Standar Ganda

Di bawah ini adalah seorang yang mengaku muslim bernama Fach Rudin yang mencoba untuk menggunakan perbedaan antara Katolik dan Protestan serta aliran-aliran sesat lain dalam kekristenan untuk menunjukkan bahwa dalam kekristenan tidak ada standar yang berlaku untuk semua yang disebut atau menyebut diri kristen. Dia lupa bahwa dalam Islampun terdapat berbagai aliran, antara lain Syiah, Sunnah serta Qurani dan Ahmadiyyah. Dia anggap bahwa dalam Islam itu sudah ada standar yang baku, sedangkan dalam kekristenan tidak ada standar baku.

Dia juga menggunakan standar ganda karena pada satu pihak dia yang bukan kristen menentukan bahwa semua aliran yang menyebut diri kristen adalah benar-benar kristen sedangkan dia tidak memperbolehkan orang lain mengatakan bahwa berbagai aliran dalam islam (yang sebagiannya dianggap sesat) benar-benar islam.

Di bawah ini adalah diskusinya:

Fach: Sistem menghafal Alquran dan hadits,masih tetap dilakukan oleh setiap muslim secara turun temurun,hal itu dilakukan diantaranya demi menjaga kemurnian isinya dari “tangan-tangan jahil” yang berencana merubahnya walaupun cuma 1 kalimat.

Coba bagi pihak muslim,lakukan eksperimen ini:
Bacakan ayat-ayat yang ada pada alkitab deuterokanonika pada pihak protestan dan setelah membacakannya apakah mereka mengimani isi ayat tersebut (tanpa diketahui sampulnya),apa yang terjadi dan reaksi apa yang akan diberikan oleh pihak protestan?
Pihak tetangga,paling banter akan berargument bahwa menghafal tidaklah penting.yang penting mengamalkan isinya.helloww….alkitab mana yang diamalkan bagi pihak kristiani,apakah dari katolik atau protestan atau dari pihak saksi yehovah?
Setelah pertanyaan itu disampaikan kepada pihak protestan,maka bersiap-siaplah anda mendengar celotehan mereka yang ngaler ngidul ga karuan.

Bhuku: Ki ki ki ki… Coba saja bacakan Hadits kepada kaum Qurani dan kita lihat apakah iman mereka akan bertambah. Ki ki ki…..

Eh.. ngomong-ngomong Hukum kontradiksi bagemanah? Sudah paham belum?

Fach: @bhuku,,,perhatikan Qs 5:6 : “wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu hendak shalat….. ” menurut anda,apakah seorang muslim akan tahu,sholat itu seperti apa pelaksanaannya tanpa adanya hadits yang menjelaskan secara terperinci atas pelaksanaan sholat yang benar dan baik?

Alquran berkenaan tentang garis besar,sedangkan hadits adalah perinciaannya.seorang yang benar” menjadi generasi qurani,maka dia pun akan mengamalkan sunnah” Nabi saw yang memang hadits shahih.Jika sdr bhuku,melakukan ad hominem,apalagi menampakkan ketolollannya yang kedua kali perihal generasi qurani saya unfriend anda.sebab dalam dialog,saya selalu nganggap kristiani orang yg lbh tahu segalanya.jadi kalau cuma nyampah di wall saya bukan dibangun atas dialog yang saling pengertian dan penuh kedewasaan,maka saya tak berminat dialog dengan anda

dialog yang cuma bolak balik seperti setrikaan sistem dialognya,saya tak berminat melanjutkannya,bhuk..

Bhuku: Coba saja bacakan Hadits untuk Kaum Qirani atau coba saja lihat hubungan Sunni dan Syiah. Anda boleh mengatakan bahwa Quran yang garis besar dan Hadits. Itu hak anda sebagai Sunni. Tapi Qurani bilang kalian tersesat.

Jadi tak usahlah tunjuk – tunjuk Kristen kayak gitu bra kalau ternyata gajah di pelupuk mata tak tetlihat. Kalau anda mau unfriend, terserah anda.

