Karl Marx

Di bawah adalah lanjutan dari tulisan Gordon H. Clark Religion, Reason, and Revelation yang diterjemahkan sebelumnya di sini.

Karl Marx

Karl Marx

Penolakan kontemporer terhadap Hegelianism dimulai oleh dua murid Hegel yaitu Karl Marx dan Søren Kierkegaard. Karena Marx mencapai keberhasilan dengan lebih cepat dan karena kurang radikal dibanding Kierkegaard, maka Marx akan dibahas pertama.

Sampai titik tertentu Marx (1818-1883) mempelajari karya filsuf pada jamannya yang tidak terlalu terkenal yaitu Ludwig Feuerbach (1804-1872). Bertentangan dengan Idealisme Hegel, Feuerbach berpandangan bahwa realitas terdiri dari hal-hal individu dan materi. Sebagai seorang mahasiswa dia memahami kesulitan-kesulitan dari behaviorisme materialistik; namun saat [mengemukakan pandangan ini] dia memutuskan untuk mengabaikan kesulitan-kesulitan tersebut. Sensasi dan hanya sensasi inderawi semata yang dapat menyibak keberadaan kita. Deduksi keberadaan dari esensi adalah sebuah mimpi. Karena itu operasi Hegel dengan konsep-konsepnya tidak ada kaitan sama sekali dengan realitas. Secara khusus, filsafat Hegel kehilangan kontak dengan individu manusia. Manusia dianggap sebagai pada dasarnya bersifat intelektual dan kognitif, sedangkan sebenarnya manusia – yaitu tubuh manusia pada dasarnya bersifat emosional dan tidak ditentukan oleh khayalan idealistik tetapi oleh apa yang dia makan. Der Mensch ist was er isst[1].

Marx melanjutkan behaviorisme materialistik ini. [Dia berpandangan] bahwa pemikiran merupakan produk otak dan karena alam semesta bersifat fisik, maka segala sesuatu terus berubah – tidak ada yang tetap. Demikianlah Marx mentransformasikan dialektika Hegel tentang konsep menjadi proses fisik dari dialektika materialisme. Tentu saja, jasa besar dari Hegel, (yang bertentangan dengan Spinoza misalnya), adalah mengakui perubahan dan proses; sementara itu pada saat yang sama kontradiksi besar dari Hegel adalah mengakhiri proses ini dengan Absolut yang tetap.

Bahasan ini tidak ada kaitan dengan aspek ekonomi dan politik filsafat Marx. Hal yang ditekankan di sini adalah pengabaian Marx akan intelektualisme. Epistemologi, matematika, dan etika adalah contoh kasus [yang dia abaikan]. Seperti halnya Feuerbach, Marx hampir sepenuhnya mengabaikan epistemologi. Paling-paling yang dilakukan Marx adalah membuang solipsisme karena solipsisme adalah ejekan bagi upaya kelas pekerja untuk membebaskan dirinya. Masalah filosofis yang terkait dengan matematika didesak ke belakang yaitu ke masa lalu evolusi yang tidak jelas. Dalam etika, Marx berpegang pada teori relativistik. Hak adalah tuntutan kelas yang perlu ditegakkan dan bukan dibuktikan dengan argumen rasional. Klaim dari satu kelas digantikan klaim kelas yang lain dan hanya kekuatan yang menentukan yang mana yang akan diteruskan. Keberhasilan adalah ujian dari kebenaran.

Tentu saja, ketika berbicara tentang alam yang berisfat fisik, walaupun dia mati-matian berpagang pada perubahan yang bersifat universal, Marx tampaknya mengakui kebenaran materialisme yang tidak berubah. Dalam tulisan ini kita tidak perlu menentang pandangan bahwa Marx bebas dari pertentangan dengan diri sendiri. Tujuan dari tulisan singkat ini adalah untuk menunjukkan bahwa ketergantungan filsafat moderen pada akal budi manusia sedang dipertanyakan. Marx adalah salah satu dari serangan awal terhadap intellektualisme. Contoh yang kedua [tentang Kierkegaard] lebih radikal lagi dan menyeluruh.


[1] Bahasa Jerman yang berarti manusia adalah apa yang dia makan

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Gordon H. Clark, Karl Marx, Religion Reason and Revelation, Terjemahan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Karl Marx

  1. Ping balik: Søren Kierkegaard | Futility over Futility

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s