Percaya bahwa Otak/Syaraf Berfungsi Seperti Mesin? Mungkin anda harus merevisi pandangan anda!

Tulisan ini adalah hal yang saya dapatkan dari sebuah buku berjudul ‘The Brain that Changes itself’ atau bahasa Indonesianya kira-kira Otak Yang Merubah Diri Sendiri, karya Norman Doidge, seorang psikiater dan psikoanalis dari Kanada.

Buku tersebut berisi kisah (nyata) keberhasilan di bidang pengobatan syaraf yang hasilnya dapat disimpulkan sebagai bertentangan dengan teori yang dipegang oleh ilmuwan arus utama saat ini. (Mungkin lebih tepatnya dikatakan saat itu karena buku ini diterbitkan tahun 2007 dan saya tidak tahu apakah masih pandangan yang dibantah oleh kisah dalam buku tersebut masih pandangan ilmuwan arus utama). Buku ini sempat dibahas di salah satu acara televisi PBS di Amerika Serikat. Terus terang saya tidak membaca seluruh isi buku tersebut karena kecenderungan saya untuk bosan kalau membaca tulisan berbentuk kisah atau sejenisnya.

Pandangan yang lazim di antara para ilmuwan dan orang non ilmuwan (setidaknya pada saat buku tersebut ditulis) adalah bahwa otak manusia bekerja seperti mesin. Otak dibagi menjadi bagian-bagian yang mengatur fungsi organ-organ tubuh. Implikasi dari pandangan ini adalah kalau bagian otak yang mengatur fungsi anggota tubuh tertentu rusak, maka organ tersebut tidak dapat berfungsi lagi atau kalaupun berfungsi maka fungsinya akan terbatas karena hanya sebagian dari sel otak yang rusak tersebut yang mungkin bisa pulih. Sebagai contoh kalau bagian otak yang mengatur organ bicara telah rusak, maka orang itu akan sulit (atau tidak  bisa) berbicara. Perawatan tidak akan dapat mengembalikan secara penuh kemampuan tersebut karena hanya sebagian sel otak yang rusak/mati itu yang akan pulih.

Namun demikian, buku ini dr. Doidge mengemukakan beberapa kisah nyata  yang membantah pandangan lazim tersebut. Saya hanya mengangkat satu kisah yaitu kisah tentang Pedro Bach-y-Rita. Pedro adalah seorang pakar dan penyair Catalan. Saat berumur 65 tahun dia menderita stroke yang menjadikan setengah badannya lumpuh (tidak jelas bagian mana yang lumpuh) dan kehilangan kemampuan berbicara. Keluarganya diberitahu bahwa Pedro tidak mungkin untuk pulih lagi. Mereka mencoba menggunakan terapi medis yang konvensional, tetapi setelah empat minggu tidak ada perbaikan pada Pedro.

Salah seorang anaknya memutuskan untuk mengajar ayahnya untuk melakukan fungsi tubuh normal seperti dia mengajar bayi. Jadi dia mulai mengajar ayahnya dari merangkak, berjalan dengan lutut, berdiri, lalu berjalan. Pedro diajar persis seperti anak bayi, sehingga beberapa tetangga yang melihat hal tersebut merasa prihatin bahwa seorang profesor harus merangkak seperti anjing. Namun si anak yang bernama George mengabaikan kata tetangganya.

Si George juga berjuang untuk memulihkan kemampuan bicara ayahnya dan mengajarnya seperti mengajar seorang bayi untuk berbicara. Demikian juga mereka mencoba mengajar ayahnya untuk memulihkan kemampuan mengetiknya.

Setelah sekitar tiga tahun, seluruh kemampuan Pedro sudah normal kembali dan bahkan dia kembali mengajar lagi di salah satu perguruan tinggi di New York sampai pensiun ketika berumur 70 tahun. Dia kembali melakukan semua kegiatan lamanya yang sudah dia tinggalkan sejak terkena stroke: berjalan kaki, mendaki gunung, dll. Bahkan dia menikah lagi (entah karena istrinya meninggal atau karena dia diceraikan istrinya, tidak dijelaskan dalam buku ini).

Ketika mengunjungi seorang teman di Bogota, dia mendaki gunung. Pada ketinggian 9000 kaki dia mengalami serangan jantung dan meninggal. Saat itu dia berumur 72 tahun.

Setelah dia meninggal otaknya diperiksa dan ternyata kerusakan syaraf akibat stroke tersebut tidak mengalami perbaikan bahkan saat dia pulih dari stroke. 97% dari  syaraf yang menghubungkan cortex dengan syaraf tulang belakang telah rusak dan tidak mengalami perbaikan bahkan setelah Pedro pulih. Tampaknya sel-sel otak dan syarafnya mereorganisir diri sehingga Pedro mampu kembali melakukan kegiatan-kegiatan yang diatur oleh bagian otak yang telah rusak. Dengan kata lain, bagian lain dari otak mengambil alih pengendalian fungsi organ yang sebelumnya dikendalikan oleh bagian otak yang telah rusak. Istilah yang digunakan untuk menyebut fenomena kemampuan otak ini adalah neuroplastisitas.

Ada banyak kisah lain yang dikemukakan buku tersebut dengan implikasi lain yang mungkin tidak kita harapkan akan terjadi (karena kita menganut kerangka pikir yang bertentangan dengan apa yang dinyatakan dalam buku ini), tetapi intinya adalah otak/syaraf manusia tidak berfungsi seperti mesin yang kalau bagian-bagiannya rusak maka tamatlah riwayat fungsi organ yang dikendalikan bagian syaraf/otak yang telah rusak. Otak bisa ‘mereorganisir diri.’ Implikasi lain (walaupun mungkin agak jauh dan terlalu dicocok-cocokkan kalau hanya menggunakan informasi cerita di atas.) adalah bahwa anda tidak punya alasan untuk mengatakan anda tidak mampu melakukan hal yang dapat dilakukan oleh orang lain.

Saya sempat berpikir bahwa ada implikasi filosofis lain dari kisah-kisah dalam buku ini tetapi saat ini saya sedang berada dalam mode praktis pragmatis, bukan mode filosofis. Namun pragmatisme pun adalah aliran filsafat sendiri. Jadi mungkin pernyataan saya yang terakhir ini tidak dapat dipertahankan. Mungkin segala sesuatu adalah filsafat dan yang dibahas ini juga somehow bersifat filosofis.😀

Catatan: karena saya kurang berminat untuk membaca kisah, maka teman-teman yang berminat membeli buku ini bisa mengontak saya. Bukunya saya kasih dengan separuh harga. Kondisi masih bagus🙂

Pos ini dipublikasikan di Neuroplastisitas, Sains. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s