Cermin, Cermin, Dimana Kau? Pwk Membutuhkanmu Segera!

Beberapa hari lalu saya mengeluarkan seseorang yang menyebut diri Pwk Tunggu Janjimu dari salah satu grup dimana saya adalah salah satu adminnya. Orang ini sudah saya peringatkan berulang-ulang untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam grup yaitu asal klaim tanpa dukungan argumentasi dan mengangkat terlalu banyak topik lalu meninggalkan begitu saja topik sehingga tidak terurus. Di samping itu dia juga beberapa kali hanya bisa mengemukakan klaim tetapi tidak ada dukungan argumentasi. Untuk semua kesalahannya tersebut dia sudah diperingatkan, tetapi peringatan tersebut sepertinya tidak mencapai pikirannya. Mungkin pikiranya dibutakan sesuatu sehingga dia tidak bisa memahami dan tunduk kepada aturan. Apakah yang membutakannya? Saya tidak tahu persis. Tetapi sebelum dikeluarkan dia menyempatkan diri untuk membuat sebuah postingan di grup. Postingan tersebut berada di bagian bawah tulisan ini. Tulisan ini akan menjawab postingan perpisahan si Pwk Tunggu Janjimu.

Dalam point pertama komentar si Pwk, dia mengatakan bahwa saya mengumbar emosi dan berlindung di bawah penegakkan aturan diskusi. Berulang-ulang saya minta dia dimana saya melakukan kesalahan yang diangkat, tetapi tidak pernah ada bukti. Semua selalu diakhiri dengan sebuah klaim. Mungkin dia lupa bahwa sebuah klaim tanpa bukti pendukung dapat saya balas dengan klaim yang bertentangan dengan apa yang dia ajukan tanpa memberi bukti. Saya bisa saja mengatakan bahwa saat menulis komentar di atas, si Pwk sementara mengkonsumsi kotoran manusia goreng dan kalau diminta membuktikan, saya tidak mau membuktikan. Apakah hal seperti ini yang diinginkan si Pwk? Tampaknya seperti itu, sehingga ketika saya meminta argumen/bukti akan apa yang dia katakan, dia tidak pernah memberikanya dan malah menyerang saya karena meminta argumen. Kalau ini yang diinginkan oleh si Pwk, memang dia tidak pantas berada di grup. Saya masih menunggu argumen pendukung poin ini tetapi tampaknya akan sia-sia karena tidak akan ada bukti yang disodorkan.

Pada point kedua si Pwk katakan bahwa sebagai admin saya “tidak mampu menggiring orang percaya untuk mengenal Kebenaran lebih dalam dan akurat melalui argument” saya “dalam diskusi” tetapi saya cenderung lebih suka “tersinggung dan marah jika ada argumen anggota yang tidak selaras dengan logika” saya. Ada dua isu di sini: pertama bahwa saya tidak bisa menggiring orang untuk percaya dan mengenal kebenaran lebih dalam, dan kedua bahwa saya hanya mengumbar emosi dan marah jika ada anggota yang tidak setuju dengan apa yang dia sebut ‘logika’ saya.

Tentang isu pertama, mungkin dia benar dan mungkin salah bahwa saya tidak mampu menggiring orang memahami kebenaran. Saya tidak pernah melakukan survey untuk membuktikan apakah saya bisa menggiring orang kepada kebenaran. Saya tidak peduli hal seperti itu. Tugas saya adalah menyatakan kebenaran kalau memang saya mengetahui kebenaran. Si Pwk mungkin berpikir bahwa sebuah pelayanan dilihat dari banyaknya orang yang diyakinkan akan kebenaran. Saya tidak tau standar dari mana yang dia gunakan. Stephanus adalah seorang pelayan yang sangat bodoh dan tidak berhasil kalau menggunakan standar si Pwk. Stephanus berkhotbah, tetapi dia malah dibunuh. Jadi apakah saya harus mengikuti standar asal-asalan si Pwk?

