Mungkin ini bisa disebut Pengecut!

Di bawah ini adalah diskusi dengan seseorang di internet. Orang ini adalah orang yang sangat kacau pikirannya. Saya tidak tampilkan nama asli, bahkan akronimnyapun tidak ada hubungan dengan orang tersebut. Menarik dilihat bagaimana seorang pengecut hanya bisa bersembunyi di balik alasan-alasan yang kelihatan rohani.

MKPB:
Dua hal berbeda walaupun tidak boleh dipisahkan antara melakukan sesuatu yang benar dengan percaya yang benar. Tidak ada satupun ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa yang penting adalah perbuatan baik, konsep tidak penting! Konsep yang benar harus melandasi perbuatan yang benar. Seseorang yang melakukan pekerjaan yang benar yang bertentangan dengan konsep yang dia anut tidak lebih baik dari orang yang memiliki konsep yang benar dan tidak melakukannya. Dengan kata lain, mengatakan bahwa seseorang menganut konsep yang salah bukan sesuatu yang tabu!

Juga harus diingat bahwa kalau seseorang memiliki konsep yang baik tetapi dia tidak melakukannya, tidak berarti bahwa konsep itu menjadi salah dan tidak dapat diterima. Itu blunder logika fatal yang akan membuat kita jadi orang yang picis. Yesus mengajarkan bahwa kalau ada yang baik yang diajarkan orang Farisi dan ahli taurat, harus diikuti, tetapi tindakan mereka yang salah tidak boleh diikuti!

 

MA
Ya Ma Kuru, semua yang kamu bilang ada benarnya. tapi perlu diingat bahwa saya tidak mengatakan seperti yang anda katakan “Juga harus diingat bahwa kalau seseorang memiliki konsep yang baik tetapi dia tidak melakukannya, tidak berarti bahwa konsep itu menjadi salah dan tidak dapat diterima. saya mengatakan “Lebih baik mana, memiliki konsep yang benar tetapi tidak melakukan /bertindak seperti yang dipercayai atau sebaliknya.” ungkupan ini mengacu pada perumpamaan tentang perumpamaan TY mengenai kelompok kambing dan domba, juga surat Yakobus dan Yohanes. Harapan saya, semoga kita ini tidak hanya sibuk mengurusi “sesat-tidak sesat” seperti kelompok lain di negri ini dan lupa akan panggilan kita sebagai Terang dan Garam

MKPB
Mmm… semua bilang mereka benar dan semua punya hak untuk melakukan itu. Itu kebebasan berpendapat namanya. Yang membaca dan menyimak tinggal berpikir dan menimbang argumen mana yang valid dan pantas diikuti. Itu justeru sangat mendidik karena orang “dipaksa” untuk menggunakan intelektnya. Ingat Alkitab juga mempersalahkan aktivitas tanpa memahami kebenaran. Lalu, apakah anda mengatakan bahwa semua orang yang mengupas kesesatan pihak lain tidak bekerja menjadi garam? Atau apa maksud anda? Bukankah dengan membongkar kesesatan, itu juga fungsi garam? Ingat surat kepada jemaat Efesus dari Yesus Kristus dalam kitab wahyu, mereka tidak dipersalahkan karena mereka tidak kenal lelah mengekspose kesesatan sebagai kesesatan

 

MA
MA Kuru: saya kan tidak mengatakan seperti yang kamu katakan. intinya dari pesan saya (jika anda mampu menyimaknya), adalah berhentilah terlalu dini menilai yg lain itu sesat. Perhatikanlah hidup kita dengan seksama karena kekristenan itu bukan hanya sekedar konsep teologi, Yesus itu Tuhan dll., Kekristenan itu lebih dari itu. Ingat nasihat Palulus kepada jemaat galatia, “Jangat sesat! Allah tidak membiarkan dirin-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang itu juga yg akan dituanya. Sebab barang siapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi……(dst). Yesus juga mengingatkan kita bahwa “Bukan orang yang menyebut TUhan, Tuhan, Tuhan yang masuk dalam kerajaan ALLAh”, bukan?

