Kalau Tidak Paham, Yaaa Diam Saja Dululah!

Di bawah ini adalah diskusi dengan seorang yang tidak tahu malu di wall Facebook saya. Saya mengemukakan kutipan dari Gordon H. Clark yang mengatakan bahwa ketika berdiskusi, kita harus menggunakan istilah yang dipahami bersama. Kalau tidak, maka akan terjadi kekacauan. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan sejak dulu oleh Socrates. Dengan kata lain Clark menyatakan prakondisi bagi diskusi yang baik.

Kemudian ada seorang yang menamakan diri Indra Swarno (di Facebook) yang memiliki hubungan pertemanan FB dengan saya yang mengatakan sesuatu yang saya tidak liat ada kena-mengenanya dengan kutipan yang saya taruh di wall. Sebagaimana lazimnya, saya bertanya apa hubungan komentarnya dengan postingan saya. Setelah dia menjawab, ternyata dia tidak sedang berbicara tentang prakondisi diskusi tetapi apa yang harusnya terjadi dalam diskusi. Ketika diungkap kebodohannya, dia mulai berbicara lagi tentang hal lain yang tidak ada hubungan dengan prakondisi diskusi. Ketika diperlihatkan bahwa dia Red Herring, dia kemudian melakukan serangan ad hominem.

Yang mungkin agak memalukan lagi adalah si Indra ini di Facebooknya menyatakan diri sebagai belajar di salah satu Seminari Alkitab ternama di Indonesia. Lebih parah lagi katanya advokat. Bukankah dengan posisi seperti ini kita mengharapkan sesuatu yang lebih baik dari si Indra?

Ini diskusinya:

Ma Kuru:
Jika [dalam sebuah perdebatan aatau diskusi] satu pihak memiliki satu gagasan atau tidak memiliki gagasan sama sekali [tentang istilah yang digunakan], sementara pihak lain memiliki gagasan berbeda atau tidak memiliki gagasan sama sekali [tentang istilah tersebut], maka hasilnya adalah kebingungan mutlak. Ini adalah pelajaran mendasar yang diajarkan oleh Socrates pada abad kelima Sebelum Kristus, tetapi banyak orang belum memahaminya. ~Gordon H. Clark

Indra
DALAM DISKUSI > ADA TESIS ADA ANTI TESIS ?..AMBIL SAJA KESIMPULAN SINTESISNYA !?……gitu aja kok refooottt !?…………Wkwkkkkkkkkk….

Ma Kuru
Apa hubungan komentar anda dengan kutipan di atas Indra?

Indra
ha.ha.ha….ZAMANNYA SOKRATES BELUM NGERTI SECARA SISTEMATIS TEORI HEGEL > TESIS -ANTI TESIS = SINTESIS !?….( TESIS BARU )…huahkkkkkkkk…..lek ora mudeng yo salahe dewe ?!.

Ma Kuru
Indra, sekali lagi saya minta anda menjawab pertanyaan saya. Di sini Socrates berbicara tentang pra kondisisi diskusi yang baik. Tanpa mengikuti aturan ini, apa yang kau sebut tesis – antitesis – sintesis itu tidak ada akan terjadi karena masing-masing pihak berbicara tentang hal berbeda. Persis seperti yang anda lakukan sekarang. Jadi saya harap, tolong jawab pertanyaan saya.

Terima kasih atas kemauan baiknya.

Indra
ha.ha.ha…kalau ente menguasai teori Filsafatnya Sokrates ?..ane tanya > APA BEDA REALISME IDEALISTIS ?..DGN IDEALISME REALISTIS ?…….huakkkk…lek ora mudeng yo salah e dewe ?………..

Ma Kuru
Hei, Indra jangan red herring status saya. Saya mohon dengan hormat kepada anda. Saya tidak sedang berbicara tentang apa yang anda angkat. Kalau anda tidak mau diskusi tentang topik yang saya angkat, mendingan anda tidak kasih komentar di sini. Lagipula PR anda banyak sekali di atas.

Kalau sonde, beta kebas deng lu. Lu jang kas kotor beta pung wall ee.. Wawi satu ni.

Indra
ha.ha.ha..KADAR INTELEKTUALNYA SANGAT RENDAH ???…..huakkkk….

Pos ini dipublikasikan di Ad Hominem, Filosofi, Logika, Red Herring. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s