Argumen Dawkins Tentang Keberadaan Tuhan Digunakan untuk Mempertanyakan Keberadaan Dawkins

Terjemahan tulisan ini saya copy paste dari sini. Selamat menikmati!

Di bawah ini adalah wawancara khayalan antara Dr. Terry Tommirot (juga tokoh khayalan yang suara dan gaya bicaranya persis seperti Richard Dawkins) dengan seorang wartawan radio khayalan bernama Richard dalam sebuah acara radio khayalan. Wawancara ini menunjukkan bahwa argumen-argumen yang sering dikemukakan oleh Richard Dawkins untuk membantah keberadaan Allah (entah dalam literatur maupun dalam wawancara) dapat pula digunakan secara syah oleh orang lain untuk membantah keberadaan Richard Dawkins. Buku terbaru dari Dawkins yang membantah keberadaan Allah berjudul “The God Delusion” atau “Khayalan akan Allah” dimana si Dawkins mengatakan bahwa Allah hanyalah sosok khayalan yang sebenarnya tidak ada. Dia berpendapat bahwa Allah hanyalah hasil dari rekayasa pikiran manusia. Dalam wawancara ini ditunjukkan bahwa tingkat intelektualitas Richard Dawkins sangat rendah sehingga argumennya hanya sekedar gertakan-gertakan tak berarti. Wawancara ini sebenarnya cerminan dari postingan saya sebelumnya.

Wawancara ini saya transkripsi dan translasi dari wawancara yang didownload dari link yang ada di halaman ini

Richard : Halo dan selamat datang dalam acara kami pagi ini. Kami kedatangan tamu istimewa hari ini, Dr. Terry Tommirot. Beliau akan membahas buku terbaru beliau “The Dawkins Delusion” (Khayalan Tentang Dawkins). Terima kasih telah bergabung dengan kami Dr. Tommirot. Kami senang bisa berbincang-bincang dengan Anda lagi.

Terry Tommirot : Terima Kasih Richard. Senang berada di sini.

Richard : Dr. Tommirot, Anda terkenal sebagai seorang yang tanpa ragu-ragu mengatakan bahwa Anda tidak percaya pada Richard Dawkins dan bahwa Anda benar-benar meragukan keberadaan Richard Dawkins. Mengapa demikian?

Terry Tommirot : Ya, saya pikir sangat sederhana, Richard. Anda tidak boleh menyuruh orang berpikiran sehat untuk percaya pada sesuatu kecuali Anda punya bukti akan hal itu. Kalau memang benar Dawkins ada mengapa dia tidak menunjukan dirinya pada saya?

Richard : Jadi menurut pandangan Anda, orang-orang yang percaya pada Richard Dawkins sedikit bodoh?

Terry Tommirot : Yaaa, dalam pengertian tertentu saya bisa mengerti kesalahan itu. Orang awam membeli sejumlah buku yang diklaim ditulis oleh Richard Dawkins, dan karena Si Dawkins tampaknya merupakan penjelasan yang memadai terhadap keberadaan buku-buku tersebut (mengingat adanya kemiripan naskah dalam buku-buku tersebut serta alasan lainnya), maka mereka akan berpegang pada cara berpikir yang lazim dan mengambil kesimpulan yang salah bahwa Si Dawkins (yang belum pernah mereka lihat dengan mata kepala sendiri) benar-benar ada.

Richard : Tentu saja ada orang yang mengklaim telah melihat Richard Dawkins dan bahkan berjabat tangan dengan dia.

Terry Tommirot : Ya, kalau Anda bisa mempercayai mereka!

Richard : Apakah Anda berpikir bahwa mereka semua berdusta?

Terry Tommirot : Saya tidak berkata demikian. Tentu saja dunia ini tidak kekurangan pendusta. Dan tak dapat disangsikan bahwa orang-orang yang mengklaim telah “mengalami Richard Dawkins” secara sengaja menceritakan dongeng tersebut. Tapi seperti Anda ketahui otak manusia itu sangat-sangat rumit. Mengkhayalkan seorang Dawkins imajiner merupakan permainan masa kanak-kanak. Cristopher Robbins pernah mengkhayalkan Binker, saya pernah mengkhayalkan manusia puding berlumpur. Saya curiga sesuatu yang amat mirip dengan hal tersebut juga terjadi pada orang-orang yang mengklaim telah melihat Richard Dawkins atau mendengar suaranya atau merasakan sentuhannya.

Richard : Tetapi bukankah buku-buku itu membuktikan keberadaan Richard Dawkins?

Terry Tommirot : Tidak, tentu saja tidak. Sebagai seorang ilmuwan, maka tidak ada jawaban terhadap pertanyaan dari mana asal-usul sampah-sampah tak berguna yang berlabel “Richard Dawkins” itu. Setiap buku tersebut sebenarnya hanyalah pengaturan sederhana dari 26 huruf dalam abjad. Bahkan seorang anak pun bisa memahami bahwa kalau orang mengutak-atik vokal dan konsonan secara acak dalam komputer, dia akan menghasilkan segala macam pola seperti tulisan dalam buku-buku tersebut. Adalah tugas sains untuk mempelajari bagaimana huruf-huruf tersusun seperti itu. Dengan mengklaim bahwa Dawkins adalah penulisnya akan mengakhiri semua upaya pencarian penjelasan yang menyeluruh dan memuaskan tentang bagaimana buku- buku tersebut sampai ada tanpa perlu membicarakan hipotesis “Dawkins of the Gap” yang telah didiskreditkan dan bersifat takhyul itu.

