang mana dan ada hubungannya dengan argumen yang gw baru kemukakan? Aaahhhhh……. hanya seperti itu to kemampuan lo? Ah… katanya mengalahkan orang di faithfreedom? Ayo dong tunjukkin! Tunjukin!

      Pertanyaan untuk loe adalah, kenapa pingback dari postingan gw gak loe tampilkan? Loe takut kebohongan loe dibongkar atau apa?

      • whereisthewisdom berkata:

        Pada saat loe menanyakan: ada nggak ayat alkitab yg bilang bhw jesus punya dua sisi, yaitu sisi manusia dan sisi tuhan?
        Pertanyaan klarifikasi adalah, yang loe maksud itu pernyataan eksplisit atau deduksi dari apa yang Yesus lakukan dan katakan?

  19. whereisthewisdom berkata:

    OK. Comment anda saya hapus karena anda tidak sopan! Kamu tidak bisa diskusi! Saya tidak mau mengakomodir sampah di tempat saya lagi. Jadi harap perhatikan baik-baik tulisan orang dan kemukakan point anda. OK? Saya tunggu!

  20. whereisthewisdom berkata:

    Islamthis, silahkan lihat aturan diskusi di blog saya, baru posting. Kalau anda tidak tunduk kepada peraturan dari sini, satu-satunya yang pantas anda lakukan hanya membaca tulisan di sini!

  21. whereisthewisdom berkata:

    islamthis, sekali lagi saya katakan bahwa di sini bukan tempat pertunjukkan kebodohan anda. Di sini bukan tempat kencing dan berak anda. Komentar anda terakhir saya hapus karena tidak menjawab argumen saya sama sekali. Saya sudah kemukakan argumentasi saya dan anda tidak bisa memberikan bantahan yang berarti tetapi terus berkoar-koar ke sana-kemari seperti tukang jual obat. Karena itu saya hapus komentar anda yang naturnya seperti itu. Kalau anda punya argumen, silahkan kemukakan dengan elegan. Lagipula, fakta bahwa anda tidak memperbolehkan pingback dari saya sudah mengindikasikan ketidakmampuan anda untuk berdiskusi. Jadi saya babat anda dari sini.

  22. whereisthewisdom berkata:

    Sekali lagi anda tidak menjawab berbagai argumentasi saya hai islamthis, dan karena itu komentar anda saya hapus lagi. Kalau anda tidak mengemukakan tanggapan terhadap argumentasi saya, saya akan hapus. Harap dipahami!

  23. joan berkata:

    mengapa tidak dapat di mengerti persoalan yg begitu mudah..saya ingin memberi komentar kpda mu islamist.. dalam ajaran kristian tidak mempersoalkan face 2 face ini.. kerna.. Tuhan yesus yang kami sembah memang menjelma sebagai manusia.. dan inilah dasar iman orang kristen,

  24. Muslim Says berkata:

    Tulisan lucu bukannya membantah argumen cuma menyerang lawan debat. he he

    memang lucu anda ini..

  25. islamistehbest berkata:

    Dalam dunia diskusi, yg dilakukan semua… SEKALI LAGI semua muslim itu dinamakan lempar sendal…. menjawab tidak pada tempatnya, di luar kasus, OOT, mengalihkan kasus…
    Itu biasa dalam setiap diskusi manapun dengan yg namanya muslim.

    Muslim bisa saja pandai, terhormat, berpendidikan S3, bergelar Doktor, atau jenius macam habibie sekalipun. TETAPI ketika berlogika soal agama, bertanya jawab soal agama….. logikanya hilang….

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s