Apakah Aku Jadi Musuhmu Kalau Aku Mengungkap Kebenaran Tentang Engkau?

Di bawah ini adalah tulisan seorang teman tentang kelakuan seorang yang menyebut diri sebagai hamba Tuhan.

Apakau Aku Jadi Musuhmu Kalau Aku Mengungkap Kebenaran Tentang Engkau?
(Berhati-hatilah dengan serigala berbulu Domba)

Oleh Esthon Patola

Keterangan tentang Dance di blognya

Tulisan ini tidak dibuat untuk menjelek-jelekkan siapa-siapa termasuk orang/subyek yang menjadi fokus tulisan ini yaitu saudara Dance S. Suat. Saudara Dance adalah seorang penginjil. Dalam salah satu halaman blognya ada indikasi (walaupun bukan kepastian) bahwa saudara Dance adalah seorang yang brilian karena mampu menyelesaikan S1 dalam waktu hanya 3 tahun dan S2 dalam waktu enam bulan. Namun demikian, kecanggihan inteligensia tidak sama dengan ketiadaan cacat moral. Tulisan ini hendak menguak sebuah kecacatan moral dari sdr. Dance S. Suat. Harus diingat pula bahwa dengan mengangkat tulisan ini tidak berarti bahwa ajaran saudara Dance pasti salah. Kelemahan moral seseorang tidak otomatis berarti bahwa ajaran yang dia ajarkan pasti salah. Untuk melihat kesalahan ajaran saudara Dance, pembaca harus membaca tulisan lain yang membahas tentang kesesatan ajaran saudara Dance dan kolega-koleganya dari kalangan yang menyebut diri Kristen Fundamental. Ada berbagai tulisan saudara Dance yang dimaksudkan sebagai serangan terhadap Calvin atau orang Kristen lain, namun yang sebenarnya semata-mata adalah pandangannya sendiri dan bukan pandangan orang Kristen yang diserang tersebut (sebuah kesesatan yang harus dihindari oleh seorang yang mau memberitakan kebenaran). Tetapi saya tidak membahas hal itu di sini.

Perjumpaan dengan Dance berawal ketika Pendeta Esra Alfred Soru, Saya dan beberapa teman dari GKIN Kupang mengikuti kegiatan seminar di Kupang (hotel Maya) yang pembicaranya adalah Suhento Liauw. Suhento Liauw adalah salah satu tokoh utama Fundamentalis di Indonesia. Saudara Dance Suat juga adalah anggota dari aliran ini dan mungkin juga pernah belajar di bawah Suhento Liauw. Banyak hal yang tidak beres yang dikemukakan dalam kegiatan dua hari tersebut tetapi kami tidak akan membahas dalam tulisan ini.

Pertemuan dalam kegiatan tersebut berujung pada sebuah pertemuan berikutnya dengan saudara Dance dan membahas banyak hal. Dalam pertemuan ini, hal yang diangkat oleh Suhento jugalah yang diangkat oleh Dance. Pertemuan berlangsung jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Diskusi diakhiri karena Dance mengatakan bahwa dia ada kegiatan pelayanan. Kami sempat berpikir bahwa pertemuan itu hanya akan berakhir di sana dan tidak ada lagi tindak lanjutnya.

Namun dua hari setelah diskusi tersebut, Dance menghubungi saya melalui SMS (sepertinya dia masih penasaran) yang isinya bahwa dia sudah siap tulisan untuk membantah semua ajaran Calvinis (begitu klaimnya). Saya kemudian mengajaknya berdebat dan Dance setuju untuk berdebat namun dia meminta untuk menunggu setelah debat di Jakarta tanggal 24 Agustus. Saya pun setuju dengan usulan tersebut.

Beberapa hari sebelum perdebatan di Jakarta, Dance mengatakan bahwa dia mau memberi surprise buat tim Calvinis di Jakarta. Pada saat hari debat, saya pun ikut memantau dari Kupang melalui seorang teman yang mengikuti acara debat tersebut. Pertanyaan saya kepada teman tersebut cuma satu yaitu apakah Dance sudah mengeluarkan jurus surprisenya. Ternyata sampai akhir debat tersebut Dance sama sekali tak mengatakan apa-apa. Dengan kata lain yang dia katakan mau memberikan surprise itu hanyalah sebuah sesumbar alias menipu.

