Kalau Tidak Paham Jangan Dipaksakan – Contoh kasus Abu Haikal

Di bawah ini adalah salah satu diskusi saya dengan seorang yang menyebut diri Abu Haikal di Facebook. Dia mencoba menjebak saya tentang keilahian Kristus tetapi mencoba menunjukkan kesalahan saya dengan menggunakan analogi ‘gerak’ dan ‘diam’. Dia merasa bahwa satu benda tidak ‘diam’ dan ‘gerak’ sekaligus pada saat yang sama. Saya tunjukkan bahwa itu bisa saja terjadi tergantung pada definisi/relasinya dan itu tidak bertentangan dengan hukum kontradiksi.

Bukannya menunjukkan bahwa yang saya katakan bertentangan dengan hukum kontradiksi/logika, si Abu Haikal mengatakan bahwa dia menentang logika. Kemudian saya tunjukkan bahwa posisi menentang logika adalah posisi yang tidak benar. Karena diskusi itu dilakukan di Grup, dan dalam kelompok ada aturan diskusi, sedangkan si Abu Haikal tidak kunjung taat pada aturan, saya keluarkan dia dari Grup.

Sehari kemudian dia menghubungi saya di Inbox Facebook dan ingin menunjukkan bahwa saya salah. Tetapi itu tidak dilakukannya. Dia tidak bisa menunjukkan/mendemonstrasikan benarnya pandangannya bahwa dia adalah penentang logika.

Ini diskusinya:

A. Diskusi di Grup 

Abu Haikal: Menciptakan = mewujudkan sesuatu yg belum ada menjadi ada.. Berarti semua yg dicipta (makhluq) adalah sesuatu yg ada awal wujudnya… Tuhan yg maha pencipta bukanlah makhluq yg dicipta… Justru DIAlah yg menciptakan semua selain diriNya.. Jd karena DIA bukanlah sesuatu yg dicipta maka DIA tdklah ber awal seperti semua makhluqnya.. Kesimpulan : Sesuatu yg berawal (MAKHLUQ) dan sesuatu yg tdk berawal (ALKHOLIQ/TUHAN) adalah “ghoyatul ikhtilaf” = “perbedaan yg mutlaq”, ghoyatul ikhtilaf mustakhil campur… Tuhan ya tuhan,makhluq ya makhluq… Fakta,Yesus itu seorang manusia yg dilahirkan… Dia tdk bisa lepas dari umur (karena dia ber awal) < bisakah sesuatu yg berumur dikatakan TDK BERAWAL?? Jawabnya “MUSTAKHIL MUTLAQ”.

Ma Kuru: Abu, anda sedang menyerang argumen kristen karena itu seharusnya anda representasikan baik-baik posisi yang anda serang. Kegagalan melakukan itu adalah Straw man.

Abu Haikal: Bercermin dgn kodratnya lebih umum untk semua manusia…

Ma Kuru: Abu, saya tidak peduli anda pake cermin apa. Tetapi yang saya katakan adalah kalau anda menyerang posisi orang lain, pastikan bahwa yang anda serang adalah posisi orang itu, bukan misrepresentasi anda. Kalau tidak, maka anda melakukan straw man.

Abu Haikal: Ma@ Saya salah serang,gto? Salahnya dimana?? Apa gue mesti ikutin cara gombalmu itu??! , I am sorry…

Ma Kuru: Abu, jelas anda salah. Premis yang anda gunakan tidak mencerminkan ajaran Kristen yang anda hendak serang. Premis anda tidak merefleksikan ajaran Kristen bahwa Yesus memiliki dua natur. Jadi walaupun argumen anda mungkin valid, tetapi tidak ada kait-mengaitnya sama sekali dengan ajaran Kristen.

Itu bukan gombal tetapi aturan mendasar dalam diskusi atau debat. Jadi anda tinggal memilih, mau diskusi atau berdiam diri dulu.

Abu Haikal: Ma kuru@ Dalam waktu yg sama, Bisakah satu benda dikatakan sedang gerak dan sedang diam??

Ma Kuru: Tergantung definisi ‘gerak’ dan ‘diam’ (non gerak). Kalau satu benda berada dalam satu kapal atau dalam satu pesawat yang sedang terbang/berlayar dari Makassar ke Jakarta, maka dapat dikatakan bahwa benda tersebut sedang bergerak karena dia sedang berpindah dari Makassar ke Jakarta. Tetapi kalau konteksnya/pembandingnya adalah pesawat/kapal (atau dengan kata lain gerak didefinisikan sebagai hubungan antara benda dengan pesawat/kapal) maka mungkin saja benda tersebut tidak bergerak saat berada dalam pesawat/kapal. Jadi dia bisa bergerak dan tidak bergerak sekaligus tetapi makna alias definisi ‘gerak’ berbeda. Benda tersebut bergerak dari Makassar ke Jakarta tetapi diam/tidak bergerak dalam pesawat.