Richard : Tapi mungkin ada orang yang menunjuk pada fakta bahwa huruf-huruf itu disusun berdasarkan pola-pola tertentu dan membentuk rantai argumen yang canggih. Ini adalah tanda yang jelas akan adanya kecerdasan dan bukan kejadian yang acak.

Terry Tommirot : Kalau memang ada kecerdasan di balik buku-buku itu, maka dengan menilai dari isinya jelas bahwa kecerdasan itu adalah kecerdasan tingkat rendah. Kita tidak kehilangan apa-apa kalau tidak percaya pada Richard Dawkins atau apa yang dikatakan buku-buku itu. Pandangan ilmiah tentang masalah ini sangat sederhana dan menyegarkan. Karya Richard Dawkins tidak lebih dari kumpulan a, b, c yang tersusun secara acak dan merupakan rekombinasi dari pola-pola yang sudah ada sebelumnya. Ada abjad Latin, ada puisi omong kosong Edward Lear, lalu ada pula karya Richard Dawkins. Yang satu berkembang dari yang lainnya lewat serangkaian kesalahan pengetikan acak walaupun harus diakui bahwa kita belum mendapatkan secara detail penjelasannya sekarang.

Richard : Jadi Anda mengakui bahwa sains belum memiliki penjelasan tentang asal-usul buku-buku tersebut?

Terry Tommirot : Saya belum memiliki semua jawabannya. Sains sedang melakukan penelitian tentang hal itu.

Richard : Lalu bagaimana Anda percaya bahwa sains akan mendapat jawabannya?

Terry Tommirot : Kalau sains tidak mendapatkan jawaban tentang asal-usul buku-buku itu, maka saya yakin, seyakin-yakinnya, kalau agama yang mempercayai Richard Dawkins tidak akan mendapatkan jawabannya pula. Kalau memang Si Dawkins merancang buku-buku tersebut, lalu siapa yang merancang Si Dawkins? Tolong katakan pada saya!

Richard : Kita lanjutkan pembicaraan kita, Dr. Tommirot. Dalam buku Anda, Anda menulis bahwa Si Dawkins yang terdapat dalam literatur adalah seorang penggertak yang suka pamer, bermulut tajam, congkak, pengecut, tukang fitnah, tukang cela, tukang kritik, tukang cari masalah, berhati pahit, obsesif, dan bombastik.

Terry Tommirot : Ya, menurut saya gambaran itu cukup adil.

Richard : Mungkin beberapa orang berkata itu keterlaluan.

Terry Tommirot : [dengan nada tinggi] Baca Richard Dawkinsmu, kalau memang engkau berpendapat demikian! Baca saja! Baca “A Devil’s Chaplain”! Selain tidak ada bukti tentang adanya kecerdasan sama sekali di balik paragraf buku-buku itu, Anda akan mendapati ketiadaan toleransi dan kefanatikan1 dalam setiap bab. Semua ini merupakan alasan yang sangat baik untuk percaya bahwa semua buku ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama yang mempercayai Richard Dawkins.

Richard : Dr. Tommirot, Anda mengatakan bahwa kepercayaan yang meluas pada Richard Dawkins merupakan khayalan yang berbahaya. Namun apa salahnya kalau orang percaya pada Richard Dawkins jika hal itu membuat mereka bahagia?

Terry Tommirot : Ya, alasannya sangat jelas; mereka percaya apa yang dikatakan semua buku yang mencantumkan nama Dawkins pada sampulnya dan buku-buku itu mengatakan banyak hal yang sangat tolol. Kepercayaan pada seorang Dawkins telah bertanggung jawab akan penuhnya dunia internet dengan non sequituur2, karikatur, straw man, dan cercaan. Para murid Dawkins sangat militan. Mereka terorganisir dengan baik dan mereka sudah menyebar untuk mempertobatkan Anda dan saya. Ya, saya pasti menyebutnya khayalan berbahaya. Kalau memang Richard Dawkins itu ada, dia harus bertanggung jawab atas semua ini.

Richard : Sebagai kesimpulan Dr. Tommirot, menurut Anda apa keberatan utama Anda terhadap kepercayaan pada Richard Dawkins?

Terry Tommirot : Keberatan utama saya sederhana saja: orang percaya apa saja yang dikatakan “Si Dawkins Khayalan” tentang segala sesuatu, sedangkan mereka harusnya mempercayai apa yang saya katakan.

Richard : Waktu kita sudah habis, Terima kasih banyak Dr. Tommirot karena telah bergabung dengan kami pagi ini untuk membicarakan buku terbaru Anda “The Dawkins Delusion” yang diterbitkan oleh “Banter and Toddle” dan dapat dipesan dari situs kami seharga 99.99 Pound

Pos ini dipublikasikan di Ateisme, Humor, Richard Dawkins, Terjemahan, Terjemahan Bebas. Tandai permalink.

4 Balasan ke Argumen Dawkins Tentang Keberadaan Tuhan Digunakan untuk Mempertanyakan Keberadaan Dawkins

  1. Irene Sandra berkata:

    baru mulai membaca blog nya a’a kuru ^^.. menarik semua -Irene Sandra-

  2. ctrbudisantoso berkata:

    Hahaha lucu juga idenya…. (y)

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s