Setelah perdebatan tersebut tiba-tiba muncul tulisan Dance di wall Facebooknya yang menuding bahwa pak Budi dan pak Esra bodoh, dan seterusnya. Saya menanggapi dia dengan menanyakan dimana dia saat debat berlangsung dan mengapa kok surprisenya tidak dikeluarkan? Alasan yang dikemukakan Dance adalah bahwa ada banyak audiens yang bertanya sehingga dia tidak mendapat kesempatan bertanya. Kemudian saya cross check klaim tersebut dengan Pak Esra Soru dan Pak Esra mengatakan bahwa hanya sedikit saja audiens yg bertanya. Malah menurut Pak Esra Soru, bukan hanya sedikit yang bertanya itu, namun juga di antara sedikit orang yang mengacungkan tangan untuk bertanya, tidak ada tangan saudara Dance. Kalau apa yang dikatakan Pak Esra benar, maka Dance sudah melakukan penipuan.

Pada wall yang sama, saya menyampaikan info dari pak Esra tersebut. Dance mengatakan bahwa setelah debat dia terlibat diskusi kecil dengan Pendeta Budi Asal. Perhatikan bagaimana saudara Dance mengalihkan pembicaraan dan tidak menjawab pertanyaan yang diberikan. Saudara Dance tidak membenarkan atau mempersalahkan informasi tersebut – mungkin karena dianggap tidak penting? Kemudian saya mengajukan tawaran debat tanggal 5 atau 12 September 2012. Disepakati bersama bahwa debat akan dilakukan tanggal 12 Spetember 2012 antara Dance dan Pak Esra dengan topik Predestinasi.

Saya mengajak Dance untuk bertemu tanggal 7 September 2012 untuk membahas format debat yang saya sampaikan ke Dance via Pesan SMS. Lewat komunikasi telepon, saya tawarkan moderatornya berasal dari kami, karena kamilah yang menyelenggarakan. Kami pandang ini sesuatu yang fair karena dalam debat sebelumnya di markas mereka, mereka yang menentukan semua, mulai dari format sampai kepada moderator. Dance tidak mau bertemu tetapi dengan alasan yang tidak jelas. Berikut adalah percakapan SMS saya dan Dance beberapa waktu lalu:

Tanggal 30 Agustus 2012 saya SMS untuk memberi informasi kepada Dance mengenai topik debat, tempat dan waktu.

Kemudian pada tgl 3 September 2012 Dance SMS saya menanyakan kenapa tidak diselenggrakan pagi dan kalo bisa Hari Sabtu supaya banyak yg hadir.

Esthon: jadwal kami tetap tak bisa dirubah.

Dance: okelah

Esthon: sip, tx.

Dance: your welcome. GBU.

Pada tanggal 9 September 2012 awalnya Dance telepon tapi saya minta dia SMS saja karena sinyal di tempat saya jelek.

Begini sms detailnya:

Dance: Selamat pagi pak Esthon, bgmn kalo debat tgl 12 kita mundurkan ke tgl 21 Oktober. Supaya bertepatan dgn hari libur. Bbrp sahabat saya mau hadir, namun terkendala waktu.

Esthon: sy bicarakan dgn teman2 dulu…

Dance: baik, sy tunggu jawabannya…

Esthon: Pak Dance, ini kan debatnya hanya pak Dance vc pak Esra dlm kls PA kami. Kemudian kami sudah terlanjur umumkan. Kalo di bln oktober itu babak berikut saja. Bagaimana?

Dance : Lebih baik dilaksanakan bulan oktober satu kali saja. Tentu persiapannya jauh lebih baik. Kalau toh dilaksanakan bulan ini, saya punya bbrp masalah teknis yg blm siap. Mungkin sesudah selesai ngurus mobil dan tempat tinggal di kupang, dan bila diselenggarakan bulan oktober lebih baik. Lagipula akan dihadiri sahabat SMU saya. Mohon pengertiannya pak.

Esthon : kan Pak tentunya sudah punya persiapan to. Terutama surprise yg tidak jadi diberikan waktu debat kemarin. Kan Pak bisa dating dgn teman2 di kupang dulu. Sahabat2 nanti saja kan bisa juga. Bagaimana?

Dance : persiapan materi tentu sudah siap, bahkan saya sudah menulis dua tulisan mengenai hal ini (predestinasi). Namun utk diselenggarakan bulan ini secara teknis belum cukup siap. Mohon pengertiannya, bisakan menunggu sampai bulan oktober?

