Pahami dulu apa yang dikatakan orang lain baru kritik!

Si Hai Hai merasa menyerang orang benaran, padahal yang diserang adalah orang-orangan sawah. he he he

Beberapa waktu lalu saya membahas argumen Hai Hai yang menentang orang yang menggunakan analogi Tritunggal atau Trinitas dengan air. Pandangan Hai Hai dapat dilihat di sini dan tanggapannya terhadap tulisan saya tersebut di sini . Dalam tulisan tersebut saya menunjukkan bahwa serangan Hai Hai terhadap orang yang berargumen demikian hanya strawmen. Diskusi tersebut diteruskan pada Wall Facebook salah satu kontak saya. Dalam diskusi inipun Hai Hai tidak berubah juga. Dia masih melakukan kesalahan yang sama. Dia malah melanjutkan dengan membahas analogi lain dan tidak lagi berbicara tentang H2O. Dia menggunakan contoh manusia yaitu tiga pribadi tetapi satu esensi.

Dalam diskusi itu kemudian muncul seorang bernama Willy Versace yang mengambil contoh manusia tersebut dan berkeberatan bahwa kalau misalnyapun tiga manusia hanya memiliki satu esensi kita tidak menyebutnya sebagai satu manusia. Tentu saja keberatan seperti ini adalah sesuatu yang bodoh-kalaupun saya harus menerima analogi yang disodorkan si Hai Hai.

Sejak awal saya sudah katakan bahwa ini adalah analogi dari Tritunggal. Secara definisi, kalau kita menggunakan argument analogis, tidak semua aspek dari dua hal yang dibandingkan yang dapat disamakan. Sebagai contoh, kalau saya katakan bahwa pesawat terbang adalah analogi dari sampan karena sampan dan pesawat terbang sama-sama memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat yang lain, maka itu tidak menjadi masalah selama yang disamakan/dibandingkan hanyalah terkait dengan fakta bahwa keduanya memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Menjadi salah kalau dikatakan bahwa karena pesawat adalah analog dengan sampan, maka kalau pesawat memiliki pramugari, sampanpun harus memiliki pramugari. Itu adalah sesuatu yang sangat bodoh.

Tetapi keberatan seperti itulah yang dikemukakan oleh si Willy Versace. Karena tiga pribadi manusia tidak dapat disebut sebagai satu manusia, maka satu esensi Allahpun tidak dapat disebut sebagai satu Allah. Well, tentu saja ini adalah kebodohan. Sebuah kebodohan karena sejak awal ini sudah disebut sebagai analogi dan yag namanya analogi, tidak semua hal dibandingkan. Akhirnya dia terus-menerus memaksa bahwa analogi harus merefleksikan segala sesuatu yang hendak dianalogikan. Setelah ditunjukkan kebodohannya, si Willy terus menyangkal dan mengatakan sayalah yang bodoh dan sebagainya, padahal sejak awal sudah dikatakan bahwa ini adalah analogi.

Analogi yang dikemukakan hanyalah berusaha menunjukkan bahwa satu dan tiga bisa sekaligus diterapkah pada sebuah subyek logis. Kalau satu rumus kimia air bisa sekaligus memiliki tiga wujud sekaligus, maka bukanlah sesuatu yang tidak logis bahwa Allah bisa tiga dan satu sekaligus, selama satu dan tiga berbicara tentang aspek berbeda dari subyek logis tersebut. Analogi yang dikemukakan tidak bisa merefleksikan fakta satu esensi Allah yang memiliki tiga pribadi adalah satu Allah karena satu esensi dan tiga pribadi manusia atau satu rumus molekul serta tiga wujud air tidak dapat disebut satu manusia atau satu air – dalam pengertian yang lazim. Tetapi kalau saya mau mendefinisikannya secara stipulatif bahwa satu rumus kimia dan tiga wujud air dapat disebut satu air, maka itu perfectly dapat diterima, walaupun orang tidak mau menerimanya.

Terkait dengan keesaan dalam konteks ketritunggalan Allah, jelas orang Kristen hanya percaya satu Allah. Orang Kristen tidak percaya bahwa selain Tritunggal ada Allah yang lain. Jadi orang Kristen hanya percaya kepada satu Allah yang adalah Tritunggal. Selain Dia tidak ada Allah yang lain. Hubungan antara pribadi dalam Tritunggal juga menjadikan Tritunggal dapat disebut sebagai satu Allah. Ketiga pribadi tersebut bukanlah entitas yang alienated/terasing satu dengan yang lain atau yang masing-masing mempunyai keinginan sendiri yang bertentangan dengan keinginan yang lain atau yang tidak diketahui oleh yang lain.

Catatan:
Saya tidak menggunakan analogi ini, tetapi fakta bahwa si Hai Hai dan orang lain mengeritik analogi ini secara tidak fair, mendorong saya menulis tentang ini.

