Mulut Tajam Tapi Pikiran Tumpul

Berikut ini adalah diskusi saya dengan seorang yang bernama Khalid al Walid. Awal dari diskusi itu adalah saya memuat postingan mengenai promo buku Detektif Sesat Pikir.

Perhatikan bagaimana tajamnya mulut si Khalid tetapi tumpulnya pemikirannya dalam diskusi di bawah ini.

Khalid: bagus sekali…. smoga tidak ada lagi orang2 tersesat yg menuhankan manusia dan patung

Bhuku: Dan semoga tidak ada yang melakukan straw man juga terhadap apa yang lawan bicara percayai.🙂

Khalid: kepercayaan bertolak belakang dengan logika.

Bhuku: Ooo…oo… Baiklah. Jadi kalau logika mengatakan A tidak mungkin non-A pada saat yang sama dengan definisi yang sama, maka kepercayaan mengatakan bahwa A adalah Non-A pada saat yang sama dengan definisi yang sama. Menarik.

Khalid: Manusia tidak mungkin jadi Tuhan… ini logika sederhana

Bhuku: Tetapi kalau ada satu wujud/keberadaan yang punya dua natur, itu tidak melanggar hukum logika.

Khalid: kenapa cuma punya dua? punya jutaan sampai milyaran naturpun tidak melanggar hukum logika

Bhuku: Kenapa harus? Memangnya ada hukum logika yang mengharuskan lebih dari dua?

Khalid: darimana ente dpt kata harus?… ngimpi ya…?

SABDAweb Yes 57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, d yang bersemayam untuk selamanya e dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi f dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk g dan rendah hati 1 , h untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. >>> jadi TUHAN punya milyaran natur

Bhuku: Anda datang dengan mengemukakan pertanyaan mengapa. Pertanyaan saya adalah mengapa tidak? Artinya kalau tidak ada keharusan untuk lebih dari dua, maka pertanyaan anda menjadi konyol. Anda menyimpulkan milyaran dari manah?

Khalid: loh… knp anda membatasi kehendak TUHAN? apakah ada yg tidak mungkin bagi TUHAN?

Bhuku: Bagaimana saya membatasi kehendak Tuhan?

Khalid: dengan pemikiran anda

Bhuku: Bagaimana pikiran saya membatasi kehendak Tuhan? Pikiran saya yang mana yang membatasi kehendak Tuhan dan bagaimana pemikiran tersebut membatasi kehendak Tuhan?

Khalid: pikiran yg mana?… ya jelas pikiran yg ada du dengkulmu itu

Bhuku: Jadi kalau tidak bisa mengartikulasi apa yang dipikirkan, maka lawan dimaki. Cuma segitu toh bro.. Btw, kamu dibayar siapa bro? To the point aja.

Khalid: apa anda tidak terima di bilang pikiran anda di dengkul? klo ada tempat yg lain ente boleh kasih tau. >> maaf ya… ane di sediakan lapak yg berjudul mempertanggung jawab iman kristen…makanya saya penasaran coment di sini, taunya ada ba’i ngao kelas kakap.

Bhuku: Jadi anda tidak bisa menjawab pikiran saya yang mana yang mengakibatkan saya membatasi kehendak Tuhan? Baiklah.. saya paham kemampuan anda hanya seperti itu dan ada yang membayar anda untuk melakukan yang anda lakukan.

Kira-kira ketika anda mengatakan bahwa saya membatasi Tuhan dengan pikiran saya, apakah anda menggunakan pikiran? Atau tidak?

Mulutmu tajam seperti silet, tetapi pikiranmu tumpul bro (atau sengaja menumpulkan diri). Maaf!🙂

Khalid: Saya mengatakan anda membatasi Tuhan dengan pikiran anda tidak berarti saya juga tidak melakukannya… pijiran saya memang tumpul karena saya tak pernah mampu melesatkan pikiran saya ke objek keilahian. jika anda merasa mamou silahkan… saya tidak akan membatasi argumen anda.

Bhuku: Anda tahu darimana bahwa kita membatasi Tuhan ketika kita memikirkan tentang Tuhan? Apakah alur pemikiran bahwa ketika kita memikirkan tentang Tuhan, maka kita sedang membatasi Tuhan, merupakan sesuatu yang membatasi Tuhan atau tidak? Mengapa?