Saya tahu anda tidak bisa meladeni diskusi secara runut. Jadi, anda menganggap diskusi runut itu menjengkelkan.

Kalau memang tidak bisa diskusi yahh… Toh bukan saya yang add anda jadi teman.

Ehh… Kamu tahu tidak apa yang saya Maksud dengan Qurani? FYI, Qurani yang saya maksud adalah kelompok Islam yang menolak Hadits. Mereka hanya menganggap Quran sebagai Kitab Suci.

Fach: saya pernah jadi orang syiah kurang lebih selama 6 tahun,ikut pengajian jalaludin rahmat dan habib yang berawal dari ikut margaluyu,yang sekaligus saya pengajar syiah disalah satu sekokah SMP-SMU.dan saya tahu kesesatan syiah seperti apa.jika kau mengkorelasikan TS saya dengan syiah dan sunni,maka apa yang kau sampaikan tidak relevan tapi jika kau nganggao relevan membicarakan sunni syiah atas TS saya,saya kira otak anda sengklek🙂 saya add anda,berharap bisa membangun dialog secara sehat,saling pengertian dan dewasa dengan topik” yang segar yang saya bawakan (seperti beberapa minggu atau bbrp bulan kebelakang).saya add anda,karena alasan itu.tapi jika anda tak berkenan silahkan unfriend saya,jika anda tak bisa membangun dialog seperti yang diharapkan bersama,kecuali mental dan otak anda seperti anak kecil🙂

apa yang kau tanyakan ttg generasi qurani,sudah saya singgung dulu,seperti yang kau sampaikan hal yang sama sekarang yang saya sertai QS 3:31.tapi mungkin karena daya ingat anda yang kurang makanya anda melakukan hal yang sama untuk kedua kali dan bisa jadi daya tangkap anda begitu rendah.

Bhuku: Nih coba baca tentang kaum Qurani di sini biar tahu : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Quranism

Fach: @bhuku Hehe…kau memberikan link,terkesan bahwa kau adalah orang yang yang pertama tahu perihal ingkar sunnah.kau ini,ibarat seperti anak kecil yang baru ikut latihan pencak silat dan selalu ingin mencoba keilmuan yang dikuasai dengan petantang petenteng dan menganggap diri sendiri serba tahu dan serba bisa,padahal dulu secara globalnya sudah saya jelaskan dan pakai ayat Alquran lagi menjelaskannya. Sdr bhuk…diantara pelopor-pelopor yang menolak hadits sebagai sandaran hukum/ingkar sunnah yang terkenal ialah rashad khalifa,ismail adham,kassim ahmad dan othman ali.Untuk menguatkan pendapat mereka yang cocokmologi,mereka mengambil pula hujah-hujah dari kalangan orientalis seperti ignaz goldziher di dalam bukunya muhammedanische studien dan joseph schact di dalam bukunya an introduction to islamic law.Bagi dakwaan yang dilayangkan oleh ignaz goldziher,perlu diingatkan bahwa buku tersebut ditulis sekitar abad 18.yang berarti,pengkritisan itu terjadi ketika sudah terjadi dan penyebaran tentang periwayatan hadits oleh para ahli hadits.Jadi perlu ada kajian ulang terhadap buku yang dikarang oleh ignaz tersebut dengan meneliti manuskrip yang telah disemak dan diterbitkannya.dikala kritikan yang dilayangkan oleh schact pun sudah dijawab oleh muhammad mustafa azami di dalam bukunya studies in early hadith literature. Pihak ingkar sunnah sebenarnya sudah terjebak oleh pendapat/keyakinan mereka sendiri ketika dipertanyakan perihal tata cara sholat,zakat,dll.karena hal itu tidaklah cukup menggunakan Alquran saja yang menjadi garis besar tetapi membutuhkan pula penjelasan yang terperinci.dari mana hal terperinci yang dipertanyakan bisa didapatkan,selain didapatkan dari hadits? Jika seseorang ingkar sunnah dengan beralibi bahwa cukup Alquran saja yang menjadi pegangan hidup,justru mereka sendiri sedang tidak mengamalkan isi Alquran itu sendiri.Sebab didalam Qs. 3:31,dinyatakan bahwa barangsiapa yang mencintai Alloh maka dia pun akan mengikuti Nabi Muhammad saw yang merupakan utusan Alloh itu sendiri.Ketaatan kepada Alloh selalu berbanding lurus dengan ketaatan kepada Nabi Muhammad saw (Qs. 4:69,3:172&173),hal itu dikarenakan bahwa jika seseorang taat pada Nabi Muhammad saw maka dia sesungguhnya sudah taat kepada Alloh dan barang siapa yang tidak taat pada kepada Nabi Muhammad maka dia sebenarnya secara langsung sedang melakukan ketidak taatan pada Alloh (Qs. 4:80).Paham ?