Update:
Dalam diskusi di thread tersebut di atas, Willy Versace (dan mungkin juga Hai Hai) terus-menerus mempertanyakan apakah saya tahu membedakan “satu” dari “tiga” atau tidak seolah-olah hanya dengan mempredikatkan ‘satu’ dan ‘tiga’ pada satu subyek logis menunjukkan proposisi-proposisi yang dibuat adalah kontradiksi. Ini sangat salah. Kedua kata itu “satu” dan “tiga” dapat dipredikatkan pada subyek logis manapun sehingga menjadi tidak punya arti tanpa penjelasan lebih lanjut. Karena itu, kalau orang mempredikatkan ‘satu’ dan ‘tiga’ pada satu subyek logis, pertanyaannya adalah ‘satu’ apa dan ‘tiga’. Mengatakan seperti yang dikatakan Versace (dan mungkin juga Hai Hai) bahwa sudah pasti kalau ‘satu’ dan ‘tiga’ diterapkan pada satu subyek logis, berimplikasi bodoh/kontradiksi, merupakan sebuah penyederhanaan masalah yang berlebihan.

Pos ini dipublikasikan di Dasar Bego, Hai Hai, Memang Bodoh, Trinitas. Tandai permalink.

7 Balasan ke Pahami dulu apa yang dikatakan orang lain baru kritik!

  1. Ma Lobo berkata:

    Coba cek babae. Itu Willy Versace menggunakan strawman argument krn memaknai kata “pribadi” dlm pengertian yg berbeda dg kata “pribadi” yg digunakan dlm konsep Trinitas. Dia menggunakan kata pribadi mnrt pengertian kamus modern yaitu individu/oknum, sementara kata “pribadi” dlm konsep Trinitas berasal dr kata hypostasis yaitu peran atau tampilan dari satu oknum/individu tertentu. Jadi 3 pribadi manusia yg dimaksud Willy adalah 3 oknum manusia. Konsep Trinitas tdk pernah mengajarkan 3 pribadi (hypostasis) Tuhan spt yg ini. So, Willy sdg berkubang dalam lumpur strawman yg dia ciptakan sendiri.

  2. whereisthewisdom berkata:

    BUat mereka yang hendak mengkritik tulisan ini, silahkan sesuaikan tulisan anda dengan versi terakhir karena saya baru saja melakukan perubahan.

  3. anto berkata:

    Jika dikatakan bahwa di dalam Trinitas itu hanya ada satu oknum tiga peran, maka mengapa tidak adanya kesamaan sifat zatnya . Peran bapa dan peran anak, kalau toh itu satu oknum, mestinya sifat dzatnya sama. Contoh: Pada saat peran Bapa tentunya sifatnya Maha Kuasa dan Kekal. Sifat ini bertolak belakang pada saat berperan sebagai anak. Sangat tidak berdaya (disalib) dan mati (tidak kekal). Logika saya mengatakan bahwa Ini jelas oknum yang berbeda.Bagaimana penjelasannya?

    • whereisthewisdom berkata:

      Anto,
      Mengapa anda melarikan diri dari satu isu ke isu lain? Itu bukan diskusi namanya! Saya sudah menjawab anda dengan seksama dalam komentar anda sebelumnya tetapi sekarang anda menjawab dengan mengabaikan apa yang telah diangkat alias anda berbicara tentang isu lain, bisakah anda stick pada apa yang anda angkat? Ataukah saya bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada jawaban yang bisa saya harapkan dari anda terkait dengan pertanyaan saya sebelumnya?

      Tetapi untuk menunjukkan itikad baik, saya akan menjawab anda. Mengapa perbedaan peranan disamakan dengan ketidaksamaan esensi? Coba tunjukkan ke saya bagaimana alur argumennya!

      Kedua, siapa yang mengatakan Bapa dan Anak adalah satu oknum? Pelajari ajaran Kristen baik-baik baru serang. Yang anda lakukan adalah strawmen fallacy alias anda menyerang orang-orangan sawah.

      Ketiga, Anda juga menyerang strawmen ketika mengatakan bahwa Yesus bukan Allah karena Dia mati. Orang Kristen mengajarkan bahwa Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia. Yang mati itu adalah kemanusiaan-Nya.

      Terima kasih

      Ma Kuru

  4. Orang Bijak III berkata:

    Tidak semua orang bisa memahami Trinitas yang sebenarnya… karena walaupun mereka mendengar ataupun melihat mereka tidak akan mengerti.
    Mari kita mulai dari pribadi manusia…
    Setiap pribadi manusia terdiri dari tubuh, roh, dan jiwa
    Mungkin bagi kebanyakan orang sangatlah sulit memahami perbedaan antara roh dan jiwa, tetapi aku yakin bagi sebagian orang terutama yang memiliki karunia melihat roh dapat membedakannya. Terlalu banyak hal yang harus dibahas untuk bisa mengantar kita pada pengertian Trinitas yang sebenarnya. Apakah anda percaya bahwa alam roh itu ada ? Apakah anda percaya bahwa Bahasa Roh itu ada?
    Andaikan anda semua punya karunia melihat roh… mungkin tidak ada lagi perdebatan tentang Trinitas, dan semua orang akan tahu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, karena bukan persoalan tubuh kedagingan melainkan Roh yang ada dalam tubuh itu sendiri.

    Akan lebih mudah kita memahami Trinitas Allah kalau kita juga memahami tentang elemen-elemen yang membentuk pribadi manusia.

    Apakah anda semua ingin mengetahui Roh siapa yang ada dalam tubuh Yesus Kristus…? Berdoalah dengan sungguh-sungguh kepadaNya, kiranya atas kemurahanNya anda juga dibukakan dan disingkapkan tentang hal ini.

    Terpujilah Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus..

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s