Esthon : saya kira pak sudah persiapan. Lewat dialo2 kita di FB dan komentar Pak mengenai pak Budi dan pak Esra. Bukankah itu sudah persiapan? Apalagi Pak bilang sudah punya tulisan. Bukankah ini lebih dari sekedar persiapan? Apalagi Pak dgn latar belakang theology yg luar biasa.

Waktunya Cuma 3 jam saja kok. Pak Esra hanya memaparkan materinya lalu silahkan Pak serang dgn argumen2 Pak. Lalu Pal Esra tanggapi. Bagaimana?

Dance : ini bukan masalah menang-kalah, hebat atau tidak hebat. Ini masalah kebenaran! Dari format yg pak paparkan jelas tidak netral. Kalau toh diselenggarakan maka tiap pembicara harus diberi waktu yg sama utk memaparkan dan waktu yg sama utk menanggapi, krn pada akhirnya penilaian ada pada audiens. Itulah sebabnya penyelenggaraan ini harus terbuka dan terpublikasi utk kalangan luar. jadi saya tidak akan hadir tgl 12, salam.

Esthon : rupanya Paka berbelit juga orgnya. Alasan2 utk menghindari, mulai dari mau ajak sahabta2nya Pak, urus mobil, blm siap scr teknis. Skrg bilang format tidak netral. Harus terbuka utk umum, terpublikasi. Banyak skl syaratanya. Padahal kemarin tak ada syrat apapun dr pak Budi dan pak Esra di debat tgl 24 Agustus. Bagaimana tidak netral. Bukankahh tawaran ini lebih dari 1 bln?? Sebenarnya Pak punya nyali atau tidak? Sy tidak persoalkan menang atau kalah, hebat atau tidak. Formatnya jelas, Pak menyeranga kami tanggapi. Tidak fairnya dimana? Dan maaf Pak, anda bukan org pertama yg beralasan spt ini. Sdh bbrp kali kami hadapi org2 spt anda. Apakah anda saat ini tidak yakin dgn apa yg anda yakini saat ini? Apakah skrg anda ragu? Kalo anda ragu, kami dgn senang hati menolong anda.

Dance : syaratnya harus terformat 24 Agustus, sy berharap semua dpt diselenggarakan dgn baik. Apabila ingin terselenggara, maka kita selenggarakan tgl 12 oktober dan terformat, itu permintaan saya. Lagipula tanpa debat terbuka pun, tulisan say pasti terpublikasi.

Esthon : hahahaha… Pak hany berani lewat buku sajakah? Formatnya sudah sy sampaikan. Apa tidak jelas?

Dance : hahahaha…. Tidak ada argument Calvinis membuat saya ragu bhw mereka salah tafsir, yg saya regukan ialah org Calvinis tidak benar2 memahami theologia mereka shg tidak dapat menyadari keslahan

Esthon : lho kok Pak bisa ngomong spt ini? Bukankah sebenarnya sudah siap? Tapi kok senjatanya dari jaman batu sampe skrg sama? Argumennya itu2 saja. Kenapa tidak siap ditanggapi balik?

Dance : oke pak Esthon, ini tawaran saya, kita selenggarakan bln oktober tgl 21 dgn format. Setiap pembicara diberi waktu yg sama utk menanggapi, waktu yg sama utk menjawab dgn moderator yg netral, sebagaimana format 24 agustus lalu. Bagaimana? Sy harap menjawab bukan menanggapi.

Esthon : kenap harus undur, Pak? Tidak ada alas an yg terlalu serius utk undur, jangan lari dari kebenaran Pak. Debat tgl 12 september. Dan kita sdh sepakati. Waktu sy tawarkan, anda jg setuju utk tgl 12. Apalagi ini hanya anatar anda dgn pak Esra. Bagaimana?

Dance : saya sdh sampaikan alasannya. Kalau demikian biar kita argumentasi lewat tulisan saja, salam.

Esthon : hahahah…. Apakah ini berarti anda tak punya nyali? Bukankah anda yg berkobar-kobar bhw Calvinis begini dan begitu? Masakan saatnya kami mengundang anda kok tidak berani. Apakah musti ajak kawan2… ternyata memang anda sesumbar saja. Sudah banyak org yg kami temui spt anda. Hahaha… jangan mengaku paling benar selama anda tidak bisa mempertanggungg jawabkan. Kalo anda tidak berani, silahkan sampaikan ke guru anda, Suhento Liauw, bhw kami menantang dia. Tx.