Anda membaca penjelasan saya? Apakah anda pernah belajar apa itu hukum kontradiksi?

Anda sendiri mengatakan bahwa gerak adalah berpindahnya posisi benda. Dalam kasus benda dalam pesawat atau kapal dari Makassar ke Jakarta, benda itu berpindah tempat. Tetapi dalam pesawat bisa saja benda itu diam. Jadi dia bergerak dalam konteks berpindah dari Makassar ke Jakarta, tetapi dia diam kalau dia dibandingkan dengan badan pesawat atau setidaknya dengan badan dari pembungkus benda tersebut (kalau dia ada pembungkus).

Dengan kata lain benda tersebut bergerak dan tidak bergerak pada saat yang sama tetapi dengan definisi ‘gerak’ yang tidak sama.

Tetapi kalau anda hanya menggunakan satu definisi misalnya gerak sebagai perpindahan dari Makassar ke Jakarta dan tidak menggunakan definisi yang kedua, maka tentu saja tidak dapat dikatakan bahwa satu benda bergerak dan tidak bergerak/diam. Tetapi kalau ada dua definisi atau lebih tepatnya dua relasi yang digunakan, maka satu benda bisa bergerak dan bisa diam pada saat yang sama.

Abu Haikal: Definisi gerak itu satu > Berpindah dari posisi satu keposisi lain… Benda didalam pesawat tetap pindah posisi mengikut posisi pesawat = gerak… Setuju?

Ma Kuru: Abu Haikal, pertanyaanmu basi. Itu sudah terjawab di komentar saya. Silahkan baca baik-baik. Kalau tidak mendingan anda diam saja. Anggaplah ini peringatan pertama untuk anda. Belajar dulu memahami pandangan lawan anda. Jangan sok tanya padahal jawaban sudah ada di sana.

Terima kasih!

Abu Haikal: Ma kuru @hmm,masih ngotot aja lu… Saya tdk setuju dgn definisi versimu… Definisi gerak itu satu >pindah posisi,titik! Dan yg kedua bukanlah de fi ni si gerak… ,karena tdk sesuai fakta yg sesungguhnya.. Jadi gerak dan diamnya satu benda mustahil kan terjadi bersamaan, setuju?

Ma kuru@ Satu peringatan buatmu! ,JANGAN MENTIMUR BARATKAN PERTANYAAN!!!” Jawablah sesuai fakta yg ada!!! Ok saya simpulkan maksud pertanyaan saya : “Gerak dan diam mustakhil campur” Bisakah anda bayangkan sesuatu yg mustahil itu??

El Adisuputra: Ini saran saya saja kalau pun mau dikau terima bung Abu Haikal, mungkin perdalam ilmu fisika mu, sudah di jelaskan pun Anda tidak paham mengenai hal ikhwal yang dimaksud oleh bung Ma Kuru Paijo. Anda mau ngotot pun sebenarnya Anda tidak mengerti yang sementara di ngototi tersebut. Salam

Abu Haikal: All@ Saya pakai ilmu pasti… Jd yg hadapi saya jangan dongok yach!!! , Anak TK aja tahu apa itu gerak dan diam… Loh kok didefinisikan segala,justru dgn ribet menjadikn 2 definisi pandanganmu kan pudar pd fakta yg sebenarnya…

El Adisuputra: Abu Haikal uda pake ilmu pasti, ha ha ha 

Abu Haikal: El@ Saya paham betul jawabn ma kuru.. Tujuan dia tk lain ntk melarikan kesimpulan yg benar… Tahu kamu?

 

El Adisuputra: Kira kira beliau mau melarikan ke mana bung Abu Haikal?

 

Abu Haikal: El@ Saya paham betul jawabn ma kuru.. Tujuan dia tk lain ntk melarikan kesimpulan yg benar… Tahu kamu?

 

Ma Kuru:  Abu Haikal, karena anda tidak punya point lagi dalam hal ini dan hanya mengulang-ulang apa yang telah dijelaskan, komentar apapun dari anda yang tidak memberi penjelasan apapun akan saya hapus. Saya pikir itu langkah terbaik karena dengan demikian anda masih ada kesempatan untuk belajar dan membalas komentar dengan baik di sini.

Supaya anda lebih paham cerdas, saya sedikit tertarik untuk menjawab klaim anda. Anda mengatakan bahwa saya sedang menggunakan definisi berbeda. Saya memang menggunakan frase tersebut. Tetapi anda perhatikan tidak apa yang saya maksudkan dengan ‘definisi berbeda’? Dalam komentar di atas saya menggunakan kata ‘definisi dengan pengertian yang ketat sehingga saat relasi berubahpun saya sudah menyatakannya sebagai sebuah definisi baru.