Pada isu kedua, dia mengklaim bahwa saya cepat tersinggung dan marah jika ada anggota yang tidak setuju dengan apa yang si Pwk sebut sebagai ‘logika’ saya. Saya anggap ‘logika’ merujuk kepada pemikiran. Pertama, ini adalah klaim. Dan seperti klaim-klaim lainnya, saya bisa mengklaim bahwa sebenarnya dia sedang menipu ketika mengatakan bahwa saya hanya bisa marah kepada orang yang berseberangan pendapat dengan saya. Kedua, saya bukan hanya bisa mengklaim tetapi bisa membuktikan klaim saya. Semua orang yang saya keluarkan dari Grup selalu mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Bahkan seringkali (kalau tidak berlebihan) saya memberikan kesempatan melebihi peraturan yang ada. Bahkan walaupun saya tidak setuju dalam segala hal dengan semua orang di grup, saya tetap membiarkan mereka di dalam grup. Saya tidak pernah memarahi orang karena berbeda pandangan dari saya. Yang saya lakukan hanyalah berfokus pada cara anggota berdiskusi dan marah dengan cara mereka berdiskusi. Tetapi si Pwk, begitu ingin menjadi seperti pahlawan bagi orang bodoh yang dikeluarkan dari grup atau bagi orang-orang yang mentalnya begitu lemah sehingga tidak bisa terlibat diskusi yang hangat, sehingga dia tidak memeriksa klaimnya. Kalau si Pwk membaca tulisan ini, saya menantang dia untuk mengemukakan bukti dari klaim-klaimnya tersebut.

Pada point ketiga, ketika saya memberikan batas waktu 1 x 24 jam kepada Pwk untuk mendukung klaim yang dia kemukakan dengan alasan-alasan atau bukti-bukti, si Pwk mengaanggap itu sebagai berarti bahwa dia harus terus-menerus selama 24 jam berada di depan komputer menanggapi komentar saya. Ini yang dia katakan ‘Saya tidak punya waktu untuk stand by 1×24 jam melayani tanggapan anda’. Jelas si Pwk memiliki masalah dengan pemahaman bacaan di sini. Saya tidak menyuruhnya menunggu siaga 24 jam di depan komputer dan memberi tanggapan kepada saya. Ini yang saya katakan:

…saat ini saya masih menunggu argumentasi. Kalau sampai tidak ada argumentasi, itu akan menjadi peringatan kedua untuk anda. DItunggu argumennya! Saya berikan waktu 1 x 24 jam kepada anda untuk bertanggung jawab. Kalau tidak, ini akan menjadi peringatan kedua untuk anda Pwk”

Nah, Yang terjadi adalah bahwa si Pwk memberi komentar bahwa temannya bernama Alfred Sinar Mata telah mengemukakan banyak argumen untuk mendukung klaim tertentu. Ini bertentangan dengan yang saya katakana yaitu bahwa si Alfred Sinar Mata hanya pintar klaim tetapi tidak bisa mengemukakan argumen yang mendukung klaim tersebut. Nah, kalau memang si Mata mengemukakan banyak argumen dan argumen itu jelas, maka tentunya tidak sulit bagi Pwk untuk mengangkat argument tersebut. Melihat dia aktif memberi jawaban di thread lain dalam diskusi, tentunya tidak sulit bagi dia untuk mengangkat argumen si Mata. Waktu 24 jam justeru terlalu lama kalau memang hal yang hendak diangkat itu sesuatu yang begitu nyata atau menyolok. Hal lain yang harus diingat adalah bahwa si Pwk ini sudah berulangkali hanya pintar klaim, termasuk dalam diskusi dengan saudara Ivan Bartels. Dengan kata lain, dia mau diberikan waktu lebih lama untuk hanya bisa klaim di grup tersebut. Dengan kata lain lagi yang dilakukan Pwk adalah dengan tanpa rasa malu menganggap bahwa dia berposisi lebih dari admin di grup sehingga dia bisa seenaknya bertindak. Apakah orang sok berkuasa namun tidak punya kemampuan diskusi seperti ini pantas berada di grup?

Masih dalam point ketiga dia mengatakan bahwa karena saya menuntut diskusi yang sangat fokus, sebaiknya saya memasukkan mahasiswa filsafat yang punya waktu untuk berdebat 24 jam supaya berdiskusi sampai linglung. Perhatikan bagaimana dia sangat merendahkan diskusi yang sangat fokus. Karena dia tidak suka diskusi yang sangat fokus, maka dia tidak mau menuruti aturan dalam grup untuk berdiskusi secara sangat fokus. Saya tidak tahu apakah dia sadar bahwa dalam grup yang dia masuki dan dalam thread yang dia buat dan dia ikuti topik bahasannya adalah tentang Tuhan. Apakah akan menghormati Tuhan kalau kita hanya berdiskusi seadanya dan melebar kemana-mana? Apabila kita berbicara tentang Tuhan dan berbicara adanya dan tidak serius sama sekali, saya tidak tahu bagaimana itu tidak bertentangan dengan esensi perintah dalam Hukum ketiga.

