Berperang Tanpa Tahu apa Tujuannya

Ada satu akun FB yang bernama Indra Atmowoloto (sekarang sudah tidak aktif atau sudah memblokir saya) yang pernah berkoar-koar bahwa saya tidak logis dan seterusnya. Saya sangka dia semacam aktivis.  Kalau dia katakan bahwa saya tidak logis, seharusnya dia tahu apa itu ‘logis’ dan apa itu ‘tidak logis’. Karena itu, saya tanyakan apa yang dimaksud dengan ‘logis’.

Ketika ditanya apa yang dia maksud dengan ‘logis’, Indra menjawab bahwa logis artinya “berpikir dengan menggunakan logika, rasional dan masuk akal.“ Kalau diperhatikan secara seksama, frasa yang dia gunakan untuk mendefinisikan ‘logis’ tersebut bukan definisi sama sekali atau setidaknya bukan definisi yang memenuhi syarat. Paling tidak kalau dia paham logika, dia akan sadar bahwa ketika mendefinisikan sebuah istilah, kata yang didefinisikan atau kata yang merupakan turunan atau kata dasar dari kata yang didefinisikan tidak boleh ada dalam definisi. Artinya, kalau mendefinisikan kata ‘logis’, maka kata ‘logis’ atau ‘logika’ tidak boleh ada dalam definisi yang dikemukakan. Tetapi si Indra tidak menuruti aturan pendefinisian tersebut. Dalam mendefinisikan ‘logis’ dia menggunakan kata ‘logika’.

Karena ketidakjelasan makna dari kata ‘logis’ yang dia gunakan, maka saya menanyakan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan “berpikir dengan menggunakan logika, rasional dan masuk akal.“ Eeehh…. bukan menjawab, tetapi si Indra membalas “Yu .. saya tidak berguru sama yu”, seolah-olah saya menganggap dia sedang berguru sama saya. Padahal pertanyaan saya sederhana saja, yaitu, apa yang dia maksudkan dengan frasa yang dia gunakan. Dia kemudian menggunakan berbagai cara untuk menghindari menjawab pertanyaan tersebut.

Jadi si Indra memang merasa diri logis, tetap irupanya makna  dari kata ‘logis’ yang dia gunakan sendiri tidak jelas. Karena dia tidak tahu apa yang dia maksudkan, maka label ‘logis’ atau ‘tidak logis’ yang dia gunakan menjadi tidak punya makna, kecuali bagi dia memang sedang beron*ni intelektual.

Bisa jadi si Indra memang seorang yang pintar dan logis. Namun silahkan tebak-tebak sendiri apa yang dimaksud dengan ‘pintar’ dan ‘logis’ karena saya menolak mendefinisikannya sehingga kedua kata itu bisa berarti hal yang bertentangan dengan yang pembaca maksudkan.😉

Semoga para aktivis atau orang yang mau jadi aktivis belajar dari pengalaman buruk si aktivis satu ini. Kalau anda tidak paham apa yang anda katakan, anda seperti orang yang sedang memasuki medan perang tanpa tahu tujuan perang.

Pos ini dipublikasikan di Filosofi, Logika. Tandai permalink.

Mau Komentar? Silahkan! Tetapi perhatikan cara diskusi yang baik! Perhatikan juga bahwa semua tulisan di sini berhak cipta, jadi tolong identifikasi sumber anda kalau mau mengutip tulisan di sini! Terima kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s