Hubungan antar Proposisi

Di bawah ini adalah kutipan terjemahan tentang hubungan antar proposisi dalam argumen. Kutipan ini adalah bagian dari buku Logic Primer yang diterjemahkan oleh Dominirsep Dodo, Dhan Makerz, dan Ma Kuru

Kontrari
square-of-oppositionYang dimaksud dengan kontrari adalah dua bentuk baku – yaitu A(ab) dan E(ab) – tidak mungkin sama-sama benar tetapi keduanya bisa sama-sama salah. Coba perhatikan Grafik 3.1! Garis Bentuk A dan Bentuk E tidak saling tumpang tindih. Hal ini berarti bahwa keduanya tidak mungkin sama-sama benar. Karena Garis Bentuk A dan E (secara bersama) tidak mencakup kelima kasus, maka keduanya bisa sama-sama salah. Sebagai contoh, jika sebagian orang Kristen adalah Kalvinis (Kasus 3), maka baik Bentuk A (Semua orang Kristen adalah Kalvinis) dan Bentuk E (Tidak ada orang Kristen yang adalah Kalvinis) sama-sama salah.

Subkontrari

Bentuk I(ab) dan O(ab) memiliki hubungan sub kontrari yang berarti bahwa keduanya tidak mungkin sama-sama salah tetapi mungkin sama-sama benar. Kembali kita merujuk kepada Grafik 3.1, dimana Garis Bentuk I dan O (secara bersama) mencakup kelima kasus serta tumpang tindih pada kasus tertentu. Kalau tumpang tindih berarti keduanya bisa sama-sama benar, misalnya pada kasus, Sebagian orang Kristen adalah Kalvinis dan Sebagian orang Kristen adalah bukan Kalvinis.

Subalternasi

Dua bentuk disebut subaltern jika keduanya bisa sama-sama salah sekaligus bisa sama-sama benar. Ada dua pasang subaltern: (1) A(ab) & I(ab); dan (2) E(ab) & O(ab). Grafik 3.1 menunjukkan bahwa Garis Bentuk A dan I sama-sama mencakup Kasus 1 dan 2, dan keduanya salah pada Kasus 5. Pada Kasus 5, jika benar bahwa tidak ada manusia yang adalah malaikat, maka bentuk A dan I dari proposisi tersebut sama-sama salah. Analisa yang sama berlaku untuk pasangan subaltern yang kedua. Jika semua manusia adalah makhluk berdosa, maka bentuk E dan O proposisi tersebut salah.

Harus dicatat bahwa logika sendiri tidak menegaskan keberadaan atau ketidakberadaan apapun. Keberadaan atau ketidakberadaan manusia, makhluk berdosa, atau malaikat dalam proposisi-proposisi ini misalnya adalah masalah sejarah atau biologi atau disiplin ilmu lain, seperti dikatakan Clark. (Clark, G. H. Logic, HC ed., p. 84)

Dengan kata lain, masing-masing kebenaran A atau E mengharuskan kebenaran I atau O. Dari kebenaran I atau O, kita tidak berhak untuk menyimpulkan kebenaran dari A atau E. Namun dari kesalahan I kita dapat secara valid menyimpulkan kesalahan A, dan dari kesalahan O kita secara valid menyimpulkan kesalahan E.

Kontradiksi

Bentuk pertentangan yang paling kuat adalah kontradiksi. Dua bentuk disebut saling kontradiksi jika keduanya tidak mungkin sama-sama benar dan sama-sama salah. Garis Bentuk A dan O, serta E dan I masing-masing saling bertemu tanpa ada tumpang tindih seperti telihat dalam Grafik 3.1. Di samping itu kedua pasang bentuk proposisi tersebut mencakup kelima kasus, sehingga tidak mungkin sama-sama salah. A(ab) & O(ab), serta E(ab) & I(ab) adalah pasangan kontradiksi. Dari kebenaran (kesalahan) Proposisi Bentuk A, kita dapat secara valid menyimpulkan kesalahan (kebenaran) Bentuk O proposisi tersebut. Demikian juga, dari kebenaran (kesalahan) proposisi Bentuk E, secara valid kita dapat menyimpulkan kesalahan (kebenaran) bentuk I proposisi tersebut.

 

Pos ini dipublikasikan di Logika, Terjemahan. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s