Senjata Makan Tuan

Saat itu sang Raja Arthur beserta 4 ksatria mencapai tahap baru dalam upaya mereka mencari Cawan Suci. Mereka harus melewati sebuah jembatan yaitu Jembatan Kematian. Jembatan tersebut mempunyai seorang penjaga yang akan mengajukan tiga pertanyaan kepada setiap orang yang hendak lewat. Mereka belum tahu pertanyaan macam apa yang akan diajukan. Satu saja pertanyaan tidak terjawab atau dijawab dengan tidak tepat, maka orang akan terjatuh ke dalam jurang yang sangat dalam tempat penghakiman yang kekal. Setelah Ksatria bernama Sir Robbins sang pemberani tidak berani maju menjadi orang pertama yang menjajal kemampuanya, si Ksatria bernama Sir Lancelot maju menjadi orang pertama.

Penjaga Jembatan: Berhenti! Setiap orang yang mau lewat dari jembatan ini harus menjawab pertanyaan saya. Ada tiga!
Sir Lancelot: “Ajukan saja pertanyaannya Penjaga Jembatan! Aku tidak takut! “
Penjaga Jembatan: “Siapa namanu? “
Sir Lancelot: “Nama Saya Sir Lancelot dari Camelot! “
Penjaga Jembatan: “Apa tujuanmu? “
Sir Lancelot: “Mencari Cawan Suci! “
Penjaga Jembatan: “Apa warna kesukaanmu? “
Sir Lancelot: “Biru“
Penjaga Jembatan: “Bagus. Silahkan lewat! “
Sir Lancelot: “Oooo.. terima kasih. Terima Kasih Banyak! “
Setelah itu Sir Lancelot beranjak menuju jembatan.

Sir Robbins : “Ooo gampang sekali.. “ (sambil berlari ke arah penjaga jembatan)
Penjaga Jembatan: “Berhenti! Barangsiapa yang mendekati jembatan ini harus menjawab pertanyaan saya. Ada tiga! Setelah itu baru dia bisa melihat tanah seberang. “
Sir Robbins: “Silahkan ajukan pertanyaan anda Penjaga Jembatan! Aku tidak takut! “
Penjaga Jembatan: “Siapa namanu? “
Sir Robbins: “Nama Saya Sir Robbins dari Camelot! “
Penjaga Jembatan: “Apa tujuanmu? “
Sir Robbins: “Mencari Cawan Suci! “
Penjaga Jembatan: “Apa Ibukota Asiria? “
Sir Robbins: “Ha?? Saya tidak tahu itu…“
Sir Robbins langsung terlempar ke tempat penghukuman kekal.

Ksatria berikut yang maju adalah Sir Galahad.
Penjaga Jembatan: “Berhenti! Siapa namanu? “
Sir Galahad: “Nama Saya Sir Galahad dari Camelot! “
Penjaga Jembatan: “Apa tujuanmu? “
Sir Galahad: “Mencari Cawan Suci! “
Penjaga Jembatan: “Apa warna kesukaanmu? “
Sir Galahad: “Biru.. eh.. salah…“
Sir Galahad pun langsung terlempar ke tempat penghukuman kekal.

Melihat dua orang ksatrianya hilang menjadi korban, akhirnya raja Arthur sendiri yang maju
Penjaga Jembatan: “Berhenti! Siapa namanu? “
Raja Arthur: “Saya Arthur – Raja Britania Raya! “
Penjaga Jembatan: “Apa tujuanmu? “
Raja Arthur: “Mencari Cawan Suci! “
Penjaga Jembatan: “Berapa kecepatan rata-rata burung walet tanpa beban? “
Raja Arthur: “Apa maksudmu? Burung Walet Eropa atau burung walet Afrika? “
Penjaga Jembatan: “Ha? A….Aku tidak tahu itu! “
Karena tidak tahu menjawab, si Penjaga Jembatan terjatuh ke tempat penghukuman kekal dan sang raja dengan seorang ksatria melewati jembatan tanpa hambatan.

Diambil dari Film “The Holy Grail”nya Monty Phyton

Pos ini dipublikasikan di Humor, Monty Phyton. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s