Anda bukan hanya tumpul ketika berbicara tentang Tuhan, Ketika berbicara tentang logikapun pikiran anda sangat tumpul, walaupun mulut anda sangat tajam.

Khalid: Saya tidak yakin Allah mampu di jangkau dengan akal pikiran kita. Jadi saat pikiran kita lesatkan ke objek keilahian maka kemungkinan besar pikiran kita akan menjangksu objek yg bernama berhala

Bhuku: Jadi anda mengatakan demikian karena menurut anda memang demikianlah adanya. Saya juga bisa mengatakan yang sama bahwa saya berpendapat demikian karena memang demikianlah adanya.

Tapi menurut anda pemikiran anda itu membatasi Tuhan atau tidak?

Yang lebih lucu adalah anda mengatakan tidak dapat menjangkau Tuhan. Lucunya adalah bahwa anda mengatakan itu karena anda sudah menjangkau Tuhan dengan pikiran anda. Anda berpikir bahwa Dia tidak dapat dijangkau dengan akal pikiran. Paling tidak dengan akal pikiran anda anda sudah mengatakan bahwa Tuhan tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran manusia.

Jadi sebenarnya Allah itu bisa dijangkau pikiran atau tidak dapat dijangkau pikiran?

Khalid: Allah transenden tidak

Bhuku: Jadi walaupun ada kontradiksi dalam pandangan anda tersebut, anda tetap mempercayainya. Baiklah. Saya paham.

Kalau Allah transenden, bagaimana proposisi itu berakibat bahwa kita tidak dapat mengetahui tentang Allah dari apa yang dinyatakan-Nya?

Khalid: Apa anda pernah mendengan antromorphisme..

Bhuku: Saya tidak pernah dengar “antromorphisme” tetapi saya pernah mendengar ‘antrophormisme’. Coba jelaskan ke saya bagaimana “antromorphisme” menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas yang belum terjawab.

Khalid: Sebagaimana dikatakan oleh Yohanes 4:24, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Karena Tuhan adalah objek rohani, Tuhan tidak memiliki karakteristik fisik secara manusia. Namun demikian, kadang-kadang bahasa kiasan dalam Alkitab menggunakan karakteristik manusia kepada Tuhan untuk memungkinkan manusia memahami Tuhan. Penggunaan karakteristik manusia untuk menggambarkan Tuhan disebut “antropomorphisme.”

Bhuku: Apakah ketika anda mengatakan itu anda sedang menggunakan pikiran? Atau tidak?

Khalid: tidak… saya cuma copas..hehe

Bhuku: Baguslah. Anda mengaku bahwa anda tidak menggunakan pikiran memikirkan dan mengakui proposisi yang anda percayai. Paling tidak anda mengaku.

Khalid: saya masih bingung dengan apa yg dinamakan pikiran…? klo proses analisa yg saya lakukan saya beri nana dengkul apa ada masalah?

Bhuku: Ya sudah.. yang penting anda mengakulah bahwa anda tidak berpikir.

Tetapi kalau anda mau menggunakan kata itu, semua pertanyaan di atas saya rubah mengikuti perubahan kata yang anda gunakan. Dengan catatan anda tidak membawa bagasi makna lain ke dalam kata yang sudah anda gunakan dengan definisi barusan.

Pertanyaan saya di atas masih berlaku, anda tinggal mengganti kata pikiran dengan dengkul. Karena itu silahkan jawab.

Khalid: masalahnya makna yg ingin saya sampaikan ke anda tidak bisa terwakili dengan kata kata… makanya beberapa kali anda melakukan salah tafsir, mist understand dan tertusuk dengan kata2 saya… padahal saya tidak ada maksud utk menyakiti hati anda.

Bhuku: Jadi karena itu, maka anda tidak merasa perlu mempertanggungjawabkan apa yang anda katakan di atas. baik juga.

Khalid: Sebenarnya siapa yg bermasalah…? kata, saya atau penafsiran anda?

Bhuku: Sekarang ngeles. Lupakan isu yang diangkat di atas. Bagus sekali.

 

Pos ini dipublikasikan di Logika, Polemik, Sesat pikir dan tag , , . Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s