Redefinisi Istilah Demi Menyalahkan Lawan

Di bawah ini adalah diskusi dengan seorang yang mengaku diri muslim (walaupun saya tidak yakin ia seorang muslim) bernama Fach Rudin. Fach mendefinisikan ‘konsistensi’ sebagai melakukan hal yang sama untuk kasus berbeda. Jadi apapun kasusnya, orang harus tetap melakukan satu tindakan saja, entah hal itu penting atau tidak penting. Bayangkan saja apa artinya kalau dalam segala kesempatan, orang harus bertindak sama. Karena saya tidak bertindak sesuai dengan keharusannya, maka iapun menyerang saya. Awalnya si Fach Rudin ingin menyerang saya karena saya tidak langsung memberi jawaban terhadap pertanyaannya.

Ini diskusinya:

Fach: apa yang ingin anda paparkan sdr bhuku,yang katanya ingin menjelaskan selang 2 detik,ternyata anda sendiri tak menjelaskannya dan bahkan koment anda berlanjut,sehari kemudian pada Ts saya ini diwall.jadi tanda nya anda itu,bisa dibilang ?

Bhuku: Itu bisa berarti macam-macam dan saya membiarkan anda menebak, alasannya.

Fach: tebak” buah manggis.dong-dong

Bhuku: Daripada saya kemukakan alasan dan anda tidak percaya. Kan lebih baik dibiarkan tebak sendiri.

Fach: alasan klasik…jika seperti itu alasannya,maka alasan anda itu bisa anda terapkan ketika awal anda mengkomentari atas tanggapan saya dan rekan anda yang sesama kristiani.

Bhuku: Itu dia. Kalaupun saya kemukakan alasan saya, anda akan mengatakan alasan klasik. Jadi sebaiknya saya biarkan anda menghibur diri aja.

Fach: hehe…ketidakkonsistenan anda terlihat jelas disini.apakah anda ketika dialog dengan sesama rekan anda diwall anda,dia itu percaya dan meyakini kebenaran atas apa yang anda yakini?

Bhuku: Tidak selalu. Tetapi hal yang dibicarakan itu penting dan hal yang anda angkat ini tidak penting, jadi keduanya diperlakukan secara berbeda. Jadi bukan ketidakonsistenan. Pemahaman anda tentang konsistensi yang terlalu dangkal.

Fach: anda tidak selalu mengalami ketidakkonsistenan atas pernyataan anda sendiri,bukan berarti anda selalu konsisten kan atas setiap argument anda? jika cuma bermodalkan bahasa ilmiah STT dan bermain kata”,setiap orang pun bisa tapi beda ketika keyakinan yang didengungkannya itu konsisten atau tidak ketika diberikan studi kasus,sebagai sebuah gambaran apakah memang konsep,keyakinan yang diyakini dan digunakannya itu selalu relevan dari segala sisi

Bhuku: He he he he…. Jadi anda pikir karena anda memiliki konsep tentang konsistensi yang sangat dangkal, maka anda boleh berbicara tentang pendidikan saya? Baiklah… he he he he… Bagaimana itu bukan abusive ad hominem ya?

Jadi menurut anda Fach, kalau dalam dua situasi berbeda orang mengambil tindakan berbeda, maka itu tidak konsisten. Orang disebut konsisten kalau dalam situasi yang berbeda dengan implikasi berbeda, orang mengambil tindakan yang persis sama?

Baiklah kalau begitu. Saya baru tahu ada konsep konsistensi yang seperti itu.

O yaaa.. satu lagi Fach, kalau saya tidak selalu tak konsisten, tidak berarti bahwa saya selalu konsisten. Anak kalimat pertama berarti ada saat tertentu dimana saya tak konsisten (walaupun tak selalu), sedangkan yang kedua membantah yang pertama karena menghapus peluang bagi ketidakkonsistenan. Tidak ada yang membahas itu dan itu tidak ada kaitan dengan yang saya katakan sama sekali. Saya tidak pernah katakan bahwa saya selalu konsisten, tetapi dalam kasus ini, saya konsisten, karena saya tidak selalu mendepat apa yang saya anggap penting. Kalau hanya sekedar apa alasan saya tidak menjawab langsung pertanyaan anda, itu tidak penting untuk saya. Mungkin penting untuk anda, tetapi saya punya prioritas sendiri yang bukan hak anda untuk campuri.

Fach: beuh..mulai melebar anda ini

Bhuku: Halah…. anda yang mulai dengan melebar, tetapi setelah diladeni malah menuduh orang lain melebar. He he he

Pos ini dipublikasikan di Injil, Islam, Polemik dan tag , , , . Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s