Bhuku: Fach Rudin, menurutmu kaum Qurani salah atau benar ketika mereka mengatakan bahwa kitab yang berotoritas hanyalah Quran dan Hadits tidak punya otoritas? Coba kau jelaskan dulu. Ataukah kau akan menyangkal bahwa kaum Qurani tidak ada?

Fach: pihak ingkar sunnah,cuma beda pandangan bahwa alquran adalah pijakan atas hukum mereka,walaupun memang mereka sendiri menerima hadits tetapi tidak seutuhnya dan ada pihak lain dari ingkar sunnah yang memang menolak hadits sama sekali.apakah kau tak mencermati proposisi yang saya sampaikan? malah balik nanya lagi kaya setrikaan.saya tidak menyangkal tentang adanya keberadaan mereka sebab mereja ada tapi ketika sekarang,saya belum nemu langsung mereka itu.ketika mereka eksis,apakah mereka itu benar menurut mu walaupun mereka sendiri sebenarnya tidak mengamalkan quran sebetulnya?

Bhuku: Menurut Qurani, Sunni dan Syiah salah alias sesat. Kau mengatakan bahwa kaummu yang benar. Kau akan katakan bahwa hal seoerti itu tidak ada? Saya tidak tahu mereka benar atau tidak. Yang jelas, seperti halnya anda memandang katolik dan protestan, demikian juga saya memandang Qurani, Sunni, dan Syiah. Seperti halnya Protestan tidak menerima Deuterokanonika, demikian juga Qurani tidak menerima Hadits.

Sama. Lalu apanya yang superior dari islam kalau hal seperti itu juga ada dan hal seperti itu kau anggap tidak benar?

Fach: lah..kau mau memparalelkan sunni syiah dengan katolik protestan? apa itu relevan cuy? tanpa adanya katolik,protestan gakan ada.itu luther,sebelum jadi protes masuk kemana dulu?

belajar lagi tentang ayat-ayat alquran dan cermati lagi ayat” yang saya beri dan buka pula isi ayatnya,biar kau punya kekuatan menggugat saya perihal apa yang kau benturkan itu.sebab jika tidak,maka akan sama saja kau seperti lagi bertepuk pake kaki

Bhuku: Betul sekali. Qurani mengaku islam, Sunni mengaku islam, Syiah mengaku islam, bahkan Ahmadiyyah mengaku islam. Tapi mereka berbeda pandangan. Mereka saling berdebat.

Protestan mengaku kristen, Katolik mengaku kristen, ortodoks mengaku kristen. Mereka berbeda pandangan. Mereka salngn berdebat.

Lalu yang tahu yang mana islam yang benar dan mana kristen yang benar siapa? Anda? Saya?

Tentu saja ayat yang kau kasih dapat kau interpretasi untuk mendukung posisimu Fach, demikian juga kaum Syiah dan kaum Qurani dan kaum Ahmadiyyah pun demikian. Lalu siapa yang Islam? Interpretasi mana yang benar? Siapa yang menentukan?

Kau menentukan siapa kristen dan siapa bukan? Saya menentikan siapa Islam atau bukan?