Sedangkan kalau saya gunakan kata ‘definisi’ secara lebih bebas sehingga ketika terjadi perubahan relasi, maka dalam diskusi ini saya tidak menggunakan definisi berbeda. (Mmmm….saya harap anda harap anda paham yang saya ngomong.)

Supaya anda paham saya kasih penjelasannya (atau premis (dalam pengertian luas) yang mendukung posisi tersebut. Anda Abu, mendefinisikan ‘gerak’ sebagai “Berpindah dari posisi satu keposisi lain”. Saya tidak menolak definisi tersebut. Yang saya lakukan adalah membedakan relasinya. Satu dalam relasi dengan Makassar dan Jakarta dan yang lainnya lagi dalam relasi dengan badan pesawat atau mungkin pembungkusnya. Dalam relasi dengan Jakarta dan Makassar, jelas benda yang ada dalam pesawat tersebut bergerak. Tetapi dalam relasi dengan badan pesawat atau pembungkusnya, benda tersebut bisa saja diam. Jadi sebuah benda dapat diam dan bergerak pada saat yang sama tetapi dengan relasi yang berbeda. Itu kalau saya menggunakan kata ‘definisi’ secara lebih bebas.

Kalau anda tidak percaya/yakin juga akan kebenaran yang saya katakan (dan kesalahan yang anda kabarkan di sini), saya kasih satu contoh lagi. Semoga harapan saya tidak sia-sia bahwa pikiran anda sudah lebih tajam kali ini. Saya bisa jadi seorang ayah dan seorang anak pada saat yang sama tetapi dengan definisi yang sama dan relasi yang berbeda. Saya adalah seorang ayah dalam relasi dengan anak saya, tetapi saya adalah seorang anak dalam relasi dengan ayah saya. Tetapi saya tidak bisa menjadi ayah dan anak sekaligus dalam relasi dengan ayah saya.

Kalau anda mengatakan bahwa penjelasan saya bertentangan dengan hukum kontradiksi, saya mau melihat penjelasan anda

OK boy? Tetapi kalau anda tidak ada tanggapan yang berarti, maaf saya harus hapus tanggapan anda dan anda harus berdiam diri dulu dari diskusi. Tetapi kalau anda tidak diam juga dan memilih untuk terus berkoar-koar tanpa akal, saya dengan sangat menyesal harus bertindak tegas sesuai dengan aturan di grup. Terima kasih Abu. Kiranya Tuhan Yesus memberkati dan menerangkan pikiranmu.

Abu Haikal, komentar anda barusan (dua kali) saya hapus karena tidak menjawab apa-apa dari komentar saya tetapi hanya mengajukan pertanyaan retoris yang berimplikasi bahwa saya akan mengeluarkan anda dari grup hanya karena anda mengemukakan kesesatan saya.

Kalau anda merasa (penekanannya pada kata merasa) bahwa yang saya katakan itu sesat alias bertentangan dengan hukum-hukum logika, silahkan tunjukkan. Jangan hanya asal ngomong. Tunjukkan itu. Bahas secara berarti. Tunjukkan bagaimana komentar saya bertentangan dengan hukum kontradiksi atau hukum logika yang lain. Saya tunggu (sampai kucing keluar tanduk artinya saya yakin seyakin-yakinnya bahwa kamu tidak bisa melakukannya).

Abu haikal: Ma kuru > saya tunggu (sampai kucing keluar tanduk artinya saya yakin seyakin yakinnya bahwa kamu tdk bisa melakukannya). Ok,ma kuru@ coba tangan kananmu kamu gerakkan dan kamu diamkan dlm satu waktu… Bisakah gerak dan diam tanganmu itu campur?

Ma Kuru: Abu Haikal, anda terlalu sulit untuk berpikir. Dalam relasi dengan tubuh saya, tangan saya bisa saja tidak bergerak. Saya bisa lakukan itu. Tetapi kalau misalnya saya sedang berjalan dari kamar ke mobil dan otomatis tangan saya ikut bergerak (berpindah) bersama dengan saya walaupun dalam relasi dengan bagian tubuh saya yang lain dia tidak bergerak. Jadi tangan saya bisa tidak bergerak dan bergerak pada saat yang sama tetapi dengan relasi yang berbeda. Itu tidak bertentangan dengan hukum kontradiksi.

Kalau kamu tidak punya bantahan terhadap apa yang saya katakan, mendingan kamu diam ok?

Abu Haikal: Ma kuru@Hmm, Yg sulit diajak mikir tuh kamu!!! ,Bukan bual2 kayak kentut yg saya minta,tp saya minta itu tangan kananmu, kamu gerakkan dan diamkan secara bersamaan,entah mau sambil lari atau sambil duduk… Lakukan sekarang!!!

Woeii… Udah kamu lakukan?!!!

