Kamu Tahu Tidak yang Kamu Bicarakan?

Beberapa kali saya memasuki forum diskusi Kristen dan Islam di Internet hampir selalu ada orang yang mengangkat isu tentang kapan Yesus ditetapkan sebagai Tuhan. Cara pengungkapannya bermacam-macam. Terakhir saya diskusi di Forum Facebook yaitu di sebuah thread yang dimulai oleh seorang Bani Ismail yang berbunyi:

SIAPAKAH YANG BERWENANG MEMBATALKAN AYAT INI
Yoh 17:3
“Inilah hidup yg kekal itu, yaitu mereka mengenal Engkau, satu satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”

Anehnya terakhir kali saya tengok, diskusi itu sudah tidak terlihat lagi. Hanya tiga posting terakhir yang tersisa. Mungkin dihapus oleh salah seorang admin? Saya tidak tahu pasti. Tanpa menggubris hal lain yang saya sudah bantah di sana, hal yang diangkat adalah mengapa kok Yesus baru ditetapkan sebagai Tuhan pada abad ke-4. Saya menanyakan referensi si Bani untuk mengatakan demikian tetapi tidak ada jawaban apapun yang saya terima. Pertanyaan saya didasari oleh pemahaman bahwa kalau kita tahu referensi, maka kita akan tahu apa yang dimaksud dengan frase “ditetapkan sebagai Tuhan,” dan melanjutkan diskusi dari pemahaman yang sama tersebut. Tetapi jawaban tidak pernah saya terima dari si penanya.

Satu hal yang entah disadari atau tidak disasari oleh penanya adalah bahwa mengajukan pertanyaan tersebut dia mengajukan dua atau lebih pertanyaan, tergantung dari makna “ditetapkan sebagai Tuhan” yang digunakan di dalam pertanyaan. Apakah frase itu berarti bahwa sebelumnya Yesus memang Tuhan, Alkitab mengajar bahwa Dia Tuhan, dan ada orang Kristen yang percaya bahwa Dia Tuhan sebelum abad ke-4  tetapi ajaran tentang keilahian-Nya baru ditetapkan secara resmi sebagai ajaran yang benar pada abad ke-4? Ataukah Yesus memang Tuhan, Alkitab mengajarkan demikian, tetapi pada awalnya tidak ada orang Kristen yang mempercayai Dia sebagai Tuhan dan baru pada abad ke-4 orang menggali lebih dalam Firman Tuhan dalam Alkitab dan akhirnya menemukan bahwa Yesus adalah Tuhan? Ataukah berarti Yesus memang sebenarnya bukan Tuhan,  Alkitab memang tidak mengajarkan bahwa Dia Tuhan, dan tidak ada orang Kristen sama sekali yang percaya bahwa Dia Tuhan tetapi baru pada abad ke-4 Dia orang-orang Kristen mengatakan, menetapkan dan menyembah sebagai Tuhan? Serta berbagai kemungkinan pengertian “ditetapkan sebagai Tuhan” yang lain yang tidak perlu saya kemukakan di sini.

Dalam diskusi seharusnya diberi klarifikasi apa yang dimaksud oleh penanya. Tetapi hal ini tampaknya sulit karena untuk semua definisi dari frase “ditetapkan sebagai Tuhan” yang digunakan, sang penanya harus lebih dahulu mempertanggungjawabkan definisi-definisi tersebut. Ada banyak orang di luar sana yang serta-merta mengajukan pertanyaan yang dia dengar orang lain ajukan tanpa memahami apa yang berada di balik pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena mereka tidak paham definisi-definisi tersebut, maka mereka tidak akan bisa memberi pertanggungjawaban dan akhirnya mereka melompat dari satu topik ke topik yang lain. Hal ini juga yang terjadi dalam diskusi yang saya sebutkan pada awal tulisan ini. Akhirnya pertanyaan yang diajukan berakhir dengan tidak ada diskusi.