Dance : …………tidak ada jawaban…………

Ada banyak sesat pikir yang dilakukan Dance dalam percakapan di SMS tersebut. Tetapi untuk saat ini kita abaikan saja. Itu topik untuk lain waktu dan mungkin orang lain yang akan bahas kalau tertarik. Dari percakapan di atas jelas bahwa debat ini bukan sesuatu yang mentah. Kami sudah memberikan usulan format debat. Sedangkan moderator sudah kami usulkan melalui percakapan telepon.

Anehnya, dalam SMS dengan salah satu rekan SMUnya (saudara Ivan Bartels) Dance melakukan penipuan dengan mengatakan bahwa debat ini belum ada format dan moderatornya.  Berikut adalah pesan SMS Dance dengan Saudara Ivan

Ivan: Syalom….Jd debatnya kapan bro?

Dance : Saya membatalkannya bro, karena debat tanpa format, tanpa moderator kesimpulannya Esra Soru cs hanya mau ngotot. Saya tawarkan supaya debat terbuka terpublikasi tgl 21/ 10. Namun mereka menolak,

Ivan : Knp menolak bro?

Dance : Mereka tidak mau pakai moderator, tidak terformat dan hanya untuk kalangan merekasaya berpikir debat yg demikian tidak akan menghasilkan sesuatu yg baik, selain daripada ngotot dan cari pembenaran

Ivan: Coba di komunikasikan dulu bro, b kira pak Esra jg snd menginginkan debat tanpa format. Kurang komunikasi mungkin bro

Dance : Saya sudah membicarakan jauh2 hari mengenai hal ini, namun tidak ditanggapi. Bahkan saya meminta mantan bupati Soe (pak Nope) untuk menjadi moderator, mereka pun menolak. Bro saya bagaimana kalau bro jadi pihak penyelenggara saja, dan tawarkan bulan oktober tanggal 21. Beta su katumu teman2 SMU, seperti Tony dll mereka pun mau hadi

Perhatikan penipuan yang dilakukan Dance. Dia mengatakan bahwa debat itu tanpa format. Saat dikatakan oleh saudara Ivan bahwa tidak mungkin pak Esra menginginkan debat tanpa format, dia tidak mengklarifikasi dengan mengatakan fakta sebenarnya ada format yang sudah diberikan berserta moderatornya.

Pada kesempatan lain saya mendapat informasi dari salah seorang teman yaitu saudara Ady Ndi’i bahwa Dance juga menginformasikan kepadanya bahwa setelah debat tinggal 2 hari sebelum hari H baru pihak kami memberi tahu format debat dan moderator. Berikut adalah bunyi sms teman tersebut:

Ady Ndi’i : Dance terlalu banyak alasan, dia bilang di saya hari ini sonde jadi debat dgn pak Esra krn katanya su tinggal 2 hari baru dong kasih tahu formatnya dan moderator. be tantang debat hari jumat (7 september) lalu dia bilang di murid PAnya beta, blg mau dengan siapa saja dia siap….

Bukan hanya kepada satu orang saja saudara Dance melakukan penipuan itu. Setidaknya yang dapat dibuktikan dengan sms, dia menipu dua orang. Secara pasti kita tidak tau berapa orang yang Dance tipu.

Penipuan Dance terkait pak Budi Asali

Di samping penipuan di atas ada, lagi penipuan lain yang dilakukan saudara Dance. Dia mengatakan kepada temannya sesama fundementalis Dede Wijaya bahwa setelah perdebatan tanggal 24 Agustus 2012, pak  Budi Asali berdiskusi dengan dia memuji Suhento Liauw yang merupakan salah satu tokoh utama dalam kelompok tersebut. Setelah di konfirmasi dengan pak Budi, beliau menginformasikan bahwa informasi dari Dance tidak benar. Pak Budi mengatakan pada Dance bahwa sesungguhnya sejauh pengalaman beliau di gereja-gereja, beliau belum pernah bertemu dengan gereja yang berdusta dan memfitnah sebanyak yang dilakukan gereja Liauw. Di bawah ini adalah pesan email pak Budi Asali mengklarifikasi apa yang dikatakan Dance:

