Aneh…

Di bawah ini adalah kutipan tulisan Ravi Zacharias. Tulisan ini dikutip dan diterjemahkan bukan untuk menjelek-jelekkan agama manapun. Hanya mengangkat fakta. Mengangkat fakta tidak sama dengan menjelek-jelekkan.

Muslim,…saat mereka menaklukan satu kota mereka hampir selalu akan mencari tahu dimana tempat yang dianggap paling suci di tempat itu dan entah mereka menjadikannya mesjid atau membangun mesjid di sampingnya dan menetapkan peraturan yang membatasi tempat dimana tempat ibadah lain dibangun dan berapa tinggi rumah ibadah tersebut. Hal ini terus dilakukan sampai saat ini, walaupun sebagian orang Barat percaya bahwa ini tidak lagi berlaku. Hampir tidak mungkin untuk mendapat ijin membangun gereja di Timur Tengah, walaupun itu hanya tempat ibadah kecil.

….

Beberapa saat lalu saya mengunjungi Mesjid Agung di Casablanca Maroko. Sebuah bangunan megah. Saat saya berjalan di lantai bagian bawah, saya mengamati ada dua sumber air untuk melakukan upacara penyucian sebelum sembahyang. Saya bertanya apakah yang satu untuk laki-laki dan yang lainnya untuk perempuan. Jawaban yang saya dapat adalah “Oh tidak, yang satunya untuk orang muda dan yang lainnya untuk orang tua. Kalau tidak dipisahkan, maka yang muda akan menyikut sana sini sehingga yang tua tidak tidak mendapat kesempatan.”

Betapa aneh, pikir saya. Pergi ke tempat sembahyang tanpa ada rasa hormat dan kesopanan? Tetapi bukan hanya itu. Sebelum kami pulang, kami diantar melewati bagian kamar kecil. Seorang Amerika yang naif di kelompok itu bertanya apakah fasilitas tersebut digunakan bersama oleh laki-laki dan perempuan. Guide muslim tersebut terkejut mendengarnya. “Oh tidak! Jumlah perkosaan akan tak terduga tingginya [kalau demikian].” Saya sangat terkejut dengan komentar tersebut. Seorang perempuan tidak aman, bahkan ketika berada di mesjid? Namun jika anda sampai hati menghina masjid atau agama tersebut melalui apa yang anda katakan atau lakukan untuk mendukung kepercayaan agama dan politis anda, darah akan mengalir.

Ravi Zacharias, Why Jesus?, halaman 235-236. Terjemahan bebas Ma Kuru

Pos ini dipublikasikan di Islam, Ravi Zacharias. Tandai permalink.

5 Balasan ke Aneh…

  1. kunakri berkata:

    ngeri ya

  2. Stanley berkata:

    Memang, jika kita mau memahami dunia Islam, mungkin hanya di Indonesia yang terlalu diagung-agungkan, sampai-sampai pohon bisa tumbang saking mengagungkan Islam. Tapi kenyataannya terbalik. Di Arab, banyak hal-hal buruk terjadi terlebih pelanggaran moral tapi sayangnya tidak dipublis di Indonesia. Memang Islam adalah agama tanpa dasar mandiri. Ia pun hanya mengkopi paste ajaran Alkitab dan mengaku bahwa itu wahyu dari Tuhan.

  3. ren berkata:

    Sampai segitunya ya kebencian kafirun terhadap islam, betapa banyak waktu dan tenaga kalian habiskan untuk membenci islam. Hemat energi oi kapirun, kan sayang saat mati nanti kalian sudah terlambat untuk menyesal. Ingat semakin membenci kalian thdp islam, semakin banyak yang masuk islam(muallaf), dan kalian semakin naik pitam. Kami menikmati ocehan kalian, coz you all nothing. Kalian lebih hina daripada cacing.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s