Anda Terperangkap!

Beberapa waktu yang lalu di bagian komentar tulisan saya, si lawan diskusi saya yang tulisannya saya tanggapi menulis beberapa komentar. Saya akan menanggapi komentarnya dalam tulisan tersebut. Dalam tulisan tersebut saya mengemukakan sebuah logical ad hominem. Logical ad hominem adalah mengasumsukan posisi lawan sebagai benar (entah memang benar atau tidak) lalu menarik kesimpulan yang valid dari posisi itu yang bertentangan dengan apa dipercaya oleh lawan bicara. Perhatikan bahwa secara definisi tidak ada keharusan untuk mempercayai atau tidak mempercayai posisi lawan sebagai benar dalam mengemukakan argumentasi seperti ini. Nah, dalam posisi ini saya mengambil posisi tidak mempercayai apa yang dipercaya oleh lawan. Satu hal lagi yang perlu diingat adalah bahwa dalam logical ad hominem kalau kita tidak mempercayai posisi lawan sebagai benar, maka logical ad hominem itu sama dengan apa yang Alkitab sebut sebagai “menjawab orang bodoh sesuai dengan kebodohannya.”

Argumen yang lawan yang saya bantah dengan logical ad hominem adalah bahwa “karena Yesus dicobai oleh Iblis  maka itu berarti Dia bukan Tuhan.” Saya berargumen bahwa kalau Yesus bukan Tuhan hanya karena Dia dicobai oleh iblis, maka si Alloh (sesembahan muslim)pun bukan Tuhan karena dia dicobai oleh manusia. Orang ateis seperti Richard Dawkins sangat anti sesembahan muslim dan mengolok-olok dia.  Saya juga sudah berulang kali mengolok-olok Dia. David Wood mempermalukan dia karena ternyata dia tidak berkuasa atas Yesus Kristus. Itu sudah cukup menjadi bukti bahwa si  sesembahan muslim bukanlah Allah yang benar. Itu hanya buatan mereka saja.

Nah, dalam komentarnya si lawan diskusi mengemukakan bahwa argumen saya tidak valid karena waktu Yesus dicobai Dia berhadapan muka dengan muka dengan setan. Sedangkan saat orang yang tidak percaya sesembahan muslim mengolok-olok dia, si sesembahan itu tidak sedang berada posisi face to face dengan sang pengolok. Saya tunjukkan bahwa kalau memang demikian adanya, maka sesembahan muslim itu tidak mahakuasa. Sesembahan Kristen adalah Allah yang mahakuasa dan mahahadir sehingga setiap upaya untuk menolak atau mengejek Dia termasuk yang baru ada dalam pikiran, itu adalah sesuatu yang dilakukan di hadapan Dia.  Jadi kalau sesembahan muslim hanya punya kemampuan yang terbatas, untuk apa menyembah Dia? Lebih baik menyembah Yahweh.

Kemudian si lawan diskusi meredefinisi “muka dengan muka” sebagai ketidaksediaan untuk berinteraksi. Jadi misalnya kalau orang memaki saya di depan muka saya tetapi saya tidak mau memperhatikan, maka itu tidak masuk dalam “muka dengan muka.” Redefinisi yang menarik! Si lawan dikusi mengatakan bahwa Yesus berhadapan “muka dengan muka” dengan iblis saat iblis mencobai Dia, sedangkan saat saya, Richard Dawkins, atau David Wood mengejek sesembahannya muslim, itu tidak masuk kategori “muka dengan muka.”  Karena itu, kesimpulannya si lawan diskusi tidak memberlakukan standar ganda. Menarik melihat lawan diskusi meredefinisi istilah yang dia gunakan saat tersdut. Tetapi baiklah, kita anggap saja dia jujur dan tidak melakukan redefinisi istilah – walaupun kita punya banyak alasan bahwa dia sedang meredefinisi istilah. Tetapi sekarang pertanyaannya adalah tahu darimana si lawan diskusi bahwa si sesembahannya memang tidak bersedia berinteraksi dengan David Wood dan ateis serta saya yang mengejek dia? Apakah saya hanya harus mempercayai lawan diskusi bahwa si sesembahannya itu sedang tidak bersedia? Saya tidak tahu. Kita tunggu jawaban dari si lawan diskusi!

Lalu kalau demikian, apakah kriteria yang dia pakai valid untuk menentukan Yesus adalah Allah atau tidak berdasarkan dicobai tidaknya Yesus oleh Iblis? Tidak sama sekali! Si lawan diskusi belum memberikan dasar untuk itu. Saya masih menunggu justifikasi terhadap kriteria yang dia pakai. Paling banter dengan redefinisi istilah itu, dia hanya menunjukkan bahwa dia tidak sedang melakukan standar ganda.

Tetapi kalaupun andaikata si lawan diskusi bebas dari tuduhan standar ganda saat ini (karena redefinisi istilah), dia melakukan kesalahan logika bernama “conflation” atau istilah sederhananya membandingkan apel dan jeruk dan mengeluh mengapa jeruk dan apel tidak sama.  Yang si lawan diskusi tidak perhatikan adalah bahwa saat di dunia Yesus Kristus memiliki dua natur yang tidak saling tercampur satu dengan yang lain yaitu natur kemanusiaan dan natur keallahan. Yang dicobai oleh iblis adalah kemanusiaan Kristus. Dia punya misi di dalam dunia. Dia datang untuk dicobai dan tidak dikalahkan iblis dan Dia berhasil. Itu berbeda sekali dengan sesembahan muslim.

Dalam komentarnya yang lain si lawan diskusi mengatakan bahwa kalau memang benar bahwa Allah dan Yesus mahatahu, maka tentunya Dia akan menghentikan semua penghinaan dan pembunuhan terhadap orang Kristen yang terjadi di dunia. Masalah yang paling besar dengan komentar seperti itu adalah bahwa lawan tidak tahu apa yang sedang terjadi (entah karena tidak punya kemampuan analisa, entah karena memang tidak mau analisa). Dia tidak tahu bahwa saya sedang menggunakan logical ad hominem yaitu menunjukkan kebodohan lawan dengan menunjukkan bahwa implikasi dari yang dia percayai tidak dia sukai. Dalam berargumen demikian, tidak ada keharusan bagi orang yang berargumen demikian untuk meneripa posisi lawan. Dengan kata lain, si lawan diskusi kembali lagi miss the point seperti yang sudah dia lakukan secara rutin.

Si lawan diskusi juga menulis panjang lebar tentang pembagian waktu antara periode pewahyuan agama dan periode pasca pembagian agama, yang tidak relevan sama sekali dengan yang saya katakan di sini – fallacy of irrelevance.

Sebagai kesimpulan, lawan diskusi harus meredefinisi istilah agar dia terbebas dari standar ganda dan saat terbebas dari standar ganda, dia justeru terperangkap conflation.  Di samping itu dia juga berpanjang lebar berbicara tentang sesuatu yang tidak menentukan dalam diskusi alias irrelevant. So much is for a muslim intellect!

Pos ini dipublikasikan di Belajar Lagi ya.., Islam, Logika, Memang Bodoh. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s