Berbeda Pendapat, Namun Tetap Bersahabat

Di bawah ini adalah kutipan dan terjemahan tulisan William Dembski. Kutipan ini saya share di sini untuk menunjukkan bahwa perdebatan dan pertentangan tidak harus mengakibatkan permusuhan. Dembski adalah seorang Kristen yang taat (yang pernah mengalami krisis iman yang hebat) dan Shermer adalah mantan Kristen (yang sekarang jadi penganut skeptisisme). Pandangan mereka saling bertentangan satu dengan yang lain. Dembski berargumen menentang Shermer dan sebaliknya Shermer berargumen menentang Dembski. Masing-masing menganggap pihak lawan salah. Tidak ada kompromi antara keduanya kalau sudah di meja debat. Namun demikian, mereka saling bersahabat.

Semoga tulisan ini menjadi dorongan buat teman-teman pembaca untuk memiliki perilaku seperti itu. Perdebatan dan pertentangan pendapat yang dibawa ke ranah hubungan antar pribadi dan hubungan sosial adalah tanda ketidakdewasaan.

Beberapa tahun lalu, Michael Shermer, seorang skeptik terkenal dan aku menjadi pembicara dalam sebuah konferensi di Universitas Baylor bertema “The Nature of Nature“. Saat rehat makan malam, kami membahas tentang bagaimana caranya mendapatkan dana untuk mendukung pandangan masing-masing—dia mempromosikan skeptisisme dan membantah pandangan orang seperti aku, dan aku mempromosikan teori intelligent design serta membantah Darwinisme (yang mendasari skeptisisme a la Shermer). Kami sepakat bahwa masing-masing perlu memulai kegiatan nyata untuk saling membantah posisi masing-masing, dimana masing-masing pihak berargumen mendukung pandangan bahwa pandangan yang lainnya berbahaya. Setelah pertentangan antara kami memanas, kami dapat berbicara kepada konstituen alami masing-masing dan mendorong masing-masing mendanai orang yang didukungnya. Tentu saja, rencana itu tidak ada tindak lanjut. Namun kami masih bisa saling bercanda. Dan posisi kami masing-masing mendapat cukup dukungan finansial sampai saat ini.

Ini adalah tulisan asli

A few years back, well-known skeptic Michael Shermer and I were speakers at Baylor’s The Nature of Nature conference. During evening refreshments, we discussed how we could generate funds for our respective causes—he to promote skepticism and debunk people like me, and me to promote intelligent design and debunk Darwinism (which underwrites Shermer’s brand of skepticism). We agreed that we should start a highly visible campaign against each other in which we argue the dangers of the other’s position. Having escalated the conflict between us, we could then go to our natural constituencies and urge them to fund each of us against the other. Of course, nothing ever came of that conversation. But we had a chuckle. And both our causes have since done quite well financially.

Sumber: tulisan William Dembski yang dapat diakses di tautan ini: http://designinference.com/documents/2003.11.Gross_Response.htm

Pos ini dipublikasikan di Praktis, Terjemahan, William Dembski. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s