Kutipan Diskusi Luther dengan Kardinal Cajetan

Di bawah ini adalah kutipan perdebatan Luther dengan Kardinal Cajetan (dari film Luther (2003)). Konteksnya adalah Luther tidak boleh berdebat dan hanya boleh mengatakan bahwa dia menarik tulisan dan ajarannya. Tetapi Luther tampaknya tidak bisa menerima begitu saja yang diminta.

Cajetan: Berdirilah anakku! Bagaimana menurutmu?

Luther: Apakah aku bersalah?

Cajetan: Ya, kau bersalah.

Luther: Bagaimana aku bersalah? Tolong katakan, supaya aku dapat menghindarinya.

Cajetan: Kau bersalah dengan mengajarkan doktrin baru.

Luther: Mana dari ajaranku yang menyinggung Roma?

Cajetan: Pertama, tentang indulgensia. Dekrit Paus Clement, Unigenitus jelas menyatakan bahwa jasa Kristus merupakan harta karun indulgensia.

Luther: Mendapatkan. Maaf,Yang Mulia. Aku percaya di sana dikatakan… “Jasa Kristus mendapatkan harta karun indulgensia.”

Cajetan: Aku di sini bukan untuk berdebat dengan kau.

Luther: Tidak, Yang Mulia. Tetapi Unigenitus dikeluarkan 175 tahun lalu, dan seandainya dekrit ini tidak mempermalukan gereja kita, mungkin tidak akan disebut Extravagante dan dikeluarkan dari sebagian besar kumpulan Hukum Gerejani. Pernyataan ini bertentangan dengan Anomitanos.

Cajetan: Sri Paus kita, Leo, setuju dengan dekrit Clement…dan dengan demikian masalah berakhir.

Luther: Kehormatan Kepausan tidak dipertahankan dengan penegasan kosong akan otoritas Kepausan, tetapi dengan menjaga kredibilitas Paus dan kesaksian jelas dari Kitab Suci ilahi.

Cajetan: Sri Pauslah yang berhak menafsirkan Kitab Suci.

Luther: Dia boleh menafsirkannya… tetapi dia tidak barada di atas Kitab Suci.

……

Kita berdua tahu bahwa penjualan indulgensia tidak mendapat dukungan Kitab Suci. Tetapi jika orang kebanyakan dapat  membaca Alkitab, mereka akan mengetahui terlalu luasnya tafsiran gereja.

Cajetan: Itu pernyataan yang terlalu berani! Kitab Suci terlalu rumit bahkan untuk dipahami seorang imam berkemampuan rata-rata, apalagi orang kebanyakan! Indulgensia adalah tradisi yang kukuh yang memberikan kenyamanan kepada jutaan Kristen sederhana.

Luther: Kenyamanan? Yang Mulia, aku tidak tertarik dengan kenyamanan. Kenyamanan bukan isu di sini!

Cajetan: Jadi kau anggap ketidaknyamananmu lebih penting dari bertahannya Kekristenan?

Luther: Aku tertarik dengan kebenaran!

Cajetan: Kebenaran? Orang Turki membangun angkatan  bersenjata di batas timur kita. Kita berada di ambang perang. Di bagian Barat ada jiwa-jiwa yang belum pernah mendengar nama Kristus. Itulah kebenaran! Kekristenan terancam hancur, dan saat kita paling butuh kesatuan, kau menciptakan kekacauan!

Luther: Tujuanku bukanlah menentang Paus atau gereja,  tetapi membela mereka bukan hanya dengan pandangan manusia semata. Injil tidak dapat disangkal dan diganti dengan kata-kata manusia.

Cajetan: Aku menolak berargumen dengan biarawan itu.

Pos ini dipublikasikan di Kardinal Cajetan, Martin Luther, Standar Ganda, Terjemahan. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s