Fach: islam itu yang mengakui Alloh adalah Tuhannya yang esa,muhammad adalah Nabi terakhirnya,pegangan hidupnya adalah alquran dan sunnah.paham?

Bhuku: Itu menurutmu. Menurut Qurani, beda lagi. Lalu siapa yang saya percaya? Saya juga bisa mendefinisikan kekristenan sedemikian rupa sehingga katolik bukan kristen. Lalu apakah kau akan terima itu? Saya juga dapat mendefinisikan kekristenan sedemikian rupa sehingga hanya Protestan yang kristen? kau mau terima itu? Atau tidak?

Fach: lah.. kau percaya pake kacamata kristen,ya gakan nyambung atuh cuy.aya-aya wae kau ini.kau percaya atau tidak,bukan urusan saya.toh kau sendiri bukan seorang muslim smile emoticon

Bhuku: Demikian juga, kalau kau pake kacamata Islam – seperti yang kau lakukan di thread ini, tidak ada guna. Itu kacamata kuda. Islam urusan islam. Kristen urusan kristen.

Fach: jika kau bicara protestan adalah kristen,dari denom/aliran protestan mana yang benar” bisa dianggap kristen jika katolik bukan kristen padahal sebelum adanya protestan,katolik lebih dulu ada? apakah dari gereja tiberias,hkbp,Gki,gpid atau dari mana yang dianggao sebagai kristen,atas protestan itu? nah loh…

Bhuku: Jadi sekarang kau memaksakan pandangan Islammu untuk menilai kekristenan? Kalau begitu saya juga akan menggunakan kacamata kristen untuk menilai Islam. Hanya karena Qurani tidak disebut Qurani, tidak berarti bahwa sejak dulu tidak ada penganut Qurani. Penganut Qurani sudah ada sejak awal. Hanya karena mereka tertekan oleh mayoritas, baru mereka memunculkan diri saat ini. Sederhana.

Fach: Tuh kan..kau ditanya gitu saja,kumat kamit argumentnya tentang protestan dari denom atau aliran mana yang bisa dianggap kristen? Minum air aqua dulu,bray…

Bhuku: Makanya kau jangan menggunakan standar ganda. Kau boleh macam-macam membahas katolik dan protestan dari sudut pandangmu, Sedangkan aku tidak boleh membahas berbagai aliran dalam islam, tidak boleh. Apakah karena Islam superior sehingga islam boleh berbuat sesuatu yang kristen tidak bisa perbuat? Menarik ya standar gandanya.

Kau sudah baca buku ini belum? Coba kau baca dan perhatikan argumen Qurani:

Musa, Aisha Y. (2008). Hadith as Scripture: Discussions on The Authority Of Prophetic Traditions in Islam. Palgrave. ISBN 978-0-230-60535-0.

Fach: 1 rujukan yang kau beri,ingin membenarkan bahwa ingkar sunnah itu benar? Belajar lagi lah kau,ttg sejarah islam.biar menggigit argumentnya dan bisa mematahkan argument saya diawal biar bersifat progresif dialognya walaupun kau kristen protestan.saya off dulu,karena mau cas hp.

Bhuku: Halah……. tidak menjawab argumen. Pertanyaannya adalah, kau berpegang pada pandangan bahwa hanya Islam yang boleh mengatakan satu aliran itu masih islam atau tidak. Sementara itu kau, yang bukan kristen berani mengatakan bahwa semua aliran yang menyebut diri kristen memang kristen.

Eniweis…. terus saja berpura-pura jadi islam mas bro. He he he

Belajar lagi berargumen nggih, biar lebih nyambung. Selama ini diskusinya berat sebelah. Hukum kontradiksi saja diputarbalikkan untuk mendukung sebuah kebodohan.

Menurut Qurani, Sunni dan Syiah melakukan sirik dengan menambahkan Hadits sebagai kitab berotoritas. Hadits, menurut Qurani hanyalah tulisan derivatif buatan manusia, yang tidak harus diikuti.

Pos ini dipublikasikan di Injil, Islam, Islam - Kristen, Polemik. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s