Pada point keempat dia mengatakan bahwa kalau dia dikeluarkan dari grup adalah sebuah anugerah. Dan anugerah itupun benar-benar datang. Tentu saja itu anugerah. Anugerah adalah sesuatu yang tidak pantas didapatkan tetapi didapatkan juga karena belas kasihan. Sebenarnya saya tidak perlu harus turun tangan dan mengotori tangan saya untuk mengeluarkan dia dari grup. Seharusnya dia sadar sendiri dan mengeluarkan diri sendiri. Tetapi  saya harus memberikan anugerah ini untuk mengajarkan dia bahwa dia bukan siapa-siapa yang harus setiap saat didengar pandangannya tidak peduli betapa bodohnya. Semoga dengan ini dia bisa duduk dan merenungkan tentang hal ini.

Pada point kelima Pwk mengatakan bahwa dengan dikeluarkannya dia dari grup, tidak berarti bahwa akan mengurangi kualitas intelektual dia. Tentu saja  penurunan kualitas intelektual tidak diharapkan terjadi pada Pwk pasca dikeluarkannya dia dari Grup EFSC. Justeru sebaliknya yang diharapkan. Dengan dikeluarkannya dia dari grup, diharapkan dia dapat belajar untuk tidak merasa diri paling hebat dan sok mengatur grup orang dan dia belajar untuk berargumentasi dengan runut dan jelas. Kalau ini terjadi tentunya kualitas intelektualnya meningkat. Tetapi kalau ini tidak terjadi, maka sulit juga dikatakan bahwa kualitas intelektualnya tidak berubah mengingat dia sudah diberi kesempatan belajar dengan dikeluarkannya dia dari grup, tetapi dia tidak belajar juga.

Pada point terakhir Pwk mengatakan bahwa kalau postingannya dihapus maka grup telah kemasukan Ahli Taurat Moderen/Farisi/Hacker/Setan-Setan yang menyerupai malaikat terang tetapi sebenarnya pengecut yang takut kelihatan bodohnya. Pertama, kita harus ingat bahwa di atas dia menyerang saya karena katanya tidak memiliki kematangan emosional. Jadi kalau dia menggunakan kata-kata ini, kemungkinan besar kata-kata ini dianggap menunjukan kematangan emosional. Namun kalau kata-kata ini merupakan ciri-ciri dari kematangan emosional, maka saya lebih suka dianggap tidak matang secara emosional daripada disebut matang secara emosional tetapi menggunakan kata-kata di atas yang digunakan Pwk. Sebenarnya menggunakan kata-kata tersebut per se bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah kata-kata itu digunakan, tetapi tidak memiliki makna dan si Pwk tidak akan peduli menjelaskan maksudnya atau argumen pendukungnya. Apa maksudnya Ahli Taurat Moderen? Apa kesamaan antara Ahli Taurat Moderen dengan Farisi atau Hacker atau setan-setan? Yang saya tahu adalah bahwa orang Ahli Taurat dan orang Farisi merasa bahwa dengan perbuatan baik mereka, mereka dapat masuk surga. Mereka menyusun berbagai macam aturan dan merasa bahwa dengan mengikuti aturan tersebut orang bisa masuk surga. Kalau kata Ahli Taurat ada hubungan dengan pengertian seperti itu, maka agak sulit mengatakan bahwa hanya karena postingannya dihapus, maka orang yang menghapus adalah orang Farisi moderen karena orang itu mungkin saja menghapus dengan alasan lain, bukan untuk supaya masuk surga.

Kedua, dia mengeluh mengenai postingan yang dihapus. Itu hak dia, tetapi apakah keluhan seperti itu beralasan? Saya sudah memperingatkannya untuk tidak posting lagi karena dua sudah banyak memposting topik diskusi, tetapi topik-topik itu tidak beres dibahas dan dibiarkan begitu saja mengambang. Jadi kalau saya hapus setiap postingan baru dari dia, maka itu adalah langkah untuk mengakkan apa yang saya katakan. Sebagai orang yang masuk ke grup yang salah satu adminnya adalah saya, maka seharusnya dia terima apa yang saya lakukan karena saya sudah peringatkan sebelumnya dan mulai setidaknya berpikir ribuan kali sebelum posting sesuatu yang baru. Tetapi itu tidak terjadi. Mungkin dia tidak merasa malu kalau dia bertindak seperti itu di grup yang bukan dia adminnya. Kalau ini adalah manifestasi kematangan emosional, maka saya tidak sudi memiliki kematangan emosional. Biar saja Pwk sendiri yang matang emosional.

Ketiga, di thread lain si Pwk juga mengeluh tentang komentarnya yang dihapus. Mungkin ini yang dimaksud ketika dia mengeluh. Tetapi saya tidak tahu siapa yang menghapus komentarnya. Saya hanya menghapus postingan baru. Ada beberapa kali hal yang seperti itu terjadi pada grup lain yang saya juga admini. Tidak usah terlalu histeris. Menyikapi secara wajar-wajar saja.

