Corat-Coret – Selamat Hari Guru!

Menyikapi hari guru beta pung perasaan agak campur aduk. Di satu pihak orang-orang di dekat beta banyak yang guru: mulai dari orang yang dalam sistem kekerabatan Sabu  berpangkat om, tante, nenek, kakek, nenek, bahkan sampai kakak atau adik memiliki profesi guru di sekolah formal. Beta pung kawan-kawan di FB ni dalam pengertian yang satu atau pengertian yang lain termasuk guru, misalnya dosen, pengajar kursus, dll. Jadi mau omong jelek tentang guru ju, beta agak perasaan. Bahkan oleh beberapa orang beta disebut guru. Jadi serba sulit untuk mengatakan yang buruk tentang guru.

Di pihak yang lain beta masih ingat bagaimana setelah bersekolah beta bisa baca, walaupun bagaimana beta bisa baca dari yang sebelumnya tidak bisa baca, beta ju sonde ingat persis (atau mungkin beta terlalu bodoh untuk memahami apa yang terjadi saat itu?). Satu atau dua hari di sekolah beta rasa tiba-tiba bisa baca. Sonde ada ingatan sama sekali. Yang beta ingat adalah beta pernah ajar orang dari tidak bisa baca menjadi bisa baca (bahkan sampai bisa berbahasa Indonesia) dengan beta pung gaya sendiri yang memakai metode bertanya yang memaksa mereka berpikir keras. Mungkin beta pung guru juga dulu menggunakan metode seperti itu di sekolah.

Dari sisi lain lagi, beta ingat bagaimana ketika pada level pendidikan tertentu, peran guru sangat minimal dalam beta pung pengembaraan belajar di sekolah formal. Beta berjuang belajar Bahasa Inggris di SMP di kampung dengan ketiadaan guru – khususnya di semester kedua tahun pertama sampai tamat. Demikian juga ketika di SMA beta harus mempelajari Fisika dan Kimia serta Matematika sendiri di rumah untuk bersaing dengan kawan-kawan di dalam kota yang selalu ada guru yang memberikan less. Di tingkat SMA ini beta harus belajar sendiri karena yang guru dong terangkan beta sonde mengarti. Yang mereka omong seperti gibberish di beta. Mungkin karena beta memang kurang pintar atau mungkin karena metode mengajarnya sonde betul. Beta lupa-lupa ingat.

Bahkan di kuliah, beta merasa bahwa itulah tempat dimana beta sonde ada pembelajaran sama sekali yang bermakna dari para ‘guru’ di sana. Mungkin karena beta pung kebodohan dari SD – SMA terakumulasi di kuliah.

Whatever the case may be (beta su gaya bahasa Inggris ini), … karena hari ini sudah ditetapkan sebagai Hari Guru, maka beta ucapkan Selamat Hari Guru buat semua Guru (dalam pengertian apapun). Semoga bisa belajar dari kesalahan dan menjadi lebih baik. Lebih penting lagi buat guru-guru yang berada su di level atas, na biar ko buat kebijakan yang membantu pembelajaran pelajar dong.

Pos ini dipublikasikan di Praktis, Refleksi, Selamat Hari Guru. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s