Jelas kamu gak bisa lakukan itu… Karena gerak dan diam adalah dua perkara yg mustahil bisa campur… Begitu juga keilahian dan kemanusiawian… Semuluk apapun argumenmu tak bisa kamu faktakan adanya percampuran itu!!!

Ma Kuru: Jadi sekarang anda beralih dari bergerak vs tidak bergerak menjadi menggerakkan vs mendiamkan. Jadi setelah tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang diangkat sekarang angkat hal baru. Mmmmmhhh…

Konsep “satu subyek menggerakkan dan tidak menggerakkan satu obyek tertentu” adalah konsep yang kontradiksi alias saling meniadakan sehingga apa yang anda omongkan itu adalah sebuah kekonyolan. Apakah anda merasa bahwa itu bukan sebuah kekonyolan sehingga anda menyuruh saya melakukan sesuatu yang tidak ada itu?

Tetapi dalam komentar terakhir, si Abu Haikal kembali ke konsep gerak dan diam. Seolah-olah kesimpulan tentang menggerakkan dan mendiamkan berlaku untuk ‘gerak’ dan ‘diam’. Abu, argumenmu tidak valid. Mana yang betul abu? Anda berbicara tentang mendiamkan vs menggerakkan atau tentang diam (non gerak) vs gerak?

Jangan bodoh Abu!

Anda melakukan sesat pikir yang disebut non-sequituur. Kesimpulan anda adalah terkait dengan term lain dan bukan term yang anda gunakan. Anda paham validitas argumen? Atau tidak abu?

Orang Kristen tidak mengatakan bahwa Yesus adalah manusia dan Allah dan titik. Orang Kristen mengatakan bahwa Kristus memiliki dua natur satunya manusia dan satunya Allah. Orang Kristen tidak mengatakan bahwa natur manusia Kristus adalah Allah dan natur keallahan Kristus adalah manusia. Itu hanya khayalan anda Abu. Dengan kata lain anda melakukan straw man argument.

Jadi Abu Haikal ini, ketika satu konsep dia tidak bisa tunjukkan kontradiksinya, dia beralih ke sebuah konsep lain yang memang jelas-jelas kontradiksi, kemudian mengambil kesimpulan terhadap konsep yang belum kontradiksi sebagai konsep yang kontradiksi hanya berdasarkan analisa terhadap konsep lain>

Ini sama saja dengan mengatakan bahwa Abu Haikal adalah orang pintar sedunia hanya karena Ma Kuru adalah admin di grup CLDC yang sedang berdiskusi dengan dia.

Abu, otakmu dimana Abu? Dibuang ke WC ya?

Abu Haikal, belajar lagi deh. Saya masih kasih kesempatan kamu untuk belajar di sini, tolong pake waktu untuk belajar ya. Trims Abu.

Abu Haikal: Ok,all@ sory td siang abis komentar saya ada tamu,saya tnggalkan lapak ini,Nich baru ada senggang waktu… Ma kuru@ kirain lu udah tendang saya dari sini… Ok deh saya ada salut atas sikapmu ini… “Masih gerak dan diam” yg terakhir itulah maksud saya dari awal… Kamunya aja yg ribet mendefinisikan gerak… Ohya udah kamu lakukan blom?? ,Nich pahami pandangan saya tentang gerak… Gerak itu perkara yg tetap pd suatu benda.. Derajatnya ada tp tdk wujud (amrun ikhtibar),Perkara gerak akan tiada di saat DIAM itu muncul pd benda yg gerak itu… Kenapa ada istilah gerak dan diam? Karena adanya benda yg menempati sebagian dari ruangan dunia ini,yaitu ruang segede benda itu… Jadi satu benda yg menempati ruangan segede benda itu,PASTI tdk bisa lepas dari salah satunya gerak tau diam… Dilihat dari pemahaman ini saya berpendapat bahwa gerak dan diam tdk bisa bersamaan pd satu benda… Sprti yg kamu tak bisa lakukan itu… Gimana? Udah pintar saya? ,saya rasa kamunya aja yg kurang jernih…

Ok kita sudahi gerak dan diam,saya mau tanya bolehkah?

Ma Kuru: Abu Haikal, anda begitu bodoh. Kamu baca komentar saya? Ini saya ulangi lagi ya: kamu pertama mengangkat soal ‘gerak’ dan ‘diam’. Setelah kamu tidak bisa menunjukkan bahwa satu benda tidak bisa ‘bergerak’ dan ‘diam’ pada saat yang sama dengan relasi yang berbeda, kamu kemudian beralih berbicara tentang ‘menggerakkan’ dan ‘mendiamkan’, yaitu sesuatu yang tida bisa tidak kontradiksi. Kamu tahu bedanya? Menggerakkan dan mendiamkan terkait dengan niat dan tujuan seseorang/agen. Sedangkan ‘gerak’ dan ‘diam’ belum pasti ada hubungan dengan niat satu agen. Yang dibahas gerak dan diam adalah fakta bahwa satu benda itu bergerak atau tidak, bukan niat agen di balik gerak dan diam itu.

