Si Jiwa Kerdil

Kalau orang-orang ini mengalami kekerdian fisik, Hai Hai mengalami kekerdilan mental. Sesuatu yang lebih serius!

Menyambung tulisan sebelumnya tentang Hai Hai, saya akan membahas lebih lanjut tentang perilaku yang ditunjukkannya dalam duskusi di thread Facebook. Dalam tulisan ini saya akan tunjukkan bagaimana dia merasa senang saat ada seorang yang bernama Willy Versace yang ikut-ikutan menyerang saya, walaupun serangan itu mengasumsikan bahwa Hai Hai salah. Tetapi yang menggelikan adalah si Hai Hai tidak menyadari bahwa si Versace entah sengaja atau tidak sengaja sedang setuju dengan saya (paling tidak secara implisit) bahwa Hai Hai salah. Tetapi karena sudah dibutakan oleh rasa terancam karena ada orang yang menyerang dia, si Hai Hai senang-senang saja saat ada orang yang menyerang lawan diskusinya. Sungguh menarik memang! Karena ini adalah sebuah kesimpulan saya, maka berikut saya akan mengemukakan apa yang terjadi sehingga saya menyimpulkan demikian.

Seperti saya tulis sebelumnya dan yang sudah diserang Hai Hai,  Hai Hai sedang menyerang orang yang menganalogikan Trinitas/Ketritunggalan Allah dengan air. Yang menjadi masalah untuk Hai Hai adalah bahwa dia tidak bisa menerima kalau air, uap air, dan es hanya memiliki satu hakekat. Dia kemudian memperluas analogi tersebut sehingga dikatakan bahwa tiga pribadi manusia bisa memiliki satu esensi. Kemudian si Versace datang menyerang saya dengan keberatan (yang sudah saya jawab di sini) bahwa kalau tiga pribadi dan satu esensi manusia tidak dapat disebut satu manusia, maka analogi Tritunggal pasti salah.

Nah, kalau kita jeli memperhatikannya, maka bagi Versace untuk menyerang saya seperti itu, dia harus setuju bahwa tiga pribadi manusia hanya memiliki satu esensi yaitu kemanusiaan. Dengan kata lain, implikasi dari postingan Versace adalah bahwa dia sedang menentang pandangan Hai Hai bahwa tiga pribadi tidak bisa hanya memiliki satu esensi. Nah, sebagai seorang yang berkoar-koar sebagai suhu dan dipuji-puji para penjilatnya sebagai seorang yang memiliki kedalaman pemikiran, dia harusnya memahami itu dan menyerang Versace karena melakukan kesalahan seperti yang dianggap saya lakukan. Tetapi surprise..surprise (walaupun itu bukan surprise untuk saya karena saya sudah mengharapkan itu terjadi)…. bukan itu yang terjadi. Dia membutakan diri terhadap itu dan menyerang saya seolah-olah si Versace tidak menyerang dia. Sangat menarik!

Peristiwa seperti ini hanya menunjukkan kekerdilan jiwa si Hai Hai. Jiwanya kerdil sehingga kalaupun ada orang yang secara implisit menyerang dia, tetapi karena serangan itu tidak eksplisit, maka itu dianggap tidak ada. Dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Selama dia tidak diserang secara eksplisit, dia tidak akan peduli. Dengan modal seperti ini, Hai Hai menipu begitu banyak orang yang tergila-gila pada bau busuk Hai Hai yang dibungkus rapi sehingga tidak tercium baunya. Saya hanya berharap orang-orang tersebut satu hari akan terbebas dari sihir Hai Hai dan melihat dia apa adanya, yaitu seorang kerdil yang punya banyak penggemar di internet dengan modal retorika kosong. Semoga!

Pos ini dipublikasikan di Dasar Bego, Hai Hai, Jiwa Kerdil. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Si Jiwa Kerdil

  1. Ping balik: Niat Menyerang Orang Lain, Apa Daya Nalar Tak Sampai! | Futility over Futility

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s