 

MKPB
Ok. Jadi anda mengatakan bahwa kami di sini yang menyatakan orang lain sebagai sesat adalah terlalu dini. Itu maksud anda atau apa? Apa maksud anda dengan terlalu dini menilai pihak lain sesat? Apakah itu artinya adalah meninggalkan logika dan hidup seperti binatang yang tidak punya akal budi? Atau apa?

Anda juga ngomong tentang perhatikan hidup anda secara seksama. Bagaimana kita memperhatikan hidup secara seksama kalau tidak tahu mana yang benar dan mana yang tidak? Apakah mengupas kesesatan bukan pekerjaan yang baik? Apakah Paulus tidak melakukannya? Apakah Yesus tidak melakukannya? Cmooo…! Dengan apa anda menilai hidup anda kalau konsep benar salah saja anda buang? Bagaimana anda mengembangkan intelek anda kalau anda tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah?

Apakah menurut anda menilai orang lain sesat itu sebuah kesesatan? Kalau bukan kesesatan kenapa anda anti hal itu? Tentang ayat yang anda kutip dari Yesus, well, anda perhatiakan konteks atau tidak? Kalau anda baca baik-baik konteks di sana adalah konteks penghakiman terakhir dimana orang datang kepada Yesus dan mengandalkan perbuatan baik mereka: megusir setan, menyembuhkan orang, dll. Mereka menonjolkan perbuatan baik mereka – seperti yang mungkin anda lakukan saat ini – untuk cari muka sama Tuhan. Mereka tidak mengandalkan Kristus dan korbanNya di kayu salib. So, yang anda kutip tidak mendukung posisi anda!

MA
Ma Kuru: anda terlalu panas seperti wajah buruk anda (wajah palsu). saya mengamati anda dalam beberapa kali komentar2 anda, sikap anda masih belum berubah. kata teman saya yang juga kebetulan berteman dengan anda di fb, anda itu sok intelektual pada hal “Nol Besar”. Singkatnya saja supaya kita tidak terlalu banyak basa-basi, ingat saja, Hukum yang terutama yang di ajarkan Tuhan Yesus, “Hukum Kasih”. kalau anda sudah melakukan itu anda akan tahu mana yang benar dan mana yang tidak. Jadilah seperti Orang Samaria yang baik hati dan bukan Ahli taurat yang cerdas. Mungkin itu yang mampu mempengaruhi dunia dan mengubah orang yg tidak seiman dengan anda. be happy……:)

 

MKPB
Mmmm…. ha ha ha oooooo hanya seperti ini kemampuan anda. Ad hominem! Saya bisa mengerti. Lalu hukum kasih artinya tidak menyatakan kesalahan sebagai kesalahan dan kesesatan sebagai kesesatan. Okelah.. saya paham

 

MA
kamu itu terlalu cepat menyimpulkan segala sesuatu. coba anda pelajari komentar2 anda sebelumnya. anda sendirlahi yang sukanya menyimpulkan segala sesuatu. kamu liat aja tafsiran kamu soal perempumaan terakhir Tuhan Yesus, sok tau. gaya kamu dengan bahasa tinggi itu masih belum dikurangi ya?? buka dulu topeng mu ama tana..:)

 

MKPB
He he he he he he menarik. Sangat menarik. Ad hominem dan klaim tanpa argumen.Yaaa.. trik busuk yang sering terjadi. Beta sangat mengerti trik seperti itu. Beta su sering amati. Setelah itu tinggal selangkah dari claiming victory. Aaahhhh… futility over futility!

Btw, untuk mencerahkan diri anda sedikit, karena anda main klaim dalam postingan terakhir, mungkin ada baiknya mendengar khotbah tentang ayat yang anda angkat di atas. Ini linknya: http://www.trinitylectures.org/MP3/Justification_and_Judgment–A_Sermon_on_Matthew_7.21-23.mp3

Btw, tentang bahasa tinggi, saya tidak tahu masalahnya dimana selama orang berbicara paham hal itu. Terus terang saya tidak pernah protes orang berbahasa tinggi karena itu hanya menunjukkan mentalitas kura-kura yang protes karena tidak bisa mencapai sesuatu. Kalau orang lain omong tinggi, lebih baik bertanya apa yang dimaksud daripada menurunkan lawan bicara ke level kita. Btw, good luck for you!

Pos ini dipublikasikan di Memang Bodoh. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s