Menjawab ketiga kemungkinan definisi di atas, maka untuk definisi pertama tidak perlu dijawab karena tidak ada masalah. Fakta bahwa gereja baru menetapkannya sebagai ajaran yang benar pada abad ke-4 tidak berpengaruh terhadap apakah benar Yesus Tuhan atau tidak. Demikian juga dengan kemungkinan definisi kedua. Tetapi di sana ada masalah faktual yang perlu diluruskan yaitu bahwa sebelum abad ke-4 (malah pada jaman Yesus sendiri) sudah ada orang yang menyembah Yesus sebagai Tuhan misalnya Thomas atau Paulus atau orang-orang Kristen lainnya. Kalau misalnya definisi ketiga yang dimaksudkan, maka tentu saja akan berpengaruh terhadap benar tidaknya Yesus adalah Allah atau tidak. Tetapi dalam definisi itu ada kesalahan faktual dan yang benar adalah Alkitab mengajarkan Yesus sebagai Tuhan, orang Kristen menyembah Dia, dan abad selanjutnya ditetapkan sebagai ajaran resmi bahwa Yesus sebagai Tuhan.

Jadi?? Jadi kalau anda menanyakan sesuatu, pahamilah apa yang berada di balik pertanyaan tersebut! Pahamilah asumsi-asumsinya. Pahamilah argumen di balik asumsi-asumsi tersebut. Dan bersiap-sedialah memberi pertanggungjawaban pada lawan diskusi saat diminta. Dengan demikian kita tidak akan kelihatan seperti seorang bodoh yang sebenarnya hanya asal ngomong dan tidak tahu apa yang kita maksudkan sendiri. Kalau kita orang yang menghadapi pertanyaan seperti di atas, pikirkan baik-baik argumen-argumen macam apa yang kemungkinan ada di balik pertanyaan lawan, lalu kemudian coba ungkapkan yang mana sebenarnya dia gunakan, lalu bantah argumen tersebut. Dengan demikian, kita akan betul-betul menjawab lawan dan kalau kita salah, kita mengakui salah dan kalau mereka yang salah, kesalahan mereka diekspose. Singkatnya, belajarlah berargumen seperti Guru Agung kita Yesus Kristus yang tidak pernah menyalahpahami argumen lawan.

Update

  1. Ternyata postingan itu sudah muncul lagi. Mungkin hanya karena ada kesalahan teknis di Facebook
  2. Komentar dari Welly di bawah ini menjadikan postingan ini sebagai logical ad hominem karena sebenarnya pada abad ke-4 tidak ditetapkan keilahian Yesus. Terima kasih Welly
Pos ini dipublikasikan di Islam, Logical ad Hominem, Logika, Polemik, Yesus. Tandai permalink.

17 Balasan ke Kamu Tahu Tidak yang Kamu Bicarakan?

  1. welly mainollo berkata:

    “Kamu tahu tidak yang kamu bicarakan?”… dalam konteks Konsili Ekumenis (seluruh Gereja di seluruh dunia yg beradab) Pertama di Nicea tahun 325, maka pertanyaannya mungkin bisa diganti dengan “Kamu tahu tidak apa yang sebenarnya terjadi di sana?”

    Muslim sering menuduh, Yesus baru diangkat jadi Tuhan pada Nicea 325. Kenyataannya justru tidak demikian. Kedua fraksi yg berseteru (Arius dan Athanasius) justru sama2 percaya bahwa Yesus itu Tuhan! Dasar argumentasi Arius justru diambil dari 1 Korintus 8:6 bahwa “hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus”.. Jadi menurut Arius, berdasarkan ayat ini, ada dua yang ilahi, yakni: (1) Allah, yaitu Bapa, dan (2) Tuhan, yaitu Yesus.. pemahaman Arius ini kemudian disambung dengan Yohanes 14:28 yg berkata, “Bapa lebih besar dari pada Aku”..

