Pura-pura Paham Hukum Kontradiksi, Padahal Tidak

Di bawah ini adalah lanjutan diskusi saya dengan seorang yang mengaku diri muslim (namun layak diragukan karena berbagai alasan), yang bernama Fach Rudin.

Dalam diskusi ini Fach Rudin mengatakan bahwa Matius 3 : 16 – 17 mengandung kontradiksi, karena hukum kontradiksi mengajarkan bahwa satu manusia tidak mungkin berada pada tempat yang berbeda pada waktu yang sama, karena itu Allah juga tidak mungkin berada pada saat yang sama dalam waktu yang sama. Padahal kalau mau dicermati, tidak ada satupun dalam hukum kontradiksi yang menyatakan demikian.

Fach Rudin

Hukum kontradiksi menyatakan bahwa A tidak mungkin non-A pada saat yang sama dengan definisi yang sama. Jadi misalnya kita tidak dapat mengatakan bahwa “Joni adalah seorang rajin” dan “Joni bukan seorang rajin” kalau yang dimaksud dengan ‘Joni’ adalah orang yang sama. Tidak mungkin Joni rajin sekaligus malas. Namun kalau misalnya hubungannya berbeda, yaitu si Joni yang dimaksud dalam pernyataan pertama adalah si Joni anaknya Bhuku Tabuni sedangkan yang dimaksud dengan Joni pada kalimat kedua adalah si Joni anaknya Fach Rudin, maka tidak masalah kalau kita katakan”Joni adalah seorang rajin” dan “Joni bukan seorang rajin”.

Nah, dalam pandangan atau ajaran Kristen Allah adalah Allah yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Allah bisa berada di dua tempat berbeda pada saat yang sama. Kalau tidak demikian, maka dalam pandangan Kristen, itu bukan Allah. Jadi dari satu sisi, si Fach Rudin melakukan sebuah sesat pikir informal yang disebut Straw Man, yaitu menyerang pandangan yang bukan pandangan lawan bicara, tetapi dianggap sebagai pandangan lawan bicara.

Namun terlepas dari sesat pikir informal tersebut (yang oleh sebagian pihak dianggap tidak penting), Fach Rudin juga melanggar hukum kontradiksi ketika mengatakan bahwa karena manusia tidak bisa berada pada dua tempat berbeda di waktu yang sama, maka Allahpun pasti demikian. Dengan demikian, Matius 3 : 16 – 17 tidak melanggar hukum kontradiksi. Yang melanggar hukum kontradiksi di sini adalah Fach Rudin. Dia mengatakan bahwa Allah adalah bukan Allah, atau Allah adalah manusia karena manusia harus sama dengan Allah.

Tapi saya tidak tahu pasti apakah ini terjadi karena pemahaman Fach Rudin terhadap logika yang masih rendah ataukah pemahamannya tentang logika sudah bagus, tetapi demi menipu lawan bicara maka dia sengaja membodohkan diri. Kalau yang pertama, maka jelas si Fach Rudin harus belajar logika lebih banyak lagi. Kalau yang kedua, maka ia harus bertobat dari kejahatannya. Untuk pilihan kedua ini saya mengetahui ada sekelompok kaum beragama tertentu yang suka memutar-balikkan logika demi membingungkan lawan. Karena itu bisa jadi si Fach Rudin ini berasal dari kelompok agama ini.

Eniweis, ini percakapan saya dengan Fach Rudin:

Bhuku: Saya tanya anda, karena anda membedakan antara kelogisan Allah dalam hal jati diri dan sikap. Pertanyaan saya yang lebih mendasar dari pertanyaan anda adalah, apakah ada peluang bagi Allah untuk logis dari segi jati diri dan tidak logis dari segi sikap?

Fach: Yang anda ajukan bukan pertanyaan mendasar. Pertanyaan anda pertanyaan hilir. Pertanyaan ordo kedua.—–>> coba cek lagi pertqnyaan saya pada wall anda,atau perlu saya copas kemari pertanyaan saya ?