Setelah itu kesimpulan yang kamu ambil bukanlah terhadap ‘menggerakkan’ dan ‘mendiamkan’ tetapi terkait dengan ‘gerak’ dan ‘diam’ seolah-olah premis tentang ‘menggerakkan’ dan ‘mendiamkan’ mengharuskan kesimpulan terhadap ‘diam’ dan ‘gerak’. Itu namanya non sequituur. Premis tentang apa dan kesimpulan tentang apa?

Argumen kamu adalah:

P1. Semua kontradiksi adalah ketidakmungkinan
P2. Mengerakkan dan mendiamkan adalah kontradiksi
Kesimpulan: Gerak dan diam adalah ketidakmungkinan

A(km) A(dk) < A(gm)

Sekararang coba kamu tunjukkan ke saya, bagaimana sebuah argumen yang salah satu term kesimpulannya tidak terdapat pada premis dapat menjadi sebuah argumen yang valid! Perhatikan baik-baik pada kesimpulan ada term asing yang tidak ada dalam premis!

Abu Haikal, kalau kamu masih belum pintar-pintar juga, komentar kamu berikut saya akan hapus dan mungkin kamu akan saya tendang. Saya berharap ilmu yang saya kasih sekarang tidak berakhir di mulut babi.

Terima kasih atas perhatiannya.

Kalau memang anda pintar Abu Haikal, secara tulus akui saja anda salah. Akui saja bahwa anda tidak paham apa itu logika dan hukum-hukum logika. Setelah itu lanjutkan ke pertanyaan yang kau mau ajukan. Ditunggu niat baiknya.

Abu Haikal: Oke,tensi darah saya turunkan… Kpd Yth : Ma kuru paijo budiwiyanto @ Saya justru penentang logika… Dari atas udah saya katakan, “Saya pakai ILMU PASTI” ,karena itu saya tdk mau dipaksakan mengikuti alur logika anda.. Logika = mata koyor, Dgn logika anda menghukmi sesuatu yg sesungguhnya gerak bisa dikatakan diam.. Ini tak lain adalah hasil dari mata koyor (anggapan) bukan fakta… Coba bandingkan dgn ILMU PASTI… Ilmu pasti akan menghasil sesuatu yg PASTI juga… Setiap benda yg berbentuk pasti menempati sebagian ruang dari dunia ini sebesar benda trsbt,Nah inilah yg dikatakan posisi… Dari posisi saya temukan > Satu benda PASTI/HARUS salah satunya dari ” pindah posisi (gerak) atau tetap pd posisi (diam)… Artinya MUSTAHIL BERSAMAAN… Inilah pandangan ilmu pasti,hasilnya juga pasti (fakta). Yth.Ma kuru paijo budiwidayanto… Saya tegaskan, sudut pandang anda beda dgn sudut pandang saya… Karena itu dgn tulus tanpa adanya tekanan darimanapun “Saya akui bahwa saya adalah BENAR.. sesuai pandangan saya… “.MOHON MAAF atas tensi darah saya DAN TERIMA KASIH…

Pertegas lg ” Dlm menghukumi suatu perkara saya buang jauh itu logika dan saya pakai hukum akal (hukum pasti)”

Ma Kuru: Satu hal lagi, anda salah ketika anda katakan bahwa anda adalah “Saya justru penentang logika”. DIsjungsi antara logika dan ilmu pasti adalah disjungsi yang tidak rasional. Disjungsi yang tidak logis. Disjungsi yang hanya dipegang oleh orang yang tidak paham apa itu ilmu pasti dan apa itu logika, apalagi hubungan antara logika dan ilmu pasti.

Ilmu pasti tidak akan ada tanpa logika. Logika adalah ibunya ilmu pasti. Bukan hanya ibu, tetapi juga dasar dari ilmu pasti. Tanpa logika, yang anda sebut ‘ilmu pasti’ itu adalah sebuah frase tidak bermakna. Ilmu pasti tanpa logika adalah ketidakmungkinan. Sementara itu logika baik-baik saja tanpa ilmu pastimu.

Kalau anda penentang logika, maka apa yang anda katakan itu menjadi tidak bermakna sama sekali. Contoh saja, kalau logika tidak berlaku, maka yang kamu katakan yaitu “Satu benda PASTI/HARUS salah satunya dari ” pindah posisi (gerak) atau tetap pd posisi (diam)… Artinya MUSTAHIL BERSAMAA” bisa berarti “Abu Haikal PASTI/HARUS salah karena dia “tidak tahu (paham) apa itu logika (dia bodoh)…. artinya MUSTAHIL DIA SEPINTAR YANG DIA ANGGAP.” Itu adalah implikasi dari ditentangnya logika. Atau ketika anda katakan “Saya justru penentang logika”, itu bisa berarti “Saya adalah pendukung logika” atau bisa berarti “Ayah Abu adalah seekor babi”.