    Atas dasar inilah Arius kemudian mengajarkan bahwa ADA DUA yang ilahi: Bapa dan Yesus dan keduanya terpisah serta yg satu (Bapa) adalah Allah Mahakuasa, sementara Yesus adalah Tuhan Allah yang lebih kecil daripada Bapa. Yg satu (Bapa) tidak diciptakan (tidak memiliki awal waktu), dan yg lain (Yesus) adalah Allah yang memiliki awal waktu karena telah diciptakan paling pertama oleh Bapa dari ketiadaan. Arius menulis surat kepada 2 orang Uskup: Eusebius dari Nicomadea dan Eusebius dari Kaisaria, orang-orang dekat Kaisar Konstantin untuk membantunya:
    “Tapi kami berkata dan telah diajarkan, dan mengajarkan, bahwa Sang Anak tidak diperanakkan, tidak pula diturunkan dari Dzat-Nya (Nya=Bapa), tapi bahwa oleh kehendak dan pemikiran-Nya (Nya=Anak) sendiri Ia (Anak) terbentuk sebelum segala waktu dan zaman SEBAGAI ALLAH YANG SEMPURNA, hanya saja “diperanakkan” dan tak berubah, dan bahwa sebelum Ia diperanakkan, atau diciptakan, atau dimaksudkan, atau dibentuk, Ia pernah tidak ada. Karena Ia tidak diperanakkan. Kami dianiaya, karena kami mengatakan bahwa Anak memiliki permulaan, tapi Allah (Bapa) tidak memiliki permulaan.” (Peters, Heresy and Authority in Medieval Europe, p. 41, dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Arianism#Beliefs ).

    Jadi walaupun Yesus diciptakan Bapa sebagai Allah yang lebih kecil dari Bapa, tapi ternyata Arius juga percaya bahwa Yesus telah menjadi Allah yang sempurna.

    Ajaran Arius akan adanya DUA ALLAH itu kemudian disambung dengan Yohanes 1:3, bahwa “MELALUI FIRMAN dunia ini dijadikan”, maka kesimpulan Arius adalah: Allah Bapa menciptakan Yesus, kemudian Yesus menciptakan alam semesta. Jadi selain ada DUA YANG ILAHI, menurut Arius juga ada DUA PENCIPTA. Sejarawan Philip Schaff yang mengutip dari sejarawan abad ke-4, Eusebius dari Kaisaria (yang juga adalah suporter dari Arius), menuliskan bahwa Arius:
    “mengajarkan bahwa Kristus, walaupun Ia adalah Pencipta dunia, tapi Ia sendiri adalah makhluk ciptaan Allah, sehingga Ia tidak sepenuhnya ilahi” (Schaff, “History of the Christian Church”, 3:9:119).

    Jadi Arius mengajarkan ada 2 ilah pencipta dunia, yakni: Bapa (yang tidak diciptakan) dan Yesus (ilah yang diciptakan Bapa). Ini semua berangkat dari kesalahan Arius mengartikan “Firman diperanakkan” sebagai “Firman diciptakan”.

    Tentu saja ini melanggar tauhid, entah itu tauhid rububbiyah (keesaan Dzat / esensi keilahian) dan tauhid uhuliyyah (keesaan kepenguasaan atas semesta).

    Ajaran Arius ini dibantah oleh Alexander (Patriarkh / Paus Gereja Alexanderia Mesir dan seluruh Afrika) yang kemudian diteruskan oleh muridnya, Athanasius, yg pada waktu itu adalah Diaken / Pendeta muda pembantu Patriakh Alexander. Athanasius berargumentasi bahwa HANYA ADA SATU DZAT / ESENSI KEILAHIAN (Ulangan 6:4), sehingga HANYA ADA SATU PENCIPTA dan satu Pencipta tersebut TIDAK MEMBUTUHKAN BANTUAN DARI YANG LAIN (Yesaya 44:24). Bahwa “Bapa lebih besar dari Yesus” haruslah dilihat dalam konteks inkarnasi, bahwa kedagingan Yesus sebagai hasil inkarnasi Sang Firman memang lebih rendah dari Bapa, namun dalam kodrat pra-ada-Nya sebagai Firman, Firman itu adalah SATU adanya dengan Sang Bapa (Yohanes 10:30) dan SETARA dengan Sang Bapa (Filipi 2:6). Dengan demikian, kejamakan dalam Diri Allah dapat dijelaskan sambil tetap mempertahankan keesaan-Nya.

