Fallacy Warung Fallacy

Beberapa hari lalu saya memasuki sebuah grup belajar logika yang disebut Fallacypedia (Warung Fallacy) . Grup yang langka dan menarik karena di sana mereka membahas tentang istilah-istilah filsafat dan logika. Awalnya saya berpikir bahwa mungkin saya bisa belajar sesuatu di sana tentang logika. Saya juga tidak menutup kemungkin kalau saya mengoreksi kesalahan mereka. Namun ternyata niat tidak kesampaian karena hanya dalam jangka waktu beberapa jam saya sudah ditendang keluar dari grup tersebut. Berikut adalah cerita dan analisa saya terhadap kejadian yang mendahului pengeluaran saya dari grup tersebut.

Saya menanggapi sebuah thread yang membahas sebuah penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang akhirnya menyimpulkan bahwa fenomena yang orang anggap hantu atau yang orang hubungkan dengan hantu sebenarnya bukan hantu, tetapi merupakan akibat dari gelombang infrasonik yang manusia tidak dapat tangkap dengan indera. Pada akhir tulisan tersebut si pembuat thread mengemukakan sebuah nasehat yang mungkin dianggap bijaksana, yang berbunyi “Jadi ketika anda mendadak merasa gemetar dan mulai berhalusinasi, jangan takut dahulu siapa tahu ada gelombang infrasonik di sekitar anda. Apalagi gelombang infrasonik tidak dapat di dengar manusia.”

Tentu saja secara logis, tidak valid untuk berkesimpulan bahwa hanya karena fenomena tertentu yang dihubungkan dengan hantu ternyata ada kaitan dengan masalah fisika, maka tidak ada hantu[1] di balik fenomena tersebut. Karena itu saya mengemukakan pertanyaan, bagaimana si pembuat thread tahu bahwa kalau karena fenomena tersebut ada kaitan dengan frekuensi tertentu, maka itu berarti hantu tidak ada.

Setelah beberapa saat, mungkin karena saya salah memilih kata atau karena mereka tidak terbiasa dengan gaya bertanya seperti itu atau karena mereka memang tidak punya jawaban, pertanyaan tersebut tidak terjawab. Pilihan pertama dan kedua sepertinya tidak mungkin karena mereka kelihatannya cerdas. Tidak masalah juga sebenarnya kalau tidak dijawab karena itu adalah grup logika jadi seharusnya jujur saja dan mengatakan misalnya, ‘Ooohh.. saya tidak tahu karena saya belum banyak mempelajari tentang hal ini. Saya juga mempercayai yang saya percaya berdasarkan apa yang saya anggap benar saja. Mungkin ke depan saya akan pelajari lebih lanjut dan kita diskusikan.” Pengakuan seperti itu yang saya harapkan dari sebuah grup yang belajar logika sebenarnya. Tetapi ternyata pengakuan seperti itu tidak ada.

Saya justeru ditendang dari grup karena dianggap memaksakan pemahaman saya. Saya dicobai untuk yakin dengan klaim bahwa dalam tulisan tersebut si admin tidak mengklaim bahwa hantu tidak ada. Saya bertanya kepadanya, kalau memang demikian (yaitu kalau memang hantu ada di balik fenomena-fenomena tersebut), anjuran untuk tidak takut dalam tulisan tersebut merujuk kepada tidak takut akan siapa atau apa? Dengan kata lain, kalau misalnya ada benda bergerak sendiri atau ada bayangan orang yang kita lihat sekilas, kita sebenarnya takut terhadap apa saat hal seperti itu terjadi? Pertanyaan selanjutnya sari saya yang tidak terungkap dalam thread (karena saya buru-buru diban) adalah, ‘Kalau jawabannya takut akan hantu, dan si penulis thread tidak mengatakan bahwa hantu tidak ada alias hantu mungkin ada, apa justifikasi untuk tidak takut atau mengapa dianjurkan untuk tidak takut hantu?’ Sampai saat ini (setelah saya dikeluarkan) tidak ada jawaban terhadap pertanyaan awal tersebut kecuali klaim eksplisit bahwa mereka tidak mengatakan bahwa hantu tidak ada. Mungkin juga mereka berpandangan bahwa dalam sebuah tulisan, kita dapat dengan seenaknya menulis hal-hal yang tidak saling berhubungan satu dengan yang lain.