Hehehe, Dance Suat bilang aku akui GBIA bagus? Memang ya, bagus sekali dlm menipu, berdusta dan memfitnah. Dlm hal2 itu mrk jagonya, mungkin no 1 di dunia! Semua Liauw itu, bapak dan dua anaknya, hanyalah nabi2 palsu! Mungkin dlm hal ajaran, sekalipun mrk tidak bagus dan banyak ajaran yg nyeleneh (spt Rabu Agung dsb), tetapi disebut sesat juga tidak. Paling2 bau sesat. Tetapi yg aku paling tidak mengerti adalah seluruh gereja ini dipenuhi dg dusta, tipuan dan fitnah! Ini mereka lakukan secara rutin dan tanpa ada penyesalan. Ini menurut aku membuktikan para Liauw ini bukan org Kristen yg sejati. Kalau para gurunya spt itu, tak usah tanya bagaimana murid2nya! Model spt Dede Wijaya, Dance Suat, dsb, semuanya penipu yg betul2 tidak tahu malu!
Dance Suat itu seperti anjing buduk, yg pokok diberi makan oleh para Liauw itu, ia pasti mau jilat para Liauw itu dr tangan, kaki, kepala, sampai pantat!
Komentar apapaun dr pihak GBIA ‘Fitnah’ ini, baik di fb, maupun web, atau sms, atau apapun, mutlak tidak bisa dipercaya!

Kami sebenarnya tidak mau menyebarkan informasi tentang masalah ini secara luas dan menginginkan saudara Dance meminta maaf atas fitnahanya. Kami mengundangnya ke sebuah grup di Facebook kecil tempat kami belajar, dan meminta dia mengklarifikasi apa yang kami tampilkan di atas. Saudara Dance tidak memberi klarifikasi terhadap informasi dimaksud dan malah memaki-maki kami sebagai tidak kompeten, tidak paham logika dll dst. Namun demikian kami bersabar dan masih terus memintanya untuk meminta maaf kalau memang dia bersalah. Tetapi rupanya saudara Dance sudah terlanjur merasa bahwa dia tidak mungkin bersalah sehingga akhirnya dia memutuskan persahabatan lewat Facebook lalu mengeluarkan dirinya sendiri dari grup sehingga semua komentarnya di grup kamipun terhapus.

Seorang teman (Ma Kuru) mencoba menghubungi dia melalui inboks dan menunjukkan draft tulisan ini dengan permintaan supaya dia minta maaf. Namun sampai tulisan ini dibuat, Dance belum menjawab pesan tersebut.

Setelah Dance mengeluarkan diri dari Grup Facebook kami, beberapa teman menulis pesan bahwa kami tidak bermaksud buruk. Di bawah ini pesan dua orang di antaranya:

Sdr. Ivan Bartels

Walau Bro Dance adalah b pung sahabat juga tp bukan berarti b kompromi dengan kesalahan. B berharap apa yg kita sampaikan ini tdk meninggalkan kebencian dr bro Dance dan sy yakin Bro Dance tdk bermental seperti itu🙂
Dr tulisan ini, menjadi refleksi bukan hny bagi Bro Dance tp utk kita semua, bahwa konsisten untuk ttp jujur utk hal yg kecil sekalipun sangat penting. Kita boleh sekolah setinggi-tingginya dan belajar sedalam-dalamnya tp jika bukan kebenaran yg diutamakan maka semuanya hny sia2.
Beta seorg calvinis dan bro Dance Kristen fundamental, kita berbeda itu pasti, tp bukan berarti perbedaan ini membuat kita tdk bersahabat. Beta sangat berharap jikalau kebenaran yg kita pegang maka ungkapkanlah. Beta snd pernah ragu dgn apa yg ajaran yg b pegang dan b tdk akn dengan senang hati mengatakannya kepada siapun termasuk bro Dance, bukan utk kemenangan melainkan krn Kasih. Jika beta salah maka b pun hrs mengakuinya dgn kerendahan hati. B harap bro Dance pun demikian dan mulai membuka diri utk berdiskusi dengan jujur dan terbuka tanpa menutup-nutupi krn kebenaran tdk boleh ditutup-tutupi. B maupun teman2 calvinis lainnya pun akn membuka diri dan mengakui kesalahan jika kami memang salah, krn kebenaran jauh lbh penting dr pd sekedar ego.

B pribadi minta maaf jika ada hal2 yg b lakukan tdk berkenan di hati Bro Dance. Tuhan Yesus memberkati🙂

Saudara Yusuf Panggo

2Ti 2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2Ti 2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
2Ti 2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
2Ti 2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Marilah kakak dance mungkin ini saatnya kakak bisa nyatakan KEBENARAN yang menurut kakak paling BENAR, yang paling Theologis atau Tuhan mau sadarkan kembali kakak Dance kepada KEBENARAN yang sesungguhnya. Karena tindakan kakak lewat sms yang ada seperti postingan diatas sepertinya tindakan dan sikap kakak Dance ini hanya soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak… menurut 2 Timotius 2:23.