    Jadi Konsili Nicea sama sekali tidak memperdebatkan KETUHANAN YESUS. Arius percaya lagi kalo Yesus itu Tuhan, hanya saja yang dipermasalahkan adalah apakah Yesus ini Tuhan yg diciptakan atau tidak diciptakan, apakah Yesus ini dari Dzat / esensi keilahian yang sama dengan Bapa ataukah dari Dzat keilahian yang berbeda kualitasnya. Ini lho permasalahannya…

    Jadi buat muslimers yg note ini anda tujukan, anda harus tanya ke mereka: “NGARTI KAGAK SIH LOE ADA APA DI NICEA 325?”😀

  2. suara langit berkata:

    Bingung q. yesuskan dlahirkan ibu knp ibunya ga jdi tuhan juga, bukanya dia lebih hebat krn melahirkan yesus? Seandainya ga ada ibunya yesus ga lahir dunk?

    • whereisthewisdom berkata:

      Silahkan tanggapi apa yang saya katakan dalam tulisan saya. Sekali lagi saya hanya menjawab anda hanya demi kesopanan. Lain kali tolong bahas hal yang saya tulis! Kalau tidak, saya akan hapus komentar anda! Bukan topik yang anda asal angkat. Kalau anda bingung kenapa Yesus lebih besar dari Maria, itu bisa berarti bahwa kemampuan anda rendah, atau anda tidak paham apa yang anda katakan. Yesus adalah pribadi dengan dua natur: kemanusiaan dan keallahan. Karena itu Dia lebih besar dari Maria. Maria menyembah Dia.

  3. Ahmad sholeh al-maghribi berkata:

    Patutkah seorg ibu yg agung menyembah seorg anak yg keluar dri vaginanya tempat mengeluarkan barang yg najis?
    Alangkah baiknya fikir dgn logika.
    Kl anda orang tua dr anak anda.
    Apa anda akan menyembah anak yg justru seharusnya mematuhi anda?
    Jwban anda kurang bisa diterima secara akal bung.kl anda menganggap yesus punya kuasa sprt tuhan,coba kasi kmi bukti apakah yesus pernah mnciptaka selembar bulu keteknya / rambut di kepalanya / bahkan ada yg lain?
    Mohon jwabannya dgn bisa dicerna dgn akal sehat

  4. whereisthewisdom berkata:

    Pertama, silahkan definisikan ‘akal sehat’! Saya minta anda mengemukakan definisi operasionalnya yang dapat kita gunakan untuk menilai apakah jawaban-jawaban saya sesuai dengan akal sehat. Kalau anda tidak definisikan istilah ini, maka apapun yang anda katakan tidak ada artinya. Saya tunggu!

    Kedua, akan memalukan bagi Maria menyembah Yesus kalau Yesus hanya manusia saja. Tetapi itu bukan ajaran kristen sehingga anda hanyalah menyerang strawmen kalau anda mengemukakan keberatan itu terhadap kekristenan. Kekristenan percaya bahwa Yesus Kristus adalah 100% Allah dan 100% manusia. Kami menyembah Yesus Kristus sebagai Allah.

    Ketiga, anda mengatakan jawaban saya kurang memuaskan. Pertanyaanya adalah jawaban mana dan atas pertanyaan apa? Sudikah anda menjawab saya?

    Keempat, Yesus menyatakan diri sebagai I AM dalam Yohanes 8 : 58, sedangkan I AM adalah nama Alllah yang menyatakan diri dalam PL. Jadi setidaknya Yesus menyatakan diri sebagai Allah. Banyak mujizat yang dia lakukan dan itu mengindikasikan bahwa Dia berbeda dari manusia yang lainnya.

