Berargumen a la Kaum Sofis

Belajar logika bisa sangat membantu penalaran tetapi belajar logika juga dapat disalahgunakan untuk mengemukakan argumen-argumen menipu. Berikut ini adalah beberapa argumen penuh tipuan yang dikemukakan Kaum Sofis pada jaman Yunani Kuno. Bagi mereka yang tidak belajar logika, argumen seperti ini kemungkinan akan membingungkan atau malah meyakinkannya akan kebenaran posisi Kaum Sofis. Namun bagi yang belajar logika, ‘balon-balon’ kaum Sofis ini dapat dibocorkan dengan mudah.

Berikut adalah sampel dari argumentasi mereka. Tulisan ini diambil dari buku Thales to Dewey, tulisan Gordon H. Clark, halaman 58 – 59.

Logika Aneh
Pada salah satu titik dalam dialog tersebut, Kaum Sofis memperdebatkan kemungkinan untuk mengatakan dusta. Berkata dusta artinya menyatakan sesuatu yang tidak seperti adanya, dan mengatakan kebenaran adalah menyatakan sesuatu seperti adanya. Ketika orang mengungkap sesuatu terkait hal yang dia ceritakan, maka ia menyatakan satu hal yang terlepas/terpisah dari semua hal lain. Dengan kata lain, ia menyatakan sesuatu yang memang demikian dan bukan sesuatu yang tidak demikian. Karena itu ia pasti menyatakan kebenaran. Menyatakan dusta adalah menyatakan sesuatu yang tidak demikian adanya. Tidak ada hal yang tidak seperti adanya, dimanapun dan dengan cara apapun. Orang dikatakan berbicara kalau berbicara tentang sesuatu atau melakukan sesuatu. Karena itu, mengingat ia tidak bisa melakukan atau berbicara tentang yang tidak ada (kalau hal itu berarti ia tidak melakukan apapun), maka tak terbantahkan bahwa orang pasti berbicara sesuatu apa adanya, atau dengan kata lain ia berbicara kebenaran.

Dengan ditambah humor yang lebih luas, argumentasi ini memanas, dan salah satu peserta yang hadir membantah Kaum Sofis. Mendengar itu Kaum Sofis mempertanyakan kemungkinan adanya kontradiksi. Setiap hal memiliki penggambaran masing-masing, dan tidak ada seorangpun yang dapat berbicara tentang hal yang tidak seperti apa adanya. Karena itu, jika dua orang berbicara tentang penggambaran yang sama terhadap satu hal, jelas mereka tidak saling berkontradiksi. Namun demikian, jika keduanya tidak memberikan gambaran apapun tentang hal tersebut, maka jelas bahwa keduanya tidak saling berkontradiksi, karena dalam hal ini mereka tidak membahas hal tersebut sama sekali. Namun jika salah satu dari mereka berbicara tentang satu hal, sedangkan yang satunya lagi berbicara tentang hal lain, maka keduanya tidak dapat saling berkotradiksi, karena keduanya tidak sedang berbicara tentang hal yang sama. Karena itu mustahil ada kontradiksi.

Menjelang akhir dari dialog tersebut dikemukakan argumen paling liar. Argumen itu berawal dari fakta bahwa Patrocles merupakan saudara laki-laki Socrates dari ibu yang sama, tetapi berbeda ayah. Karena itu Patrocles adalah saudara laki-laki sekaligus bukan saudara laki-laki. Demikian pula halnya dengan ayah keduanya, yaitu Chaeredemus ayah Patrocles; dan Sophroniscus ayah Socrates. Karena Sophroniscus adalah ayah, dan Chaeredemus bukan Sophroniscus, maka tak dapat dibantah bahwa ia bukan ayah; karena seperti halnya sesuatu yang berbeda dari batu bukanlah batu, demikian pula setiap orang yang berbeda dari ayah bukanlah ayah. Demikian pula, sebuah batu tetaplah sebuah batu, kapanpun dan dimanapun. Karena itu, tak terhindarkan bahwa seorang ayah akan selalu jadi ayah dimanapun ia berada. Dengan demikian, jika Chaeredemus benar-benar ayah, maka ia pastilah ayah dari ikan, anak anjing, dan babi. Atau kalau misalnya seekor anjing adalah sesosok ayah, dan jika anjing itu adalah anjingnya si pembangah, maka anjing itu pastilah ayah si pembantah.

Semoga yang belajar logika, tidak jadi seperti Kaum Sofis.

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Gordon H. Clark, Logika, Terjemahan, Thales to Dewey dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s