Karya dan Perjuangan Gordon H. Clark

Di bawah ini adalah terjemahan tulisan tentang Gordon H. Clark.

Karya Gordon Haddon Clark

Dilahirkan di Philadephia, Pennsylvania tahun 1902 dan dimakamkan dekat Westcliffe, Colorado tahun 1985, Gordon Haddon Clark adalah salah satu orang terpelajar yang paling mendalam [pemikirannya] dan brilian yang Tuhan pernah berikan kepada gereja. Bahkan teolog Amerika berbakat abad ke-19, Jonathan Edwards, harus merelakan kepada Clark gelar teolog dan filsuf Amerika terbesar.

Dr. Clark adalah pengajar/professor kolese selama 60 tahun sejak dia mendapatkan gelar sarjana dari University of Pennsylvania tahun 1924 sampai wafatnya tahun 1985. Dia juga menulis lebih dari 40 buku dan ratusan artikel, essay, dan ulasan buku… Walaupun produktif dalam hal tulisan, karya Dr. Clark yang brilian jarang diketahui orang apalagi diakui di gereja, seminari, dan kolese kontemporer karena mereka menolak premis yang mendasari seluruh karya Dr. Clark yaitu Alkitab saja dan keseluruhan Alkitab adalah Firman Tuhan. Bukannya setuju bahwa kekristenan memiliki monopoli sistematis akan kebenaran, gereja dan sekolah kontemporer mencari pijakan yang sama dengan iman, filsaafat, dan tradisi non Kristen. Namun demikian, filsafat dan teologi Dr. Clark yang konsisten Kristen semakin banyak dikenal dan dihargai di antara orang Kristen yang tetap setia kepada Alkitab, dan kepada orang Kristen seperti inilah Trinity Foundation mengumpulkan, menyunting, dan menerbitkan tulisan-tulisan Dr. Clark.

Walaupun keturunan dari pendeta-pendeta Presbyterian, Dr. Clark memilih jalur berbeda (walaupun kemudian dia juga ditahbiskan menjadi pendeta di gereja Presbyterian pada tahun 1944). Minatnya adalah pada filsafat dan kariernya adalah menjadi pengajar. Baik filsafat maupun mengajar [bagi Clark} adalah bentuk penyembahan/ibadah. Setelah menerima gelar sarjana dari University of Pennsylvania tahun 1924, dia diminta mengajar di universitas tersebut dan mendapat gelar doktor filsafat tahun 1929, setelah menulis disertasi doctoral tentang Aristotle. Selama tahun-tahun tersebut, Dr. Clark aktif di Gereja Presbyterian karena diangkat jadi Penatua tahun 1927 dan dia dengan keras menentang Modernisme dalam denominasi tersebut. Bantahannya yang bersemangat terhadap Modernisme harus dia bayar dengan merelakan kedudukannya sebagai Ketua Jurusan Filsafat University of Pennsylvania pada tahun 1936.

Saat mengajar di Universitu of Pennsylvania dari tahun 1924 sampai tahun 1936, Dr. Clark membantu J. Gresham Machen, teolog utama Princeton, dalam membentuk denominasi baru pada tahun 1936, setelah Gereja Presbyterian mengeluarkan Machen karena pembelaannya atas Injil, walaupun [pengeluaran itu] bertentangan dengan prosedur hukum gereja.

Setelah meninggalkan University of Pennsylvania, Dr. Clark diminta mengajar di Wheaton College Illinois, dimana dia menjadi instruktur yang paling terkenal dan dikagumi. Tetapi pengalamannya di University of Pennsylvania terulang lagi, dan pengabdiannya di Wheaton diperpendek karena adanya perubahan di kalangan administrasi. Regim baru yang Arminian, bukan Modernis, tersinggung dengan kekristenan Alkitabiah Clark yang konsisten dan memaksa dia mengundurkan diri. Sebelum ada jabatan permanen, Dr. Clark mengajar di Reformed Episcopal Seminary di Philadelphia untuk sementara waktu. Sementara di Philadelphia, dia ditahbiskan menjadi pendeta di Orthodox Presbyterian Church yang dia bantu untuk bentuk pada tahun 1936. Di sana dia mendapat serangan atas pembelaannya yang tegas terhadap Kekristenan yang konsisten, tetapi kali ini serangan datang dari dalam denominasi Orthodox Presbyterian yang telah dipengaruhi oleh teologi Neo-orthodoks.

Tahun 1944, Butler University di Indianapolis meminta Dr. Clark untuk menjadi Kepada Philosophy Department dan dia bergabung dengan universitas tersebut tahun 1945.  Dia tetap di sana selama 28 tahun sampai pensiun di tahun 1973. Selama di sana, walaupun ada permusuhan gerejani dan akademis [terhadap Clark], dia menghasilkan banyak karya. Selama empat puluh tahun dia melanjutkan perang terhadap modernism, arminianisme, dan neo-orthodoksi di dalam gereja maupun di filsafat sekuler di dunia akademi. Tidak ada seorangpun di dunia moderen yang secara penuh mempertahankan iman baik terhadap dunia maupun terhadap serigala seperti Gordon Clark. Orang harus kembali ke jaman Agustinus untuk menemukan sesuatu yang setara dengan karya Clark dalam sejarah pemikiran Kristen, tetapi bahkan Agustinus tidak terlalu jelas melihat implikasi dari Alkitab.

A Christian View of Men and Things, The Works of Gordon H. Clark Volume 1, Halaman 251 – 252

Pos ini dipublikasikan di Gordon H. Clark, Terjemahan. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s