In fact, kalau anda menentang logika, maka semua yang kau katakan dapat ditulis dengan satu kata saja yang ditulis berulang-ulang. Contoh saja ketika kau katakan “Logika = mata koyor, Dgn logika anda menghukmi sesuatu yg sesungguhnya gerak bisa dikatakan diam.. ” itu bisa ditulis sebagai “Abu = abu abu, Abu abu abu abu abu abu abu abu abu abu abu..”

Lebih parah lagi kalau anda menolak logika, tidak perlu anda berdebat di sini. Perdebatan mengasumsikan bahwa logika berlaku mutlak. Kalau logika tidak berlaku mutlak, maka tidak peduli seberapapun kontradiksi ajaran Kristen atau ajaran Islam, tidak perlu ada keberatan.

Jadi tampaknya Abu, ilmu yang saya kasih ke anda rupanya jatuh di hadapan babi sehingga dia mengoyak-ngoyaknya seperti sebuah sampah.

Saya kasih anda waktu 10 menit untuk memberi kata-kata terakhir di forum ini, mengingat anda mengunakan HP. Semoga dengan semakin banyak belajar di luar sana tentang logika, anda semakin pintar. Kiranya Tuhan Yesus Kristus yang kau hina memberkatimu dan mencerahkan pikiranmu.

Terima kasih

B. Diskusi di Inbox

Abu Haikal: Silahkan,kamu utarakan salah satu penemuan dari pandangan logikamu disini…

Ma Kuru: Apa maksud anda dengan penemuan pandangan logika saya?

Abu Haikal: Logika seorang anak manusia kok bisa disebut Tuhan sang penciptamu…

Ma Kuru: Bagaimana pernyataan ini menjawab pertanyaan klarifikasi saya di atas? Tolong kasih tau ke saya!

Abu Haikal: Maksud saya kita teruskan disini,Gerak dan diam adalah 2 perkara yg mustahil campur,gerak bukan diam dan diam bukanlah gerak… Begitu juga Tuhan dan manusia… Manusia mustahil adalah Tuhan dan Tuhan mustahil adalah seorang manusia… Penilaian saya, Anda sangat mengagungkan pemikiran secara logika dan rasional,Sejauh manakah kelogikaan dan kerasionalan Manusia yesus = Tuhan menurut anda??

Ma Kuru: Abu Haikal, silahkan bantah dulu definisi Hukum Kontradiksi yang saya katakan di Grup baru anda bisa menunjukkan bahwa saya salah. Atau kalau tidak demikian, yang anda perlu lakukan adalah menunjukkan bahwa dari definisi Hukum Kontradiksi yang saya kemukakan secara valid membantah yang saya katakan.

Kedua, anda menyatakan diri sebagai penentang logika. Sekarang coba tunjukkan ke saya tanpa logika anda bisa berdiskusi dengan saya. Tolong jangan gunakan hukum kontradiksi untuk berbicara dengan saya.

Ketiga, coba demonstrasikan ke saya bagaimana mungkin ilmu pasti tidak memerlukan atau lepas dari logika.

Keempat, Pertanyaan tentang Yesus akan dibahas setelah anda menyelesaikan konsep mendasar seperti ini. Yang dibahas dalam point satu sampai 3 adalah konsep dasar yang tanpanya pertanyaan tentang Yesus tidak bisa dibahas secara berarti. Kalau ini tidak dibereskan, pembicaraan kita hanya akan menjadi debat asal debat alias debat kusir.

Jadi saya menunggu tanggapan anda terhadap point 1 (paragraf 1) sampai point tiga.

Ma Kuru: Tetapi anda jangan lupa, bahwa pertanyaan saya pada komentar pertama saya belum anda jawab sama sekali. Saya tidak suka dengan orang seperti itu. Hanya orang bodoh yang mengatakan sesuatu tetapi tidak peduli memberitahu apa maksudnya. Saya menunggu anda.

Juga hubungan pernyataan “Logika seorang anak manusia kok bisa disebut Tuhan sang penciptamu…” dengan pernyataan pertamamu belum kamu jawab. Saya menuntut pertanggung jawabanmu.

Terima kasih atas perhatiannya!

Abu Haikal: Maksud saya kita teruskan disini,Gerak dan diam adalah 2 perkara yg mustahil campur,gerak bukan diam dan diam bukanlah gerak… Begitu juga Tuhan dan manusia… Manusia mustahil adalah Tuhan dan Tuhan mustahil adalah seorang manusia… Penilaian saya, Anda sangat mengagungkan pemikiran secara logika dan rasional,Sejauh manakah kelogikaan dan kerasionalan Manusia yesus = Tuhan menurut anda??

