Provokasi Murahan Mokoginta

Di bawah ini adalah tulisan lama saya yang saya rasa perlu ditampilkan lagi di sini tentang kebodohan Ustadz Mokoginta. Patut dicatat bahwa tulisan ini saya buat sebelum saya belajar tentang istilah-istilah sesat pikir secara mendalam.

Beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah tulisan di bagian Konsultasi (halaman 20) Tabloid Suara Islam Edisi 20 Juni – 3 Juli 2009. Di sana ada satu kolom yang bernama Seri Kajian Kristologi. Kolom itu diasuh H. Insan LS Mokoginta yang merupakan pindahan dari Kristen (entah katolik, entah protestan, saya lupa).

Tulisan Mokoginta tampaknya disulut oleh keheranan mengapa orang Kristen mendukung eksistensi Ahmadiyah di Indonesia padahal Ahmadiyah sebenarnya melecehkan ajaran Kristen. Dalam kolom tersebut Mokoginta mengemukakan tiga hal prinsip dalam kepercayaan Kristen yang dianggap salah oleh Ahmadiyah yaitu Kematian Kristus, Kebangkitan Kristus, dan Kenaikan Kristus. Setelah mengemukakan ketiga serangan Ahmadiyyah terhadap ajaran Kristen tersebut, pada bagian akhir tulisan tersebut Mokoginta menulis:

“…kalau orang Kristen mendukung Ahmadiyah, serta menyalahkan tuntutan Islam untuk membubarkan Ahmadiyah, berarti Kristen ikut benarkan pelecehan Ahmadiyah terhadap keyakinan dan keimanan mereka sendiri. Dengan kenyataan seperti ini, umat Kristen mestinya bersyukur dan ikut membubarkan Ahmadiyah, bukan malah bergabung dengan mereka.”

Kalau kutipan di atas diperhatikan, maka jelas tujuan akhir dari Mokoginta dari tulisannya sebenarnya adalah umat Kristen mendukung Islam membubarkan Ahmadiyah.

Saya memahami tulisan tersebut sebagai provokasi murahan yang didasari oleh pikiran yang tidak teratur dan tidak konsisten. Agar tidak disebut melakukan kesalahan logika yang bernama serangan ad hominem, maka saya akan mendukung pernyataan saya itu.

Pertama, Mokoginta mengasumsikan bahwa orang Kristen mendukung eksistensi Ahmadiyah karena tidak tahu bahwa Ahmadiyah melecehkan kekristenan. Saya tidak tahu orang Kristen lain, tapi saya sendiri dan banyak orang Kristen yang saya tahu mendukung eksistensi Ahmadiyah bukan karena ajaran Ahmadiyah bersahabat dengan ajaran Kristen. Dukungan saya terhadap eksistensi mereka adalah karena teladan Yesus Kristus yang tidak mengambil hak orang lain untuk mempercayai apa yang mereka mau percayai. Saya jadi bertanya-tanya kualitas kekristenan Mokoginta sebelum pindah agama.

Kedua, Mokoginta mengasumsikan bahwa Kekristenan mengajarkan untuk menghilangkan hak orang lain mempercayai sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Kekristenan. Sebagai pindahan dari Kristen seharusnya Mokoginta tahu bahwa kekristenan tidak mengajarkan hal yang demikian. Mungkin hal itu sudah lama dipelajari Mokoginta sehingga perlu dia perlu diingatkan kembali.

Ketiga, Mokoginta berargumen bahwa seharusnya orang Kristen membubarkan membubarkan Ahmadiyah karena melecehkan Kekeristenan. Seharusnya Mokoginta berpikir bahwa kalau Kekristenan mau dijadikan standar untuk merampas hak orang lain memiliki kepercayaan yang bertentangan dengan kekristenan, maka tentunya Islam juga harus dibubarkan karena bertentangan dengan kekristenan. Apakah Mokoginta mau konsisten dan menyuruh orang Kristen setuju pembubaran Islam? Saya yakin 100% dia tidak setuju untuk membubarkan Islam.

Jadi dalam penulisan kolom tersebut Mokoginta berpikiran kacau karena menjadikan asumsinya yang tidak benar sebagai dasar untuk menyerang sikap kristen dan tidak konsisten karena menggunakan satu standar saat berhadapan dengan Ahmadiyah dan standar yang lain saat berhadapan dengan Islam.

Tulisan Mokoginta tersebut dapat di download di sini Provokasi Murahan Mokoginta

Enhanced by Zemanta
Pos ini dipublikasikan di Memang Bodoh, Mokoginta. Tandai permalink.

6 Balasan ke Provokasi Murahan Mokoginta

  1. idah berkata:

    biasa,, mokoginta sekarang kebanyakan mendengar dan membaca dongeng jadi tidak tahu yang mana kebenaran… maklum,.. dia cari nafkah demi hidupnya, apa lagi sekarang dia sudah tenar jadi apapun yang dia ucapkan dianggap kebenaran.. wkwkwkw mimpi kali si mokoginta

    • kokoandikom berkata:

      Hanya yang memiliki otak yang dapat menalar. Anda merespon Ustdz Ikhsan dengan menculik satu dua kata untuk menghilangkan esensi-nya! Terlalu banyak menelan dogma dan melahap Apologinized telah melumpuhkan perangkat pencari kebenaran anda!!!

      Belajar bible yang banyak,
      Ibnu Agoes Salim.

      • Pemilik berkata:

        kokoandikom, Anda menanggapi tulisan saya di atas atau menanggapi komenter sebelumnya? Kalau anda menanggapi saya, coba anda tunjukkan kesalahan yang dilakukan dalam tulisan itu apa dan tunjukkan itu dengan argumen. Saya kemukakan argumen di dalam tulisan saya, mari kita lihat apa yang anda dapat tawarkan selain klaim seperti di atas.

        Silahkan
        The floor is yours.

  2. JELEGER berkata:

    Jangan terhasut, inilah yang terjadi bila kita menyalibkan yesus dua kali….

  3. Jafran berkata:

    klau mereka merasa disudutkan seharusnya pelajari lg kitab injil mereka dan kaji apakah masih sesuai dgn kitab perjanjian lama. pahami setiap kalimat”nya yg ada lalu bandingkan dgn yg lain mudah”an mereka bisa menemukannya

  4. reiki91 berkata:

    Menurut saya begini : Dunia materi ini memang memerlukan keseimbangan antara dualisme (putih dan hitam / domba dan kambing) dll sebagainya. kalau terlalu putih indentik dengan surgawi. kalau terlalu hitam indentik dengan nerakawi. Kalau hanya ada ajaran Yudaisme, Hindu, Buddha, Tao, Kong Hu Cu dan Kristen, sepertinya dunia materi ini tidak ada kesimbangan putih dan hitam, jadi haruslah di munculkan (dari sononya) ajaran baru agar ada kesimbangan tsb, hal ini tidak perlu di herankan, karena alkitab juga telah menubuatkan tentang adanya hal ini.
    Tuhan Yesus memberkhati, amin.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s