Kami Memang Memiliki Perbedaan Tetapi Itu Perbedaan Kecil Sehingga Bukan Perbedaan

Tanggal 2 February 2011, saya memulai diskusi di salah satu Forum di Facebook. Saya memulai diskusi tersebut dengan pertanyaan dan permintaan sebagai berikut

Ada pertanyaan lagi. Apakah semua aliran islam setuju bahwa yang berotoritas itu Kuran dan Hadits? Apakah berbagai aliran itu setuju hadits yang mana yang dapat dipercaya dan yang mana yang tidak? Mohon pencerahan!

Thread itu ditanggapi oleh seorang yang bernama (samaran??)  Arda Chandra dan kemudian Muhammad Budiman Rasyid yang saya ekspose kebodohannya di tulisan sebelumnya dari pihak Muslim dan Welly Mainolo dari pihak Kristen. Ada beberapa hal yang saya pelajari dari thread yang saya mulai tersebut. Karena ini hanya satu thread dan hanya ditanggapi oleh dua orang muslim, tentunya hal ini tidak mewakili semua muslim. Tetapi hal ini cukup sebagai sesuatu yang perlu diingat agar bersiap-siap menghadapi berbagai taktik yang mungkin digunakan oleh muslim dalam berdiskusi tentang topik ini.

Berikut ini adalah hal-hal yang saya pelajari dari diskusi tersebut.

  1. Cepat-cepat mengiyakan kalau ditanyakan apakah semua aliran dalam islam menganggap Hadits dan Kuran sebagai dua kumpulan tulisan berbeda yang berotoritas dalam kehidupan keislaman. Ada setidaknya satu aliran  dalam Islam yang dikenal sebagai kaum Kurani di Amerika Serikat yang tidak menerima Hadits sebagai kumpulan tulisan berotoritas.  Bahkan salah seorang teman diskusi di forum tersebut memberikan informasi tentang acara tuding-menuding (kafir -mengkafirkan) antar berbagai aliran dalam Islam. Entah karena apa, hal seperti ini terlewatkan oleh muslim. Apakah ini upaya untuk menampilkan muslim sebagai agama yang tidak terpecah-pecah?
  2. Ada juga yang mati-matian mencoba menutup-nutupi fakta bahwa dalam Islam ada berbagai aliran dengan mengajukan pertanyaan seperti misalnya “kalau memang ada aliran dalam Islam, tolong sebutkan!” walaupun akhirnya secara terpaksa mengakui berbagai aliran dalam islam. Kalau anda cukup mengamati dinamika dalam agama Islam, tentu dengan mudah anda menyebutkan berbagai aliran dalam muslim.
  3. Anda harus benar-benar bersabar dan tegas dan tidak melenceng dari topik untuk membuat mereka mengakui fakta bahwa dalam islam ada berbagai perbedaan. Tampaknya kesulitan ini timbul dari pandangan mereka bahwa mendiskuisikan berbagai perbedaan antar aliran muslim merupakan upaya untuk memecah-belah muslim, walaupun sebenarnya itu hanya sekedar permintaan informasi.
  4. Mengalihkan pembicaraan dari pada hal yang tidak anda tanyakan. Dalam diskusi yang saya sebutkan di atas, saya mengajukan pertanyaan tetang bagaimana pandangan berbagai aliran muslim terhadap Hadits dan Kuran.  Muslim kemudian akan mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan  bahwa walaupun anda perbedaan antar berbagai aliran muslim, perbedaan itu kecil dan secara umum mereka sama. Kalau anda mengatakan, “OK, jadi ada perbedaan antar berbagai aliran Islam,” mereka akan kembali ngomong panjang lebar tentang perbedaan mendasar dan tidak mendasar. Padahal pertanyaan saya sebenarnya adalah tentang perbedaan, perbedaan apa saja saya tidak peduli apakah mereka menyebutnya sebagai mendasar atau tidak – dan secara khusus saya menanyakan tentang perbedaan pandangan mengenai posisi Kuran dan Hadits. Point yang ditanyakan adalah ada tidaknya perbedaan bukan besar tidaknya perbedaan tersebut. Toh di antara mereka sendiri ada yang menganggap perbedaan itu begitu besarnya sehingga satu golongan menganggap golongan yang lain sebagai kafir.
  5. Menuding lawan bicara sebagai sedang melakukan penipuan.  Dalam thread lain yang saya bahas sebelumnya kemudian ada yang menuding bahwa saya sedang menipu saat saya mengajukan pertanyaan tersebut karena sebenarnya saya sudah tahu ada perbedaan antar berbagai aliran dalam Islam tetapi mengakhiri posting dengan kalimat “Mohon pencerahan!” Tetapi masalahnya adalah apakah definisi penipuan itu? Kalau misalnya saya tidak tahu terlalu banyak tentang perbedaan yang terjadi dan ingin dapat informasi lebih banyak dari pihak terkait, apakah saya salah dengan mengajukan permintaan “Mohon Pencerahan!”? Atau kalau saya sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi tetapi saya ingin mendengar langsung dari mereka tentang hal itu, apakah itu penipuan? Ataukah itu upaya untuk menghormati lawan diskusi sehingga mereka menjawab sejujurnya tanpa saya menganggap mereka sebagai orang yang tidak jujur?
  6. Anda harus benar-benar memahami logika saat menyimak argumentasi lawan. Perhatikan semua premis lawan dan perhatikan kesimpulannya, lalu nilai validitas argumentasi tersebut. Kalau tidak maka anda akan cepat terkesima dengan banyaknya argumen-argumen yang diangkat walaupun sebenarnya argumen-argumen tersebut tidak valid. Akan ada begitu banyak yang disodorkan di depan anda untuk anda tanggapi walaupun yang disosorkan itu tidak valid sama sekali.
  7. Perhatikan juga setiap kesalahan logika informal yang dilakukan dan ekspose kesalahan-kesalahan tersebut. Seringkali juga ada berbagai kesalahan logika informal yang dilakukan dalam kebingungan mereka mencari jawaban. Perhatikan kesalahan-kesalahan tersebut dan ekspose. Kalau tidak dia akan mengklaim diri memenangkan perdebatan walaupun sebenarnya dia hanya banyak omong yang begitu salah secara logis.
  8. Bersiaplah untuk membimbing mereka untuk mengenali kesalahan mereka secara bertahap. Seringkali mereka tidak tahu (atau mungkin sengaja tidak mau tau??) bahwa mereka melakukan kesalahan dalam berargumentasi  dan anda harus dengan sabar membimbing mereka mengemukakan definisi kesalahan logika yang mereka lakukan. Lalu bimbing mereka untuk memahami premis yang mereka gunakan dan kesimpulan yang mereka ambil dari premis tersebut lalu tunjukkan salahnya dimana. Kalau tidak, mereka akan melarikan diri dengan merasa hebat walaupun sebenarnya mereka sangat kacau argumennya.
  9. Bersiap untuk menerima cemoohan karena anda banyak mempertanyakan tentang logika di balik argumentasi mereka. Bahkan ada yang mungkin menganggap anda sebagai sedang debat kusir. Pertanyaan tentang logika sering dipandang sebagai tidak relevan walaupun sebenarnya pertanyaan tentang logika di balik argumentasi seseorang adalah pertanyaan yang paling relevan. Logika dan argumentasi adalah satu-satunya yang anda miliki untuk menilai validitas argumentasi lawan bicara atau yang dapat dipakai lawan bicara untuk menilai argumentasi anda. Tanpa itu, maka yang ada hanya debat kusir. Anda harus selalu sadar akan hal ini dan dalam menyusun argumentasi anda jangan membiarkan celah sedikitpun untuk diserang sehingga pada akhirnya anda akan tetap kokoh berdiri dan lawan anda sudah tidak berkutik.
  10. Jangan lupa untuk berdoa dan mengandalkan Kuasa Tuhan dalam diskusi.
Pos ini dipublikasikan di Islam - Kristen, Praktis. Tandai permalink.