Lalu apa yang dapat kita simpulkan dari kasus si Pwk? Pertama, Pwk tampaknya hanya seorang yang sok kuasa yang merasa bahwa semua orang harus mengikuti apa yang dia katakan walaupun yang dikatakan tidak ada dasar sama sekali. Dia berulangkali mengklaim sesuatu, tetapi tidak ada dukungan argumentasi sama sekali. Berulang kali diperingatkan tetapi tidak mau taat aturan. Sudah seperti itu, dia mati-matian tidak merasa bersalah. Kedua, Pwk adalah seorang munafik kelas kakap. Orang yang memberinya peringatan karena tidak mengikuti aturan dikata-katai sebagai seorang yang tidak matang secara emosional. Sementara itu dia sendiri seenaknya mengata-ngatai orang tanpa justifikasi, tetapi itu dianggap sebagai kematangan emosional. Ketiga, andaikata Pwk berada pada posisi pemerintaan, maka dia adalah calon koruptor kelas wahid. Saat tidak berada pada posisi otoritas saja, sudah seperti ini tindakannya, yaitu ingin agar dia memiliki hak istimewa.

Lalu apakah saya bebas dari kesalahan seperti yang dilakukan si Pwk? Mungkin sekarang saya tidak melakukan seperti yang dilakukan tetapi saya memuat tulisan ini dengan kesadaran bahwa bisa saja satu saat bertingkah laku seperti ini sehingga saya harus berhati-hati.

Lampiran

Postingan Perpisahan Pwk Tunggu Janjimu

Saya Peringatkan Ma Kuru Paijo Budiwidayanto(ADMIN GRUP INI)@

  1. supaya bisa mengevaluasi diri atau mundur dengan hormat jika tidak mampu menjadi teladan sebagai orang percaya, sebab mencermati prilaku anda dalam setiap diskusi, anda lebih cenderung mengumbar emosi anda dengan berlindung dibalik alasan menegakkan kebenaran atau menegakkan aturan diskusi yang mana aturan itu bisa muncul kapan2 saja sesuai keinginan anda.
  2. Sebagai ADMIN anda tidak mampu menggiring orang percaya untuk mengenal Kebenaran lebih dalam dan akurat melalui argumen anda dalam diskusi tetapi anda cenderung lebih suka tersinggung dan marah jika ada argumen anggota yang tidak selaras dengan logika anda.
  3. Sehubungan dengan peringatan anda pd thread saya maka perlu saya sampaikan kepada anda bahwa ‘Saya tidak punya waktu untuk stand by 1x24jam melayani tanggapan anda’ kecuali ada waktu senggang krn banyak hal yang harus saya pikir dan saya atur di dunia nyata, jadi saran saya jika anda ingin teman/lawan diskusi yang bisa sangat fokus meladeni keinginan anda, akan lebih mantap kalau anda mengajak para lulusan Filsafat atau sarjana apa saja yang masih menganggur utk masuk menjadi anggota grup ini supaya anda puas berargumen dengannya sampai linglung.
  4. Apabila anda mengeluarkan saya dari grup ini karena alasan2 tertentu, atau karena anda sudah memperingati sampai 3x, maka dengan senang hati saya menerimanya dan saya anggap itu adalah adalah anugrah buat saya.
  5. Kalaupun nanti pada akhirnya setelah saya dikeluarkan dari grup ini, supaya anda tahu bahwa saya tidak merasa dirugikan sedikitpun kalau orang yang mengeluarkan saya adalah ANDA( Ma Kuru…) dan juga itu tidak akan mengurangi kualitas intelektual saya/kualitas hidup saya sebagai orang percaya dan sebagai pribadi manusia yang diciptakan serupa dengan gambaran Allah.
  6. Yang terakhir : Kalau postingan saya kali ini di hapus lagi/ hilang tanpa jejak seperti kejadian2 sebelum2nya maka saya menduga grup ini telah disusupi oleh Ahli2 Taurat Modern/ Farisi akhir Zaman/hacker/setan2 yang menyerupai malaikat terang/pengecut yang ketakutan kelihatan bodohnya.
Enhanced by Zemanta
Pos ini dipublikasikan di Alfred Sinar Mata, Dasar Bego, Memang Bodoh, Pwk Tunggu Janjimu. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cermin, Cermin, Dimana Kau? Pwk Membutuhkanmu Segera!

  1. Ping balik: Ketika Mata Sudah Buram, Cerminpun Tak Berguna | Futility over Futility

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s