Bhuku: Fach, bagaimana premisnya sehingga keberadaan tiga pribadi Allah dianggap membelah diri?

Fach, anda mengangkat pembedaan antara logis dalam hal jati diri dan logis dalam hal sikap. Pembedaan seperti itu hanya bisa dibernarkan kalau anda berasumsi bahwa Allah bisa logis dalam salah satu dari keduanya dan tidak logis dalam yang satu lagi. Saya mempertanyakan asumsi yang mendasari pertanyaan anda. Dengan demikian pertanyaan saya lebih mendasar dari pertanyaan anda.

Fach: dari awal saya koment diwall anda dan di wall saya,tak ada sama sekali penjelasan anda perihal mat 3:16-17 , yang ada malah bertanya yang padahal pertanyaan” pada ayat itu ranah saya untuk bertanya pada anda yang tentunya mengimani ayat itu

Bhuku: Saya tanya anda, hukum logika apa yang dilanggar oleh ayat tersebut. Sampai saat ini belum ada jawaban. Tetapi masalah lebih mendasar daripada itu adalah apakah Allah logis. Anda membedakan antara logis dalam hal jati diri dan dalam hal sikap. Saya juga sudah mempertanyakan tentang hal itu tetapi sampai saat ini hanya kata-kata yang tidak ada hubungan dengan hal yang ditanyakan.

Fach: Allah ada disurga,tentunya Allah tidak ada didunia.jika Allah ada didunia,tentunya disurga Allah tidak ada.tetapi jika Allah ada disurga dan juga dibumi dalam aspek dan waktu yang sama,berarti Allah dalam keadaan membelah diri menjadi 3.bukankah Allah itu adalah yesus dan juga Rk (trinitas) ? ko malah nanya padahal ayatnya sejak dari wall anda,sudah saya sampaikan ataukah anda ga baca isi ayatnya?

beuh…balik lagi hukum apa yang dilanggar dari ayat itu,padahal sudah saya sampaikan ketika diwall anda tentang hukum kontradiksi.wakwaaawww… stagnan bray

Bhuku: Kata siapa kalau Allah ada di surga, maka Ia tidak bisa ada di dunia pada saat itu juga? Coba anda jelaskan premis-premisnya.

Pertanyaan saya adalah, mengapa keberadaan 3 pribadi Allah dianggap membelah diri? Karena ada peluang lain bahwa Allah adalah 3 pribadi sejak kekal dan konsep membelah diri tidak berlaku ketika membahas tentang Allah. Sekarang tugas anda untuk memberi justifikasi mengapa anda hanya menggunakan konsep membelah diri dan bukan konsep 3 pribadi kekal tanpa membelah diri?

Silahkan kalau bisa. Kalau tidak bisa, saya bisa pahami. Saya sudah mengamati tulisan-tulisan anda dan sejujurnya, anak SMP yang punya inteligensia rata-rata bisa menulis seperti yang anda tulis. Karena itu, saya tidak berharap anda bisa mempertanggung-jawabkan posisi tersebut.

Tetapi untuk memberikan kesempatan kepada anda untuk membuktikan, silahkan!

Fach: ko anda ini seperti anjing lagi ngejar ekornya sih dalam dialog? walaupun ciri khas anda,masih sama beberapa tahun kebelakang.lap keringatt..

Bhuku: Fach, anda mengatakan hukum kontradiksi dilanggar, tetapi tidak menunjukkan bagaimana hukum itu dilanggar. Hebat.

Fach, dalam debat saya mengejar anda kemanapun anda pergi. Dan sampai saat ini anda tidak bisa mempertanggung jawabkan posisi anda sendiri. Tapi anehnya anda merasa sangat pintar. Hebat yah..

