Diskusi Seorang Empirisis dengan Seorang Rasionalis

Berikut ini adalah terjemahan kutipan sebuah dialog antara seorang penganut Empirisisme (Emp) dan seorang penganut Rasionalisme (Ras) dari sebuah buku tulisan Gordon H. Clark. Perhatikan bagaimana seorang Ras berdiskusi dengan Emp yang gagasannya dia tidak setujui. Perhatikan bagaimana Ras tidak melarikan diri saat ditanyakan argumentasinya oleh Emp.

Ras: Jadi anda berpandangan bahwa alam semesta ini terdiri dari individu-induvidu (hal-hal tunggal)?

Emp: Ya. Realitas hanya terdiri dari individu-individu, gagasan umum hanyalah sesuatu yang artifisial.

Ras: Karena itu sesuatu yang tunggal adalah nyata misalnya satu pohonsatu kelereng,satu pemukul basebal, dan satu kerang.

Emp: Benar demikian! Dunia ini terdiri dari banyak sekali obyek di dunia ini. Aku yakin kita akan sebahagia seorang maharaja.

Ras: Tetapi konsep seperti flora, mainan, dan crustacea tidak nyata. Semua itu tidak ada.

Emp: Tepat sekali. Gagasan Platonis hanyalah khayalan. Tidak perlu membuat-buat sebuah dunia kedua di luar yang kita dapat amati dengan mata kita dan raba dengan tangan kita. Kita tidak perlu menambah lebih banyak entitas dibanding yang diperlukan.

Ras: Tidak diragukan pandangan anda sangat jelas. Tetapi saya kesulitan untuk memahamimya.

Emp: Kalau demikian anda harus merevisi pemikiran anda sehingga sesuai dengan sensasi inderawi.

Ras: Kalau demikian, saya rasa anda harus membantu saya karena tampaknya yang anda katakan bertentangan dengan apa yang anda maksudkan.

Emp: Menurutku tidak. Aku sudah menyatakan apa yang aku maksudkan. Tidak ada hal lain kecuali individu.

Ras: Kalau demikian, mengapa anda berbicara tentang pemikiran, dan sensasi, dan kelereng?

Emp: Bagaimana aku berbicara tentang hal seperti itu! Kenapa? Karena semua itu adalah individu sensasi inderawi. Hanya merekalah individu yang perlu kita bicarakan.

Ras: Tetapi anda tidak berbicara tentang realitas individu seperti pohon tertentu di halaman. Anda juga tidak menyebutkan sensasi tunggal dari hijau. Anda mengumpulkan berbagai sensasi itu menjadi sensasi secara umum dan banyak pohon menjadi kelompok pohon

Emp: Apa salahnya? Banyak kali kita perlu berbicara tentang pluralitas pohon. Diskusi itu sendiri terkait dengan banyak pohon dan bukan hanya pohon secara individu.

Ras: Benar demikian. Tetapi teori anda hanya terkait dengan individu yaitu satu pohon pada saat tertentu. Lalu bagaimana anda menyebut pohon ini?

Emp: Saya hanya akan menyebutnya sebatang pohon. Yang satu lagi di halaman tetangga satu pohon lain.

Ras: Tetapi kata pohon berlaku secara sama untuk keduanya dan karena itu bukan individu. Untuk berbicara tentang individu, anda perlu memberi nama atau para pakar tata bahasa menyebutnya nama diri.

Emp: Saya tidak melihat bagaimana relevansi komentar anda barusan. Kalau anda mau, silahkan saja sebut pohon-pohon itu Tom atau Horace atau apalah terserah anda.

Ras: Tetapi bagaimana mungkin anda melakukan percakapan hanya dengan mengunakan nama diri? Coba saja ambil satu halaman buku dan ganttikan semua kata benda umum dengan nama diri dan naskah di halaman itupun menjadi tidak bermakna. Disamping itu, bahkan nama diri itu tidaklah cukup karena Tom bisa jadi nama seekor kucing maupun nama pohon ini dan Horace bisa jadi nama seekor kura-kura piaraan dan keduanya bisa jadi nama banyak orang. Atau anda ingin menamai individu-individu itu dengan angka satu sampai angka tidak terbatas? Kalau demikian, silahkan gantikan semua kata benda umum di setiap halaman tulisan dengan berbagai nama berbeda dan tidak ada seorangun yang dapat memahami tulisan tersebut..