4 Balasan ke Kami Memang Memiliki Perbedaan Tetapi Itu Perbedaan Kecil Sehingga Bukan Perbedaan

  1. Hamba Allah berkata:

    boleh ikut komen……….
    ini tidak berusaha membenarkan siapa pun. ini berdasarkan pengalaman ku saja. Bahwa agama apa pun saja smua tujuanny sama.hanya mungkin jalanny yang berbeda. aku rasa tak perlulah kita menghakimi agama orang lain, menuduh nabi org lain palsu atau apalah. manusia diciptakan untuk berpikir dan berilmu.bukan berarti untuk menghujat orang-orang yang tidak sejalan dengan mu. saya seorang muslim, saya sangat menghargai agama yang anda anut karna saya lahir dari keluarga yang berbeda agama. berbeda sah sah aja yang penting saling menghargai dan menghormati. Aku pun diberi kebebasan untuk memilih agama yang aku yakini, karna itu masalah hati. terus terang dengan membaca komentar2 anda disini, aku merasa tingkat keimanan ku untuk meyakini islam sebagai agama yang ku anut semakin tebal. Aku semakin ingin mengenal islam lebih dalam. Terima kasih atas adany blog ini karena semakin mendekatkan ku pada agama yang aku anut sekarang. yang mengajarkan untuk menyembah hanya ke pada Allah SWT dan meneladani Muhammad SAW. Alhamdulillah.

