Mencampur Adukkan Logika dan Argumen

Di bawah ini adalah diskusi saya dengan seorang yang menyebut diri Khalid al Walid di salah satu grup diskusi. Di salah satu diskusi sebelumnya Khalid menyatakan bahwa logika umum sudah dibantah berabad-abad sebelumnya. Pernyataan yang sangat berani karena setahu saya logika tidak akan bisa dibantah oleh siapapun (termasuk oleh Tuhan karena logika adalah natur Tuhan dan mustahil Tuhan mengingkari natur-Nya sendiri – setidaknya itu pandangan saya tentang Tuhan).

Karena itu saya menantang Khalid untuk mengemukakan bantahannya tentang logika. Dalam proses diskusi, ternyata yang Khalid maksudkan dengan logika umum, bukan logika sama sekali. Yang dia maksud dengan logika umum adalah satu atau dua argumen. Jadi si Khalid berbicara keras-keras tentang logika umum, ternyata yang dimaksud hanya argumen.

Lebih buruk lagi, ketika diminta, Khalid tidak bisa menunjukkan bagaimana argumen-argumen yang dia sebut logika umum tersebut dibantah. Dia malah meminta saya membantah. Ketika ditanya apa yang hendak dibantah (isi argumen atau bentuk argumen), Khalid mengalihkan pembicaraan dengan berbagai cara.

Dengan kata lain si Khalid bicara panjang lebar tetapi tidak bisa mendukung pandangannya dengan baik. Ia hanya pintar klaim. Karena Ia pintar klaim, saya sempat mencoba menggunakan trik yang sama terhadap Khalid.

Berikut adalah diskusinya.

Bhuku: Thread ini khusus saya dan Khalid. Khalid mengatakan bahwa berabad – abad lampau logika umum sudah dibantah. Pertanyaan: apa itu logika umum dan apakah hukum kontradiksi masuk logika umum. Apakah anda sedang berbicara tentang logika Boelan? Atau apa yang anda maksudkan?

Khalid: Logika umum: semua manusia pasti makan… Yesus Makan.. Yohanes Makan.. jadi; Yesus dan Yohanes adalah manusia…. contoh 2: Tuhan tidak bisa mati… Yesus bisa mati.. jadi Yesus bukan Tuhan..>> silahkan bantah sendiri logika umum yg saya sajikan… good luck

Bhuku: Walah….. Anda mengemukakan satu atau dua argumen dan menyebut itu logika umum? Kaco…… Inalilahi….. Yang anda maksudkan dengan bantah, apakah saya bantah bentuk argumen atau isi argumen anda?

Ataukah anda tidak bisa membedakan antara isi argumen dan bentuk argumen Khalid?

Khalid: tak usah muter2…. bantah aja… mudah kan?

Bhuku: Saya tanya anda. Yang dibantah itu isi atau bentuk argumen anda? Lagipula anda tidak bisa memberikan justifikasi bagi penggunaan nama mentereng seperti ‘logika umum’ hanya untuk merujuk kepada sebuah argumen. Ini penting karena saya ingin tahu apakah anda tidak setuju dengan bentuk argumennya ataukah anda tidak setuju dengan isi argumennya.

Tapi kalau anda tidak bisa menjawab itu, saya juga bisa maklumi dan tidak mempermasalahkannya. Setidaknya saya tahu.

Pertanyaan saya untuk anda adalah apa hubungan pandangan bahwa ‘logika umum’ sudah dibantah dengan hukum kontradiksi? Apakah karena ‘logika umum’ dibantah, maka hukum kontradiksi sudah dibantah?

Khalid: Mungkin ada member lain yg ikhlas menjawab…. adakah yg bisa mempertanggung jawabkan iman kristen? atau jangan2…disini tidak ada orang yg beriman.

Bhuku: Halah… jadi karena Khalid tidak bisa menjawab pertanyaan, maka sekarang dialihkan kepada orang lain… hebat sekali. Karena tidak bisa mempertanggung-jawabkan pandangan sendiri, maka merasa diri argumennya tak terbantahkan dan meminta orang lain menjawab untuk dia. Hebat yaaahh….

Khalid: hobi merumitkan n ngeles..

Bhuku: Halah.. kebiasaan over-simplifikasi yang membuat anda tidak melihat sesuatu secara lebih mendasar dan kebiasaan untuk menerima satu teori tanpa kritis lalu mengeritik orang lain berdasarkan teorinya seolah-olah teorinya benar padalah dia tidak tahu bahwa teorinya tanpa justifikasi sama sekali. ck ck ck

Khalid: mulai emosi ya…. anda terlalu menjiwai filsafat dan mempertanyakan segala macam teori, argumen dan pandangan. Kenapa anda tidak mempertanyakan apakah cara berpikir anda sudah benar? atau..hanya prasangka saja?