Ma Kuru: Abu Haikal, berbicara tentang gerak dan diam, tanpa anda paham hukum-hukum di balik itu, sama dengan tidak berdiskusi sama sekali. Saya mohon dengan hormat kepada anda untuk berhenti menjadi bodoh.

Abu Haikal, apakah hukum kontradiksi berlaku mutlak? Lalu apa itu hukum kontradiksi? Tolong jelaskan ke saya. Saya ingin tahu itu. Pembicaraan tentang isu yang anda angkat, tidak akan bermanfaat kalau anda tidak paham ini semua.

Saya tunggu niat baik anda untuk diskusi. Saya sangat sulit mentolerir orang yang bodoh dalam diskusi. Orang yang bodoh dalam diskusi adalah orang yang tidak peduli untuk mengklarifikasi apa yang dikatakannya.

Tuhan Yesus memberkatimu dan mencerahkan pikiranmu.

Abu Haikal: Ma kuru,Itulah perbedaan cara berfikir kita,Berfikir saya tdk mengenal apa itu hukum kontradiksi,logika atau rasional… Saya menggunakan Hukum akal (wajib,mustahil,jaiz),Mungkin ada kemiripan dgn apa itu kontradiksi,logika atau rasional… Tp saya yakin hasilnya beda, Sblm saya jelaskan apa itu hukum akal.. Tolong anda jelaskan sejelas2nya apa itu hukum kontradiksi,logika,rasional… Trmksh. Ma kuru,Saya kira anda terlalu dini menyebut saya bodoh,key?

Ma Kuru:  Tidak terlalu dini untuk menyebut anda bodoh. Karena ketika anda membuka mulut anda berbicara atau ketika anda berpikir atau ketika anda membaca, maka hukum kontradiksi otomatis harus benar. Sedangkan anda menolak hukum kontradiksi. Itu adalah kebodohan.

Salah satu implikasi dari hukum kontradiksi adalah bahwa satu kata harus memiliki arti yang pasti ketika digunakan dan tidak boleh berarti segala sesuatu (perhatikan segala sesuatu). Sebagai contoh, ketika anda mengatakan “saya yakin hasilnya beda” maka setiap kata itu memiliki arti. “Saya’ merujuk kepada si Abu Haikal, ‘Yakin’ merujuk kepada satu keadaan pemikiran yang tidak ragu, ‘hasilnya’ merujuk kepada hasil dari proses berpikir yang anda katakan sebagai hukum akal, ‘beda’ merujuk kepada keadaan tidak sama. Sekarang bayangkan Abu, hukum kontradiksi tidak berlaku dan satu kata berarti segala sesuatu. Berarti ketika anda mengatakan “saya yakin hasilnya beda”, maka artinya bisa macam-macam. Bisa berarti “Abu seorang yang bodoh” atau “Anjing saya bernama Abu”, atau “Ayah Abu seorang gigolo” atau “Saudara Abu seorang pelacur” atau “Rumah Abu meja buku” atau “Mobil tanpa otak gigolo”, dll dst. Kalau hukum kontradiksi tidak berlaku, maka semua yang anda tulis panjang lebar itu tidak punya makna karena bisa berarti apa saja.

Implikasi yang lain dari hukum kontradiksi tidak berlaku adalah ketika anda mau menulis skripsi atau thesis atau disertasi yang terdiri dari 40.000 kata misalnya, anda tinggal menulis kata ‘anjing’ atau ‘babi’ atau kata apa saja yang anda mau sebanyak 40.000 kata dan memasukannya ke dosen pembimbing anda. Atau tidak usah jauh-jauh. Anda mau menulis “saya yakin hasilnya beda”, anda tinggal menulis “anjing anjing anjing anjing” atau “babi babi babi babi”

Kiranya menjadi jelas bahwa, kegiatan berpikir tidak akan mungkin terjadi tanpa hukum ini. Bahkan untuk menolak hukum kontradiksi anda harus tunduk kepada hukum kontradiksi. Ketika anda secara bodoh katakan bahwa ‘Anda adalah penentang hukum kontradiksi” itu hanya ilusi anda. Anda harus tetap tunduk pada hukum itu untuk bisa mengatakan apa saja termasuk mengatakan bahwa anda adalah penentang hukum kontradiksi. Satu-satunya yang mungkin terjadi kalau anda jadi penentang hukum kontradiksi adalah anda menjadi gila.

Itu salah satu implikasi dari tidak berlaku atau tidak berlakunya hukum kontradiksi. Hukum kontradiksi sendiri berbunyi A tidak mungkin non-A pada saat yang sama dengan relasi yang sama.

Sebenarnya dapat saya katakan bahwa ketika anda menolak hukum logika, anda sudah gila. Itu lebih pantas dari pada disebut bodoh.

Semoga anda memahami pernyataan saya di atas Abu.