Maaf kaka dance o…. ini ketong awam yang tulis ini, tahu ayat2 sapotong2 sa… Kalo BENAR na mari kakak nyatakan itu KEBENARAN seperti Paullus toh KPR 17:17 Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. Paulus berani dan siap menyatakan kebenaran dan bertukar pikiran dimana saja dan bahkan setiap hari. tujuan Paulus satu, menyatakan KEBENARAN. DAN YANG PALING PENTING SEMUANYA MAU DISKUSI/DEBAT HARUS DILAKUKAN DALAM KASIH & DALAM TERANG KEBENARAN FIRMAN TUHAN.

 

Setelah menghilang beberapa saat dari grup, dan memutuskan hubungan dengan semua teman-teman (mungkin karena dia menonaktifkan Akun FBnya), dia muncul lagi. Kami harapkan dia akan meminta maaf atas kesalahannya. Tetapi bukan itu yang terjadi. Dia malah menyuruh kami meminta maaf kepadanya karena menurut dia kamilah yang memfitnah dia. Ini kutipan pesannya di Grup Facebook: “Seharusnya kalian yang harus meminta maaf, namun karena Kristus saya sudah memaafkan kalian (Kolose 3: 13). Bisa dibayangkan dengan bukti-bukti yang seperti di atas, Dance masih berani mengatakan seperti ini: “Yg memfitnah dan menipu itu kalian, kalian sengaja memancing saya supaya mendukung kebusukan hati kalian terhadap saya..betul, betul orang fasik.” Bayangkan kami mengekspose kelemahan moralnya dan meminta dia untuk mohon maaf, tetapi justeru kami yang dianggap salah. Bukan hanya itu tetapi dia melakukannya dengan mengutip ayat Alkitab. Sudah menipu, tidak mau mengaku, lalu mengalihkan kesalahan pada orang lain. Perbuatan terpuji? Silahkan saudara-saudara menentukan sendiri apakah ini perbuatan terpuji ataukah perbuatan dari setan sendiri. Ingat Yesus mengatakan bahwa Iblis adalah bapa segala dusta.

Catatan: semua kutipan ditampilkan dengan huruf miring tidak diperbaiki penulisannya alias dibiarkan sesuai aslinya.

Pos ini dipublikasikan di Dance S. Suat, Esthon Patola, Guest Post, Murid GITS, Penipuan. Tandai permalink.

6 Balasan ke Apakah Aku Jadi Musuhmu Kalau Aku Mengungkap Kebenaran Tentang Engkau?

  1. simon gramata berkata:

    dalam acara debat dimanapun syaratnya ada moderator netral dan juga harus ada formatnya…jadi menurut saya sdr dance benar..tapi kalau tidak ada syarat di atas tsb maka itu bukan debat melainkan mau ajak ribut saja atau omdo atau mau menang sendiri…

    • Pemilik berkata:

      Mungkin Dance benar bahwa perlu ada moderator yang netral. Tetapi fakta bahwa seseorang berada pada satu pihak yang berdebat tidak otomatis berarti orang tersebut tidak netral. Saya melihat beberapa debat di TV Internet dimana perdebatannya terjadi antara Islam dan Kristen dan moderatornya salah satu dari kedua pihak tersebut. Tetapi moderasinya bagus kok. Coba saja liat debat-debat di http://www.abnsat.com atau di debat-debat lain. Jadi netralitas tidak mengharuskan moderator sebuah perdebatan tidak berasal dari dua pihak berdebat. Memang ada kemungkinan terjadi ketidakadilan, tetapi itu hanya kemungkinan bukan ketidakterelakanan. Dengan demikian anda salah. Dan supaya anda tau, dalam debat sebelumnya dengan kaum yang menyebut diri fundamentalis ini, moderator adalah dari pihak mereka dan tidak ada keluhan tentang tidak adilnya moderator dari kedua pihak. Jadi, yang anda katakan itu salah!

  2. Ping balik: Penghakiman yang Adil a la Dance S Suat | Futility over Futility

  3. Hadi Wulyono berkata:

    Paulus sudah pernah mengatakan bahwa menjelang akhir zaman banyak penyesatan. Ciri penyesat menurut Tuhan Yesus: Dari buahnyalah kamu mengenal mereka!

  4. salmon berkata:

    kalian juga aneh….. orang gila kok dilayani.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s