    • whereisthewisdom berkata:

      boleh ikut komen……….
      Silahkan! Tidak ada masalah.

      ini tidak berusaha membenarkan siapa pun.
      Membenarkanpun tidak apa-apa, asalkan argumen anda valid dan premis anda benar. Itu bukan masalah. Yang menjadi masalah untuk saya adalah kalau ada yang berargumen tidak valid tapi mencak-mencak saat diungkapkan.

      ini berdasarkan pengalaman ku saja. Bahwa agama apa pun saja smua tujuanny sama.hanya mungkin jalanny yang berbeda.
      Karena saudara berbicara sesuai dengan pengalaman saudara, maka mungkin saudara juga bisa memperbolehkan orang lain yang punya pengalaman lain untuk mengemukakan pandangannya. Saya sangat menghargai kalau memang demikian adanya. Dan buat saya, itu adalah kebebasan. Saudara berhak mengatakan seperti yang saudara katakan dan saya berhak juga mengatakan seperti yang saya katakan. Yang paling penting adalah kita tidak saling membunuh. Saudara merasa pandangan saudara bahwa semua agama tujuannya sama itu hak saudara. Tetapi saya juga punya hak untuk bertentangan dengan saudara, iya tidak? Tetapi walaupun saya berbeda atau bertentangan pendapat dengan saudara, tapi saya tidak mengambil hak saudara hidup dan mengemukakan pendapat, demikian juga saudara. Buat saya itu adalah toleransi sejati. Saya sangat menghargai itu.

      Saya katakan bahwa pada level tertentu, mungkin kelihatannya semua agama memiliki satu tujuan. Misalnya semua agama memang mengajarkan untuk ‘berbuat baik’. Tetapi berbuat baik itu sendiri punya definisi yang berbeda di antara masing-masing agama. Sebagai contoh saja, sebagai bentuk hormat saya terhadap saudara, saya tidak akan angkat dari agama lain. Saya bandingkan dalam agama yang katanya didasarkan pada ajaran Yesus Kristus saja: Katolik dan Protestan. Ada banyak variasi, dalam posisi kedua belah pihak. Tetapi secara umum, protestan (yang masih setia pada keprotestanannya) menganggap perbuatan baik sebagai bentuk ucapan syukur karena keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus secara cuma-cuma kepada orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat. Sedangkan katolik mengajarkan bahwa perbuatan baik adalah salah satu yang menentukan seseorang masuk surga. Itu pada level tujuan.

      Memang saya akui bahwa mungkin saja semua ‘perbuatan baik’ memiliki dampak yang sama, yaitu bahwa akan ada keamanan atau ketertiban. Tetapi kita tentunya bukan penganut the end justifies the mean.

      aku rasa tak perlulah kita menghakimi agama orang lain, menuduh nabi org lain palsu atau apalah. manusia diciptakan untuk berpikir dan berilmu.bukan berarti untuk menghujat orang-orang yang tidak sejalan dengan mu. saya seorang muslim, saya sangat menghargai agama yang anda anut karna saya lahir dari keluarga yang berbeda agama. berbeda sah sah aja yang penting saling menghargai dan menghormati.

      Saya tidak masalah kalau agama saya disebut salah. Tetapi yang sangat penting buat saya adalah apa argumen yang dia kemukakan. Kalau argumennya tidak valid, untuk apa kita terima pandangan yang mengatakan bahwa ajaran agama saya salah? Dan saya senang kalau ada yang mengkritik saya, sejauh kritik itu adalah argumen yang valid dan yang mengeritik siap untuk diskusi. Tetapi yang saya harapkan dalam diskusi adalah tetaplah menuruti hukum-hukum logika. Tanpa itu, maka yang terjadi bukanlah diskusi, tetapi hanya pertengkaran.

      Karena saya tidak masalah kalau orang lain mengeritik ajaran agama yang saya percayai, maka tentunya saya harap mereka yang mengeritik ajaran agama saya tidak keberatan kalau saya mengeritik ajaran agama mereka. Saya tidak mau kalau saya boleh dikritik, tetapi orang yang mengeritik tidak boleh dikritik agamanya.

      Aku pun diberi kebebasan untuk memilih agama yang aku yakini, karna itu masalah hati. terus terang dengan membaca komentar2 anda disini, aku merasa tingkat keimanan ku untuk meyakini islam sebagai agama yang ku anut semakin tebal. Aku semakin ingin mengenal islam lebih dalam. Terima kasih atas adany blog ini karena semakin mendekatkan ku pada agama yang aku anut sekarang. yang mengajarkan untuk menyembah hanya ke pada Allah SWT dan meneladani Muhammad SAW. Alhamdulillah.

      Ssaya sebagai orang Kristen tentu merasa sedih karena saudara tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Tetapi saya tidak punya hak untuk memaksa saudara untuk percaya. Walaupun saya sedih, tetapi saya tidak memusuhi anda. Saya mungkin akan berdoa buat saudara dan kalau saudara misalnya masih mau melanjutkan diskusi dengan saya misalnya tentang kebenaran atau kesalahan saya. Tetapi kalau saudara memilih untuk tidak membahasnyapun, itu kebebasan saudara.

    • whereisthewisdom berkata:

      Sudah saya jawab di atas. Jawaban saya diberi huruf tebal dan pernyataan saudara berhuruf biasa.

      Salah Hormat

  2. kunakri berkata:

    fantastic

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s