Fach: jika Allah itu adalah 3 pribadi yang kekal? suatu hal yang sangat tergesa” menjustifikasikannya.la wong,katanya yesus itu mati dikayu salib,apa masih dianggap 3 pribadi yang kekal juga? selain itu,masa PL sendiri pun tidak mengenal yesus sama sekali,lalu kekalnya dimana bray?

lah…bukannya anda yang merasa hebat apalagi ciri khas anda selalu melakukan ad hominem dalam dialog baik ketika jadi admin dan juga sekarang ? kaca mana kaca ?

Bhuku: Dan anda pun melakukan straw man. Komentar anda hanya akan menggigit/punya dasar kalau ternyata kristen percaya bahwa Yesus hanya punya satu natur. Tetapi Kristen tidak percaya bahwa Yesus hanya punya satu natur. Karena itu, komentar anda itu tidak laku bung.

Di banding Fach, saya tidak perlu merasa hebat. Memang faktanya demikian. Sampai saat ini yang ditulis selalu mengandung sesat pikir. Tanpa saya merasa hebat pun, anda tidak punya apa-apa.

Saya akui, anda punya kesopanan. Dan saya menghargai itu. But that is all there is to it. Selain itu nol dan saya tidak menghargai itu.

Fach: pengejaran anda,dilakukan demi mencari celah dalam jurang lawan dialog dengan sedikit tapi pasti anda menutup ruang dalam menjelaskannya perihal yang anda imani.mana nanya terus dan muter terus dialognya kau ini.

jadi mau lanjut ad hominemnya atau anda akan menjelaskan iman anda perihal mat 3:16-17? atau anda cuma bermain kata-kata bisanya?

Bhuku: Pengejaran saya untuk mengetahui sejauh mana mendalamnya pikiran anda dan hasilnya sebenarnya sudah diketahui sejak awal. Tetapi untuk memastikan, saya terus mengejar anda kemana anda pergi dengan argumen anda.

Fach, terserah anda mau lanjut pembahasan tentang Matius 3 : 16 – 17 atau tidak. Saya sudah ajukan pertanyaan kepada anda tentang hukum logika yang dilanggar. Katanya hukum kontradiksi dilanggar, tetapi saat ditanya bagaimana hukum itu dilanggar, tidak ada jawaban.

Fach: pada mat 3:16-17,yang ada disurga adalah Tuhan (Allah),yang dibumi yang bernama yesus (tuhan),yang ada diatas kepala yesus yaitu Rk (tuhan).melihat ayat tersebut,berarti Tuhan ada pada aspek dan waktu yang sama ataukah beda,sdr bhuk?

Bhuku: Pada waktu yang sama.

Fach: baik,jika seperti itu.jika saya ada dibandung,ada juga di surabaya dan ada juga di medan pada waktu yang sama.apakah di ketiga tempat itu adalah memang saya atau kah bukan saya ?

Bhuku: Pasti bukan. Bisa jadi salah satunya anda dan yang lain bukan anda. Atau semuanya bukan anda.

Fach: begitupun dengan matius 3:16-17.bahwa tidak mungkin ketiganya adalah Tuhan yang sama.jika masih keukeuh jumeukeuh,berarti anda harus menelan bulat-bulat bahwa Tuhan sedang ada pada 3 tempat yang berbeda / membelah diri.

Jika salah satu tempat yang ada dalah Tuhan atau saya,maka dari 2 tempat yang berbeda pun bukan pula Tuhan ataupun saya.

Bhuku: Jadi menurut anda karena manusia tidak bisa berada di tempat yang berbeda pada saat yang sama, maka Allahpun demikian. Menurut anda karena manusia terikat pada waktu dan tempat, maka Allahpun terikat pada waktu dan tempat.

Wow…. argumen yang hebat. Tetapi akan membuat seorang Kristen tertawa karena saat ini anda sedang melakukan straw man.

Fach: bukankah Tuhan itu memberikan ajaran yang logis kepada manusia dan bukan kepada hewan?

Bhuku: Jadi menurut anda logis itu apa?

