Definisi dan Klasifikasi Sesat Pikir

Di bawah ini adalah kutipan terjemahan dari buku Logic Primer. Terjemahan buku ini sedang diselesaikan oleh Ma Kolo, Ama Dhan, dan Ma Kuru. Dalam waktu dekat terjemahan buku ini akan tersedia untuk dibeli dari situs sini.

Definisi: Sesat Pikir

Sesat pikir adalah kesalahan dalam penalaran. Penalaran ‘salah’ merupakan penalaran yang menggunakan argumentasi yang tidak logis atau argumentasi yang menyesatkan. Penalaran di sini berarti penarikan kesimpulan dari fakta-fakta atau premis-premis yang diasumsikan [sebagai benar]. Premis dan kesimpulan sebuah argumen harus memenuhi syarat sebagai proposisi, yaitu, makna dari kalimat pernyataan yang diberi nilai benar atau salah. Ingat bahwa sebuah argumen didefinisikan sebagai serangkaian kalimat deklaratif (premis-premis) yang saling berhubungan yang mendukung sebuah pernyataan atau posisi lain (kesimpulan). Sebuah sesat pikir terdiri dari penarikan kesimpulan yang invalid atau tidak beralasan dari premis-premis, yang kadang-kadang bahkan tidak memenuhi syarat untuk disebut proposisi. Sebagai contoh, perintah, nasihat, atau seruan, tidak memiliki kualitas kebenaran atau kesalahan sehingga harus dirumuskan ulang menjadi proposisi kalau kita ingin menggunakannya sebagai premis atau kesimpulan.

Klasifikasi Sesat Pikir

Secara luas, sesat pikir dapat digolongkan menjadi sesat pikir formal atau non-formal. Sesat pikir formal merupakan penarikan kesimpulan yang tidak valid dari premis-premis, dan invaliditas itu terjadi karena bentuk dari argumen. Sesat pikir non-formal, atau yang dikenal dengan sesat pikir informal, mencakup berbagai kesalahan penalaran yang di antaranya berupa penggunaan bahasa yang tidak kurang seksama/ceroboh. Sesat pikir informal dapat dipahami sebagai argumen palsu, yaitu, jenis argumen yang mungkin kelihatan tepat tetapi setelah dibuktikan dengan pengujian ternyata tidak tepat. Tidak seperti sesat pikir formal, sesat pikir informal bukanlah masalah bentuk. Daya tarik ekstralogis atau emosi biasanya merupakan salah satu sumber [dari] sesat pikir ini. Dalam kasus lain, sesat pikir informal merupakan masalah penggunaan bahasa yang menipu atau atau kesalahan karena kerancuan atau ambiguitas dari sebuah istilah atau frasa, atau bahkan keseluruhan kalimat. Apapun masalahnya, kita dapat katakan bahwa kepura-puraan akan adanya relevansi logis merupakan sumber sesat pikir.

Untuk mendalami tentang Sesat Pikir Informal, silahkan kunjungi blog ini terutama kutipan dari buku Detektif Sesat Pikir di tautan ini.

Pos ini dipublikasikan di Elihu Carranza, Filosofi, Logika, Sesat pikir, Terjemahan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Definisi dan Klasifikasi Sesat Pikir

  1. siti masruro berkata:

    bagaimana cara seseorang bisa menghindari sesat pikir tersebut????trima kasih,,,

    • admin berkata:

      Hi Siti.

      Caranya kedengaran sederhana, tetapi sebenarnya rumit – setidaknya kalau orang menolak untuk mendisiplinkan pemikirannya. Cara menghindarinya adalah dengan belajar dan menghargai logika, sehingga kita tahu penalaran mana yang sesat dan mana yang tidak sesat.🙂

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s