Bhuku: Halah….. sudah mulai menebak-nebak ya? Dan itu jiwa dari filsafat. Jadi seandainya saya mempertanyakan pandangan saya, baru saya boleh mempertanyakan pandangan anda. Memangnya anda tahu kalau saya tidak mempertanyakan pra-anggapan dasar saya? Di sini kita membuktikan. Pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan adalah pertanyaan yang saya ajukan juga dulu terhadap pandangan saya yang sekarang dan saya jawab dengan tuntas saat itu dan saat ini.

Tetapi ketika saya mempertanyakan teori anda, tidak ada justifikasi sama sekali terhadap teori anda dan anda mengharapkan bahwa teori anda dianggap benar oleh orang lain.

Jiwa filsafat…. puihh….😀

Khalid: sangat sulit bagi seorang filsuf membenarkan pendapat orang lain… karena saat andaenerima sebuah gagasan, teori atau semacamnya maka saat itu juga roh filsuf keluar dari diri anda..

Bhuku: Halah… tadi perasaan (dalam diskusi sebelumnya) anda mengatakan bahwa anda adalah seorang filsuf yang telah mempelajari segala macam epistemologi moderen dan saya katakan bahwa saya hanyalah seorang pembelajar. Karena itu, isi sendiri.

Khalid: ente itu filsuf apa peramal… kok bw bw “perasaan” segala…

Bhuku: Saya bukan filsuf. Saya pembelajar. Anda yang mengklaim diri sebagai seorang filsuf yang telah mempelajari segala maca epostemologi. Jadi kalau anda bilang saya peramalpun, tidak masalah.

Khalid: darimana ente mendapatkan data saya mengklaim diri sebagai filsuf …. apa saya pernah berkata demikian….? wah ente benar2 peramal yg hebat…. salut..#sambil_mlongo

Bhuku: memangnya saya harus memberi justifikasi terhadap apa yang saya katakan? Anda dari tadi main omong asal klaim dan tidak ada justifikasi. klaim panjang seperti jembatan Suramadu, justifikasi tidak sampai sejengkal.

Kalau anda bisa melakukan itu, kenapa saya tidak bisa melakukan itu? Inikah jiwa filsafat yang anda agung-agungkan itu? Hebat yaahhh.

Khalid: namanya juga argumen…. knp anda begitu heboh mempermasalahkan itu… >> mungkin ente rasa…

Bhuku: Ya sudah… kalau bicara sembarangan itu argumen… maka tidak perlu juga saya mempertanggung jawabkan apa yang saya katakan… dan anda tidak perlu permasalahkan itu. Mungkin anda merasa….

Jadi untuk seorang pakar filsafat seperti anda, boleh ngomong tanpa justifikasi dan lawanpun tidak perlu justifikasi apa yang lawan katakan… baik sudah…. Biar saya bertindak seperti itu seterusnya terhadap argumen anda.

Kita baru menyaksikan di sini bahwa si Khalid berkoar-koar bahwa logika telah dibantah, tetapi ternyata yang dia bilang logika itu hanyalah satu atau dua argumen yang menurut dia bermasalah. Jadi, masalahnya bukan pada logika, tetapi pada argumen tertentu.

Alih-alih menunjukkan bagaimana argumen yang dianggap terbantahkan itu memang benar-benar dibantah, dia meminta saya membantah argumen-argumen tersebut. Dengan demikian tampaknya si Khalid tidak paham apa yang bermasalah dari argumen yang dikemukakan tetapi berani mengatakan bahwa argumen-argumen terrsebut telah dibantah berabad-abad lampau.

Namun demikian, di tempat lain Khalid mengatakan bahwa dia telah mempelajari epistemologi moderen sedangkan saya hanya berurusan dengan filsafat kuno. Namun ternyata dengan mempelajari filsafat moderen pun yang dia itu, cuma seperti di atas penampilannya.

Khalid: nah begitu baru cakep… Filsafat, teori, epistemologi dan apapun produk pikiran lainnya bukanlah pernyataan akan Realitas, tetapi sebuah petunjuk, yang mengarahkan pada sesuatu yang tetap merupakan suatu misteri. Misteri itu melampaui pemahaman akal budi manusia.Pendeknya, filsafat hanyalah sebuah jari yang menunjuk pada bulan. Beberapa orang tidak pernah beranjak lebih jauh dari mengamati jari belaka. Yang lain malah asyik mengisapnya. Yang lain lagi menggunakan jari untuk mengucek mata. *Dan Inilah orang-orang fanatik yang telah dibutakan oleh teori, filsafay, epistem dan entah apa itu namanya.. Sangat jarang asa filsuf yang cukup mengambil jarak dari jari mereka untuk dapat melihat apa yang ditunjuk.