Emp: Saya setuju bahwa hal seperti itu adalah bahasa yang tidak lazim. Namun orang harus belajar tentang hal itu. Setelah itu mereka akan memahaminya. Kenyataannya, ada perkembangan yang menyolok dalam filsafat moderen yaitu adanya konstruksi obyek yang disebut bahasa artifisial atau bahasa matematika. Hal itu akan menghapus ambiguitas bahasa [alami] yang sering kita temui dan menjadikan segala sesuatu jelas.

Ras: Orang Cina kesulitan menghafal 20 ribuan karakter sedangkan kita hanya menggunakan 26 karakter. Saya ragu kalau kita bisa mengingat berbagai angka yang kita berikan kepada setiap butiran pasir di gurun Arizona dan nomor lisensi kendaraan.

Emp: Omongan anda tidak jelas.

Ras: Bukan teman. Andalah yang mempromosikan sebuah omong kosong karena walaupun kita dapat menghafal semua angka yang kita berikan kepada setiap individu, kita masih tidak dapat berpikir tentang genus pohon, atau pasir atau kucing.

Emp: Kenapa tidak mungkin? Kita hanya perlu menyebutkan satu angka demi angka lain.

Ras: Tidak sama sekali temanku. Sebelum orang bisa menyebutkan angka untuk tiga butir pasir, dia harus berpikir bahwa butiran nomor (724 + 3) adalah butiran pasir sama seperti butiran nomor (1756-1)

Emp: Apa sulitnya dengan hal itu? Yang saya lakukan hanyalah memberi nomor kepada butiran pasir.

Ras: Tetapi bagaimana seorang empirisis yakin bahwa bahwa individu yang dinamai kedua adalah butiran pasir di gurun Arizona dan bukannya pohon di Colorado?

Emp: Anda benar-benar omong kosong. Siapa yang mungkin mencampuradukkan antara butiran pasir dengan sebatang pohon?

Ras: Saya pikir anda bisa dan akan melakukannya. Saya harap alasannya akan menjadi jelas. Tentu saja argumen saya bukanlah obyek inderawi individu dan anda boleh mengatakannya tidak nyata atau tidak ada. Tetapi kalau demikian adanya, maka teori andapun tidak nyata. Namun demikian [kita abaikan itu], sebelum anda menomori pasir di gurun Sonoran, anda harus mengetahui bahwa semua itu adalah butiran pasir. Setiap butiran itu memiliki karakteristik yang sama dengan butiran pasir lain. Jika masing-masing butiran ini memiliki sejumlah karakteristik yang berbeda sama sekali dengan yang lain, maka tidak akan mirip. Untuk menomori butiran pasir, anda harus bekerja berdasarkan prinsip kemiripan. Tetapi sebuah X yang terdapat di (1756-1) tempat sekaligus bukan obyek individu. Anda boleh menyebutnya Ide Platonis kalau anda mau. Bagaimanapun anda menomorinya, anda harus menggunakan gagasan tersebut untuk membedakan pohon dari pasir sebelum anda mulai menomori masing-masing kelompok. Harus ada kelompok yang diberi nama dengan kata benda umum dan abstrak sebelum anda memulai menomorinya. Jika anda tidak menomori hal-hal yang sama/mirip dan hanya menomori tanpa memperhatikannya, maka satu-satunya karakteristik dari obyek yang dinomori tersebut hanyalah nomornya. Dan kalau demikian kasusnya, anda tidak dapat mengatakan apakah obyek nomor (1756-1) adalah pohon atau butiran pasir. Bahkan frase “obyek inderawi individu” bukanlah obyek inderawi individu tetapi kemiripan yang dianggap ada. Jika kemiripan dan individualitas (ke-individual-an) tidak nyata, maka tidak akan ada individu dan anda tidak dapat menjelaskan teori anda.

Emp: Menurut saya, anda menipu saya. Kalau kami sudah menyelesaikan analisa linguistik dan menghasilkan bahasa matematis, saya akan tunjukkan kesalahan anda.

Diterjemahkan Ma Kuru dari The Works of Gordon Haddon Clark Volume 4, halaman 25 – 27

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Gordon H. Clark, Logika, Polemik. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s