Surat Untuk Paulus

Di bawah ini adalah terjemahan surat yang ditujukan kepada Paulus. Surat ini merupakan parodi yang bersifat satiris bagi keadaan yang kita jumpai dalam gereka-gereja saat ini. Keadaan yang memprihatinkan dimana orang begitu perasa angin dan tidak menggunakan akal budi.

Sub Komisi Urusan Kerasulan
Gereja Presbyterian Neo-Orthodox di Asia Kecil
243351 Broadway
Telepon: 1.900. PARADOKS Fax: 1.900.PERASAAN

Kepada
Paul dari Tarsus
di Penjara Kekaisaran

Dengan hormat:

Kami berhadap saudara dalam keadaan baik-baik saja walaupun dipenjara. (Mungkin saudara akan mengepalai proyek persekutuan penjara kalau sudah dilepaskan.) Kami kehilangan saudara pada Sidang Raya terakhir di Philadelphia. Seperti biasanya, pertemuan itu adalah pengalaman luar biasa; kami menyelesaikan urusan dengan rekor waktu tercepat dan masih punya waktu untuk pergi memancing.

Kami menerima keluhan dari Gereja di Korintus terhadap surat saudara karena mengkritik beberapa saudara di sana yang mengajar bahwa tidak ada kebangkitan. Keluhan mereka adalah keluhan terbaru yang dirujuk kepada General Assembly oleh Presbytery Philadelphia. Saudara mungkin masih ingat bahwa gereja-gereja di Roma, Galatia, dan Kolose juga mengajukan keluhan terkait surat saudara.

Mereka dari Korintus merasa bahwa upaya saudara untuk mengambil kesimpulan logis dari pandangan yang mereka anut dengan tulus mengenai kebangkitan orang mati jelas merupakan manifestasi roh rasionalisme dan sikap yang tidak berbelas kasihan yang tidak seharusnya seorang Kristen apalagi seorang rasul miliki. Mereka prihatin karena saudara tampaknya berpandangan bahwa logika saudara dan logika Tuhan sama. Nada surat saudara juga, kata mereka, menunjukkan arogansi rasionalisme yang sepertinya bersuka cita karena mempermalukan orang yang tidak setuju dengan saudara tentang masalah kecil ini.

Kami juga menerima salinan surat saudara dari Gereja Korintus (lain kali tolong konsultasikan dengan Komisi Komunikasi di Roma sebelum mengirim surat apapun ke gereja-gereja), dan setelah membahasnya dengan Sub Komisi dan Komisi, kami cenderung setuju dengan mereka yang mengajukan keberatan. Bahasa yang saudara gunakan tentang kebangkitan tidak sensitif, tetapi mungkin dengan bantuan seorang editor yang baik, surat ini bisa diterima semua orang.

Wahyu Allah berisi misteri besar, saudara Paulus, dan surat saudara, khususnya paragraf tentang kebangkitan, tidak menghargai kekayaan rohani yang dimiliki Injil, yaitu sebuah kekayaan rohani yang tidak dapat dipahami hanya dengan kemampuan manusia. Saudara Paulus, iman, harus mengekang logika manusia, karena logika kita bukan logika Allah. Ingat apa yang ditulis nabi Yesaya: Jalan Tuhan bukan jalan kita dan rancangan Tuhan bukan rancangan kita. Saudara-saudara di Korintus merasa terluka oleh argumen saudara yang mengatakan bahwa kalau tidak ada kebangkitan maka Kristus tidak bangkit, ajaran saudara salah, dan teman-teman yang sudah meninggal tersesat. Pernyataan terakhir ini sangat tidak sensitif dan tidak mencerminkan kasih Kristus.

Tentu saja orang Korintus tidak percaya semua ini; mereka hanya percaya bahwa tidak ada kebangkitan. Karena menerima paradoks, mereka menunjukkan bahwa logika manusia tidak ada manfaat dalam teologi, mereka juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh menggunakan akal budi kita yang sudah jatuh untuk memahami atau mempertahankan iman kita, serta kita harus dengan rendah hati tunduk kepada paradoks-paradoks yang tidak dapat diharmoniskan dengan akal budi manusia. Kekristenan adalah agama pengalaman Saudara Paulus, bukan agama verbal, logis, dan intelektual. Gnostisisme adalah musuh terburuk kita. Kekristenan tidak didasarkan pada pengetahuan, tetapi pada iman. Pengetahuan menyombongkan diri dan pengalaman membuat kita rendah hati. Saudara tidak bisa mengatakan seperti ini, “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.” Itu hanya logika manusia, bukan logika Allah. Sebagai seorang rasul seharusnya saudara tahu bahwa pengetahuan Allah dan pengetahuan yang mungkin manusia dapatkan tidak ada kait-mengaitnya sama sekali satu dengan yang lain. Kalau saudara bepikir sebaliknya maka saudara menganggap bahwa saudara memiliki firman dari Allah – yang merupakan sikap arogan dan rasionalis yang sudah saudara tunjukkan selama ini.

Karena ini bukan keberatan pertama terhadap saudara, maka setelah bermusyawarah secara seksama, Komite ini memutuskan meminta saudara untuk:

  1. Berhenti menulis surat yang kasar kepada gereja-gereja. Kalau saudara merasa bahwa saudara harus menulis, tulislah surat yang bernada positif dan bersahabat, bersifat mendorong dan membangun. Hindari kritisisme dan negatifisme. Saudara bisa menangkap lebih banyak lalat dengan menggunakan madu daripada dengan menggunakan cuka.
  2. Kirimkan permintaan maaf kepada gereja-gereja yang telah tersinggung karena rasionalisme saudara dan tawarkan kerjasama dengan mereka demi memengabarkan berita yang sama, bahwa Allah ingin menyelamatkan semua manusia. Untuk membantu, kami sudah menyusun beberapa surat untuk saudara tanda tangani.
  3. Kalau saudara sudah dilepaskan dari penjara, adakanlah pertemuan dengan Komisi sehingga kita dapat membahas beberapa gagasan yang saudara sudah ajarkan yang tampaknya bertentangan dengan misteri iman kita dan tentang peran saudara di masa depan sebagai seorang Rasul.

Selain itu, kami mendengar berita bahwa saudara tidak tamat dari sekolah teologia yang diakui gereja dan hanya belajar di tempat yang disebut Padang Gurun. Kami harus merujuk masalah ini kepada Komisi Kredensi Pastoral, dan saudara akan mendapatkan berita dalam waktu dekat.

Kami berharap saudara dapat menghadiri Sidang Raya tahun depan, semoga Kaisar melepas anda. Kami akan melakukannya di Korintus sebagai bagian dari program kami untuk meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap agama-agama lain. Ketidakhadiran saudara di masa lampau tampaknya mengindikasikan ketiadaan minat bagi pelayanan gereja, tetapi kami percaya bahwa ini hanya pandangan kami tentang saudara.

Atas Nama Komisi
Hormat Saya,
Charles G. Phinney Amy Simple McFearsome

Tulisan asli dapat dilihat di sini

Pos ini dipublikasikan di John W. Robbins, Terjemahan. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s