Mendefinisikan Istilah berarti Menghindari Sesat Pikir dan Sikap Otoritarian, serta Menghargai Kebebasan Pihak Lain

Tulisan berikut adalah guest post di blog ini. Tulisan ini dibuat oleh Ma Lobo yang menurut saya membahas masalah penting.

Mendefinisikan Istilah berarti Menghindari Sesat Pikir dan Sikap Otoritarian, serta Menghargai Kebebasan Pihak Lain

Oleh Ma Lobo

Berikut adalah refleksi saya tentang debat. Ini adalah refleksi yang masih kasar sehingga tidak sistematis dan mungkin masih bolong sana-sini.

Pemahaman akan istilah dalam perdebatan itu penting karena bisa terjadi bahwa istilah-istilah yang digunakan itu didefinisikan secara berbeda oleh para pihak yang terlibat.

Celakanya beberapa pihak tidak siap atau malah tidak mau mengungkap definisi istilah yang mereka gunakan karena mereka menganggap bahwa otomatis hal yang dibahas itu pasti sama kalau istilah yang digunakan sama. Bisa jadi memang demikian, tetapi tidak pasti demikian.

Lebih parah lagi ada orang yang merasa bahwa mereka bisa memaksakan definisi mereka kepada orang lain tanpa memahami bagaimana orang lain menggunakan istilah yang sama dengan yang dia gunakan. Hal seperti ini sering dilakukan oleh orang terpelajar, walaupun tidak semua orang terpelajar demikian.

Padahal perdebatan, atau kalau anda tidak suka kata itu, kita pakai kata diskusi, mengasumsikan bahwa dua atau lebih orang sedang membahas satu hal, sehingga istilah-istikah kunci yang digunakan dalam perdebatan atau diskusi tersebut harusnya sama. Andaikan A menggunakan kata ‘surga’ untuk merujuk kepada dimensi dimana roh orang meninggal berada, sedangkan B menggunakan kata ‘surga’ untuk merujuk kepada tempat favorit untuk kegiatan tertentu. Mereka kemudian berdebat apakah roh para wisatawan akan pergi ke Bali karena Bali adalah surga para wisatawan. Dalam kasus ini jelas mereka berdua sedang berbicara tentang dua hal berbeda yang tidak ada hubungan sama sekali sehingga tidak dapat dibahas seolah-olah keduanya sedang berbicara tentang hal yang sama. Hasil dari diskusi seperti ini hanyalah sesat pikir demi sesat pikir.

Kalau debat dan diskusi hanya merupakan arena hiburan, maka mungkin perdebatan seperti itu baik, karena pasti akan ada banyak hal yang lucu. Cocok untuk bahan stand up comedy atau lain-lain yang bersifat hiburan. Setidaknya bisa dapat uang, kalau dipentaskan. Bisa jadi juga perdebatan seperti itu akan memunculkan ide lain yang tidak ada hubungan sama sekali dengan pokok diskusi. Jadi perdebatan seperti itu bisa memberi manfaat tidak langsung.

Satu masalah lagi terkait dengan peristilahan dalam perdebatan adalah bahwa orang tidak menghargai kebebasan orang lain sehingga ia akan ‘memerangi’ orang lain yang menggunakan satu istilah dengan makna yang berbeda daripada yang dia gunakan. Buat saya sendiri, selama orang tersebut sadar bahwa ia menggunakan istilah dengan makna berbeda dari lawan, sehingga bisa jadi mereka sedang berbicara tentang dua hal berbeda, serta tidak mencoba-coba untuk menganggap bahwa karena istilah yang digunakan sama, maka mereka pasti berbicara tentang hal yang sama, hal itu tidak masalah. Hanya bermasalah kalau dianggap bahwa mereka sedang berbicara tentang hal yang sama. Masalahnya adalah ada orang yang tidak mempedulikan definisi yang lawan gunakan dan menganggap bahwa lawan pasti salah ketika dia berbicara menggunakan istilah yang sama dengan yang dia gunakan dengan makna berbeda. Biasanya sifat seperti ini dapat diamati pada mereka yang bersekolah tinggi atau yang sudah belajar lebih banyak.

Kalau misalnya hal itu dilakukan dalam sebuah forum dimana istilah baku sudah ada dan sang lawan menggunakan istilah yang tidak sesuai dengan penggunaan baku, memang apa yang dilakukan itu dapat dipahami. Tetapi kalau diskusinya dilakukan di tempat umum, atau di Facebook dimana ada peluang orang menggunakan istilah dengan makna berbeda, maka hal itu dapat dianggap sebagai sikap otoritarian dan tidak menghargai pihak lain. Orang tersebut otoritarian karena dia sedang memaksa lawan untuk membahas sesuatu yang tidak ingin dibahas.

Dalam diskusi di tempat-tempat umum dimana ada peluang untuk menggunakan satu istilah dengan makna berbeda dan bahkan bertentangan, adalah tindakan yang baik untuk melakukan klarifikasi atau tidak keberatan untuk mengemukakan makna istilah yang kita gunakan kalau dipertanyakan lawan.

Memang harus diakui bahwa banyak orang tidak selalu paham akan logika sederhana bahwa apa yang dia maksudkan dengan satu istilah belum tentu sama dengan apa yang orang lain maksudkan dengan sebuah istilah. Dalam kasus seperti ini, mungkin memang ada baiknya memaksa lawan seperti itu untuk mendefinisikan istilahnya dan kalau ia tidak bisa, maka yang lebih paham akan situasi ini perlu menjelaskan maksud istilah yang dia gunakan dan meminta dia lawan melakukan hal yang sama. Tetapi kalau lawan tidak bisa melakukannnya, namun mati-matian mau berdiskusi, maka anda tetap harus meladeni dia secara konsisten menggunakan makna yang kita pegang dan berusaha membuatnya sadar akan perbedaan makna istilah ini.

Namun seringkali orang ketakutan untuk mengutak-atik definisi karena mereka ketakutan bahwa posisi mereka akan dibantah kalau masalah definisi diutak-atik.

Tetapi dalam diskusi, saya tidak selalu mengikuti langkah-langkah itu secara ketat. Terkadang untuk memberikan sedikit shock therapy, saya langsung mengasumsikan bahwa ia sedang berbicara tentang hal yang sama dengan saya, demi secara tidak langsung mendorongnya untuk mendefinisikan istilahnya. Saya berpandangan bahwa itu adalah cara agar dia lebih jelas dalam pemikirannya sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Definisi, Filosofi, Guest Post, Ma Lobo. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s