  5. whereisthewisdom berkata:

    Ahmad, sebagai tambahan, anda tidak menyinggung sama sekali argumen saya di atas. Bisakah anda bertindak pantas dengan menjawab argumen saya? Saya tunggu tanggapan anda yang menghancurkan argumen saya di atas.

    Supaya anda tau, satu posisi tetap benar walaupun dari sekian banyak argumen pendukung hanya ada satu argumen yang tidak terbantahkan. Saya menunggu anda membantah argumen saya di atas. Kalau tidak, maka tidak ada masalah dengan kepercayaan Kristen akan Yesus sebagai Tuhan

  6. Jason XSuicide berkata:

    Terus yang ditiang salib yang ada di seluruh gereja itu siapa? Kenapa harus ada penyaliban dan untuk apa? Apakah orang2 begitu membencinya sehingga nasib yesus harus berakhir di tiang salib? kalou lah yesus itu berkuasa, kenpa tidak dihancurkan saja orang2 yang mau menyalibnya tersebut, kan tuhan itu bisa segalanya.
    Seharusnya yesus mati dalam keadaan duduk sempurna, seperti buddha.
    kenapa yesus mati ditiang salib?

    • whereisthewisdom berkata:

      Itu hanya gambar yang belum tentu benar gambar Yesus. Penyaliban harus ada karena semua orang sudah berdosa dan layak dihukum. Tidak ada yang dapat menanggun murka Allah sehingga Anak Allah sendiri yang datang menebus mereka yang percaya kepada Dia. Yesus mati dan bangkit di dari antara orang mati. Yesus tidak hancurkan mereka karena misi Yesus saat itu memang bukan untuk menghancurkan mereka. Kenapa Yesus harus mati dalam keadaan duduk? Tau dari mana?

  7. Jason XSuicide berkata:

    Yang mau saya tanyakan kenapa yesus harus disalib? Berarti orang2 yang yang menyalib yesus adalah orang2 yang membencinya dan tidak mengakui kalau yesus itu sebagai tuhan. Jikalau yesus waktu disalib adalah sebagai tuhan, kemanakah orang2 yang mengikuti dia? kenpa tidak membelanya, atau contoh saja jika anda berada diantara orang2 yang sedang menganiaya yesus tentu anda sebagai orang yang mempercayai yesus akan tampil ke depan membela dengan sepenuh jiwa raga anda, sampe mati pun anda rela. Nah…waktu penyaliban..kemana mereka semua yang mengagungkan yesus?

    • whereisthewisdom berkata:

      Sudah dijawab di atas tentang mengapa Yesus disalib. Apa yang sulit dipahami dari jawaban tersebut? Benar, orang yang menyalib Yesus membencinya dan tidak mengakui Dia sebagai Tuhan. Yang disalibkan adalah kemanusiaan Kristus. Kedua natur Kristus (kemanusiaan dan kealaahan-Nya) tidak saling bercampur satu dengan yang lain. Orang tidak membelanya karena itu sudah menjadi kehendak-Nya. Dia mengatakan bahwa Dia menyerahkan nyawanya atas kehendak-Nya sendiri. Kalau misalnya Dia membarkan orang untuk menolong Dia, maka misi-Nya gagal. Petrus sudah berusaha untuk menolong Dia, tetapi Yesus mengatakan tidak. Waktu penyaliban..semua yang mengagungkan Yesus tetap ada di sana. Tetapi mereka tidak berbuat apa-apa.

      NB: perhatian baik-baik, tolong menggunakan kaidah berbahasa yang baik. Tulisan anda serampangan saya menuliskan nama orang dengan huruf awal non kapital. Lain kali silahkan perhatikan penulisan anda!

      Terima kasih!

  8. Jason XSuicide berkata:

    “Penyaliban harus ada karena semua orang sudah berdosa dan layak dihukum” saya kutip pernyataan anda.
    Hubungan antara orang-orang yang sudah berdosa dan layak dihukum dengan penyaliban Yesus itu apa? Apakah dengan disalibnya Yesus semua dosa umat manusia (umat Yesus saja tentunya) secara otomatis akan dihapus? atau bagaimana dan berlaku sampai kapan? Contohnya : ada umat Yesus yang bergelimang dosa tapi dosanya tidak berarti apa-apa, karena Yesus telah menanggungnya dengan pengorbanan disalibnya Yesus dari zaman dahulu sampai akhir zaman. Apakah begitu?