Bhuku: Itu kan kata anda… memangnya karena anda sudah mempelajari semua epistemologi moderen, maka artinya pasti filsafat anda yang menyatakan bahwa “Filsafat, teori, epistemologi dan apapun produk pikiran lainnya bukanlah pernyataan akan Realitas,” merupakan filsafat yang pantas diterima?

Kalau itu adalah filsafat anda, dan kalau itu benar maka filsafat itu bukan pernyataan tentang realitas. Semoga anda tidak fanatik terhadap filsafat anda tersebut. Semoga.. tetapi ada petunjuk bahwa anda mati-matian mempertahankan pandangan tersebut termasuk mempertahankannya secara tidak syah, atau mungkin syah menurut anda, yaitu tanpa justifikasi.

Khalid: Filsafat bukan pernyataan tentang realitas…. itu kuncinya.

Bhuku: Kalau itu kuncinya, maka pernyataan bahwa filsafat bukan pernyataan tentang realitas adalah bukan pernyataan terhadap realitas. Dan kalau demikian, maka tidak usah dipercaya. Babat kaki sendiri dong. Ki ki ki

Khalid: udah..up to you lah…

Bhuku: Yaaa.. Up to logic lah… Yaahhh tapi anda bilang logika sudah dibantah tadi ya? Sayangnya anda belum menunjukkan bahwa logika memang sudah dibantah. Yang (mungkin) dibantah adalah argumen. Menarik ya…

 

Ada orang yang menganut filsafat yang menyatakan bahwa filsafat itu tidak berbicara tentang realitas tanpa sadar akan kontradiksinya. Ki ki ki ki ki ki….

 

 

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika, Polemik. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mencampur Adukkan Logika dan Argumen

  1. mahmal rizka berkata:

    Tuhan itu Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Segalanya.
    Dengan dasar bahwa Tuhan Maha Kuasa maka Tuhan bisa melakukan apa saja yg dikehendaki-Nya. Dengan dasar itulah umat kristen bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi manusia, dengan anggapan bahwa Tuhan bisa melakukan apa saja tentunya Tuhan juga bisa menjelma menjadi manusia.

    Umat islam juga sangat percaya dan yakin dengan Kekuasaaan Tuhan yg tidak terbatas. Tuhan Maha Kuasa, Maha Segalanya. Namun, umat islam memang percaya Tuhan bisa melakukan apapun yg dikehendaki-Nya, tetapi ada hal2 yg tak akan dan yg tak perlu dilakukan oleh Tuhan. Bukan berarti kekuasaan Tuhan terbatas namun justru karna kekuasaan-Nya yg sudah sangat tinggi maka ada hal2 yg tak perlu dilakukan oleh tuhan, salah satunya adalah menjelma menjadi manusia.

    Apa dasar saya mengatakan bahwa tuhan tidak perlu menjelma menjadi manusia?
    Tuhan Maha Kuasa, Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Maka dari itu tuhan tidak perlu menjelma menjadi manusia hanya untuk mengetahui apa yg terjadi dengan hamba-Nya yg ada dibumi, tuhan juga tidak perlu menjelma menjadi manusia untuk mengampuni dosa2 manusia, Tuhan juga Maha Pengampun. Tanpa menjelma menjadi manusia tuhan sudah mengetahui apa yg terjadi dengan manusia2 yg ada di bumi, bahkan tuhan tahu isi hati setiap manusia, tuhan juga bisa mengampuni dosa2 semua manusia jika Dia mengehendaki tanpa perlu ada pertumpahan darah.

    Umat kristen mungkin akan mengatakan: dengan mengatakan bahwa tuhan tidak perlu menjelma menjadi manusia berarti kita telah membatasi kekuasaan tuhan? Justru karna sangat Maha Kuasa Nya tuhan maka tuhan tidak perlu melakukan itu.

    Baiklah, kalau tuhan menjelma menjadi manusia karna tidak ada yg bisa menghalangi kehendak tuhan. Selanjutnya, karna tuhan maha kuasa dan bisa melakukan apa saja yg dikehendaki-Nya, silahkan anda pikirkan dua pertanyaan berikut ini?

    1. APAKAH TUHAN BISA MENCIPTAKAN TUHAN YANG LEBIH HEBAT DARI TUHAN ITU SENDIRI????
    2. APAKAH TUHAN BISA MENGELUARKAN KITA (MANUSIA) DARI KEKUASAAN TUHAN SEHINGGA KITA (MANUSIA) BERADA DI LUAR KEKUASAAN TUHAN?

    Saya akan menjawab TIDAK untuk kedua pertanyaan tersebut di atas.

    • admin berkata:

      Tahu tidak apa yang orang Kristen percaya ketika dia mengatakan bahwa ‘Allah Maha Kuasa’? Apakah itu artinya orang Kristen percaya bahwa Allah dapat menjadi sesuatu yang berkontradiksi dengan diri-Nya sendiri?

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s