Fach: dan orang” kristiani yang saya temui pun tidak bisa menjelaskan hal demikian yang saya tanya dan dijelaskan,tapi yang ada mereka terpaku sambil melompong mulutnya

Bhuku: Itu orang kristen yang anda temukan. Tetapi orang kristen yang belajar logika akan melihat kebodohan anda sebagai kebodohan. Saya adalah salah seorang kristen yang bisa melihat kebodohan anda sebagai kebodohan.

Apakah logis itu artinya bahwa semua sifat manusia menjadi sifat Allah, sehingga ketika tidak sama, maka menjadi tidak logis? Begitu maksud anda?

Fach: pertanyaan itu mah balik lagi pada hukum kontradiksi dan non kontradiksi lagi atuh bray…atas apa yang kau tanyakan itu.jika kau bolak balik seperti setrikaan sistem dialognya,dialog yang ada pun gakan berkembang lah.miris…

orang yang saya temui berbagai lapisan dari orang awam sampai pendeta,yang tentunya pendeta sendiri belajar filsafat.atau anda secara gak langsung,ingin bilang bahwa mereka bodoh? wakwaaaw…

Bhuku: Lalu yang anda katakan hukum kontradiksi itu adalah hukum yang berlaku terhadap informasi yang diplintir sehingga sesuatu yang tidak kontradiskipun menjadi kontradiksi? Wow… seorang filsuf dan pakar logika brilian telah lahir dari bumi Nusantara. namanya adalah Fach.

Fach, jadi menurut anda karena orang Kristen yang anda ketemui tidak bisa melihatk cacat penalaran anda, maka itu artinya semua orang Kristen harus seperti mereka? Coba anda justifikasi argumentasi seperti itu. Saya mau lihat.

Fach: jika anda bolak balik sistem dialognya..lah,memang tak ada gunanya saya dialog dengan anda.sambil anda nepuk dada,gue gitu loh keluaran STT yang belajar ilmu filsafat dan pendeta dan orang lain selain saya termasuk sesama kristen,semuanya bodoh apalagi yang ga belajar di STT

Bhuku: Fach, halah…. ketika anda menghadapi orang Kristen yang tidak bisa membantah anda, anda senang-senang. Ketika anda berhadapan dengan orang Kristen yang membongkar kepalsuan argumen anda, anda protes blah-blah blah. Hebat khan bra?

Coba saya tanya anda, Apakah proposisi “John sedang mandi” dan “John tidak sedang mandi” adalah pernyataan yang saling kontradiktif? Coba jelaskan ke saya.

Fach: hoamzz…bicara kembali pada konsep hukum kontradiksi dan non kontradiksi.mundur maning dialognya dengan kau ini,sdr bhuk.tapi saya salut pada anda,cerdas dalam bermain kata.saya kasih tepukan sj lah buat anda.prok..prok…slain itu,nol apalgi membahas mat 3:16-17

Bhuku: Jadi karena konsep hukum kontradisi anda yang tidak benar lalu anda menemukan bahwa Matus 3 : 16 – 17 tidak sesuai dengan konsep hukum kontradiksi anda, maka pasti ayat tersebut tidak tunduk pada hukum kontradiksi. Hebat sekali anda. Di thread sebelah anda meredefinisi kata ‘konsisten” lalu menyerang saya, di sini anda meredefinisi frasa ‘Hukum Kontradiksi’ lalu menganggap bahwa pernyataan tertentu melanggar hukum kontradiksi. Wow… super. Anda layak jadi filsuf besar dari Indonesia Fach…. filsuf yang meredefinisi istilah dan menganggap bahwa dia bisa mengelabui orang dengan redefinisinya tersebut. ck ck ck. Good job Mr.

Dengan kata lain, yang saya mau katakan ke kamu adalah, kamu belajar lagi lebih mendalam tentang hukum kontradiksi brah. Pemahamanmu sangat dangkal. Saya tidak tahu kau sengaja melakukan itu demi melakukan penipuan ataukau memang pemahamanmu dangkal. Semoga ini hanya murni ketidaktahuan dan kekurang-belajaran saja. Semoga.  

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika, Polemik, Sesat pikir dan tag , , , , . Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s