Ini Sudah Usang! Tapi Harus Ditampilkan Kembali!

David Wood

David Wood

Di bawah ini adalah kutipan tulisan Dr. David Wood (pengajar Filsafat di Fordham University, Amerika Serikat, mantan ateis) di salah satu komentar di websitenya, khususnya di bagian komentar di sini. Di sini Wood memberikan kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika dua orang Muslim yaitu Nadir Ahmed dan Naser mengatakan bahwa David Wood dikutuk Tuhan karena anaknya cacat. Silahkan disimak dan dijadikan pelajaran bagi kita semua. Saya berharap teman-teman Muslim di Indonesia tidak mengikuti kebiasaan dua Muslim tersebut yang menyebarkan propaganda dan melakukan pemutarbalikkan fakta.

Saya sebenarnya tidak mau mengangkat tulisan ini lagi. Saya memandangnya tidak perlu. Tetapi melihat cara diskusi seseorang lawan diskusi di sini (secara khusus perhatikan bagian komentar) yang di antaranya yang menanggapi tulisannya di sini, saya memutuskan untuk posting kembali terjemahan ini. Saya posting kembali tulisan ini untuk menunjukkan bahwa muslim menggunakan standar ganda saat mengatakan bahwa karena Yesus dicobai atau diejek maka Dia bukan Tuhan. Nah, David Wood mengejek dia secara langsung. Apakah muslim seperti si lawan diskusi saya ini akan berubah pikiran? Tampaknya tidak.

Patut diperhatikan bahwa saya tidak menterjemahkan semua yang ditulus karena tidak relevan dengan tujuan saya. Tulisan asli dapat di lihat di sini

Wow! Nadir mengatakan bahwa saya berada dalam kutukan Tuhan karena anak saya cacat! [Dia mengatakan] ini pasti karena Mubahila! Ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk berbagi beberapa fakta dengan anda, karena dengan demikian kita akan mengetahui pemikiran Muslim seperti Nadir dan Naser (dua orang sejenis).

(1) Seorang Muslim menantang saya melakukan Mubahila (duel doa Muslim).

(2) Saya menerima tantangan tersebut walaupun saya tidak setuju dengan format tradisionalnya dimana masing-masing pihak saling mengutuk dan meminta Tuhan mengutuk yang berdusta. Sebaliknya masing-masing mengemukakan kepercayaannya dan berkata, “Semoga Tuhan mengutuk aku kalau kepercayaanku salah.”

(3) Tiga minggu kemudian, si Muslim mengundurkan diri. Dia mengalami dua kecelakaan mobil, kehilangan tanda arah kiblatnya, berulang kali terkunci dalam ruang sembahyangnya, dan mulai merasakan serangan kepanikan.

(4) Kemudian, seorang Islam Ahmadiah (Naser Shams) mengatakan bahwa tantangan Muslim yang pertama tidak benar karena yang menantang saya bukan Ahmadiah. Dia menanyakan apa yang saya bersedia pertaruhkan untuk kepercayaan saya. Dia menanyakan apakah saya bersedia untuk mempertaruhkan PhD saya atau keuangan saya (yaitu apakah saya setuju Tuhan memporak-porandakan keuangan saya kalau kepercayaan saya salah). Saya katakan kepada Naser bahwa saya akan mempertaruhkan hidup saya (tidak kurang tidak lebih).

(5) Lalu si Naser menulis sebuah kontrak. Dalam kontrak dia mengatakan bahwa apapun yang [buruk] terjadi pada siapapun dalam keluarga saya adalah tanda yang jelas bahwa saya berada dalam kutuk Tuhan.

(6) Saya menanggapi dan mengatakan bahwa itu konyol. Sudah ada banyak masalah kesehatan dalam keluarga besar saya, dan ayah saya sudah hampir meninggal. Jadi saya mengatakan kepada si Naser bahwa dia telah meminta saya mengemukakan apa yang saya bersedia pertaruhkan dan saya telah mengatakan bahwa saya bersedia membertaruhkan hidup saya (tidak lebih dan tidak kurang).

(7) Naser menolak mempertaruhkan apapun (yang mungkin membuat Muslim mempertanyakan apakah ini pantas disebut duel doa).

(8) Menurut persetujuan kami, kalau kepercayaan saya salah, maka Tuhan akan membunuh saya dalam jangka waktu satu tahun setelah penandatanganan kontrak. Sebagai bentuk belas kasihan, Tuhan akan membuat saya ketakutan sebagai peringatan sebelum Dia membunuh saya. Naser dan saya menandatangani kontrak tersebut. Naser setuju bahwa kalau saya bertahan hidup dalam waktu satu tahun, dia akan dengan tulus mempelajari Kekristenan.

(9) Kemudian Naser mengirim email yang mengatakan bahwa Tuhan dapat mengutuk keluarga saya juga.

(10) Setahun lewat dan saya masih hidup dan sehat-sehat saja.

(11) Walaupun ada persetujuan, Naser menolak untuk mempelajari Kekristenan dengan tulus.

(12) Sekitar tujuh bulan setelah kontrak berakhir, istri saya melahirkan Reid yang menderita Myotubular Myopathy, yaitu penyakit yang telah membunuh setengah dari laki-laki dalam keluarga istri saya. (Patut dicatat bahwa Reid adalah bayi pertama yang berpenyakit ini yang bertahan hidup dalam keluarga istri saya.)

(13) Naser menyatakan bahwa ini adalah tanda yang jelas dari Tuhan dan Tuhan telah memberikan kemenangan kepadanya! (Hal ini dilakukannya walaupun saya hanya setuju untuk mempertaruhkan hidup saya dan walaupun saya masih hidup dan sehat walafiat setelah kontrak berakhir serta walaupun Reid terlahir jauh setelah kontrak berakhir.)

(14) Jadi dengan demikian Naser percaya kepada sesosok Tuhan yang (a) membunuh bergenerasi-generasi bayi dalam keluarga istri saya hanya untuk membuktikan satu hal, namun (b) yang tidak bisa melakukan apapun dengan kontrak yang kami tanda tangani (walaupun saya sudah memberikan daftar panjang tentang hal-hal yang saya anggap sebagai kutuk).

(15) Nadir setuju bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan Mubahila yang jelas kepada seorang Ahmadiah (yang mempercayai Swoon Theory dan adanya nabi setelah Muhammad) !

……

Selamat datang ke dunia pasangan Ahmadiah-Ahmed yang menakjubkan. Sembunyikan bayi kalian semua! Tuhan mereka cenderung untuk salah serang. Saya menanti artikelmu Nadir. Silahkan juga sertakan nama lengkap Naser Shams, salinan kontraknya dan tanggal-tanggal yang relevan.

Pos ini dipublikasikan di David Wood, Islam, Nadir Ahmed. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s