Ada yang berkomentar kemudian bahwa saya harusnya mengajukan pertanyaan klarifikasi terlebih dahulu dan tidak asal menuduh bahwa mereka menyimpulkan adanya hantu. Namun masalahnya adalah saya sudah kemukakan sebuah argumen, bukan hanya klaim semata. Kalau mereka merasa bahwa saya salah, mereka tinggal membantah argumen saya saja dan menunjukkan bahwa argumen saya tidak valid atau bahwa kesimpulan saya salah. Tetapi itu tidak dilakukan. Yang dilakukan hanyalah mereka menyangkali bahwa saya benar. Namun penyangkalan bukanlah argumen. Mereka simply menghindari pertanyaan.

Bagaimanapun, menarik untuk diamati bahwa walaupun grup tersebut menyebut diri grup belajar logika tetapi rupanya para adminnya tidak terlalu konsisten logis. Ini mengindikasikan bahwa dalam keadaan terjepit orang akan cenderung untuk tidak konsisten argumennya. Saya tidak mengatakan  ini seolah-olah hal ini hanya terjadi pada orang dalam grup tersebut atau orang-orang tertentu saja. Saya tidak mengklaim diri imun terhadap hal seperti itu. Tampaknya siapapun bisa melakukan hal yang sama. Jadi, mungkin kita harus berdiam diri kalau dalam keadaan terjepit atau fight secara tidak fair, seperti yang terjadi dalam grup Fallacypedia tersebut.

Salinan diskusi tersebut dalam bentuk File MS Word dapat didownload di sini! Perhatikan bahwa komentar yang tidak relevan sudah saya hapus. Sedangkan komentar relevan seperti komentar Ivan Bartels, memang tidak ada lagi dalam thread aslinya, bukan saya yang hapus.


[1] Di sini saya menggunakan kata ‘hantu’ untuk merujuk kepada makhluk supranatural yang bukan Tuhan dan malaikat, apapun itu wujudnya. Saya tidak hendak memperdebatkan hal tersebut.

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika, Sesat pikir, Validitas. Tandai permalink.

3 Balasan ke Fallacy Warung Fallacy

  1. willy berkata:

    Hadeehh.. pusing beta baca diskusinya…
    Ama nulis:
    “seseorang yang akhirnya menyimpulkan bahwa fenomena yang orang anggap hantu atau yang orang hubungkan dengan hantu sebenarnya bukan hantu, tetapi merupakan akibat dari gelombang infrasonik yang manusia tidak dapat tangkap dengan indera.”

    Menurut beta si penulis thread tidak berkesimpulan demikian, dan dia kelihatannya berusaha membantah penarikan kesimpulan seperti itu. Si penulis threa cuma ingin memberikan nasehat untuk tidak terburu-buru menganggap fenomena yg terjadi akibat hantu, bisa jadi hanyalah efek gelombang infrasonik saja…. begitu sih yang beta tangkap setelah bca diskusi ama sama si penulis….

    klo salah ya maaapphhhh

    • Ma Kuru berkata:

      Willy,
      Anda tidak membaca baik-baik yang saya tuliskan. Seperti biasanya teman. Seperti biasanya. Nothing new with you ma man!

      Kalau ‘menurut beta blah blah’ ‘menurut beta blah blah’ semua orang bisa menuliskan ‘menurut beta blah blah’. Tetapi tanpa argumentasi yang membantah argumen lawan, maka beta ju bilang ‘Menurut beta Willy perlu pelajari dulu apa intinya. Dengan kata lain, tidak ada argumen membantah argumen saya di atas. Yang ada hanya klaim. And if that is the case, I can claim the other way around and we end up in a loop of claim upon claim. And that cannot properly be called diskusi.🙂

      Again, beta kasih ingat, beta belum bilang pandangan Willy di atas salah atau belum. Beta masih menunggu argumentasi.

    • Ma Kuru berkata:

      Let me ask you something my man, untuk mencari tahu pandangan anda. Menurut tulisan yang saya tanggapi itu, rasa takut dan ‘halusinasi’ mana yang berasal dari hantu? Silahkan!

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s