    • whereisthewisdom berkata:

      Pertanyaan anda sudah terjawab kalau anda membaca kalimat berikut komentar saya. Silahkan baca! Ini peringatan pertama untuk anda. Kalau membaca tulisan orang lain jangan sepotong-sepotong sehingga tidak mempertanyakan hal yang sudah ada jawabannya.

      Penyaliban Yesus hanya menghapus orang yang mengakui bahwa mereka berdosa dan hanya Yesus Kristus yang dapat menyelamatkan mereka dari akibat dosa-dosa mereka. Pengampunan itu berlaku untuk selama-lamanya. Tidak diragukan ada orang yang kristen yang berdosa. Kadang-kadang orang kristenpun berdosa. Tetapi kalau mereka benar-benar orang kristen, mereka akan bertobat saat diberi peringatan atau kalau waktu Tuhan sudah tiba untuk mengingatkan mereka. Tetapi ada juga orang yagn hanya mengaku kristen dan berdosa serta merasa seperti yang anda katakan. Orang seperti bukan orang Kristen. Orang kristen sejati adalah orang yang mengakui dosa mereka dan mengakui korban Kristus bagi mereka dan melakukan perbuatan baik untuk berterima kasih atas anugerah keselamatannya. Kalau orang tidak ada menampakkan ada perubahan sama sekali dari dosa-dosanya, sangat diragukan bahwa dia orang kristen.

  9. Jason XSuicide berkata:

    Yesus dilahirkan dari seorang ibu, pun begitu proses kehamilan Maria (versi kristen, islam=Maryam) seperti layaknya ibu hamil, perlu waktu, sehingga Maria pun menjauhkan diri dari lingkungannya karena ia takut orang2 akan mencemoohnya, hamil tanpa ada suami.
    Apakah anda menerima atau mengakui cerita ini dalam Bible?
    Nah, setelah dilahirkan Yesus pun tumbuh seperti anak-anak pada umumnya, butuh ASI, ngompol, buang air besar, dan tentunya butuh kasih sayang dan perawatan seorang ibu.
    Pertanyaannya adalah sejak kapan atau pada umur berapa Yesus berubah status menjadi Tuhan? karena Yesus kan dilahirkan seperti manusia biasa.
    Seandainya Maria meninggalkan bayi tsb di padang pasir, tentu saja dia akan kelaparan dan mati, atau dimangsa binatang buas.
    Adakah dalam Bible yang menceritakan Yesus telah menjadi Tuhan sejak lahir? dan Maria mengumumkan kepada khalayak bahwa dia telah melahiran Tuhan maka sembahlah bayi tersebut.

    • whereisthewisdom berkata:

      Kata siapa Maria menjauhkan diri dari lingkungannya? Sumber anda apa? Quran? Atau apa?

      Saya menerima kisah dalam Alkitab, tetapi dalam Alkitab tidak ada kisah seperti yang anda katakan bahwa Maria mengundurkan diri dari lingkingan. Kalaupun Maria melakukan itu, lalu apa implikasinya buat kekristenan? Serta bagaimana anda sampai pada implikasi seperti itu? Dengan kata lain premis-premis anda apa saja? Atau apa maksud anda? Silahkan jawab pertanyaan saya. Sejak awal saya mengajukan pertanyaan ke anda, bahkan untuk klarifikasi, tetapi anda tidak menjawab juga. Harap dipahami di sini bukan arena cerdas cermat. Di sini tempat untuk diskusi. Jadi kalau ditanyakan, yaaa.. silahkan berinteraksi dengan pertanyaan saya!