Ingat Abu, saya masih mau menuntut anda menjawab pertanyaan saya yang sebelumnya. Dalam diskusi ini saya tidak mau anda melupakan begitu saja apa yang anda katakan.

Silahkan Abu

Abu Haikal: Trus mana kata2 saya yg menurutmu bertentangan dgn hukum kontradiksi? Tunjukan satu saja dulu dan kita bahas, Jawab yg singkat padat,key?

Ma Kuru: Kamu sedang berkontradiksi ketika kamu mengklaim diri penentang logika. Sedangkan kenyataannya kamu terus-menerus menggunakan hukum itu termasuk ketika mengatakan kamu menentang logika. Kontradiksi antara apa yang kamu katakan dengan apa yang kamu lakukan.

Lebih tepatnya, anda munafik. Atau mungkin bodoh.

Abu Haikal: Ingat awal dari diskusi kita adalah “bisakah pd waktu yg sama satu benda dikatakan sedang gerak dan sedang diam?

Ma Kuru: Abu Haikal. Apakah anda mengingat apa yang sedang kita bicarakan? Kita belum sampai ke sini sebelum prakondisi untuk membahas ini belum selesai. Anda paham itu? Kamu baca komentar saya di atas atau kamu hanya liat tetapi tidak peduli memahaminya?

Saya kasih kesempatan anda untuk mempelajari apa yang telah dikatakan sampai saat ini.

Saya tidak punya waktu untuk meladeni orang yang tidak paham apa yang sedang dibicarakan. Jadi tolong baca dulu baik-baik yang saya tuliskan sebelumnya sebelum anda berkomentar lagi.

Dan sekali lagi, saya tekankan, setiap hal yang kamu katakan harus kamu pertanggungjawabkan. Ada dua hal di atas saya tanya tetapi kamu tidak mau jawab sama sekali. Saya masih menunggu dari tadi malam.

Abu Haikal: Makanya anda keluarkan satu contoh dari hasil pandangan logikamu,nanti saya nilai pakai hukum akalku… Jadi nanti kelihatan perbedaan antara logika dan hukum akal… Kamu aja yg dari awal memaksa…

Ma Kuru: Abu Haikal, anda ini benar-benar sangat bodoh atau anda tidak membaca yang saya tulis? Kalau kemampuan intelektual anda parah, tolong hentikan komentarnya. Di atas saya sudah kemukakan definisi hukum kontradiksi dan saya sudah mengemukakan berbagai macam contoh kalau hukum ini tidak dipatuhi atau ditentang.

Kalau anda tidak membahas yang saya tuliskan dalam komentar anda yang berikut, saya minta maaf saya harus blokir anda.

Harap maklum!

Saya memberi kamu satu kali kesempatan saja untuk menanggapi yang saya katakan dan tanyakan ke kamu. Kalau kamu tidak menanggapi secara berarti juga. Maaf, saya harus memblokir orang bodoh seperti kamu. Hanya buang-buang waktu saja.

Terima kasih.

Saya kasih kamu waktu 1 (satu) jam. Kalau tidak ada tanggapan, saya blokir anda!

Maksudnya kalau tidak ada tanggapan yang baik yang menunjukkan pemahaman terhadap apa yang saya tuliskan dalam 1 (satu) jam, saya blokir anda!

Abu Haikal: Ma kuru@ orang akan slalu kontra diksiksi selama sudut pandangnya berbeda,betul?

Ma Kuru: Abu Haikal. Masih ada setengah jam lagi untuk membahas apa yang saya tuliskan dan menjawab pertanyaan saya.

Terima kasih

Abu Haikal: Akui aja ,kamu takut akan kebongkarnya pandangan sesatmu,gto aja repot,key?

Ma Kuru: Abu, saya masih tolerir lagi kamu 30 menit lagi. Ini toleransi terakhir saya bagi kamu. Tolong digunakan baik-baik. Waktu saya berharga.

Ma Kuru: Baiklah. Karena kamu tidak menunjukkan niat baik dan waktu kamu sudah selesai. Saya blokir kamu dari pertemanan dengan saya. Tetapi diskusi di sini saya akan postingkan di blog sebagai pembelajaran untuk orang lain

Selesai

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika, Memang Bodoh. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kalau Tidak Paham Jangan Dipaksakan – Contoh kasus Abu Haikal

  1. Si Islam Bego berkata:

    Makuru paijo malu saya dengan cara berpikirmu tidak ada yang logis semuanya ngawur. Saya baru sadar kalau ajaran Yesus yang benar telah disesatkan oleh Paulus pilus. Malu saya. Yang bodoh itu ternyata anda

    • Pemilik berkata:

      Hmmmmm…. apakah anda hanya bisa membuat klaim? Dimana argumen anda? Cobalah lebih intelijen dengan mengemukakan argumen. Kalau hanya klaim, seorang anak TKpun bisa buat klaim. Silahkan pak, saya tunggu argumenmu!

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s