Talk Mania dan Belajar Logika

Setelah sebuah kegiatan yang membahas tentang logika, seorang teman bertanya kepada saya apakah mungkin Talk Mania yang didaftarkan seseorang dapat ditransfer kepada orang lain. Dengan berpikir seadanya, saya menjawab bahwa itu tidak mungkin dilakukan.

35Teman tersebut kemudian mengejar dengan pertanyaan – yang lebih berfungsi sebagai sebuah tantangan terhadap jawaban saya; ‘Apa dasar pertimbangan om sehingga mengatakan bahwa itu tidak mungkin?” Pertanyaan tersebut membuat saya berpikir bahwa mekanisme transfer-transferan seperti itu didasarkan pada platform yang dibuat manusia (atau setidaknya didasarkan atas sesuatu yang manusia ketahui) sehingga walaupun mungkin saat ini tidak bisa dilakukan, namun platform yang digunakan dapat diutak-atik untuk memungkinkan dilakukannya transfer Talk Mania. Setelah terdiam beberapa saat, saya katakan bahwa secara teoritis itu memungkinkan.

Setelah itu teman tersebut bertanya lagi, mungkinkah telepon rumah memberlakukan semacam Talk Mania. Namun kali ini saya sudah berpikir secara lebih mendalam dan menjawab bahwa hal itu mungkin saja dilakukan dengan pertimbangan yang sama dengan pertimbangan yang di atas.

Kejadian ini mengilustrasikan bahwa tidak peduli berapapun banyaknya kita sudah belajar logika, ada saat dimana kita lelah, entah karena kelelahan fisik atau kelelahan psikologis, atau tidak peduli tentang topik yang dibahas sehingga kita tidak dapat berpikir secara lebih mendalam. Waktu diskusi dengan teman tersebut saya memang mengalami sedikit kelelahan fisik dan psikologi. Karena itu, alangkah baiknya kalau semakin banyak orang yang belajar logika sehingga ada koreksi saat terjadi kelemahan seperti itu.

Atau kalau itu tidak cukup mendorong yang membaca untuk belajar logika, saya bisa angkat kasus lain yang diambil dari lingkungan para pakar. Pada saat teori Newton lagi jaya-jayanya, banyak orang percaya bahwa itulah kebenaran mutlak dan tidak mungkin ada yang membantahnya. Karena itu segala sesuatu (termasuk agama) diinterpretasi dengan lensa pemikiran Newton. Kritikan seorang filsuf yang mengekspose kontradiksi dalam sistem Newton tidak diperhatikan orang karena si filsuf dianggap tidak paham sains. Setelah kurang lebih seratus tahun atau lebih, Einstein dan para pakar lain muncul dengan kritikan yang sama terhadap Newton, baru orang menerima. Sains yang dipenjarakan konsep Newton pun dibebaskan oleh Einstein sehingga ada kemajuan-kemajuan penting yang melampaui Sains Newton.

Semoga ini mendorong katong untuk belajar logika. Kalau kedua kasus itu sonde mendorong pembaca belajar logika, saat ini beta tidak bisa memikirkan hal lain lagi yang dapat mendorong pembaca belajar logika. Mungkin beta harus kasih informasi bahwa dengan belajar logika, maka dalam sehari bisa mendapatkan pemasukan 1 Milyar😀

 

Catatan: Talk Mania: salah satu layanan dari Telkoms*l untuk pelanggannya yang kalau digunakan akan memberi potongan besar terhadap penggunaan pulsa.

Pos ini dipublikasikan di Logika. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s