      Pertanyaan anda “sejak kapan atau pada umur berapa Yesus berubah status menjadi Tuhan? karena Yesus kan dilahirkan seperti manusia biasa.” menunjukkan ketidakmampuan anda memahami apa yang sudah saya katakan sebelumnya. Mohon perhatian untuk tidak membuang waktu saya menjawab pertanyaan yang sudah ada jawabannya! Tetapi untuk kali ini saja saya meladeni anda: Kekristenan tidak mencampur-adukkan ketuhanan dan kemanusiaan Kristus. Yesus adalah Tuhan sejak kekal sampai kekal. Kemanusiaannya ada permulaan. Yang lahir ke dunia adalah kemanusiaan-Nya. Mengajukan pertanyaan seperti yang anda ajukan adalah mencampur-adukkan antara kedua natur kristus dan dengan demikian hanya merupakan sesat berpikir yang disebut “Strawmen Fallacy” Silahkan baca terjemahan-terjemahan saya tentang berbagai kesalahan logika. Ada banyak.: https://whereisthewisdon.wordpress.com/category/the-fallacy-detective/

      Seandainya Maria meninggalkan bayi Yesus di padang pasir, tentu saja Dia akan kelaparan dan mati, atau dimangsa binatang buas. Betul sekali karena itu adalah kemanusiaan Kristus. Tidak ada yang menyangkali itu. Tetapi juga karena kedatangan Yesus Kristus adalah rencana dari Allah Tritunggal, maka hal itu tidak terjadi dan tidak mungkin terjadi.

      Pertanyaan anda “Adakah dalam Bible yang menceritakan Yesus telah menjadi Tuhan sejak lahir?” sekali lagi menunjukkan bahwa anda tidak paham apa yang saya katakan sebelumnya. Berhubung apa yang saya katakan sebelumnya yang relevan dengan pertanyaan seperti ini sudah saya angkat di atas, tidak perlu saya jawab lagi. Kalau anda tidak tahu juga bagaimana hubungan keduanya, maka silahkan belajar dulu berargumentasi alias belajar menghubungkan satu proposisi dengan proposisi lain lalu ambil kesimpulan yang diharuskan oleh premis.

  10. Jason XSuicide berkata:

    1. Semua Manusia dilahirkan
    2. Yesus dilahirkan
    Kesimpulan…Yesus manusia

    1. Hanya Tuhan yang baik
    2. Yesus tidak baik
    Kesimpulan…Yesus bukan Tuhan

    Karena Tuhan berdiri sendiri, dari awal dan selamanya, tidak dilahirkan dan melahirkan, tidak menyerupai siapapun dan benda apapun.
    Kristen tidak mempermasalahkan antara kemanusiaan dan keilahian Yesus, kalo bisa kemanusiaannya dihilangkan saja, tapi fakta sejarah tidak dapat dipungkiri.

    • whereisthewisdom berkata:

      Jason, saya harap ini peringatan terakhir untuk anda. Sebelumnya ada berbagai pertanyaan yang saya ajukan ke anda dan anda tidak peduli untuk jawab sama sekali. Saya juga mengemukakan pandangan Kristen sebelumnya. Pandangan yang secara logis menjadikan argumentasi anda tidak relevan.

      Pertama, orang Kristen tidak membantah bahwa Yesus Kristus adalah manusia sejati, tetapi Kristen mengajarkan Yesus bukan hanya manusia sejati tetapi Allah sejati.

      Argumentasi kedua anda sudah dibahas di sini: https://whereisthewisdon.wordpress.com/2011/01/03/masa-logical-ad-hominem-saja-tidak-paham/

      Dengan demikian kritik anda tidak ada yang laku. Silahkan tunjukkan saya salah! Silahkan tunjukkan hukum logika yang mana yang saya langgar dalam argumentasi saya! Saya sudah membongkar kesalahan logika anda dan sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali. Saya tunggu!

      Kalau tidak ada yang lebih baik yang anda dapat lakukan, maka ini terakhir kali komentar anda saya approve.

      Terima kasih atas perhatiannya

      Btw, anda komentar pake iPhone ya?
      Ma Kuru

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s