Tips Berdiskusi dan Menulis Yang Baik

Dengan beberapa pengalaman berdiskusi yang cukup panjang, saya mau mengemukakan mutiara-mutiara di bawah ini yang bisa berguna saat anda membuat tulisan atau berdiskusi dengan orang lain.

  1. Anggaplah bahwa satu istilah (katakanlah istilah ‘Tuhan’) hanya boleh punya satu makna dan setiap kali orang menggunakan istilah tersebut, pasti maknanya adalah makna yang satu itu dan tidak mungkin makna lain. Kita harus menutup diri terhadap penulis-penulis atau orang-orang lain yang menggunakan istilah tersebut dengan makna berbeda. Kita harus tetap menanggapnya memiliki makna yang sama.
  2. Langkah berikutnya adalah mengambil kesimpulan bahwa ada berbagai pandangan mengenai mengenai entitas dibalik istilah ‘Tuhan’ itu tetapi walau demikian sebenarnya istilah tersebut hanya merujuk kepada satu hal.
  3. Dalam tulisan anda selalu lakukan penilaian seperti “Kalimat tersebut adalah kalimat yang valid” atau “Argumen tersebut adalah argumen yang benar”. Ulangi itu terus-menerus sehingga orang mulai menerima bahwa validitas adalah properti kalimat dan ‘benar atau salah’ adalah properti dari argumen.
  4. Biasakan diri untuk menggukakan frase-frase, “Oleh karena itu”, “Oleh sebab itu”, “Jadi” dan frasa lain sejenisnya untuk menghubungkan kalimat yang tidak ada hubungan sama sekali. Contoh: Tahun lalu saya pergi ke Washington. Karena itu Apel Washington berwarna merah.
  5. Ini ada kaitan dengan nomor 1. Hindarilah kejelasan makna dari istilah yang anda gunakan, sama seperti anda menghindari penyakit berbahaya. Gunakan cara apapun untuk menghindari kejelasan makna. Ingat bahwa sesuatu yang jelas maknanya tidak memiliki makna yang dalam. Dalam konteks diskusi, jangan menyerah kepada mereka yang meminta definisi istilah yang anda gunakan! Mereka hanya orang-orang bodoh yang tidak paham prinsip “Ketidakjelasan adalah tanda dari kedalaman makna.” Sebut mereka apa adanya, yaitu ‘orang bodoh’. Jangan ragu-ragu!
  6. Jangan pernah sama sekali menunjukkan kepada orang lain apa sebenarnya argumen anda. Jangan pernah menjelaskan darimana anda mencapai kesimpulan tertentu atau darimana anda mengklaim seperti yang anda klaim. Kalau bisa, ganti makna istilah. Istilah ‘Klaim’ digantikan dengan istilah ‘argumen’ dan sebaliknya istilah ‘argumen’ diganti dengan istilah ‘klaim’. Dengan demikian, orang menjadi bingung sendiri dan tulisan anda menjadi tulisan yang memiliki makna yang mendalam. Dalam diskusi, orang-orang yang menyatakan sebaliknya adalah orang yang sangat bodoh. Katakan itu langsung kepada mereka, biar mereka sadar.

Semoga bermanfaat!

Pos ini dipublikasikan di Humor. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s