Rohaniwan, Tetapi Kemampuannya Seperti ini??

Beberapa minggu lalu beta baca sebuah status di Facebook. Status itu dibuat oleh seorang pendeta. Status pendeta tersebut adalah: ..dengan tegas saya katakan TUHAN tidak beragama,kerena itu jagan bilang TUHAN memeluk agama-kamu/saya/kita.” Status mubazir karena sebagian besar orang beriman Kristen (yang saya temui) dan bahkan ateispun akan keheranan – kalau dia tidak sedang tidak logis – akan adanya pernyataan dari seorang yang mengaku kristen seperti ini karena biasanya yang dimaksud dengan agama mencakup kegiatan penyembahan kepada realitas mutlak yang lebih tinggi daripada penganutnya dalam setiap agama tersebut. Sedangkan Allah dalam pandangan Kristen adalah realitas mutlak itu sendiri, karena itu tidak mungkin ada yang lebih tinggi dari Allah untuk Allah sendiri sembah.

Namun demikian, mungkin si penulis status tersebut mendefinisikannya secara berbeda. Mungkin saja dia tidak mendefinisikan agama sebagai sesuatu yang di dalamnya termasuk kegiatan penyembahan kepada realitas mutlak yang lebih tinggi dari penganutnya. Mungkin si penulis status mendefinisikan agama sebagai sebuah sistem doktrin yang diakui benar oleh penganutnya dan menghilangkan unsur-unsur lain yang biasanya diasosiasikan dengan agama. Dengan definisi yang demikian, kalau orang bergama A misalnya percaya bahwa agamanya adalah agama yang benar sesuai dengan Firman Tuhan sendiri, maka otomatis ajaran yang benar itu juga adalah ajaran yang Tuhan juga percayai sebagai benar (atau setidaknya dipercaya demikian – sehingga Tuhanpun beragama A. Namun demikian, kalau memang itu benar definisi yang digunakannya, maka ateisme juga adalah agama, aliran-aliran filsafat juga adalah agama.

Kemudian ada seorang teman FB pendeta tersebut yang mempertanyakan apa dasar si pendeta mengeluarkan status seperti itu. Si pendeta menjawab bahwa dasar dia menulis seperti itu adalah karena “…agama hanyalah upaya manusia untuk mengenal Allah, Allah tidak perlu beragama untuk mengenal diri-NYA sendiri.” Karena si penulis berbicara tentang agama tanpa menspesifiksi apakah ada agama yang bukan upaya manusia, maka kelihatannya yang dimaksud dengan ‘agama’ adalah semua agama. Jadi si pendeta rupanya mendefinisikan agama sebagai upaya untuk mengenal Allah dan buah dari definisi ini adalah tidak mungkin Tuhan memiliki agama. Kalau memang demikian, maka tidak mungkin Allah beragama tertentu. Namun, masalahnya adalah agama-agama seperti Kristen, Islam, dan Yahudi mempercayai bahwa ajaran agamanya adalah wahyu dari Tuhan sendiri ataupun kesimpulan tak terelakkan dari wahyu Tuhan. Dengan demikian, si pendeta mengaku Kristen tetapi sebenarnya tidak mengakui ajaran Kristen sebagai benar, sehingga saat si pendeta berkhotbah atau mengutip ayat Alkitab di status Facebooknya, dia sebenarnya tidak mempercayainya sebagai Firman Tuhan atau Wahyu Tuhan. Dia hanya mempercayainya sebagai hasil dari upaya manusia. Saya menyerahkan kepada pembaca untuk memberi kata yang tepat bagi perilaku seperti ini.

Mungkin si pendeta akan berkilah, “Siapa yang mendefinisikan agama Kristen sebagai agama yang ajarannya dipercaya oleh umatnya sebagai wahyu Allah?” Tetapi kalau memang sampai dia menanyakan seperti itu berarti dia harus membaca lebih banyak lagi. Banyak sekali literatur yang mendefinisikan demikian. Bahkan dalam Alkitab yang merupakan dasar bagi agama Kristenpun, kata ‘Kristen’ artinya pengikut Kristus. Kristus percaya bahwa ajaran yang terdapat dalam Alkitab adalah wahyu Allah. Kalau Kristus mempercayai hal itu maka otomatis umat Kristen harus mengikuti Dia.

Kalau pendeta ini (yaitu pendeta yang sedang dikritik statusnya tersebut) mendefinisikan agama Kristen berbeda dari yang umum dan lebih parah lagi berbeda dari Alkitab, maka mungkin dia sedang menggunakan definisi stipulatif. Itu adalah haknya. Dia berhak melakukan itu, tetapi kalau dia memang menggunakan definisi stipulatif, setidaknya dia harus mengatakannya. Mungkin juga dia mengatakan bahwa itu bukan definisinya sendiri tetapi definisi kalangan tertentu dan mungkin malah dia bisa menyodorkan literatur untuk mendukung pandangan tersebut. Apapun pilihannya dari kedua opsi itu, yang dia serang adalah pandangannya sendiri atau pandangan orang segolongannya tentang agama lalu dengan sedikit teknik ekuivokasi dia membuatnya kelihatan seperti sedang menyerang agama dengan definisi orang lain.

Sangat menarik menarik melihat tokoh yang dihormati orang banyak seperti ini menunjukkan irasionalitas! Berapa banyak dari antara mereka yang seperti ini? Bagaimana dapat diharapkan jemaat akan menjadi jemaat yang kritis kalau pendetanya tumpul seperti ini?

Catatan: saya tidak perlu mengemukakan nama pendeta tersebut karena ini bukan ajang untuk mempermalukan dia.

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika, Memang Bodoh. Tandai permalink.

2 Balasan ke Rohaniwan, Tetapi Kemampuannya Seperti ini??

  1. Lando di Medan
    bos, dia mengatakan itu bukan dr iman na sebgai org kristen, itu tdk ada hubungan na dgn agamanya, tp masalah na apa ada 1 ajaran agama yg mengatakan inilah agama yg ku namakn; maka hendaklah kamu sekalian menganut agama tersebut. Dia mgkn berpikir kalo Tuhan tdk pernah menurunkan agama, yg diturun oleh Tuhan itu adlh Wahyu kpd seseorg (nabi) utusan TUHAN, Klo ad yg mengatakan TUHAN pernah menurunkn dan memberikan nama pada sebuah agama. maka beritau aku. agama apa itu.???
    sebelum lo komen pendeta itu, terlebih dahulu simak baik2 knp dia buat status itu.
    1 lg, klo lo mw komen perkenalkan dulu siapa ente. jgn kyk pencuri masuk diam2 tnp ketuk pintu dhulu. seperti itu ANda.

    • Pemilik berkata:

      Lando,
      Bisakah anda menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan kata-katanya tidak diringkas-ringkas?

      Komentar anda berhubungan dengan bagian tulisan saya yang mana? Apa argumen saya yang anda serang?

      Lalu ini blog siapa sehingga saya harus memperkenalkan diri? Kalau anda datang ke blog orang tidak usah nuntut yang macam-macam. Saya sudah perkenalkan diri di bagian bawah masing-masing tulisan yang anda komentari. Saya tidak mau memberitahukan anda lebih dari itu dan itu adalah hak saya. Harap dipahami!

      Silahkan jawab pertanyaan saya di atas sehingga kita bisa berdiskusi secara bermakna. Kalau tidak anda akan saya tendang dari blog saya.

      Terima kasih atas perhatiannya.

      Ma Kuru

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s